Solusi Terbaik Untuk Negeri

Post kali ini akan membahas “Solusi” untuk negeri ini, yang (maaf) bukan untuk sok atau apa? hanya sekedar tulisan saja dan menilai (sesuai fakta) yang terjadi dimasyarakat, dimana manusia hidup harus bisa lebih layak dan lebih baik dari sebelumnya disajikan dalam kritik (tapi membangun) dari “SISTIM” yang selama ini kurang bekerja baik (tanpa harus mencela pemerintah). tulisan ini hanya sekedar tulisan (terserah penilaian).

Solusi Disektor Pekerjaan (Bagi Seluruh Rakyat)

  • Alangkah lebih baik diberi pekerjaan tetap daripada diberi uang, karena uang bisa habis. tapi dengan pekerjaan, mereka mempunyai nafkah sehari-hari.

Karena lapar pencurian, perampokan lalu terjadi. pelaku akhirnya masuk penjara karena perbuatannya yang “Terpaksa”. tujuan orang hidup salah satunya adalah (menikmati) tetapi bagaimana mau menikmati bila harga naik dan mereka tidak punya apapun, bahkan untuk dimakan?

Yang sialnya tidak ada yang peduli (tetangga) mereka pun (sama) dalam kemiskinan. pelaku harus bertahan hidup oleh sebab itu mencuri. dia juga tak punya pekerjaan, karena persaingan dan masuk kerja jaman sekarang sangatlah sulit (tak semua orang mudah kan?). disituasi ini, jalan mudah baginya adalah merampas hak-hak orang lain, supaya dia bisa memenuhi kebutuhannya (meski) segala cara.

Memang tidak semua orang (jadi begini) mungkin ada lebih beruntung bisa dagang kecil-kecilan (biar hutang) yang penting punya keuntungan. ada yang menjadi buruh pabrik, maupun kerja sampingan,dll. intinya diantara orang yang menderita kemisikinan, tidak semua beruntung bisa lepas atau hidup lebih baik (yang punya berpenghasilan) lumayan dan masih banyak yang terjebak (diluar sana) itu tugas “ORANG-ORANG KUAT” membantu mereka.

Bila “ORANG KUAT” itu tidak peduli kepada mereka, maka mencari solusi bahkan kearah (kriminalias) dari diri mereka. memang tak semuanya bisa “Selamatkan” tetapi teori dibawah ini, semoga punya solusi:

1. Dibuat aturan untuk pelamar kerja ditiap perusahaan, pabrik,dll supaya tidak terlalu sulit dalam melamar pekerjaan.

Salah satu tugas lumayan mudah pemerintah membuat aturan yang isinya memudahkan bagi setiap rakyat dalam melamar pekerjaannya. tentu saja dengan kemampuan “Skill” masing individu, tapi aturan dimudahkan.

Contohnya: untuk “”IPK” melamar kerja (rata-rata) 2.75. lalu bagaimana orang yang punya Ipk dibawah dari itu? pasti sulit masuk dan kebanyakan jadi pengangguran. lagi pula “Ipk” hanya simbolis, yang terpenting adalah “Skill” dalam bekerja. kadang yang Ipk rendah pun bisa jadi milioner, dan tak jaminan “Ipk” baik, bekerja juga baik (tergantung) dari tiap orang.

Bila aturan sudah dibuat, tiap pelamar merasa dimudahkan. apalagi bila standarisasi test masuk mudah. kalau pemerintah saja mampu membuat kurikulum (untuk sekolah) mengapa setiap perusahaan/pabrik tak dibuat “Standarisasi” untuk test masuk melamar kerja. satu hal lagi, bila ditiap bungkus rokok pemerintah dapat (meratakan) “gambar” yang menyatakan “Rokok Tak Sehat” ada gambar (laki-laki ngerokok gendong bayi,dll) dan tidak ada satupun perusahaan rokok mengelak memasang gambar itu, juga untuk “Standarisasi” test pelamar kerja pasti mampu.

2. Membuka lapangan pekerjaan untuk disetiap RT/RW dikhususkan bagi pengganguran dan diarahkan. tujuannya ialah “Kerja Kerakyatan” supaya pengangguran tak salah arah, apabila diarahkan (oleh pemerintah) untuk membuat manik-manik, kalung, cincin,,dll (contohnya). nanti ada berapa banyak pengangguran dan juga pendapatan (tiap RT/RW) yang membantu negara. 

Teori (nomor 2) ini sistim pekerjaan dipenjara mereka kerja (juga diupah) membuat umpamanya (manik-manik), yang hasilnya dijual kepasar, yang meningkatkan keuntungan. nah kenapa itu tak diterapkan di masyarakat kita? para pekerjanya (bukan hanya narapidana) bebas (terutama) untuk pengangguran, dengan begitu berapa banyak dari pengangguran yang mau kerja? biarpun kecil (bukan pekerjaan utama) berpenghasilan baik, tetapi mereka bisa punya penghasilan dari sini.

Satu hal lagi “Pekerjaan Kerakyatan” ini mengurangi angka pengangguran yang dengan mengumpulkan banyaknya pengangguran demi bekerja untuk negara (apalagi) membuat sesuatu barang yang berguna. tanpa melamar, test/interview seperti melamar pekerjaan (bebas) dan sudah dijamin akan banyak bergabungnya disetiap RT/RW.

Bila progam ini dijalankan, kebanyakan (untuk kerja sementara) dan lebih baik daripada menganggur. jadi berapa banyak orang bisa diarahkan dan diperhatikan (yang siapa tahu) salah satu pekerjanya “Cakap” lalu bisa diarahkan ke pabrik, perusahaan, juga membuka sebuah lowongan kerja.

Untuk upah pekerja memang tidaklah besar (karena) disesuaikan dengan barang hasil dijual kepasar. misalkan 150 ribu perminggu dikali 7 pekerja= (jadi 1.050.000). hasil penjualan taruh  4-5 juta, itu sebanding karena para pekerja tersebut tiap RT/RW punya keuntungan dan keuntungan tersebut negara boleh mendapat (berapa persen). nah sisa dari keuntungan dipakai masuk ke kas RT/RW, dengan begitu bisa dipergunakan selama ini kurang modalnya, misalkan: RT jadi indah dengan penghijauan, perbaikan,dll.

Para pengangguran tidak usah khawatir malu, karena yang bekerja bukan hanya pengangguran, melainkan sukarela yang mendapatkan upah dengan bekerja diprogam ini. yang intinya bekerja membuat barang, menghasilkan keuntungan dan sekali lagi mengarahkan penganggur biarpun hasil kecil.

Pangsa pasar harus di “Set” pemerintah, (contoh) dari pembuatan manik-manik tiap RT/RW dijual kepasar, yang kira-kira mau membeli produk itu. apalagi simpati masyarakat oleh hasil mereka, pasti ada yang membelinya. jadi jangan diharap progam ini tidak menguntungkan nantinya.

  • Bila berpikir rakyat adalah rakyat (ini salah). perlakukan rakyat seperti “Anak Sendiri” ajari dia, arahkan dia lebih baik dan buatlah dia berguna, bagi bangsa negara. bila anak kurang diperhatikan (masa bodo) biasanya akan menimbulkan arah tak baik (salah satunya) tindak kejahatan,dll. ujungnya itu apa? merusak moral bangsa.

Solusi Disektor Kesehatan (Bagi Seluruh Rakyat)

  • Kesehatan itu penting, maka dari itu harus dimudahkan bagi perawatan pasien.

1. Ada “Ide” sebuah pikiran dari dulu, yang ingin dikemukakan. terutama dalam bidang kesehatan seluruh rakyat, dimana (idenya) terlalu “gimana” gitu, tetapi lebih baik dari pada tidak (Share) Ide.

Yang dibutuhkan: “Sistim Jual Barang” lalu ditukar menjadi berupa uang. yang jumlah tersebut bisa untuk membayar biaya perawatan rumah sakit dan dikhususkan bagi rumah sakit saja, tidak berlaku mendapatkan uang secara instan.

Contohnya begini: tagihan perawatan rumah sakit (30 juta) buatlah badan (seperti penggadaian umum), dirumah sakit itu. yang keluarga dari pasien dapat menjual barang-barang (benda bersertifikat motor-mobil,dll) atau barang apapun yang berharga. bila barang dijual seharga 15 juta (taruh itu motor) biaya 15 juta dianggap “melunasi” tagihan perawatan rumah sakit. dan keluarga pasien “Tak Bisa” mengambil uang 15 juta itu, karena jumlah uang dimasukan untuk pembayaran perawatan saja.

Bayangkan bila keluarga pasien bisa menjual barang dengan mudah, yang ujungnya bagi biaya perawatan. daripada menggadai di penggandaian (ini praktis) punya badan khusus yang menangani Penjualan Barang, hasilnya khusus pula untuk biaya perawatan. tetapi dikhususkan untuk orang yang punya biaya tagihan besar atau siap menjual barang-barang sebagai ganti biaya perawatan.

Pihak rumah sakit pun tidak rugi, karena ada jaminan barang dan tidak merugikan siapapun, karena ada menjual barangnya dalam keadaan sadar tanpa paksaan dan kerelaan. jadi berapa banyak orang yang dimudahkan nantinya bila ada “Badan Khusus” menangani ini? tanpa ribet jual barang dahulu, semua orang bisa menjual barangnya langsung dari rumah sakit.

2. Yang dibutuhkan orang adalah “Obat Murah” + biaya murah. jadi harus balance antara biaya “Obat” dan biaya “Perawatan Kesehatan”.

Ada satu yang luput dari solusi kesehatan dinegeri ini, adalah pengadaan obat murah (salah satunya) tetapi berkualitas. contohnya begini: berapa banyak obat harga murah berkualitas, tidak dipakai untuk “Standarisasi” perawatan rumah sakit? ialah tugas pemerintah untuk meratakan dalam “Standarisasi” obat murah ditiap rumah sakit.

Untuk biaya perawatan (saat ini) oke sudah baik, orang bisa memakai KJS ataupun BPJS bagi pembiayaan perawatan kesehatan. asal tahu Indonesia dipenuhi orang farmasi yang luar biasa banyak dan juga pintar. kenapa tidak membuat standarisasi buatan sendiri (yang pasti harga murah), lalu setiap rumah sakit memakai standarisasi obat buatan kita sendiri. untuk apa memakai obat “buatan luar” mahal…sedangkan kita mampu membuat obat murah?

Kalau perlu dibuatkan Labotarium (biaya pemerintah) yang memproduksi untuk obat buatan sendiri, lalu hasilnya untuk standarisasi rumah sakit. maaf ya negara kita ini “Kurang PEDE”. orang Jerman bikin obat “Katanya” lebih manjur daripada buatan kita ah…kata siapa? itu karena kita belum mencoba dan satu hal lagi “Pede Aja” oleh buatan lokal!!! yang terpenting ampuh bisa mengobati penyakit (bukan sebaliknya kan?)

Dijerman, eropa bahkan dijepang punya labotarium yang khusus membuat obat lalu distandarisasikan bagi orang sendiri. mereka Pede2 aja tuh. apa karena merasa kurang dibanding mereka? apapun itu, perbanyak produksi “Obat Buatan Sendiri” apalagi berharga murah, yang dikhususkan seluruh rakyat.

Solusi Disektor Pendidikan (Bagi Seluruh Rakyat)

1. Yang dibutuhkan bila mendengar pendidikan selain buku, biaya sekolah murah. satu lagi “FATILITAS GRATIS” kenapa tidak? untuk rakyat kenapa kita harus pelit? untuk rakyat haruslah berkorban.

Semua yang berhubungan dengan pendidikan harus gratis atau murah:

  1. Perpustakaan (gratis untuk seluruh rakyat) semua boleh masuk.
  2. Internet,dsb (gratis, dikhususkan untuk pendidikan saja)
  3. Harga ditoko buku murah (biar semua orang bisa membeli buku)
  4. Biaya iuran, buku,dll disekolah murah (siapapun) boleh bersekolah
  5. Yang terpenting semua aspek yang berhubungan dengan pendidikan haruslah tidak mahal dan tidak memihak siapapun (kaya-miskin)

Itu adalah 5 pokok penting bila ingin memajukan pendidikan dinegeri ini. kita harus banyak berkorban banyak (yang niat) tulus untuk seluruh orang dinegeri ini. kadang yang uangnya ada mendapat pendidikan, kalau perlu (maaf): kaum pengemis, gembel, pemulung,dll, semuanya harus mendapat pendidikan yang layak. mereka adalah orang sendiri, biarpun lebih kurang beruntung dibanding yang ada, mereka juga berhak mendapat pendidikan.

Perlu dibuat sekolah “Khusus” orang yang tidak mampu (tidak menjerat), satu hal lagi diperlakukan seperti sekolah umumnya. kenapa harus begini? tidak membedakan “Yang Ada Uang” dengan “Tak Ada Uang”. pendidikan adalah “Universal” milik semua orang! tak ada yang boleh merenggutnya.

Kenapa semua orang harus menerima pendidikan, karena yang selama ini dianggap (sory) kurang hormat (dari status), bila diberi pendidikan layak, mereka yang akan membangun atau membantu negeri, sama seperti yang dianggap hormat. selain berterima kasih (apalagi) itu dibantu pemerintah mereka bersungguh-sungguh demi pemerintah (point plus) untuk negeri.

Solusi Disektor Ekomomi (Bagi Seluruh Rakyat)

Bagi rakyat yang terpenting satu: bisa makan, apalagi harga pasar murah, lebih bahagia lagi. tak perlu teori membinggungkan (simpel saja). mereka juga tak begitu peduli sama “Negara” melakukan itu, demi ini? peduli bila diberi pengarahan “ini untuk apa? dan mengapa harus begini?” tanpa ini tak ada orang mau tahu, efek buruknya (image pemerintah) berkurang dan ketidakpercayaan dari rakyat (terjadi demontrasi,dll).

 Oleh sebab itu, solusi paling ideal yang pertama adalah: “Pengarahan”

Umpama menaikan BBM, berikan rakyat pengarahan (yang jelas) semua orang harus tahu, karena rakyat didalam punya hak juga mengetahuinya, bukan sedekar pemberitahuan media sesaat. biar mereka tahu meresap ke sanubari (sampai mengerti) untuk apa BBM naik, setelah itu rakyat mulai mengerti mulai diterapkan harga baru dan jangan membuat rakyat kaget.

Satu hal lagi “Orang Kuat” atau “Langit” (karena orang China) jaman dulu menyebut “Langit” sebagai “Penguasa” diharapkan ke “Pro Rakyat” dengan keikhlasan (maaf) bukannya demi kepentingan pribadi. tanpa ini percuma bagaimana mau mewujudkan “Solusi” ekonomi demi rakyat?

Kita memang harus capek, apalagi membuang energi, membiarkan “Orang Lain” bahagia (yaitu rakyat). itu bukan “Orang Lain” melainkan rakyat. walau anda tak kenal, lalu mengatakan “Untuk Apa?” tetap status mereka adalah penduduk negeri “Sendiri”. demi mewujudkan “Pro Rakyat” ialah “Rela Didalam Hati” (bukan imbalan) keikhlasan tulus dalam membiarkan mereka bahagia, biarpun anda tidak mendapat apapun:

“Ah capek-capekin doang, ga ada duitnya”

Atau:

“Ngapain juga, mending gue kasih sodara gue, orang yang gue kenal”

Dan percayalah negeri ini tak akan pernah maju bila “Orang Kuat” berpikir seperti ini. bagaimana mau memajukan rakyat! dikit-dikit “Untuk Apa” bagaimana mau membuat rakyat jadi lebih baik! dikit-dikit “Mending buat orang yang gue kenal”. sampai kapanpun orang sendiri sulit mendapatkan “Kesejahteraan” dan “Kemakmuran”.

“Mind Set” harus dirubah (pelan-pelan) bila tidak terbiasa demi rakyat (biasanya) buat orang kita kenal, setidaknya berikan untuk rakyat (slowly) lambat laun memberikan “Persen” besar/seimbang demi rakyat. mengerti memang tak mudah, karena budaya negeri kita dibesarkan oleh adat, suku, daerah masing-masing. yang kita kenal/orang sendiri yang diprioritaskan.

Belajarlah memprioritaskan semua orang seperti memprioritaskan orang anda sendiri. anggap mereka berhak seperti suku sendiri, pantas bukan karena lain daerah, melainkan itu “Universal” seluruh. percayalah anda sudah mulai “Pro Rakyat” (tak sepenuhnya) perlahan bila terus mengubah mindset (rela/ikhlas demi orang banyak) anda sepenuhnya Pro Rakyat.

Setelah bisa “Pro Rakyat” baru bicarakan “Ekonomi”. intinya, untuk solusi ekonomi itu harus “Pro Rakyat” apa yang dimau/inginkan rakyat adalah solusinya. begitu pula dalam sektor apapun (Rahasia Terbaik) ialah:

“Apa yang dimau/inginkan rakyat”

Jangan pernah melupakan ini sebelum melakukan apapun, karena dengan melihat kemauan/keingginan rakyat, kita tahu apa yang harus dilakukan? apalagi solusi itu bisa berguna untuk orang banyak, lebih baik lagi.

Satu hal lagi kalau memang ini rahasia terbaik, kenapa dishare dipost ini, kenapa tidak disimpan sendiri? selama bisa memberikan solusi baik, (yang semoga berguna) kenapa harus disimpan? post ini harus transparan selain isinya (demi rakyat), memang seharusnya begitu dilakukan “Orang Kuat” karena dari mereka arah nasib bangsa bisa berubah dan dari mereka pula ribuan senyum rakyat terwujud.

Meski banyak tips solusi lainnya dari berbagai pakar negara (YTH) mereka juga sama, takkan lepas dari solusi “Pro Rakyat” yang ideal. kalau memang solusinya adalah “Pro Rakyat” dan “Yang dimau/inginkan rakyat” kenapa tidak berjuang untuk mereka? demi masa depan yang lebih baik.

********************

 Sekianlah post kali ini, jangan lupa baca/nonton video di:

 https://wildanrenaldi.wordpress.com/ thank you and have fun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang wildanrenaldi

Hi Friend Welcome, thank to visit this Blog, enjoy yourself to Read Post or Comment, Please Enjoy, Thank You.
Pos ini dipublikasikan di Politik dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Solusi Terbaik Untuk Negeri

  1. eko saputra berkata:

    klo pemerintah hanya ngumpulin duit buat angaran berobat sama pendidikan mendingan pemerintah bangun perusahaan biar rakyat banyak yg bisa bekerja disetiap kota

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s