Tips Meminimalisir Korupsi Di Indonesia

Korupsi

Berikut ini cara mengurangi meminimalisir Korupsi yang asal tahu saja Korupsi tidak bisa diberantas total! selama masih ada manusia didunia ini, sifat dan rasa ingin Korupsi (Uang,dll) tetap ada! bukan berarti tak bisa dikurangi loh semua pasti caranya bagaimana rasa keinginan kuat untuk korupsi jadi menipis (memang takkan hilang sepenuhnya) setidaknya dana yang harus dirugikan banyak, ini jadi bisa tersalurkan pada yang berhak and “Everybody Happy” win-win solution! & gak ada merasa rugi

Kalau Korupsi terus merajalela dinegeri ini Indonesia biar tidaklah merebak, seperti kasus lagi HOT Inisial SN (karena belum ada keputusan sidang belum bisa dijadikan tersangka) catut nama Presiden (Jokowi) dan Wapres (Jusuf Kalla) menurut Transkrip MKD, dari pengadu SS, meminta bagian 11% (untuk Presiden) dan (9% Wakil Presiden), tentu ini jelas sudah bagian “Praktek Korupsi” yang banyak (nama) tetap tindakan Korupsi. untuk itu supaya “Korupsi” bisa diminimalisir, sekiranya tips post ini dapat bisa jadi (solusi) mungkin saja. (maaf) bukan anggap tips ini hebat atau apa? intinya cuma nyumbang ide,  sapa tahu  nyambung sama post ini (maaf kata salah kata gimana? maklumin & sip) tujuannya baik bukan menuduh (menghina,dll), justru mau membantu agar korupsi dikurangi, yang terpenting demi kepentingan rakyat banyak bisa mendapat banyak manfaatnya. ya seperti itu, dibawah ini:

Note: Tak menyindir siapapun juga, kalau tersinggung maaf hanya perasaan hati saja. post ini tidak menuduh siapapun hanya mencari solusi dalam mengurangi korupsi, gitu maksudnya.

Kenapa Korupsi Ada & Perhatikan Juga Hak Orang Lain

Korupsi ada karena keinginan atau rasa ingin mendapatkan keuntungan (materi) dari Uang, Produk dan lainnya. tidak ada orang didunia ini “Mau Miskin” ga ada, kalau ada yang mengatakan sebaliknya itu rada-rada gimana? semua orang ingin kaya, tapi karena kemampuan dirinya sesuai yang ia dapat. mereka menerima yang ada, sebenarnya pasti (mereka mau lebih baik) Tukang Bakso mendapatkan untung dari kemampuannya menjual bakso, bila ada tukang bakso diberi lebih pasti akan senang! itu bukan rahasia umum lagi karena semua ingin kaya (paling tidak lebih baik) dari finansial,dll

Adanya orang menggunakan kemampuannya untuk berbuat curang demi keuntungan (maaf) ini juga termasuk tadi keinginan/rasa. biarpun dia tahu itu “Jalan” yang salah, bagi dia yang terpenting dapat keuntungan lebih. oleh sebab itu skala korupsi dari kecil sampai besar (terjadi) disebabkan oleh diri, mau dapat lebih. dari Perusahaan, Instansi, bahkan Warung Kecil (banyak contoh) ini bukan nuduh contoh sudah pernah ada, bahkan sudah masuk kemedia massa sekalipun.

Selama rasa/keinginan itu masih ada + kesempatan buat jahat percayalah Korupsi itu pasti terus ada dan tidak bisa dicegah lagi. untuk pencegahannya tanyakan pada hatimu “Meskipun kita mengambil hak bukan milik kita, tetapi kita haruslah memperhatikan orang banyak dari hak itu” dengan begitu orang yang mengambil tidaklah menjadi (maaf) sangat rakus. kamu harus memperhatikan hak orang bukan berarti boleh melakukan seperti itu. masalahnya (kasus ini terjadi) saat tidak ada pengawasan dan tidak ada yang mencegah (kecuali ada yang cegah) pasti ga bakal diambil. jadi mau gak mau hati kamu biarkan berbicara..bila kamu berpeluang ambil 100 ribu biarkan 20000 untuk hak orang! jadi kamu jangan ambil semuanya dan ciptakanlah rasa “Kasihan” pada hak yang kamu ambil.

Lebih baik lagi jangan (Ngambil) bila tidak bisa dicegah (pikirkan hak-hak orang lain). kamu manusia yang menikmati hak, juga manusia, ciptakan rasa kecintaan pada manusia lain, (mesti belajar) untuk tidak menjadi seorang Iblis atau Setan! tetaplah menjadi dirimu pentingkan (sedikit) orang lain kalau perlu mereka bisa punya hak yang banyak….biarpun kamu juga mengambil banyak. masalahnya apa ada solusi lainnya? (contoh solusi terjadi) bagi orang yang tidak mendapat pengawas dan punya cara mengambil….intinya (ini gak bisa dicegah) sisakan bagi orang lain yang berhak! jangan ambil semua!

Pencegahan Untuk Meminimalisir Korupsi Di Indonesia

Sekarang saatnya bicara Jor-Jor-an, bagaimana harus dilakukan dan apa yang terbaik? tentu akan di jabarkan panjang sekali kebawah2 ini, but it’s okay yang penting niat untuk kebaikan, kalau korupsi bisa dikurangi dan ada dana tersalurkan yang berhak tentu bagus! apa tipsnya? come on lihat yuk.

Pelaku Korupsi Juga Manusia (Meneliti, Alasannya, Pembelajaran & Penyadaran)

Itu yang harus diketahui, justru HAM jangan pernah dilanggar bila menjadi tersangka. banyak kasus Menteri, Pejabat (Daerah/Pusat), bahkan Bos perusahaan setelah ditangkap kesannya monster! jadi harus melihat segi Ham pula. mereka punya keluarga, anak, saudara,dll pasti malu juga menanggung beban oleh si suami/istri atau paman. untuk itu proses hukum mereka bersalah jangan di cabut hak-haknya sebagai manusia.

Kenapa dia korupsi pasti ada alasannya? misalkan tidak mau nanti anak cucunya punya nasib buruk pasti ada sesuatu untuk mereka yang lebih baik dari Korupsi ini (emang salah) setidaknya efek dirasa kan oleh banyak orang! dari keburukan ini. kita terus telusuri alasannya dan jangan anggap ini benar hanya sebagai pembelajaran kenapa mereka mau melakukan ini dengan begitu kita ngerti oh mereka melakukan demi (maaf) anak – istri mereka juga.

Setelah itu baru kita simpulkan bagaimana dia bisa melakukan Korupsi? ternyata ditempat kerjanya (misalkan) sering terdapat tindakan Korupsi itu bisa terpengaruh atau dibenci kawan kerja bila tidak Korupsi (ada begini). kenapa harus menyusuri dulu tindakan mereka supaya menjadi pembelajaran untuk kita! intinya mereka Korupsi pasti ada alasan dan alasan itu harus dipegang bahkan menjadi pembelajaran, nasihat, petuah agar seseorang tak terjerumus dan pasti kita punya pengetahuan luas. semakin pengetahuan luas, semakin jiwa didada tidak mau & meski mereka  ingin Korupsi!

Penyadaran itu musti ada entah dari niat diri, kampanye serta tidak mau melakukan demi (siapapun) juga. dimaksud penyadaran ialah yang membuat dia sadar bahwa tindakan (selama ini) salah. bukan efek jera! itu bagian dari hukum. bila (maaf) sudah kaya untuk apa Korupsi lagi? bisa menjadi alasan. apapun itu seorang, kelompok,dll mesti disadarkan (biar cuma sebatas angin lalu) setidaknya sudah berusaha toh. penyadaran itu lebih baik sadar, dari pada disadarkan Tuhan YME dengan Karma atau disadarkan Penegak Hukum, lebih baik berhenti sebelum terjadi apa-apa kelak kan?

Media Iklan,Dll Bisa Dijadikan Pembimbing/Nasihat Untuk Anti Korupsi

Penyadaran korupsi semestinya marak dimedia masssa atau iklan TV,dll sehingga seseorang pemula atau si pelaku (berkecimpung) mengetahui bahwa Korupsi itu tidak baik, apalagi berapa persen bisa mengikuti “Contoh Baik” dari Iklan,dll asal tahu sarana iklan dapat menjadi pencegah korupsi, asal dibuat tepat & kena (Penyajian) sehingga bisa mempengaruhi orang yang melihatnya.

Sebenarnya begini para pelaku Korupsi bagai sendirian tak punya arah seolah gak ada yang memberi nasihat baik pada mereka (secara personal mungkin ada). untuk itu Iklan, Poster, Brosur,dll jadikan ini sebagai penuntun jalan bagi mereka agar dapat menjadi “Orang Baik”. misalkan Iklan diperankan tokoh idola atau orang yang menjadi panutan bagi orang banyak! mereka mempelajari seakan tokoh idola itu menuntun mereka untuk mengatakan “Hey Jangan Korupsi ya?” percayalah dengan cara ini ada rasa ingin mendengarkan nasihat tokoh idola tersebut meski praktek Korupsi tetap seenggaknya mereka diberi pengarahan untuk tidak harus melakukan yang buruk.

Media Iklan adalah Media Luar Biasa mempengaruhi orang banyak! contoh ada iklan Baliho dijalan Tol, menyatakan Merokok itu tidak baik! (umpama) yang menjadi Duta anti rokok (Misal) Raisa dan lainnya. biar masih merokok, setidaknya Raisa “Seolah” berbicara pada mereka dengan bahasa iklan dibawah alam sadar mereka “Oh bener juga” wajar yang ngomong selebritis pasti dapat didengarkan! untuk itu sama seperti pencegahan dari sifat Korupsi, dirasa media Iklan adalah yang terbaik!

Media lain harus dikampanyekan di Tv nasional melalui Iklan Opini/Nasihat Selebritis dan tayangan yang memberi solusi orang banyak (misalkan Motivator) agar masyarakat luas tahu dan mereka bisa belajar. ini bisa untuk Narkoba,dll pake jalan apalagi selain memberi tahu kepada kebaikan dimedia? selain itu jangan memakai cara kekerasan, seolah memberi kebaikan pada mereka dengan pelan dan terarah! layak bayi diasuh dengan baik, ditimang,dll. tentu mereka tak suka kasar! atau menyindir, mengacam,dll mereka! untuk itu cara baik diperlukan, kesabaran juga perlu.

Tips Terbaik Lainnya Ada Pada Contoh Dan Panutan (Nasihat Bagi Pemimpin)

Ada ungkapan atas baik menjalar kebawah (yang mengikuti)  juga baik (begitu sebaliknya). untuk itu cara terbaik (salah satunya) ialah kita harus memberi contoh (ini tugas dari pemerintah loh) gimana agar bawahan kita dibimbing tidak melakukan hal buruk! tentu tugas dari para pemimpin. apa sang pemimpin seharusnya diberi Seminar Gratis dulu oleh pemerintah agar bersikap welas asih? terserah yang pasti untuk para pemimpin ini yang anda mesti tahu:

“Bila anda melakukan keburukan anak buah anda berpeluang melakukan hal buruk juga nantinya!”

Intinya anda itu bagai Mirror/kaca yang dilakukan adalah cerminan bagi anak buah. dari jaman dulu sistim Reflection telah ada dari jaman Agustus Caesar (jauh mungkin), hinga kini. Reflection artinya adalah: Pantulan. pemimpin yang dirasa bisa membimbing mereka: anak buah. tentu mereka melihat yang terbaik dari diri anda! untuk itu tak jarang anak buah melihat contoh baik si pemimpin, bahkan dari balik layar sekalipun (biar anda ga tahu) jadi jangan anggap anda mimpin, mimpin saja! ini salah justru sifat/sikap anda diperhatikan (dalam diri, pikiran mereka).

Untuk itu sebagai pribadi yang dipandang dan pribadi yang dianggap lebih baik dari anak buah! anda harus berikan contoh yang baik. biar itu Menteri BUMN Rini Soemarno yang dicecar pansus Pelindo II, habis-habisan. ia pasti ada anak buah dan para pekerja dibawahnya menjadikan Rini contoh baik. bila Rini menjelaskan bahwa ini tidak baik, tentu anaknya buah mencoba mengikuti jalan pikirannya “Bahwa Ini Memang Tidak Baik” begitu pula bagi banyaknya pemimpin di Negeri Ini.

Cara terbaik mengurangi Korupsi, bahkan mengatasi Korupsi terletak pada Contoh Pemimpin. nah bagaimana bila pemimpin tak Korupsi tapi anak buah bandel? itu beda lagi! setidaknya dah berusaha kasih contoh baik pada mereka! kalau anak buah ditangkap KPK salah sendiri ga ikut contoh baik si pemimpinnya? paling nyesel “Oiya pas duduk dipenjara!” hehe. pemimpin bukan Superhero ga bisa total 100% berantas “Anak Buah Bandel” kecuali satu orang nama: Josef Stalin dari banyak contoh.

Stalin itu orang gila! tangkep, tangkep, tangkep (pengadilan Inkuisisi) tanpa bukti,dll tetep salah dan saat itu juga Russia dipimpinnya orang takut Korupsi. bayangkan lebih dari 1000 (Seceng) orang! di kirim ke penjara kejam Siberia (udah dingin minta ampun!) disuruh kerja sampe mampus! kita tidak usah ikut contoh “Orang Gila” itu sadis! yang penting gimana kebaikan pemimpin membawa berkah?

Saatnya Pemerintah Turut Serta (Yang Serius)

Kalau contoh diatas masih dirasa kurang, mau tidak mau Pemerintah yang ikut campur. tidak pakai cara kekerasan hanya memberikan kesadaran, pembelajaran, Nasionalisme dan Demi Negeri kepada semua jajaran pemerintahan. dengan gini sapa tahu berubah (bertahap atau langsung) who knows?

  1. Kesadaran
  2. Pembelajaran
  3. Nasionalisme
  4. Dan Demi Negeri

Umpama ditiap Instansi pajang poster “Anti Korupsi” dan yang korupsi anggap bikin kesel kalo lihat. juga kebijakan: yang korupsi (dikit atau banyak) diasingkan ke luar negeri, biar Malaysia yang urus! (misalkan) ada kebijakan seperti ini pasti rada “Jiper” dah dipecat dari jabatan, disidang, deportasi! intinya buat kebijakan yang membuat para Koruptor merasa sempit! yang paling kesel dikit2 revisi! dengan begitu efek jera terasa. dibanding lihat contoh KPK nangkep orang! paling ngomong: “Bukan gua ini”. sistim kesadaran bisa dicanangkan petinggi untuk sebagai penyadaran demi lebih baik lagi!

Pemerintah juga kasihlah pembelajaran bagi para OFFICER-nya keluar kek kali2 Study Tour Amrik, atau negara Eropa lainnya. agar para jajaran pemerintahan pas pulang! dapat pembelajaran dari luar. lah sekarang mereka ikut contoh lokal…lokal lagi! bukan mengagungkan BULE! bukan tapi budaya luar sapa tahu merubah Attitude, Etika,dll. belajar itu penting supaya mereka menjadi lebih pintar! jangan nanti jadi pintar en tambah pintar Korupsi lagi? diarahkan kepintaran itu ke segi positif.

Gianfranco Zola pernah negor pemain baru (di Parma waktu itu) latihannya males-malesan termasuk Gianluigi Buffon yang baru pindah ke Parma musim itu. Zola bilang gini pada sesi latihan! (intinya):

Bila anda tidak latihan setiap hari, berarti anda sudah mati! 

Ada benarnya, begitu pembelajaran! bila anda tidak mau belajar pada apapun juga! anda sudah mati! maksud (mati) disini bukan dari segi fisik melainkan kemampuan telah mati. yang sayang membuang pemasukan yang positif bagi diri, tadinya bakal bisa pinter malah jadi biasa aja tuh!

Justru Perwira, Petinggi,dll dalam pemerintah itu sering dikasih Seminar, pembelajaran tentang tata pemerintahaan yang baik (di adakan) dalam maupun luar negeri (rakyat harus mendukung) ini demi kepentingan bersama kok! bukan poya-poya! (ini paling dibenci) pengamat kita Uchok Sky Khadafi. nah dengan begini semakin Petinggi diberi pembelajaran semakin mengerti menjalankan pemerintah

Sistim ini sering dipakai jaman Jepang jaman dulu (Era Nobunaga) mungkin. sistimnya sistim minum teh bersama orang bijak (Guru, Suhu,dll). biasa ditempat tenang, air terjun and beautiful place. para Petinggi Klan kebanyakan sudah pulang dari sana, badan/pikiran tenang banget! dapet nasihat pula! pas hari kerja lagi tinggal diterapkan nasihat (Guru, Suhu,dll) tadi. intinya bawa berkah lah. sistim ini bagus karena ga semua orang merasa pintar sendiri, orang sangat butuh bantuan dari orang lain dari wawasan, pengalaman,dll untuk panduan hidup lebih baik lagi!

Selain penyadaran dan pembelajaran, pemerintah berwenang harus canangkan lagi Nasionalisme di dada, diri pekerja dipemerintahan. saat ini kurang kita merasa hidup sendiri-sendiri (sapa loe?) kerja pulang gitu-gitu doang! Nasionalisme dapat diolah memalui acara besar, lomba,dll paling penting di sini ya Sepak Bola (tapi sayang Badan Sepakbola kita di nonaktifkan Fifa) ya iyalah mana ada Badan sepakbola diluar dilawan? (Yang bener saja) kalo badan sepak bola Inggris (FA) contoh itu diganggu, dijamin ga ada lagi Wayne RooneyLiverpool,dll dijamin deh!

Semua orang tahu badan sepakbola kita (PSSI) Dan FIFA adalah bagian penting sepakbola kita. kalo PSSI hancur, Liga Indonesia juga hancur! (anak kecil juga tahu). bukan masalah Jenderal Sudirman Cup (Net sih mulia) pengen pemain/klub ada pemasukan, tapi maaf ini bukan ajang resmi dari FIFA. emang FIFA juga bejat (pegawainya ditangkep karena Korupsi), tetap aja FIFA itu wadah sepakbola dunia, kita harus ikut aturan FIFA. melawan badan naungan FIFA sama saja melawan FIFA. kamu itu menghina Malaikat sama aja menghina Tuhan, segi praktisnya ya begitu….masa gak ngerti sih?

Dinegara Thailand yang kreatif disetiap pusat perbelanjaan kota, tiap jam-jam tertentu dinyanyikan oleh speaker lagu kebangsaan Thailand. orang yang belanja lewat-lewat aja (ada juga hormat) macem macem deh tapi jiwa Nasionalime jadi tumbuh saat diterapkan program ini oleh pemerintahnya. Kita boleh pakai cara apa saja demi memunculkan Nasionalisme? yang terpenting orang2 merasakan jiwa Nasionalisme tidak boleh lepas dan bukan hanya di 17 Agustus saja, melainkan setiap hari!

Yang terakhir Demi Negara kita itu yang terpenting, masalahnya satu apa hati kita ini untuk negara dan rela untuk negara? bila belum tancapkan lagi sifat-sifat (yang terasa) bukan sejenak! bahwa kita harus melakukan sesuatu demi negara. biar kita dianggap bejat! Korupsi hampir NO 1 dunia apa lah tetap saja negara kita. soal kekotoran bisa dibersihkan nanti, pastikan rasa kebanggaan pada negara musti ditingkatkan lagi semaksimal mungkin. hal pasti ialah bila Nasionalisme Tumbuh Demi Negara juga tumbuh! yang harus dilakukan pemerintah pertama kali adalah menaikan Nasionalisme dulu.

Orang yang pernah rasakan Era Soeharto (selepas kejamnya,dll). waktu itu Nasionalisme tumbuh, khususnya disekolah! kurikulum Pancasila, dibulan september diputar serantak Film Anti Komunis Penculikan Jenderal G30’s PKI! entah mengapa jiwa patriot lebih kental masa Pak Harto dibanding masa kini, karena udah jaman Global sih (Ekonomi) mentingin diri sendiri! dulu 180 derajat! negara itu seolah mau mengatur kita (positif) dan efeknya kita mau berikan timbal balik untuk negara! sory ini bukan menjurus ke paham (F…..).

Kita mesti ke Demokrasi, dan Demokrasi dah teruji kebebasan ada dalam negara Demokrasi! paham lain belom tentu bebas yang terpenting hidup dalam kebebasan bukan dalam aturan, untuk itu dalam kehidupan Demokrasi Nasionalisme & Rasa Demi Negara bisa dimunculkan. dengan cara?…..wah ini tugas pemimpin kita dong! tugas mereka untuk membuat (merancang) demi memunculkan Nasio & rasa Demi Negara! (you can do it).

Percayalah kalau Nasionalisme & Rasa Demi Negara muncul (tetap Demokrasi), rasa jelekin negara ato mau rusakin negara jadinya ga enakan! justru negara bakal dirapikan atau diperbaiki dengan niat hati yang gak dibayar pun oke-oke aja! Korupsi memang masih ada! tapi rasa ingin memberi rakyat, Ikhlas bagian Dana (APBN & APBD) jadi terarahkan! (sory kata) umpama hari ini dana rakyat dapet cuma 25% saja, pas Nasionalisme & Rasa Demi Negara timbul (semoga) bisa 60% kan lumayan lebih banyak untuk kepentingan rakyat! seperti AS & Eropa (korupsi pasti juga ada) tapi kenapa rakyat di perhatikan bener? karena untuk kepetingan orang banyak bukan demi untung diri! bila diteliti oleh berbagai bidang (lihat saja dari Arkelogi, Science,dll) mereka memang dibayar tapi rasa mau semua mendapatkan kesempatan itu terasa banget! padahal bisa saja mereka Korupsi pentingin diri sendiri, “Persetan Dengan Orang Lain” (maaf istilahnya gitu) lah ini mo capek-capek demi kepentingan orang banyak? beda ya sama kita. tapi kita juga bisa kok belajar sepeti mereka, masih banyak waktu!

********************************

Oke deh sepertinya Post kali ini sudah selesai. masih banyak cara untuk mengurangi Korupsi dengan cara yang pelan2 tapi (tegas) tanpa kekerasan, sehingga para Koruptor takkan melawan. mereka juga manusia tentu bisa diomongin baik-baik agar tak merugikan banyak pihak, dari Korupsi ini! lembaga penegak hukum juga harus berfungsi dengan baik sebagi efek jera yang tanpa timbang pilih! tentu ini tugas untuk pemimpin yang kreatif, maju merubah negeri yang bukan demi “Apa Yang Gua Dapat?”, melainkan “Mau merubah sesuatu demi kepentingan banyak orang bukan demi apapun itu?” ini yang terpenting!

Oke jangan lupa lihat pos lain di: https://wildanrenaldi.wordpress.com, Thank You.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang wildanrenaldi

Hi Friend Welcome, thank to visit this Blog, enjoy yourself to Read Post or Comment, Please Enjoy, Thank You.
Pos ini dipublikasikan di Politik dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Tips Meminimalisir Korupsi Di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s