Menjadikan Timnas Indonesia Tim Besar

Gimana caranya membuat Timnas Indonesia menjadi Tim besar atau tim yang bisa bersaing dengan tim besar lainnnya? melalui pengamatan dari tim kecil (Eropa dan dunia) jadi tim besar, ayo kita membahas dengan tips dan juga melalui pengamatan cermat untuk Timnas Indonesia.

1. Timnas Mau Belajar Dari Tim Lain (Stop Intervensi Politik)

Belajar maksudnya bukan meniru, lihat Timnas Jepang. 20 tahun yang lalu mereka belajar dari Timnas kita, tetapi kenapa 20 tahun kemudian situasi terbalik. Jepang bisa masuk Piala Dunia ditakuti tim kelas dunia, dan kita (maaf) malah belajar dari Jepang?

Setelah diamati, Jepang terus belajar dari kekalahan dan perbaiki lagi dan lagi, jauh dari “Intervensi Politik” merusak timnasnya. berhentilah politik untuk Timnas apapun, ini bukan partai politik melainkan Sepakbola. lihat Nigeria dihukum 4 tahun, karena “Intervensi Politik” ketahuan FIFA.

Beri kebebasan Timnasnya untuk memilih jalannya selama demi kemajuan jangan di “Intervensi” oleh pihak apapun dan percayalah timnas kita bisa seperti Jepang, Korsel, bahkan Australia (baru awalnya), dan selepas dari “Intervensi” timnas bebas dari “Tangan” yang akan merusak jalan mereka. biarkanlah “Khusus” timnas, mereka menentukan jalannya sendiri tetapi “Tangan” itu harus membantu bila ada masalah serius bukan seluruhnya. dalam-dalamnya, biarkan pihak timnas yang menentukan sendiri.

Kita bisa belajar dari Tim Liga Inggris “Manchester City” yang punya Arab kaya dan dia ngak bisa ngatur-ngatur managernya begini-begitu (percaya), buktinya bisa juara karena tidak ada beban dari pihak yang punya. salah besar yang punya “Bisa Seenak Udel” ngatur tim malah kacau jadinya udah dibuktikan oleh tim yang gagal. begitu pula timnas, karena timnas diatur2 manager/pemain timnas dan mereka lambat laun hancur.

Note:

Contoh buruk lainnya yaitu (Korut) Korea Utara, pelatih gagal di Piala dunia dihukum cambuk! terus siapa yang mau jadi pelatih Korut? apa-apa pake “otak” Kim Jong Un! sadar kemampuan timnas elo.

Bukti pengaturan ditimnas terjadi dijaman “Fasis” Italia, sewaktu itu dari pemimpinnya bernama “Il Duce” Benito Mussolini. si duce ngancam akan bunuh semua pemain timnas italia, kalo ga juara dunia. okelah italia juara dunia (untung) kalo kagak? itu sih (SISTIM ORANG GILA) jangan diikutin. setelah si duce mati dan PD 2 abis, italia yang juara dunia terakhir tahun (1938) baru bisa juara dunia lagi ditahun (1982) lama banget! 44 tahun.

Soal belajar kita boleh belajar dari timnas siapapun (maladewa, srilanka). janganlah meremehkan segala sesuatu, bahwa tim yang lemah juga punya sesuatu yang baik untuk dipelajari. selama untuk kemajuan timnas jangan cuma tim besar yang dilihat, lihat juga semangat tim lemah. selain itu mau pelajarilah taktik, teknik,dll mereka (jangan plagiat), ambil yang baiknya saja. teruslah belajar dari pengalaman maupun pengamatan: disaat kalah jangan pernah berhenti dan disaat menang (jangan cepat gede rasa), terus belajar demi memperbaiki kekurangan didiri timnas.

2. Harus Ada Pemain Bermain Diluar Negeri (Untuk Panutan) 

Lihat Timnas Makedonia (ya ampun), dulu sapa sih pemain hebatnya? pas ada Goran Pandev hebring dilazio. saat dia pulang ke timnas jadi panutan ngajarin pemain lokal yang mau gak mau pemain lokalnya kepengen kayak Pandev (perbaiki skillnya) terus usaha akhirnya mengikuti jejas Pandev ke Eropa (pelan-pelan). sistim ini ngaruh 60% kalo timnas kita mau maju!

Coba andai kata satu pemain kita maen di Liga Eropa (gak usah MU) dulu, Benfica, Porto atau Nec Breda itu juga udah bagus banget. (maaf) kita lihat kemampuan kita dulu, karena tim macem (Barca, Real, Bayern) sudah tek-an pemain kelas dunia (mereka menilai) pemain bagus, yang kurang (maaf lagi) paling buangan. contoh Javier Portillo, dia dulu dari Madrid B kurang bersaing  di “Loan” (dipinjam ketim lain) ujungnya berlabuh ke Hércules.

Jadi kita harus lihat skill kita dulu, dari kemampuan kita dulu yang dalam asmara itu (muka pas pas-an) mau cewek kayak Arumi Bachsin! ya ditolak kecuali (penampilan elo diupgrade) rubah gaya,sikap,dll itu laen lagi. satu hal lagi (kecuali ada keajaiban bagai sinetron) yang 100% jarang terjadi.

Jadi kalau mau maen diliga luar negeri sistimnya harus (Pelan-pelan) dan ga opo pertama cadangan (sabar mas) mau tahan banting demi mimpi elo! bertahun-tahun juga harus dijalanin, bukan cuma semangat sesaat! railah kesuksesan kamu biarpun itu lelet, karena demi masa depan timnas. andai kamu sukses di FK Austria Wien, pas pulang kamu ngasih tahu metode tim kamu bermain ke pemain lokal timnas kita.

Efeknya pemain lokal kita tahu pengetahuan yang belum tahu skill mereka jadi terangkat (yang penting) kepengen ngikutin jejak kamu sapa tahu dari kesuksesanmu, ada satu pemain yang maen diluar negeri (itu bagus) terus nyusul kelamaan (dari lokal) ke luar negeri. ide bagus kan?

Yang gini-gini pemerintah harus men-support dan Menteri Olah Raga juga mau modalin pemain yang maen diluar negeri (anggap aja bonus kebaikan pemerintah). kayak pembalap RIO di (F2) semoga ke (F1) bagus Pertamina mau support dia, ini sangat penting demi kemajuan timnas.

3. Harus Ada Keseriusan Dari Pemerintah (Tanpa Intervensi)

Lihat timnas Jerman, Angela Merkel Kanselir-nya selalu setia tiap timnas jerman maen. sempet dikritik Twitter (apalah) anggapan buruk (mungkin) kata Merkel “Ya terserah gue dong, dateng kestadion terus” bebas aja sih (biarpun) ada orang yang bosen ngeliat Merkel “Ya…Ketemu Lagi!!!”

Intinya “Merkel” telah berhasil membuat timnas jerman diajang dunia, dia juga selalu salamin Mario Gómez,dkk apalagi setiap jerman menang. tanpa melihat perasaan Lukas Podolski “Yang Teriris” lihat muka Merkel terus. bagusnya (contoh) Merkel ngak ada intervensi pemerintah “Awas lo kalah” dia selalu kasih kebebasan kepada kepemimpinan pelatih Joachim Löw.

Kita juga bisa mengikuti contoh sukses Merkel, sistimnya di Support bukan intervensi. timnas kita mau apa turutin demi kemajuan. timnas kita butuh apa turutin juga demi kemajuan dan jangan dibiarkan (bodo amat) gimana mau timnas maju kalo yang berwenang bodo amat!! istilahnya pemerintah mau capek demi kemajuan timnas, soalnya kalo timnas maju yang seneng pemerintah juga kan? jangan gampang menyerah bila gagal, terus usaha.

Contoh Merkel paling mujarab, ketika timnya kalah (apa ayo?) disemifinal Piala Dunia 2006 Jerman kalah 2-0 sama Italia dan dari 2006 sampai 2014 Merkel gak putus mendukung (Merkel ga males) buktinya pada tahun 2014 Jerman Juara Piala Dunia. Merkel terus mendukung timnas Jerman, kalah maupun menang kedepannnya, bukan cuma ditahun 2014 saja.

4. Pembenahan Yang Baik (Keseluruh Badan Timnas) 

Ada istilah “Urus diri sendiri aja, diri sendiri belum tentu beres” ini biasa nya keluar saat lagi marah (tapi ada benarnya). yaitu “Sebelum urus yang laen, beresin dulu urusan sendiri” (jadi sory) Timnas Indonesia juga harus begitu (tanpa menghina) benahin dahulu mulai dari Fatilitas Finansial,dll sebelum kamu bersaing dengan tim manapun. kebanyakan tim besar dah beres sama urusan Fatilitas & Finansial mereka terus fokus sama yang laen termasuk “Experimen” beli pemaen (pasang sono-sini) dan pembangunan stadion baru,dll. mereka dah ga pusing lagi sama urusan tetek-bengek.

Kebanyakan (biasanya klub), memakai “Pembenahan Total” yang kira-kira kurang baik dalam tubuh klub diganti atau dihentikan. contoh kecil kamar ganti tidak sesuai standar internasional “YA GANTI”. seperti yang dibilang diatas (udah kelar masalah Finansial) mau ga mau butuh modal, jadi yang baik Pemerintah dan Menteri Olah Raga harus mau modalin buat benahin fatilitas timnas kita. soal modal kalo itu gak dari pemerintah, dari swasta kasihan harus “Me-loby” dulu demi modal.

Terus apa lagi yang kurang (harus dibenahi) janganlah diam ayo bergerak! catat kekurangan (dalam tubuh timnas), pelan-pelan dan satu-satu harus diberesin (jangan males) karena demi kepentingan timnas dan kamu juga. jadi (umpama) masalah internal beres fokus tertuju kepada luar termasuk gelar,dll. Manchester United gak ada ceritanya dipusingin masalah “Keran Bocor” gagal juara karena ga fokus (Ga Bakalan). karena semua diklub dah ada yang ngurus, dah ada yang beresin. jangan kaget kalo abang Teknisi di Manchester United (MU), gajinya gede (wajarlah) itu semua demi klub.

Selain pembenahan teknis (keran bocor,dll) dibenahin sistim. kira2 sistim apa yang udah kuno (kurang cocok) pemain masa kini? sistim juga berupa aturan (contoh: jam malam) ini malah merugikan orang kita sendiri. juga harus dirubah mengikuti kenyamanan tim, kenyamanan itu sangat penting menambah keakraban dan kesolid-an tim.

Contoh buruk terjadi di Real Madrid yang dengan kubu-kubunya (sewaktu) era Raúl González dan ini merugikan tim Madrid. abisnya gini Kubu Raul (Ramos, Casillas,dll) ogah gaul sama pemain laennya (mentang2 Bintang) pemain non bintang (sadar diri) harus gaulnya sama bukan bintang (lalu terjadi) kesenjangan antara bintang dan non bintang terjadi pula diklub Munchen. saat dilapangan Raul,dkk juga kurang akrab sama pemain non bintang, buktinya Madrid puasa gelar (juara La Liga) dari 2003 ke 2007.

Maka dari itu sistim dirubah (usahakan) gak ada lagi kesenjangan bintang dan non bintang semuanya sama (Sama2 Orang!). istilah orang Indonesia: (Sama2 Makan Nasi) jadi kalo kita sama kenapa kenapa kesenjangan harus ada? sistim harus dirubah. untuk manager (bila melihat) ada kubu-kubu segera ditindak (pecahkan) karena merusak. Raul setelah dibuang ke FC Schalke kubu-kubu pecah.

5. Cara Mengelolah Timnas Dan Bersaing Dengan Tim Lainnya 

Tips kelima, tips terakhir membahas bagaimana tim kecil dunia bisa besar atau bisa bersaing dengan tim lainnya. kebanyakan tim Eropa kuat karena ada pemainnya diliga Eropa baru unjuk gigi ini sudah dibuktikan ditimnas Eropa (teori pertama) atau dengan pengembangan tim (beres), biar ga ada pemain bintang/pemain diliga eropa mereka bisa berkompetisi dan pelan-pelan jadi tim besar (teori kedua)

Kenapa harus maen ke liga Eropa segala? jadi gini pusat sepak bola dunia adalah Eropa (Musik dan Film itu AS). jadi kalo maen pusatnya berarti dia sudah bermain ditempat pemain kelas dunia bermain. dan kenapa banyak orang ingin bermain disana? (salah satunya) membuat hebat, terkenal dan dilirik klub Eropa lainnya (dengan transfer) berapa duit mengalir.

Teori pertama timnas Indonesia yaitu dengan cara: pemanggilan pemain yang bermain diluar negeri, Asia sekitarnya dan pemanggilan pemain yang bermain diliga Eropa (seperti nama): Arthur Irawan, dari klub Waasland-Beveren (Belgia)dll. lalu dicampur dengan pemain lokal berprestasi.

Note:

Untuk Arthur Irawan terbilang prestasi luar biasa (seakan) jauh dari Timnas, padahal harus dipanggil untuk jadi panutan pemain timnas, dia cuma main ditimnas 1 kali saja. Arthur itu jebolan Espanyol dan Malaga (B) dan kita seharusnya bangga.

Oke kita memakai cara kedua, tanpa pemain maen diliga luar. cara ampuh tentu saja (beresin dulu) dalaman Timnas kita (tips 4). harus persiapkan tempat latihan bagus (standar internasional) kan mau bersaing! bukannya meniru melainkan (mengikuti) contoh sukses dari pusatnya Eropa. mau ga mau Timnas harus mau mengikuti mereka (jangan 100%), cara kita sendiri harus dipakai (Mixed) dengan cara baru. bila masih memakai Tradisional (moderenkan) atau sesuaikan cara baru.

Setelah urusan (dalam) beres, baru tentukan target. kita mau apa? juara? tentukan strategi untuk kesana, caranya:

1. Cari pemain yang berprestasi diliga lokal dan perombakan total pemain

Maaf nih (kadang) pemilihannya gimana ya, ada pemain bagus diliga lokal (gak dipanggil timnas) alasannya percaya sama pemain lama, lambat laun sudah terbaca lawan (ini ngaruh) atau tidak konsisten. statistik pencarian pemain dilokal itu mudah (lihat rapor pemain) diakhir liga (dari: topskor, assist, rating,dll) kebanyakan Manager timnas luar pakai cara ini.

Pakailah (Scout) timnas untuk memantau pemain liga saat kompetisi liga bergulir (Scout bukan dimiliki klub, melainkan juga Timnas). setelah data pantauan Scout dapat, akumulasikan dengan penilaian anda sendiri. terus pantau perkembangan liga lokal, kira-kira pemain mana yang baik secara Skill untuk dipanggil ketimnas.

Note: penilaiannya itu skill bukan (panggil) hanya karena nama besar

Setelah dapat nama-nama pemain baru (rombak) susunan pemain saat ini (kosongkan) lalu susun dengan nama yang terbaik (secara statistik) diliga lokal. cara ini mau tak mau pemain yang lama harus tersingkir (bagusnya) tinnas mendapatkan pemain yang sanggup bersaing. karena dia terbaik di liga lokal, pasti dia akan melakukan yang terbaik saat bertanding.

2. Menyusun pemain timnas

Didalam mencari pemain yang tepat (menempati posisi), pelatih/manager musti jeli memanggil pemain secara skill itu terbaik (siapapun pemainnya, bepeluang masuk timnas) & terbaik diantara yang terbaik dalam statistik rapor liga lokal. susun pemain (dan ini memakan waktu lama), tempatkan diposisi masing-masing. kebanyakan tim Eropa sering kali menempatkan pemain dengan posisi “Rolling” contoh: Ronaldo (posisi: dipenyerang atau sayap kanan/kiri)

Note: penilaian bukan 1x jelek ganti (tiap pertandingan berbeda). penampilan pemain kurang baik, bukan berarti dipertandingan lain (jelek) bisa jadi kurang fit,dll.

Dengan seringnya dipakai uji coba jadi tahu kemampuan pemain dan juga semakin tahu kemampuan timnas sampai dimana? dalam posisi penilaian memasukan banyak pemain baru untuk dites sangat perlu. karena semakin banyak pemain (semakin bagus) akan bisa mendapatkan amunisi baru dan menyakinkan kita untuk “cocok” diposisinya (secara skill).

Note: catat penampilan terbaik (pemain baru timnas), lihat dari rating, gol, assist,dll apa sudah memuaskan bagi timnas? bila sudah pasang tuk dipertandingan berikutnya (lalu jadikan inti) bila benar2 berpenampilan baik.

Untuk pemain yang tidak dimasukan tim, bukan berarti jelek. suatu waktu dapat dipanggil kembali. pelatih juga sewaktu2 memantau perkembangan si pemain, bisa jadi 2 tahun lagi lebih matang.

Note: Pemasangan pemain senior juga berlaku untuk pemain junior.

3. Mengetes kemampuan timnas kita

Setelah susunan pemain disusun (beres), terus apalagi nih?

Timnas kita harus sering melakukan pertandingan Friendly, Eksibisi, juga melawan klub Pro (Liga), Asia, Eropa (sesuaikan) kemampuan kita. jangan lawan klub/tim besar, kalau tahu nanti dibantai! mungkin bisa tim Inggris macam (Bolton Wanderers F.CFulham F.C.) ini buat nambah pengalaman timnas kita.

Terus diuji bagus (salah satunya) untuk mencari pemain yang tepat, juga menambah mental pemain timnas. tujuan uji coba salah mencari menang, itu salah! yang terpenting adalah “Jam Terbang” pilot Garuda saja, butuh 5000 jam terbang diudara (itu harus dari Co Pilot) baru resmi jadi pilot, jangan anggap remeh “Uji coba” karena dari uji coba itu juga baik untuk menerapkan pola. kalo pasang pola saat timnas maen diajang resmi ujung nya pasti “Experiment” malah bingung milih pola yang mana? pasti deh.

6. Menetapkan Tujuan Dan Target Timnas 

Apa tujuan dari pembenahan dan apa target timnas, musti di rencanakan kalau perlu untuk prestasi. bila ingin meraih juara, mesti mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum hari “H”. karena dalam sepakbola tidak ada juara yang “Instan” biar(Prancis) menang mudah lawan (Brazil) dipiala dunia 1998 (menang 3-0) karena Prancis pun tak tahu akan menang besar difinal

Persiapkan Tujuan serta Target jauh hari (secara serius), andai malam ga tidur, terus persiapkan sampai hari “H” tiba. apa amunisi kita? harus apa dibabak penyisihan? lalu apa selanjutnya setelah diperempat final? semua harus dipikirkan secara matang sebelum terjadi.

Bukan cuma itu tapi pembenahan kurang dan persoalan harus dibereskan segera. yang terpenting ialah cara “Siap” untuk menuju kesana! bagaimana menghadapi “Adu Pinalti” nanti, stamina pemain, tidak siap mental,dll ini jangan dianggap remeh. siapa tahu dari persiapan ini, menjadikan timnas tambah kuat (setelah melewati) berbagai uji coba dan mengompakan tim.

7. Ketika Harinya Tiba Menetapkan Tujuan/Target

Jangan berperang tanpa amunisi yang lengkap, apalagi dihari penentuan (umpama itu) dikompetisi meraih juara. bila masalah internal beres dan persiapan sudah baik, tentu fokus kekejuaraan tak jadi halangan berarti. dibandingkan ada masalah tentu fokus terpecah (gimana mau juara?).

Saat dah waktu bertanding, sebelum melawan tim untuk dapat point, kita harus fokus mengamati “Kekuatan Lawan”. juga dituntut jangan pernah meremehkan lawan (siapapun) biar sudah menilai akan menang mudah. demi mencapai rendah hati dan menghindari “Gede Rasa” kesombongan “petaka” baru sadar pas kalah. terus fokus menghadapi pertandingan dan jangan merasa (angkuh) seakan ke “Final”. hadapi satu persatu perlahan baru menuju kesana! “Lupakan Berandai-Andai” kenyataan lebih baik.

Antisipasi kemungkinan terburuk supaya tidak mejadi “Nightmare” ditim, terutama pola permanian. pola ibarat bermain “Tic-Tac-Toe” harus cerdik supaya dapat “3 Silang”. kalau musuh punya pola 4-2-3-1, kita antisipasi dengan 5-3-1-1. intinya ketahui amunisi musuh sebelum bertanding! pola apa mereka (Nanti) kita bisa antisipasi!

Note: Pola yang bagus untuk bertahan

  • 4 – 4 – 2 (Diamond)
  • 3 – 5 – 2 (2 Wing Back menjadi sayap, sewatu bisa turun dan menjadi 5 – 3 – 2)
  • 5 – 2 – 3 – 1 (Dua Gelandang Bertahan diatas bek)
  • Atau 5 – 3 – 2 – 1 (Tiga Gelandang Bertahan diatas bek)
  • Dsb

(Maaf) jangan memakai pola (ketebak), apalagi memanjakan pemain demi tuntutan (intervensi),dll dan ini merusak permainan. “STOP INTERVENSI POLITIK ATAU DARI MANA?” dijamin bebas menentukan nasib tim anda, tanpa tuntutan, beban,dll. untuk pola kebebasan pelatih, tapi musti cerdik (kayak tadi) Tic-Tac-Toe!!!

Bila berhasil kebabak berikutnya, timnas berpeluang terbaca bila pola itu aja (harus ada perubahan) bila memang diperlukan. tetaplah fokus disatu pertandingan dan antisipasi supaya ga jadi “Combro”. kesimpulannya bila kamu terus fokus di 1 pertandingan, lalu hadapi pertandingan berikutnya, tanpa mikirin (macem2) apalagi “berandai2” dijamin kamu mencurahkan untuk pertandingan itu (tanpa beban) jadinya fokus “Mati-matian” untuk menang! dan kalau fokus “Mati-matian” kamu sudah punya mental juara! tinggal gimana Keberuntungan dan Takdir yang menentukan.

*************************

Sekianlah post kali ini, terus baca post diblog “WR” wordpress lainnya:

https://wildanrenaldi.wordpress.com/ Thank You.

 

 

 

 

 

Tentang wildanrenaldi

Hi Friend Welcome, thank to visit this Blog, enjoy yourself to Read Post or Comment, Please Enjoy, Thank You.
Pos ini dipublikasikan di Sepak Bola dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s