Pahlawan Indonesia Martha Christina Tiahahu

Martha Cover

Ini adalah kisah seorang pejuang wanita bernama Martha Christina Tiahahu, yang akhirnya menjadi Pahlawan Nasional Indonesia (dari 20 Mei 1969) melalui Kepres RI Nomor 012/TK/Tahun 1969. ia seorang wanita bermental keras baja asal Maluku yang melawan penjajah Belanda. meski banyaknya rintangan terus menghadang perjuangan atas kolonialisme dinegeri ini patut diacungi jempol. hingga menewaskan hidupnya demi visinya dan itu luar biasa, pantas dianggap pahlawan sejati.

Kita harus bangga punya pahlawan seperti dia dan pahlwan lainnya jangan pernah dilupakan jasa dan perjuangannya. kalau diluar negeri banyaknya sosok pahlawan wanita dan kita terpukau kiprahnya, seperti:  Isabel dari Kastilia (Isabella I), Elizabeth I (Ratu Inggris),dll. di Indonesia (meski waktu itu) belum berdiri Republik layaknya sekarang ini, mereka patut dihargai juga karena sama halnya bung Karno, Hatta dan Syahrir juga berjuang melawan penjajah Belanda diera 1900an. kiranya kisah dari Martha Christina Tiahahu perlu disimak, untuk lengkapnya dibawah ini:

Mengenal Sosok Pahlawan Martha Christina Tiahahu

Martha 3

Tampangnya begini gan! kayaknya tegas, berani dan ga pandang bulu! kayak KPK!

Martha Christina Tiahahu adalah pahlawan nasional dari Desa Abubu di Pulau Nusalaut (lahir di Nusa Laut, Maluku, 4 Januari 1800 – meninggal di Laut Banda, Maluku, 2 Januari 1818, pada umur 17 tahun). meski hidupnya singkat ia telah mengangkat senjata berjuang melawan penjajah Belanda. Ayahnya adalah Kapitan Paulus Tiahahu, seorang kapitan dari negeri Abubu pembantu dari Thomas Matulessy dalam perang Pattimura tahun 1817 juga melawan Belanda.

Martha Christina tercatat sebagai seorang pejuang kemerdekaan yang unik, karena dia puteri remaja yang langsung terjun ke medan pertempuran melawan tentara kolonial Belanda dan itu pasti sangat berat untuk ukuran seorang remaja. di perang Pattimura tahun 1817 oleh kalangan para pejuang dan masyarakat sampai di kalangan musuh dia dikenal sebagai gadis pemberani dan konsekwen terhadap cita-cita perjuangannya.

Martha 2

Masih muda berani, no shooping, manicure & pedicure! beda sama cewek umumya. 

Diawal perjuangan dia ikut mengambil bagian dan pantang mundur. dengan rambutnya yang panjang terurai ke belakang terikat kepala sehelai kain berang (merah) ia tetap mendampingi ayahnya dalam pertempuran baik di Pulau Nusa laut maupun di Pulau Saparua. siang dan malam ia selalu hadir dan ikut dalam pertahanan kubu-kubu. ia bukan saja mengangkat senjata, tetapi juga memberi semangat kaum wanita di negeri-negeri agar ikut membantu kaum pria di setiap medan pertempuran sehingga Belanda kewalahan menghadapi kaum wanita yang juga ikut berjuang.

Pertempuran sengit terkjadi di Desa Ouw, Ullath jasirah Tenggara Pulau Saparua nampaknya betapa hebat srikandi ini menggempur musuh bersama pejuang rakyat. Namun akhirnya tidaklah seimbang dalam persenjataan, tipu daya musuh dan pengkhianatan. para tokoh pejuang dapat ditangkap dan menjalani hukuman. ada yang mati digantung dan ada yang dibuang ke Pulau Jawa. Kapitan Paulus Tiahahu divonis hukuman mati tembak. Martha Christina berjuang untuk melepaskan ayahnya dari hukuman mati, namun ia tidak berdaya dan meneruskan bergerilya di hutan, akhirnya tertangkap dan diasingkan ke Pulau Jawa. di Kapal Perang Eversten Martha Christina Tiahahu menemui ajalnya dan dengan penghormatan militer, jasadnya diluncurkan di Laut Banda tanggal 2 Januari 1818. tuk Menghargai jasa & pengorbanan Martha Christina, dia dikukuhkan menjadi Pahlawan Kemerdekaan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Perjuangan Martha Christina Tiahahu

Martha 1

Yang penting itu mental baja, dengan tombak aja berani apalagi pake AK 47 & RPG?

Martha Christina Tiahahu memimpin perlawanan di Pulau Nusalaut. pada waktu yang sama Kapitan Pattimura mengangkat senjata melawan Belanda di Saparua. perlawanan dari dia ini lalu menjalar ke Nusalaut dan daerah sekitarnya. sewaktu  sebagian pasukan rakyat bersama Raja dan Patih bergerak ke Saparua membantu perjuangan Kapitan Pattimura,cs. sehingga tindakan Belanda mengambil alih Benteng Beverwijk luput dari perhatian mereka.

Guru Soselisa (gurunya) memihak Belanda, ia dengan melakukan kontak  musuh mengatasnamakan rakyat menyatakan menyerah pada Belanda, di 10 Oktober 1817. tindakan pengecut ini meyebabkan jatuhnya Benteng Beverwijk ke tangan Belanda parahnya tanpa perlawanan (disogok brapaan pak?)

Di Saparua pertempuran terus berkobar karena semakin berkurangnya persediaan peluru dan mesiu pasukan rakyat kemudian mundur ke pegunungan Ulath-Ouw. Diantara pasukan itu terdapat Martha Christina Tiahahu beserta Raja dan Patih dari Nusalaut. tipu daya dan penghianatan terus muncul (biasalah) jaman dulu – sekarang, mata ijo tetap ijo. yang tega teman sendiri ditangkap Kompeni, ada yang eksekusi langsung dan diasingkan. kebanyakan diasingkan pejuang yang gentar berani macam Soekarno dulu. lagi pula takut melahirkan semagat perjuangan baru, Kompeni ga berani ambil resiko dia cuma mengasingkan tapi disiksa lebih hebat dari pada mati! setelah bertahan di Ulath-Ouw nama pejuang dari nusalaut  jadi korbannya.

Martha Ilustrasi 2

Ilustrasi perjuangan Martha, liat tuh ada Belanda yang jatoh! capek pegel linu ya pak? Salon Pas dulu!

Tanggal 11 Oktober 1817, pasukan Belanda dibawah pimpinan Richemont, bergerak ke Ulath namun berhasil dipukul mundur pasukan rakyat. dengan kekuatan (cepek) 100 orang prajurit, ini mungkin memalukan bagi Richmont. ga mau kalah Meyer dan Richemont kembali lagi ke Ulath. pertempuran berkobar kembali korban dan berjatuhan kedua belah pihak. yang mau ga mau menipiskan pasukan tersisa Martha.

Dalam pertempuran ini Richemont memang berhasil ditembak mati. tetapi Meyer dan pasukannya malah bertahan ditanjakan negeri Ouw (tahu ngapain?). segala penjuru pasukan rakyat mengepung, sorak sorai teriakan pasukan menggigilkan hati dan udara dan membuat bulu roma Belande berdiri. dan ditengah pengepungan itu muncul seorang cewek remaja melawan serbuan peluru musuh. dan ia putri Nusahalawano bernama Martha Christina Tiahahu yang berambut panjang terurai ke belakang dengan sehelai kain berang (kain merah) terikat di kepala. tentu saja kedatangannya menjadi Man Of The Match pada pertempuran kali ini! sekaligus membuat pasukan Belanda terpanah.

Dia bersama sang Ayah tidak lupa berikan kobaran semangat kepada pasukan Nusalaut tersisa untuk menghancurkan musuh. andilnya telah beri semangat kepada kaum perempuan dari Ulath dan Ouw untuk berperang bersama para laki2 di medan pertempuran. di medan lainnya Belande berhadapan dengan kaum perempuan fanatik yang turut bertempur. pertempuran semakin sengit ketika sebuah “Peluru Nyasar” pasukan rakyat berhasil mengenai leher Meyer. Vermeulen Kringer mengambil alih komando setelah Meyer selamat diangkut ke atas kapal Eversten. barangkali Meyer berhasil sampai ke basecamp-nya dan langsung buru-buru dibawa ke UGD?

Vermeulen Krieger

Ini tampang Krieger. diakuin dia hebat! hebat apaan? hebat ngancurin…siake emang! 

Vermeulen Krieger memang “S**n A Bi*ch” dan lucky bastard. dia memerintahkan serangan umum pasukan rakyat dan saat pasukan membalas serangan hanya memakai batu berterbangan kayak anak Sma lagi tawuran saja. dari sini, Vanmeulen tahu pasukan Martha,cs lagi kekuarangan Ammo. yang licik Vermeulen Kringer telah memberikan komando untuk membuat kubu-kubu Martha,cs merana, juga mematikan membuat pasukan rakyat mundur, bertahan dihutan Ulath dan Ouw. disaat pasukan berlarian seluruh negeri diratakan dengan tanah, semua yang terlihat dibakar! harta dirampok habis tak tersisa…hilang lenyap tanpa transkrip pembicaraan seperti sidang di MK gitu!

Setelah kejadian ini Martha Christina dan Ayah serta beberapa tokoh pejuangan lain tertangkap, dia dibawa ke dalam kapal Eversten. didalam kapal ini para tawanan dari Jasirah Tenggara juga bertemu dengan Kapitan Pattimura dan para tawanan lain. situasi menyedihkan ini setelah sampai ketangan Belanda kemudian Martha,cs diadili, diinterogasi oleh Hakim Buyskes dan dijatuhi hukuman. karena masih muda belia, Buyskes (kasihan kali ya) ia membebaskan Martaha Christina dari hukuman mati. tetapi sang Ayah (Kapitan Paulus Tiahahu) yang sudah tua, dijatuhi hukuman mati.

Marta Ilustrasi 5

Gambar Ilustrasi: kasihan Martha. yang punya Time Travel tolong save her please!

Mendengar keputusan ini, Martha memandang pasukan Belande dengan tatapan benci. menandakan keharuan mendalam terhadap si Ayah. andai bisa kembali bertempur akan dijadiin Sate Terpedo tuh usus-usus pasukan Belanda! tetapi sayang nasib tidak berpihak padanya. dia hanya bisa pasrah tanpa melawan. Martha yang tidak punya pilihan lagi, dia merebahkan diri di depan Buyskes memohonkan ampunan bagi sang ayah yang sudah tua itu, namun sang hakim menolaknya..semuanya jadi  sia-sia.

Tanggal 16 Oktober 1817 Martha beserta sang Ayah dibawa ke penjara Nusalaut, ia tahan di benteng Beverwijk (yang dulu dimiliki penjuang) terus menunggu eksekusi mati ayahnya sampai waktu yang ditentukan tiba. Martha mendampingi si Ayah hingga hari H-nya. kemudian Martha dibawa kembali ke benteng Beverwijk setelah si Ayah “Di-Exe (Ekseuksi mati)” dan tinggal bersama guru Soselissa.

Marta Ilustrasi 3

Gambar Ilustrasi: Martha berlari kehutan, sedih pastinya kehilangan sang ayah. 

Sepeninggal si ayah Martha pergi ke hutan dan berkeliaran seperti orang kehilangan akal (wajar lah), beban mental pasti itu tapi gak mungkin Gila ya kagak lah (masa gila). cuma kesehatan jadi terganggu doang. dalam suatu Operasi Pembersihan program Belande bulan Desember 1817 Martha beserta 39 orang lainnya yang tertangkap dan diangkut kapal Eversten menuju Pulau Jawa untuk dipekerjakan secara paksa (Romusa) letak diperkebunan kopi. selama dikapal kondisi kesehatan Martha semakin memburuk (gimana mau Romusa?) dia menolak pun makan dan media pengobatan disini tekanya itu kuat, lebih baik mati daripada hidup jadi tahahan hina! gimana tidak Romusa Belanda, pasti itu buat metikin biji kopi dan diolah jadi kopi dijual…praktis pekerja gak dapet upah layak! kurang ajar kan? wah kalau begini…mas…mas ada pestol gak? udah gatel nih tangan pengen nembak muke Kompeni!

Martha Model

Martha Christina Tiahahu diperankan Model, yang ehem…pin BB-nya berapa mbak?

Biar pun begini Belanda tak mungkin maksa Martha kerja petikin biji kopi, Martha hanya mendekam dijeruji besi sampai menjelang ajal menjelang dan akhirnya 2 Januari 1818, Martha menghembuskan nafas terakhir (sedih, kasihan, terharu nih). Jenazah Martha disemayamkan dengan penghormatan militer ke Laut Banda dan jauh dari kejadian itu, berdasarkan Surat Keputusan Presiden (Kepres), Republik Indonesia (Era Piye Kabare? Enak Jamanku toh! Pak Harto) Nomor 012/TK/Tahun 1969, 20 Mei 1969. Martha secara resmi diakui sebagai Pahlawan Nasional (congratulation dan salut!).

Warisan Martha Christina Tiahahu Bagi Negeri Ini

Martha Pranko

Sosok orang dijadiin Perangko, biasanya sosok penting! Martha itu salah satunya.

  • Tahun 1969, Martha dinyatakan sebagai Pahlawan Indonesia.
  • Tanggal 2 Januari dijadikan (Hari Martha Christina Tiahahu). di hari-hari itu orang-orang Maluku menyebar kelopak bunga ke Laut Banda menghormati perjuangannya.
  • Beberapa monumen sudah dibangun dan didedikasikan untuk Martha. di Ambon (ibu kota provinsi Maluku) patung tingginya 8 meter (26 feet), sambil memegang tombak diresmikan (1977), patungnya berada di Karangpanjang menghadap kelaut Banda.
  • Dikota Abubu, Ambon ada monumen patungnya sambil memegang tombak, didirikan dan didedikasikan pada ulang tahun 190 kematiannya.

Patung Martha

Patung Martha Christina Tiahahu sambil memegang tombak

  • Ia memiliki beberapa warisan lain termasuk dinamai sebuah jalan di Karangpanjang, Ambon dan kapal perang bernama KRI Martha Christina Tiahahu. sebuah Organisasi sosial mengambil Nama “Tiahahu” sebagai simbol keberanian, semangat perjuangan. organisasi sosial bagi orang Maluku di Jakarta dan majalah perempuan di Ambon.

Kemiripan Martha Dengan Joan Of Arc 

Martha & Joan

Sory bukan mirip tampang (NO SARA) nasib dan setelah kematiannya yang dianggap pahlawan ada kemiripan diantara mereka berdua….apa aja tuh? sama-sama lahir dibulan Januari, Martha (4) Joan (6) Januari. mereka berdua sama-sama tertangkap oleh Inggris dan Belanda, tragisnya Joan dibakar dan Martha sakit dipenjara.  intinya pernah diadili dan penjarakan oleh musuh. keduanya meninggal diusia muda Martha (17 ) dan Joan (19) tahun. yang kompak di 16 tahun mereka mulai memutuskan diri berjuang. Visi (ilham) Joan didapat saat umur 16 tahun mengusir penjajah Inggris, semenjak itu punya semangat untuk berjuang. Martha ikut perang gerilya pertama bersama ayahnya, sejak masih diusia 16 tahun tahun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang wildanrenaldi

Hi Friend Welcome, thank to visit this Blog, enjoy yourself to Read Post or Comment, Please Enjoy, Thank You.
Pos ini dipublikasikan di Sejarah dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s