Kpk Dan Polisi Berdamailah Untuk Negeri

Kalo dibilang sapa “Lebih Hebat” antara keduanya? jawabannya keduanya “Hebat”. Polisi adalah pelindung rakyat, sudah banyak jasanya. sedangkan KPK ialah pemberantas korupsi “juga Hebat” (terutama) berapa tahun ini kinerjanya benar-benar luar biasa dan banyak jasanya.

Jadi kalo keduanya hebat, untuk apa panas-panasan? percayalah bila bisa melaksankan (fungsinya) saling bekerja sama, akan menjadi sesuatu yang hebat dinegeri ini. satu hal lagi, negeri ini tak perlu khawatir soal hukum bila keduanya bersatu, jalan bersama (ini yang diinginkan rakyat banyak).

Mencari Kedamain Antara KPK Dan Polisi (Polri) 

Kedamaian berarti “Aliansi” gambaran mirip dengan perdamaian kerajaan satu dengan lain dijaman dulu. yang tak saling menyerang daerah masing-masing. rentan selama ini (Kedua Badan) berjalan saling berdiri sendiri, melaksankan tugas dan wajar bila ada masalah keduanya sepertinya saling serang. layaknya “Pecah Aliansi” kerajaan jaman dahulu.

Tak menyinggung untuk permasalahan yang ada, (semua orang tahu), dan berita sudah menyiarkan, rakyat mengerti permasalahan ini. intinya bila salah satu “Menjadi Panas” jadinya seperti ini “Cicak VS Buaya” ujungnya menciptakan “Penzaliman” yang tak perlu.

STOP sampai disini, tidak perlu bertengkar. ini untuk apa? maka dari itu diperlukan “Penyatuan” (biar tidak resmi) maksudnya begini:

  1. Dibuat Badan Baru. seperti badan penengah antara KPK-Polri, badan itu yang harus mendamaikan keduanya, bila berselisih.

Alasan dibentuk badan demi melancarkan memberantas kejahatan negeri, bila keduanya bentrok, pasti situasi kacau ataupun panas.

  1. Saling Membantu dalam tugas (maksudnya) tak semua bisa ditangani kedua badan, oleh karena itu dibentuklah badan tugas keduanya.

Contoh seperti ini: dalam kasus KPK (umpama) kurang yuridksi untuk hal penangkapan dan perlu bantuan Polri (begitu pula sebaliknya) maka dari itu  ada badan menangani pelaksanaan tugas (diresmikan) kedua badan.

Umpama menangkap (Contoh kasus: Nazarudin) sampai ke Kolombia, KPK tidak harus sendiri (KPK-POLRI) yang sudah bersatu, ditengahi badan dan saling bantu tugas (membutuhkan) satu sama lainnya yang dirasa “Hebat” pergabungan ini (Solid dan Kokoh) susah untuk dilemahkan.

Bila dilihat dari kinerja “Potensi Kekuatan” andai ada pergabungan, tetapi dijalur masing-masing (tetap bisa digabungkan). nama KPK-POLRI setelah digabung (umpama) KPRI (Badan Pegabungan KPK-POLRI). percaya tidak ada yang bisa menghancurkan keduanya kecuali (kekuatan Tuhan) atau kekuatan “Tak Terdeteksi” (terutama) dalam hal “Pelemahan”.

Itu kan kalau digabung (biar tetap berdiri sendiri). karena apa bila kedua badan menangani “Sesuatu” yang berat, KPRI (contoh tadi) bisa jadi jalan keluarnya. selain itu pergabungan ini sama saja mengumpulkan Kekuatan satu sama lain. disatu sisi “Orang KPK” pemberani, membantu Polri yang (juga pemberani) tapi lebih jadi tegas lagi.

Disuatu sisi Polri “hebat Taktik” penangkapan, KPK bisa belajar dari Polri dan bila keduanya saling mengerti “Justru Akan Menguatkan”. jaminannya “Negeri Ini Aman dan rakyat pun tenang”

Kita tidak perlu menghayal “Butuh Superhero” seperti Spiderman, Batman karena “Superhero” itu ada didiri “KPK-POLRI” mereka akan sama seperti pahlawan super (meski) tak memakai kostum (apa adanya), ada semangat yaitu: “PEMBERANTASAN KEJAHATAN”. mirip “filosofi” pahlawan super, punya kekuatan hebat, tapi berusaha tidak menyakiti yang lemah.

Permusuhan Publik Menimbulkan Masalah Yang Baru

Kita tidak harus lihat ditv, kedua badan ini dirundung masalah, satu sama lain. kedua badan ini dicintai rakyat, dan rakyat membutuhkan keduanya membela mereka, melindungi (selepas) masalah internal keduanya, rakyat pasti sedih karena keduanya terjadi masalah.

Kita bisa melihat betapa antusias para “Pendukung” membela KPK, begitu sebaliknya rakyat mendukung “Polisi” saat terjadi masalah. diera moderen segalanya sesuatu serba mudah dari teknologi “Internet” kita bisa mencari informasi tentang peristiwa yang ada dengan cepat.

Belum media sosial “satu teraniaya, seribu mendukung”. masyarakat pun sudah objektif, memilih mana yang benar/salah. kedewasaan masyarakat menguntungkan salah satu yang didukung. karena faktor ini kebanyakan “Intansi, Perusahaan, Badan” berpikir dua kali menjauhi itu dari masalah, bisa-bisa cecaran “Media Sosial” tertuju kepadanya.

Jadi dari pada menjadi Konsumsi Publik lebih baik, tak ada masalah kan? mau tak mau, harus meredam segala permusuhan kedepan publik banyak. untuk menghidari, salah satunya “Kurang Objektif” penilaian orang. citra dan image baik bahkan bisa hancur seketika saat disini. intinya yaitu lebih baik “menahan”, karena segala sesuatu dapat dibicarakan dengan kepala dingin. hindari konfrontasi bila memang bisa diselesaikan.

Peaceful Is Beautiful (Damai Itu Indah/Hakikat Kedamaian)

“Pertarungan Terbaik Adalah: Tidak Pernah Marah”

Lao Zi (ahli filsafat populer dan pendiri Taoisme)

Hakikat kedamaian ialah? bisa dijelaskan melalui sejarah masa lalu, yang orang banyak menginginkannya,meski harus mengobarkan darah mereka. pernah nonton film “Braveheart?” tetapi jangan percaya sejarahnya difilm itu. banyak melenceng dari kenyataan.

Yang dimaksud bagaimana perjuangan dari Sir William Wallace yang mau Scotlandia merdeka dari Inggris (walau beberapa tahun), sekarang masih status “Kedaulatan Britania Raya”. dimasa lalu setelah Wallace tewas dan selama 1296-1328 diperang merebut kemerdekaan, Scotlandia bisa meraih kemerdekaannya.

Kedamaian dinginkan Wallace akhirnya terwujud, ini juga yang diinginkan para tokoh sejarah lainnya diabad “dimana perang melanda”. saat ini kita ialah manusia yang beruntung, PBB hadir, kedamaian panjang terasa. kita tidak perlu lagi berperang….bebas menentukan nasib sendiri.

Oleh sebab itu kedamaian yang kita punya, diingini tokoh sejarah lampau. mereka mau seperti kita, tapi kenapa kita malah memilih ingin perang? ini salah. jadi untuk apa ribut-ribut? kalau kedamaian itu penting. bahkan IR Soekarno pun tidak akan mau “Capek2 baca Proklamator” kalau dia dapat kedamaian dimasanya. “Untuk apa? dia sudah mendapatkannya toh”

Sekedar saran (seharusnya) kasus KPK dan Polisi (Polri) bisa melihat dari hakikat kedamaian ini dan bahwa bila terjadi pergesekan tetaplah tenang. jadi bersatu demi negeri rakyat itu sangat membutuhkan keduanya. rakyat melihat keduanya bagai cahaya, sebuah harapan bagi negeri.

Bila cahaya tidak mencapai kedamaian, rakyat gelisah akan masalah yang ada. ketika berita mulai terbenam, ketidakpercayaan yang didapat rakyat. bila memang tidak bisa bergandeng tangan, jangan menyalakan api. saling menghargai itu penting untuk keduanya.

“Harapan permasalahan yang ada bisa diselesaikan dengan damai”

 *****************************

 So sekian post kali ini, terus lihat bacaan/video lainnya di:

 https://wildanrenaldi.wordpress.com/ thank you.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang wildanrenaldi

Hi Friend Welcome, thank to visit this Blog, enjoy yourself to Read Post or Comment, Please Enjoy, Thank You.
Pos ini dipublikasikan di News, Politik dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s