Kebenaran Teori Evolusi Manusia

Berapa waktu lalu, pengalaman berdebat sepanjang malam dari tamu yang cuma berkunjung 2-3 jam menjadi pulang pagi hari, memperdebatkan soal

  • “Duluan Ayam Atau Telur?”
  • “Duluan Nabi Adam atau Manusia Purba?”

Persoalan kecil tetapi mengena, perlu dikaji kebenaran dari Teori Evolusi Manusia. si tamu itu tak percaya pada “Evolusi” harus berhadapan dengan fakta “Evolusi” tersebut.

Meski terus diperdebatkan bagi sebagian orang didunia, tentang “Manusia Bukan Dari Evolusi” layaknya itu patut diteliti dahulu, apakah “Penentang Teori Evolusi” memang benar? banyak bukti yang menyatakan manusia itu dari “Kera”, maka dari itu ayo membahas soal ini, dibawah ini:

Note: Bonus video musik (Youtube) supaya ga bosen, sip aja.

Kenapa Kita Harus Percaya Teori Evolusi?

Jawabannya (dari hal kecil dahulu). apa kamu pernah lihat bunga mawar? meski bunga mawar saat ini banyak dikembangbiakan, menjadi berbagai jenis, tidak menutup kemungkinan berasal dari satu jenis (yang awalnya) mawar. disebabkan jarangnya Evolusi mengenal lain Gen, jadi spesies lain. contoh: Kambing Evolusi ke Kucing, biasanya (keturunan kucing, ya mirip kucing) menyerupai struktur awal.

Gen (genetik) hasil Evolusi, biasanya dari bentuk hampir seperti awalnya, kemudian lebih sempurna, (proses turun-menurun), dari waktu ke waktu. andaikata Kambing berevolusi ke Kucing (bila itu terjadi), pasti ada unsur struktur Kambing di diri kucing: kucing mempunyai beberapa tanduk,dll.

Begitu juga manusia, apakah ada spesies didunia ini yang lebih masuk akal dibandingkan binatang “Kera”. apa manusia dilahirkan dari (kumbang awal)? teori ini sepertinya (kurang masuk akal). sebab itu kenapa Kera dikait-kaitkan “Evolusi Manusia”. terserah percaya atau tidak? yang pasti beberapa bagian Kera ke manusia sendiri, salah satunya (dua kaki, 2 tangan dan dalam kecerdasan). meski otak kera lebih kecil, tak sebanding dengan otak manusia, tapi untuk berpikir sama mengunakan otak.

Masalah tak bila dijelaskan ini, apa bentuk manusia lahir (begitu saja) tanpa ada Evolusi. sedangkan binatang sudah memberikan contoh (nyata). kita bisa melihat 3 binatang berbeda tetapi sama jenis pengerat yaitu:

test

(Tikus, Hamster dan Kelinci)

Tiga binatang ini punya Klasifikasi ilmiah yang hampir sama. dapat dijabarkan berikut ini:

Tikus

Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Rodentia
Superfamili: Muroidea
Famili: Muridae

Hamster

Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mamalia
Ordo: Rodentia
Famili: Cricetidae

Kelinci

Kerajaan: Animalia
Superfilum: Chordata
Filum: Vertebrata
Kelas: Mammalia
Ordo: Lagomorpha
Famili: Leporidae

Meski beda, kita bisa melihat kesamaan dari tingkah lakunya: sama-sama punya pendengaran baik, mendendus untuk mencium di area sekitar dan bisa menggali kedalaman tanah. andaikata tiga hewan ini tanpa evolusi, sepertinya itu sulit. bukan hanya 3 hewan ini saja melainkan berbagai jenis binatang (serangga,dll) juga punya kesamaan satu sama lain.

Disa diteliti saat menciptakan “tumbuhan baru” (dibudidayakan), belum ada sebelumnya, atau jenis bakteri baru,dll. diperjalanan awal bila tidak dicampur aduk dengan faktor alam, (cuaca, iklim, suhu,dll) yang ditiap negara berbeda, maka hasilnya berbeda.

Saat kita membangbiakan ditempat khusus..lalu apa yang terjadi? pasti di 1-2 generasi Evolusi tetap sama (seperti awalnya). Evolusi diduga sama, karena dirawat ditempat yang sama dan cara sama (tergantung dari faktor alam). kecuali ada faktor-faktor yang bisa merubah, dari keturunan awal ke keturunan baru. dalam generasi berikutnya perubahan bisa terjadi, bila dipindahkan ketempat berbeda (cuaca, iklim, suhu,dll) mempengaruhi. itu sebabnya manusia berbeda-beda (menyimpang dari keturunan awal).

Sebagai bukti nyata (saat manusia purba) keluar dari Afrika dan survive di Eropa, (efek dinginnya salju) rambut sedikit tebal, kulit sedikit putih, yang kelamaan terbentuk sesuai apa yang alam hendaki. sedangkan di Afrika (karena panas) membuat kulit sedikit kasar, rambut kering, tapi sanggup menahan alam yang semakin membunuhnya. (mereka) sanggup bertahan hidup dari cuaca yang kejam. tentu dalam hal survive, lebih kuat dan lebih tangguh dibandingkan keturunannya di Eropa.

Itu sebabnya Neanderthal punah dibandingkan (spesies di Afrika). masuk akal mereka tidak punah karena kemampuannya sendiri. sebenarnya yang membuat (spesies Afrika) bisa bertahan adalah “Imajinasi” bentuk kata “Akal”. mengapa begitu? panasnya cuaca membuat mereka mengubur air (diberi tanda). suatu saat ketika melewati tempat yang sama, mereka akan meminum air tersebut. belum lagi meladeni suku lain, dalam hal storage makan (stock), mereka menyimpan ditempat khusus. beserta masalah-masalah alami, terus menerus menimpa tetapi sanggup dilalui. membuat mereka kuat dan tangguh (yaitu) imajinasi dalam bertahan hidup.

Kembali ke pembentukan, mengapa harus percaya Evolusi (sekali lagi) selain banyak contoh Evolusi bekerja, satu hal lagi adalah: “Memang Seharusnya Begitu”…maksudnya?

Hewan kura-kura, tetap akan menjadi hewan berbentuk kura-kura kedepannya. biar (ada spesies baru) berbeda nama mirip kura-kura juga hewan lainnya. Serigala tetap menjadi Serigala, yang punya gigi taring (kemudian jadi kecil), jadilah: anjing Siberian Husky (perkiraan hasil persilangan alam). bagaimana dengan manusia? “Ah kera, mana bisa jadi manusia!” ada penjelasannya:

(Klasifikasi ilmiah)

Kera

Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mamalia
Order: Kera
Subordo: Haplorrhini
Infraorder: Simiiformes
Parvorder: Catarrhini
Superfamili: Hominoidea

Manusia

Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mamalia
Order: Kera
Keluarga: Hominidae
Suku: Hominini
Genus: Homo
Spesies: H. sapiens

Kera dan Manusia punya empat kesamaan Klasifikasi Ilmiah:

  • Kerajaan
  • Filum
  • Kelas
  • Order

Untuk menyakinkan lagi, harus diulang kemasa jutaan tahun lalu. dengan melihat contoh gambar dibawah ini (dari spesies berbeda).

test

 Nuralagus Rex dan Kelinci (sekarang)

Ini maksudnya opo? Nuralagus Rex (dipercaya) nenek moyang dari Kelinci. bentuknya yang besar ini termasuk jenis hewan purba, dan tulang fosilnya pernah ditemukan. tak menbandingkan Klasifikasi ilmiah dengan Kelinci, ini memang benar adanya.

Coba Bayangkan Nuralagus Rex, dibandingkan dengan kera purba (Gigantopithecus), terus ke Kera Primata masa kini? ini tidak sama. kamu bisa lihat dikebun binatang (manapun), ini masih kalah jauh dibanding Gigantopithecus pada jamannya. oleh sebabnya Evolusi manusia ke bentuk kera masuk akal terjadi. yang biasa diketahui semakin Evolusi berkembang, semakin menjadi kecil bentuknya (kebanyakan), biarpun ada dari kecil ke besar.

Nuralagus Rex adalah salah satunya Evolusi menjadi kelinci imut. (satu pertanyaan) bila benar manusia dari kera mengapa masih ada Kera didunia ini (tidak menjadi manusia lagi?). jawababnya: sejak manusia moderen (Homo Sapiens) muncul, sekitar 50.000 tahun lalu menuju 3000 tahun (peradaban pertama Sumeria), manusia melawati kira-kira 47.000 untuk modern. itu ditambah (Era: Lucy, nenek moyang pertama manusia, 3.2 juta tahun yang lalu). intinya Kera modern kini (diyakini), bila melewati masa jutaan tahun lagi akan menjadi manusia modern (tergantung kondisi).

Asal tahu saja perjalanan manusia purba ke modern (dialami), saat itu dunia masih kosong, alam masih asri dan cuaca belum dicemari polusi. yang terpenting pembentukan proses (bukan campuran). mereka tak tersentuh tangan atau penanganan unsur mahkluk lain (yang sanggup menbantu). mereka survive dialam liar dan secara bertahap berkembang sanggup (menciptakan) alat, tulisan (bukan langsung). ini dinamakan proses terbentuk sendiri atau menjadi dengan sendirinya.

Didunia modern, sepertinya Evolusi luar biasa (layaknya Kera ke Manusia) sulit tuk terulang kembali. kecuali terjadi dialam liar, butuh waktu jutaan tahun lagi. andaikata dunia belum kiamat, sulit terjadi. faktor dari (Manusia, Teknologi, Perang,dll) diprediksi dunia masa depan (menuju kehancuran), bukannya utopis. waktu tenang seharusnya didapatkan Kera moderen, berbeda kondisi.

Contoh lain kenapa manusia purba bisa berjalan tegak sedangkan monyet tidak, yang membentuk monyet tersebut Bipedal (berjalan dua kaki) disebabkan karena (dulu) geologi dunia berubah. disuatu tempat asri (hutan), menjadi kurang subur tetapi ditempat lain (subur).

Karena keterdesakan (efek Gunung Sahara), yang merubah monyet untuk bisa berjalan (dari proses tahunan) untuk mencari makanan ketempat yang subur. itulah mengapa Evolusi ditempat subur tak mengalami perubahan (Bipedal). proses ini dinamakan: perubahan karena sebab (dari situasi dan kondisi).

Tanpa mencoba berjalan tegak, manusia moderen tidak akan lahir. situasi seperti ini bisa terjadi kini (menjadi bipedal) asal menjalani proses Evolusi bertahun-tahun juga, tanpa ini teori apapun tidak menunjang, karena tidak ada proses cepat dalam Evolusi. 

Melihat Teori Evolusi Dari Segi Agama

Bila tidak percaya dengan penciptaan oleh agama, janganlah benci Agama. sebab Agama selain juga pelindung, seperti pemerintahan tanpanya chaos/kacau, tanpa Agama benteng keimanan seseorang juga bisa menuju chaos. Agama semacam bendungan, yang airnya makin besar, seseorang tidak bisa bertindak diluar batas karena ada pelindung. mereka berpegang agama dari penyeselesaian masalah hidup tanpa harus, melakukan perbuatan buruk.

Tapi dalam konteks “Teori Evolusi” yang seakan bertolak belakang “Evolusi”. kita mengetahui dari masih kecil, manusia “Ditiupkan” dari tanah, sedangkan Evolusi proses berkembang menuju bentuk sempurna. okelah jangan memperdebatkan (seperti diatas): telur-ayam-nabi adam-manusia purba. biar damai, tanpa dendam. tetap saja sampai kapan harus diperdebatkan?

Oke kita bisa mengambil jalan tengah yaitu: “Tuhan Membiarkan Evolusi” seperti terjadi Abad Renaisans. dimana abad sebelumnya “Kelam” 3 abad lebih, yang dibiarkan begitu saja dan ada hikmanya. di Renaisans (Renaissance). bagi orang yang percaya bahwa Tuhan membiarkan terjadi, meskipun buruk (maaf) dan ada hikmahnya dibalik keburukan itu (bila memang Evolusi rancangan Tuhan).

Intinya dari “Teori Penciptaan Bumi” pun, awal diberi keburukan “Ditabrak, jadi miring,dll” lalu Dinosaurus ditabrak Meteor (untuk menyingkirkan hampir spesies binatang purba). yang hikmah nya, dibiarkan manusia menguasai bumi, terus saling membunuh demi ambisi dan kekuasaan. rancang bangun menuju ke abad moderen terjadi. tanpa semua itu masa kini berbeda.

Yang jadi pertanyaan “Kenapa Hal Tak Masuk Akal Terjadi” seolah menyatakan “Tidak Boleh Dihancurkan” ujungnya, menghasilkan peradaban moderen? kalau begitu, kalau benar Tuhan ikut campur dan bukankah (dalam kepercayaan Agama), bila segala sesuatu tak direstui Tuhan maka tak akan menjadi/terjadi? begitu pula Evolusi Manusia, tanpa kehendaknya takkan menjadi….benarkan?

Penting atau tidak, manusia diciptakan dari “Tanah” (kontradiksi) jangan diperdebatkan. kesimpulannya manusia ciptaan tanah pun, mempunyai struktur tulang seperti “Manusia Purba”. contoh: Nabi Adam, di gambarkan tinggi, berewok (janggut, juga Nuh), berjalan kedua kaki, layaknya manusia. jadi tanah maupun kera, keduanya wujud manusia (beres kan). kenapa orang terus berdebat, mencari kebenaran soal ini? kalau keduanya adalah wujud manusia.

Satu hal lagi, bila Tuhan ikut campur, tentu saja untuk menyebah agamanya. siapalagi mahkluk sempurna didunia dan planet, selain manusia? karena manusia berpikir, perasa dan secara logika agama akan diterima mereka. rancang bangun Evolusi menuju peradaban beragama (dari Dewa, patung,dll) itu seakan sudah diatur.

Ini hanya sebatas dugaan, bila Evolusi direstui Tuhan. benar atau salah? didunia moderen kita belumlah menemukan makhluk yang sama seperti kita dijagat raya ini, yang seakan hidup sendiri dialam semesta. selama itu belum ditemukan, kita boleh merasa superior. maka dari itu untuk mewujudkan penyembahan agama, dilakukan kepada kita. andaikata kita (alien) ada manusia diplanet lain, tentu manusia tersebut harus menjalankan ajaran penyembahan Agama (masuk akal sekali) manusia yang dipilih Tuhan.

Kesimpulan Pembenaran Teori Evolusi Manusia

Kita  tidak bisa mengetahui siapa kita? dari mana kita ini? tanpa ada pembenaran Evolusi. seakan kita lahir begitu saja. sedangkan Alam memberikan contoh (nyata). ada berapa teori dapat menyakinkan (tanpa harus melawan ajaran Agama manapun) yaitu:

  • Kemiripan bentuk satu sama lain
  • Bukti yang sudah ada
  • Proses pembentukan memang membutuhkan waktu lama

Seperti yang sudah dijelaskan hewan (Tikus, Hamster dan Kelinci) punya kesamaan meskipun berbeda nama dan ukuran dari Evolusi penyilangan (dari waktu,dll). ini juga terjadi diseluruh dunia loh, bukan cuma di beberapa negara yang bisa di kembangbiakan dari 1 makhluk ke makhluk lain.

 

Tanda bahwa semua jenis hewan pernah mengalami proses dalam pembentukan untuk waktu yang lama. karena tanpa pembentukan sepertinya sulit diterima. contohnya kucing (hitam) hidup lebih 10 tahun turun menurun, yang digenerasi mendatang keturunannya punya bentuk bergamam. misalkan:

  • Ada yang kulitnya hitam dengan belang putih
  • Hitam dengan beberapa warna putih di anggota tubuh
  • Atau Hitam dengan warna putih (full) setengah badan,dll

Bila benar (tidak dilahirkan dari Evolusi) kenapa kuturuan berbeda jenis dari generasi ke generasi, (sama seperti Evolusi) jawabannya: Evolusi maupun bukan itu sama-sama butuh proses pembentukan

Dari situ kelahiran menghasilkan bentukan beda, yang dinamakan Evolusi (biar dengan teori diciptakan oleh tahah), sama saja kan? semua proses kelahiran yang tumbuh (dari garis waktu), pasti akan mengalami perubahan (biasa terjadi) bukan di satu generasi, tetapi di generasi berikutnya (untuk membuktikannya).

Bukti fosil (manusia purba) ditemukan, mengalami seperti itu dari satu cabang ke cabang lain. saat sudah menyebar keberbagai dunia pembentukan tanpak jelas (setelah peradaban lahir). di China yang bekulit putih berbeda fosil manusia purba diafrika.

 

Struktur tulang lalu terbentuk, oleh sebab itu mengapa fosil lain ke fosil lain berbeda. disebabkan oleh makanan, cuaca, iklim, suhu,dll yang hebat dari perjalanan tersebut ialah mereka belajar teknologi dari bahasa, berbicara,dll.

Intinya sudah jelas dan sulitt dibantah, kalau proses pembentukan dikembangkan waktu. binatang, tumbuhan, manusia dan semua mahkluk hidup yang bernyawa didunia, tidak lepas dari proses ini.

Inti yang kedua yaitu Evolusi bukan kebohongan. bila kamu dapat memperhatikan dengan jelas, pasti kamu akan melihat kebenaran dari Evolusi.

*******************************

 Sekian post ini dan jangan lupa untuk baca/nonton lainnya di:

 https://wildanrenaldi.wordpress.com/ thank you.

Tentang wildanrenaldi

Hi Friend Welcome, thank to visit this Blog, enjoy yourself to Read Post or Comment, Please Enjoy, Thank You.
Pos ini dipublikasikan di Ilmu Pengetahuan, Misteri Dan Lainnya dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Kebenaran Teori Evolusi Manusia

  1. Anonim berkata:

    Mengapa ketika di lakukan pameran fosil beserta alat tes usia fosil para evolusionis malah ketakutan dan bingung

  2. Frans Mambo berkata:

    Evolusi sudah terjadi ratusan juta tahun dan pada ujung proses ini menghasilkan homo sekitar 2-1 juta tahun yang lalu dan tak mirip kera lagi kerena bapedal. Lebih keujung waktu berevolusi menjadi manusia modern sekitar 50.000 tahun yang lalu.
    Agama, khususnya Kristen dan Islam baru terbentuk sekitar 2000 tahun yang lalu. Jadi manusia sebelumnya tak beragama, otomatis tak bertuhan.
    Kesimpulannya, berbahagialah manusia paska tahun satu hingga tahun 2016 kerena mereka akan masuk surga sesuai dengan ajaran agamanya dan terkutuklah manusia pra tahun satu kerena mereka tak beragama dan so pasti akan masuk neraka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s