Cara Menurunkan Uang Dollar

Waduh harga Dollar ke Rupiah 14 ribu gak salah tuh? busyet ini sih bener2 keterlaluan banget! negara dulu Dollar 2500 sekarang, kacau abis. karena ngeliat harga Dollar tinggi makannya mau sekedar tulis aja (terserah) mau dianggap apa? Menterinya aja gak bisa turunin dollar, yang nulis sok tahu? apapun itu mau kasih sekedar tips. hati merasa bergerak saat melihat hal2 yang tidak masuk akal seperti ini! tidak harus diam saja kan?

Oke tipsnya apa aja nih? (paling juga)…eitsss…jangan salah! akan dibahas tuntas panjang lebar ampe mulut berbusa, dari pagi ketemu pagi lagi kalau perlu, dibawah ini:

Note: sori kalau gaya penulisannya sedikit nyindir pemerintah (tapi bukan menghina) tujuannya pengen supaya negeri tambah maju aja makanya itu ada kritikan tapi tidak terlalu parah (menghina person,dll) cuma mau nunjukin yang dilakukan harus gini loh dari sisi post ini. 

Stop Teori, Langsung Saja Bertindak (Demi Negeri Ini)

Gitu doang? (ya belom) negara ini selain butuh orang ekonomi yang keren2 pake jas dan berdandan rapi! (seperti di TV-TV) yang tidak berjas juga oke sih! tapi (kebanyakan) ya begitu. intinya Tukang Cendol juga tahu masalah kita hutang numpuk di (IMF). kalo begitu pemerintah cepet bayar hutang dong! untuk membuat keuangan kita stabil lagi.

Kalo sudah tahu penyelesaiannya kenapa tidak serius kesitu? panggil IMF kumpulin duit “Stop Hutang” langsung bayar seadanya. ini apa? kita boleh lambat tapi jangan keterlaluan lambatnya dan tidak perlu banyak cincong! teori ekonomi bla,bla,bla. yang penting langsung bertindak! jangan lama, kelaman dan jangan pake lama! rakyat sudah terlalu sabar.

Yakin kok pakar ekonomi kita 100% “Tahu Jalan Keluar” seolah kita masih berkutat masalah, yang itu aja! dikit2 Twitter! Instagram! apa pemerintah itu Selebritis? bukan kan? (walapun terkenal) ada saatnya muncul di TV.

Are We Human…..OR…..Are We Dancer?

Yang dipikirin cepet, ialah gimana bayar hutang ke IMF “Breng**k” supaya ga susah, (rakyat) tidak menderita lagi itu solusinya bukan cuma teori! ini sory (sory banget) banyak orang tuduh (Orang Jawa) jadi ga enak nih! itu lamban banget…kata sapa tuh? diforum (bukan rahasia umum) itu salah. masalah bukan terletak di orang Jawa, Sumatra, Sulawesi, Madura,dll tapi sistim. kadang-kadang gini yah (masih orang biasa) pas jadi DPR, Presiden kelamaan terus lupa, terbuai, mimpi sebelum jadi orang buyar malah tidak melanjutkan mimpinya, terus disitu2 aja! (stuck).

Memang apa sih yang buat stuck disitu terus? oleh karena itu buruan cepet udah ada solusi langsung bertindak! soal fatilitas belakangan yang penting masalah cepat beres dan tidak perlu jadi penonton seperti rakyat meratapi nasib DOLLAR! (Pie*e Of Sh*t) naik terus dinegeri ini!

Misalkan ada yang bilang “Tak Semudah Itu” terus mau apa? terdiam saja? seperti gadis manis imut tapi pemalu dipesta dansa? emang pasti ada yang ajak dansa, tapi harus nunggu! dan negeri ini (bukan seperti gadis itu) kita ini bagai macan yang menunggu dibukakan “Kerangkeng” nya! terus kapan kita terus menunggu? kenapa kita masih juga lambat? sampai kapan?

Solusi paling brilian ada dimana-mana, salah satunya itu seperti kata Pak Prabowo! (sorry bukan dukung), atau apa? sebagai negarawan dia banyak pengalaman. soal “Setiap Warga Negara RI, hutang 7 Jutaan Rupiah” sama IMF ternyata itu adalah jalan keluarnya, lah kok gitu?

Umpama setiap nyawa warga negara mau kumpulin “2000” perak aja! kita jangan nyusahin rakyat! bayangkan berapa banyak uang ngumpul? + biaya pajak negara (juga disumbangkan kesana) bayar hutang seadanya dulu. itu baru jalan keluar yang penting ada niat buat selesaikan krisis ekonomi dan ambil resiko apapun itu? jangan jadi orang “Cemen” apa-apa takut!

Kalau tiap keluarga di Indonesia mau sumbang (2000) perorang, misalkan satu keluarga itu ada lima orang (total 10.000 ribu rupiah) jadi hitung tiap keluarga di Indonesia itu ada berapa? setelah sumbang untuk pemerintah pusat setiap bulannya.uang kumpulan itu, murni untuk membayar hutang negara (serius dengan hati bersih), no tilep! percaya dalam waktu 8 bulan saja…hutang Indonesia Raya sedikit berkurang! asal STOP HUTANG!!! dan jangan pernah disentuh uang sumbangan dari rakyat!

Kalau tidak percaya! adakan di “Tempat” luas panggil IMF. rakyat biarkan datang kesana terus sumbang seikhlasnya (setelah uang kumpul), taruh di peti kontainter (misalkan) atau tempat yang terlihat orang2 banyak untuk menghindari penipuan & ketidakpercayaan dari rakyat. selesai acara ini di adakan (umpama selama seminggu), pikirkan berapa banyak uang banyak terkumpul? setelah itu uang (semuanya) untuk bayar hutang…dengan hati ikhlas!

“Kita sampingkan dulu kegembiraan tersendiri diatas derita rakyat, mindset dirubah menjadi kegembiraan rakyat adalah kegembiraan kita juga” itu baru jalan Ikhlas. 

Kita tidak perlu memaksa rakyat bayar tujuh juta per-orang, gak ada yang mau bayar segitu! tapi meminta “Pegorbanan Rakyat” untuk menyumbang! seadanya & seikhlasnya, membantu tutupi hutang negara secara bertahap. dengan begitu bila hutang berkurang, mata uang Dollar menurun, kurs kita akan stabil! (ini solusinya lagi!!!).

Yang jadi pertanyaannya kenapa ga ada mikir kearah situ? kenapa tak ada satupun orang indonesia (berbicara dipublik) “Vokal” mengatakan: “Saya mau bayar Hutang Negara?” serius tidak pernah berhenti, sampai hutang kita berkurang atau lunas? tapi kita malah ujicoba gonta-ganti menteri! ya kasihan keluarga menteri yang di “Reshuffle” dong! dah bangga2 bapaknya Mentri baru 9 atau 2 tahun terus diganti. bukan mentri yang harus diganti tapi kebijakannya…..dari pengecut…ke…lantang bicara kepada IMF:

“Gue mau hutang2 elo dicabut! gue bayar berapapun, asal negeri ini jangan terpuruk!” (ini baru yang bener)!”

Yang penting peduli negeri! ikhlas bukan sesuatu yang harus didapat apa2 nanti? biarpun tidak dapat apa-apa (uang, kemuliaan,dll) para pemimpin kita mau capek (demi rakyat) tanpa rakyat meminta, anda mesti melayani mereka demi kemajuan negeri. 2 pemimpin kita (soekarno & soeharto) dah kasih contoh baik..itu mengapa Indonesia jaya dimasa lampau! rahasianya ikhlas tanpa mikir dapet apa dulu? (mau memajukan), capek-capek demi negeri dan hasilnya..buat bersama kan? dimasa kini seakan reverse mirror, (cermin keterbalikannya) mikir apa yang didapet dulu, baru mikir kerja!

Pengorbanan Rakyat Itu Harus (Kita Mesti Jalan Bersama)

Pemerintah harus meminta kepada rakyatnya, supaya jalan bersama-sama membayar hutang kalau pemerintahnya takut apa-apa kasih laporan uang segini loh, devisa negara segini loh….kalo gak diginiin bakal krisis! mohon dan minta sama rakyatnya dong bila pemerintah itu ga mau rugi, caranya? demi kepentingan negara rakyat harus berkorban (tujuannya terarah) dan jangan sampai menindas rakyat banyak! demi tujuan yang memaksa.

Dengan begitu pemerintah ga pusing diri, jadinya BBM dicabut subsidinya. belum lagi masalah lain, sehingga rakyat sangat dirugikan negara mau irit! rakyat pasti mau bantu kok, pasti mau (asal) tujuannya jelas dan jangan di dikecewakan ujungnya. tujuan mereka cuma 2 negara berubah dan mereka punya harapan (lagi)!

Kalau pemerintah ingin bayar hutang bilang aja kepada rakyat (terutama) PNS..apa mau dana tunjangannya dipotong (5 ribu) setiap orang? pertama pasti kesel, setelah tahu urusan bersama pasti mau (cuma goceng ini).

Lalu merembet keburuh pabrik, setiap perusahaan wajibkan potong, 2 ribu rupiah dari gaji (perbulan) setiap buruh seindonesia. saat ditambah 2 ribu rupiah dari (satu anggota) keluarga percayalah pemerintah sanggup bayar hutang. itu belum digabung sama (pemotongan) dibidang niaga, medis,dll

Seharusnya stabilin uang negara sih mudah entah kenapa (15 tahun lebih) kita senang dilanda krisis tanpa ingin keluar? oke cara apa lagi nih, untuk cepat bayar hutang negara (banyak cara nih) salah satunya di alam.

Kita ini jangan ortodoks dan munafik! pikir! berapa banyak pulau kosong diindonesia yang tidak terjamah atau ditempati? banyak ada puluhan ribu kan? (total 13.000) pulau. daripada jadi “Klaim” negara tetangga, kenapa tidak dijual pulau kosong itu? kita juga toh tidak mau merawat? jadi untuk apa di “Koleksi” lebih baik, dana penjualan pulau untuk bayar hutang IMF, dengan catatan (pulau itu benar-benar kosong, tak terjamah!).

Bukan bermaksud bejat! tapi daripada hidup krisis, lebih baik ada yang di jual kan? ini untuk Survive rakyat, masa depan cucu, jangan buat generasi kita susah karena tak mau kehilangan sesuatu, sedangkan aset kita masih banyak! jangan juga terlalu banyak jual aset, yang kira2 tidak dipakai baru dijual.

Percayalah bila Negara dan Rakyat jalan bersama mengatasi problem yang ada…..segala kesulitan negara pasti dapat diatasi (cepat atau lambat).

Negara Kita Harus Pede, Jangan Rendah Diri! 

Negara kita ini “Still” ga pede! apa-apa impor “Samsung, LG, NOKIA” terus mana barang buatan kita? apa kita cemen tidak punya barang buatan lokal yang untuk dibanggakan keluar negeri? pasti ada, cuma kagak pede!

Ada mobil buatan lokal bernama Esemka, kemudian gagal dan ditarik dari pasaran. lah apa gunanya belajar “Fisika & Biologi?” kalau kita tidak terus “Research” bertahun-tahun, jelek kembangin lagi (2x), terus begitu sampai sempurna! asal tahu….sebenarnya (Mobil Esemka) itu bisa bersaing keluar negeri, diminati orang luar, kebanggaan dalam negeri! asal di pegang sama orang yang “Beres” ngurusin kayak gini-gini! lah ini apa? gagal, gitu doang gak ada perlawanan untuk bangkit?

Kebayang tidak kalau mobil keren Jepang Toyota gak pede kayak Esemka? pasti ngak bakalan (terjual keseluruh dunia) kalau orang lain bisa, kenapa kita enggak bisa? tandanya kita ini “KURANG PEDE”!!!!! kita selalu anggap barang kita “LEBIH RENDAH DARIPADA: SAMSUNG” padahal kita sanggup bikin HP hebat daripada “SAMSUNG” cuma kita sering andalin….terima ya nasib……terima aja (sikap berserah diri)……tidak berusaha bersaing.

Kenapa kita haru “PEDE” Why? kenapa kita harus andalin orang sendiri di banding orang luar? (tak seperti sekarang ini) pembangunan orang jerman keuangan harus belajar dari AS,dll sedangkan banyak sekali bibit2 pinter, dianggurin gitu saja sama pemerintah sendiri. kesannya orang kita sendiri “MENJIJIKAN” wah orang bule hebat orang pirang keren! “Zaskia Gotik” di pirangin juga cantik…apa yang salah sama orang sendiri?

Ketahuan kita ini tidak pandai mengelolah orang negeri sendiri, apa perlu Arwah Guru Besar: Plato, Socrates, Aristatoles dipanggil demi untuk solusi negeri? apa tidak malu sama Singapura, negara kecil rakyat makmur? kita pasti bisa. sapa bilang Indonesia cuma negara gini2 doang yang diketewain sama Australia, Malaysia,dll mengaku negara besar, tapi tak bisa apa-apa? sakit kan digituin?

Negara Harus Berani Jadi Peng-ekspor Bukan Peng-impor

Kalau sudah PEDE, pemerintah andalin orang negeri diri (panggil) mereka untuk bekerja dengan pemerintah. kemudian membuat sesuatu yang hebat entah Elektronik Automotif, Medis, Infrastruktur,dll percaya dalam waktu tahun mendatang kita akan menjadi negara Pengekspor, bukan sebaliknya!

Kalau kita jadi pengekspor tentu ada pemasukan dari luar+dalam, dengan begitu negara bisa bayar hutang salah satunya atau negara punya ekonomi stabil (tidak seperti sekarang kan?) apa-apa ngeluh! curhat ke media! ah!

Kita bisa ekspor mainan (seperti Tamiya) contohnya. yang kita buat disini kita jual ke Malaysia, Singgapura,dll berapa untungnya? dan negara dapat menyanyi “Kumbaya“, bebas & lepas mengatakan: Negara kita hebat punya barang yang dijual keluar negeri! (saat ini belom).

Apa saja bisa diekspor, bahkan tusuk gigi, jemuran pakaian plastik asal itu Ori (Original) buatan kita sendiri kalau dipasarkan secara baik pasti laku. percuma orang marketing kita (saat ini) mengalami kemajuan, sayang bila mereka tidak dimanfaatkan untuk negara. buat saja divisi “Pemasaran” di serahkan ke mereka dan promosikan di Youtube Sosmed,dll biarkan “bule” tahu Indonesia punya produk sendiri berkualitas. dengan begitu produk kita akan dicari, tentu saja penasaran dibeli.

Asal gak mengandalkan sistim (AJYPJ): Asal Jadi Yang Penting Jual. salah tapi harus andalkan segi kualitas. bukan untuk keuntungan semata, tanpa lihat kualitas barang! mau cepet rusak, dianggap ABAL-ABAL yang penting UANG! (ini salah). percuma Indonesia ada para kreatif dan profesor, yang mau “Riset” dahulu (berkali-kali) sebelum di jual.

Kita juga bisa jual minyak hasil alam,dll yang selama ini tidak laku dipasar (bila terjadi) boleh dong (andai-andai) pasti dipromo kelamaan kita tidak perlu malu sama produk sendiri. ini mau tak mau mengangkatkan Budaya, yang selama ini jauh ditinggalkan.

Note: Impor & Investor tentu akan lebih baik, setelah ekspor baik.

Pengolahan SDM Orang Sendiri Itu Penting!

Satu lagi yang harus dilakukan demi kemajuan bangsa dimasa depan yaitu SDM-nya. suatu saat kita akan mati (yang tua mati, yang muda mati) yang kecil tumbuh dewasa mengantikan kita-kita. bila yang muda dan kecil di olah dengan baik, istilahnya mereka dibina pendidikannya sekolah, kuliah (keluar negeri) diberi keringanan masuk universitas. diperhatikan macam anak sendiri sehingga mandiri ada kesadaran mau membela negara kelak itu bagus berarti negara sudah menaruh generasi terbaik yang generasi tua tidak perlu khawatir saat sudah tak ada.

Kenapa SDM diperhatikan? karena mereka megang ekonomi kita dari masa mendatang! siapa tahu itu lebih baik dari sekarang! melihat contoh buruk kegagalan, mereka menjauhkannya. asalan balas budi pemerintahan, yang menjadikan mereka berguna. dimasa lampau kita baik sama mereka, pasti mereka akan membuat “SISTIM” yang terbaik untuk negara. coba kalau di anggurin aja mereka sakit hati (karena negara tak pernah memberi) untuk apa sampai membela negara segala?

Mengolah SDM (kalo sabar) seperti menabung, suatu saat uang kita banyak dapat dinikmati. caranya mengolah SDM cari aja anak-anak putus sekolah. (kumpulkan) ajari mereka, pintarkan mereka dan bimbing mereka. ketika dewasa ada perasaan balas budi dengan pemerintah mereka membalasnya dengan hal positif untuk negara (praktis) tidak perlu diragukan lagi.

*****************************

Oke sekian post kali ini (maaf kalau ada salah2 kata). dalam menurunkan kurs Dollar mau tidak mau ekonomi kita STOP HUTANG dan bayar hutang negara, terus sampai ekonomi jadi stabil. mengolah Ekspor & SDM setelah itu…..bila tidak negara akan terus menerus seperti ini.

Jangan lupa lihat post lain di:

https://wildanrenaldi.wordpress.com, thank you.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang wildanrenaldi

Hi Friend Welcome, thank to visit this Blog, enjoy yourself to Read Post or Comment, Please Enjoy, Thank You.
Pos ini dipublikasikan di Politik dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s