Cara Menjadi Pelatih Sepakbola Yang Baik

Gimana ya caranya jadi Manager kelas dunia, macem Alex FergusonArsène Wenger, dan José Mourinho? semuanya akan dibahas dibawah ini (bukan sok-sokan) ato tips (yang menebak-nebak aja) melainkan memakai data, dari Manager yang pernah sukses dieranya. bagaimana mereka menangani pertandingan, berhadapan dengan orang, juga orang sendiri. bagaimana soal training, sesi tanya jawab,dll semua itu (dari mereka) itu ga mungkin kalo cuma ngelihat di Youtube jadi Manager Kelas Dunia.

Pasti ada rahasia, guide, yang dirinya sendiri pun ga bisa jawab. kecuali orang (yang jeli) bisa melihat “Rahasia” tersebut, di post ini (sekali lagi) bukan (gaya-gayaan) sory kalo nanti ada katanya yang kurang nyambung ato apa? yang pasti cuma ingin berbagi tips untuk kamu semua, sapa tahu dengan baca keseluruhan “Post Ini” ada masukan (sedikit ato banyak) bagaimana menjadi seorang Manager yang semestinya. akan menjabarkannya dibawah ini.

Manager Yang Baik Adalah, Manager Yang Bisa Menangani (Refleksi Kepemimpinan) 

Sepertinya sih (mau manager) Hotel, Usaha Pribadi, Bisnis dengan manager Sepakbola itu hampir mirip, sama-sama mampu atau bisa menangani dari tugasnya (sebagai seorang manager), justru itu yang ditunjuk orang kepercayaan dan kemampuan Leadership, sesuai dari apa yang ditangani. disupermarket ada manager, orang itu beda (meski) ada juga anak buah gondokin manager itu (sering lihat kok) ketidaksukaan anak buah terhadap pemimpin. kalo begini siapa yang salah? atasan ato bawahan? (coba itu disepakbola) cara menanganinya kurang disukai pemain sendiri, akan merugikan.

Tentu saja yang menangani (udah umum) anak buah diomelin customer, yang tanggung jawab atasan. kalo pernah dikomplain pasti tahu kok. apalagi punya anak buah dan berharap (ga tahu bisa ato enggak) sesuai dengan keinginan kita. (pemimpin) akan melewati yang satu ini (mari namakan) Ekspektasi dari seseorang (timbal balik), yang kita berikan kembali lagi ke anak buah kita, karena dari sinilah visi, kemauan dan keinginan (dari pemikiran kita) diterapkan. bila Ekspektasi yang kita maui dari gaya memimpin kita kurang sesuai akan ada pergesekan atau ketidaksukaan. api jangan khawatir Raja Agamemnon, ga disukai sama pasukannya sendiri bernama Achilles. kamu tidak sendirian kok (bila kamu manager) kamu diantara manager lainnya.

Tapi satu hal yang pasti “Ga ada orang yang dicintai (sama orang) keseluruh dunia” pasti ada orang yang tidak suka, begitu juga sebaliknya. jadi kamu harus sadar bahwa, tidak disukai itu wajar (ini adalah demokratis) apalagi itu dalam adaptasi. Manager yang baik selalu sabar, bukan menuntut. itu yang diajarkan Ferguson, Conte, bahkan Diego Simeone kepada timnya. contoh:  Manchester United (MU). MU kalo ga Ferguson sabar, cuma jadi tim “Cabe-Cabean”, pasalnya tahun 1986 MU itu bukan sekelas sekarang (hebat juga sih) malah kebalikannya Liverpool yang hebat dijaman itu.

MU terdegradasi tapi Ferguson sabar, dia telaten (kayak wanita keraton) yang penuh kasih sama timnnya, MU disusun jadi baik dia gak mau lepas timnnya gitu aja ato nyerah dan pelan-pelan MU merajai sepakbola dunia. ya mirip dikit sama Indra Sjafri ke U19 nya. “Sistimnya Itu Pelan-Pelan” (maaf bukan) menyinggung manager difilm Garuda Didadaku (coachnya marah-marah) pemaenlah disuruh bawa ban truk gede (namanya film). tapi manager yang baik bukan begitu nanganinnya.

Manager yang baik selalu melihat timnya, apa kekurangnnya dan apa yang harus dibutuhkan timnya?. sembari melihat juga mengenal potensi yang dimiliki pemain sendiri. biarpun bersikap kasar (maksudnya cuma omongan dan gayanya doang) tapi hati tidak (tegas kayak TNI kita), manager harus bertanggung jawab atas anak buahnya, sekalipun lagi keserempet sepeda. yach harus bisa bertanggung jawab penuh atas pemainnya (kamu seperti Patron) pelindung yang ga kelihatan didepan anak2 kamu. seorang manager pasti ngerti ini (meski tidak membahas keseluruhan) istilah produksi ga jalan bila, yang kerja bermasalah.

Permasalahan yang timbul adalah kesenjangan, kadang kita melupakan dan berjaga jarak. walaupun bos besar naek mercy di pagi hari, ada manager yang tanganin ke anak buahnya (bos besar itu) ga tahu, atau ga lihat (terserah mau tahu ato enggak?) sistim struktur yang sudah dibangun akan bisa menangani hal ini (bila itu di bisnis) dunia kerja, multimiliaran rupiah. dalam sepakbola mestinya, apalagi itu sebagai tim (tak ada jarak). seharusnya manager baik, mampu lihat kemauan dari pemainnya dan mampu bertanggung jawab apa yang terjadi (efeknya) terhadap diri2 mereka. bila kamu perokok, anak2 anda akan coba merekok (atau mau merokok)…kan anda jadi panutan mereka. sifat buruk dari anda akan tercermin kembali kepada mereka.

Saat menggiring domba, janganlah miring ataupun tak peduli. sebagai orang yang bisa punya wewenang kamu harus mengiring mereka kearah yang lebih baik. mari kita liha contoh Wenger (Tim Arsenal) ga pernah kalah dulu waktu mereka Treble Winner dan tim itu luar biasa hebatnya, selain ada pemain macem Patrick VieiraPirès,dll kehandal Wenger yang buat mereka gitu.

So:

“Refleksi kepemimpinan yang kita lakukan, akan kembali ke kita lagi”

Seperti yang dijelaskan diatas, kamu males2an ngelatih (kelak) dari males2an tersebut akan kembali lagi kekamu, melalui anak buah maupun keadaan sekita kamu. nah itu mungkin pelajaran harus “DIPETIK” seorang “MANAGER” yaitu refleksi. maka dari itu jadilah pria yang berkemampuan membangun bukan destruktif (kecuali) mau jadi “Preman” it’s okay. preman pun punya ketua yang cakap, bila preman tersebut ingin jadi lebih baik. begitu pula “Manager Sepakbola”

Gambaran Manager Kelas Dunia 

Reputasi punya tinggkatan ada yang unproven (mungkin ini awal) obscure, local, national, regional, continental, world clash. kita ga bisa menilai “Oh orang itu local” tapi dari penanganannya atau juga prestasi mereka disepakbola. banyak juara, banyak point dan reputasi. oleh sebabnya itu Mourinho sekarang ada diposisi puncak pelatih kelas dunia, yang awalnya pun pasti unproven jugalah (diragukan sebagai manager sepakbola) dan ini wajar.

Kenapa dia bisa jadi kelas dunia? kesempatan menangani (sekali lagi) “Menangani” atau me “manage” tim kelas dunia. seperti yang dijelaskan diatas, menjadi manager (Harus Mampu Memanage) jadi bukan sembarang orang. bisa bakat atau kemampuan orang tersebut (nah kan ga asal tulis kan?) kalo post ini asal tulis, kenapa ada kata “Manage” segala? seperti dijelaskan tadi.

Selain itu Mourinho (kalo dipikir-pikir) orang gayanya belagu gitu kok (ups sory nih) bisa yach jadi world clash? salah satunya di jeli. coba deh lihat pas lagi out ato replay (dalam pertandingan sepakbola) saat tim Mourinho maen, dia tenang banget. jeli nya Mourinho itu pas lagi nyusun strategy (nih orang kalo kembali kejaman dulu, pasti udah jadi Jenderal). laksana Jenderal tahu strategy apa yang harus dipake? saat ngadepin lawan. untungnya sepakbola jadi ga harus darah bercucuran, tapi keringet.

Untuk jadi “Jeli” bukan “Jelly” butuh kecermatan yang sangat, rahasia tergantung orang yang ngelihat. tidak dibisa dijabarkan karena itu adalah rahasia seseorang yang sukses dalam karirnya dan itu bejibun. bahkan Bill Gates ga tahu rahasia kesuksesan dia pas ditanya wartawan? itu alamiah, dari Mourinho sendiri. kenapa dia bisa jadi world clash, ada yang luput dari penjabaran ini. hal pasti diketahui ialah: Ketenangan, jiwa ksatrianya muncul pas lawan tim besar.

World Clash atau kelas dunia, ini yang diincer sama pelatih kelas apapun! semua pasti mau jadi World Clash. karena dengan itu ketenaran, uang ngalir, cewek apa aja gampang banget didapet! (jangan ngiler bro!) rezeki masing-masing hehe. tapi ga semua orang bisa jadi World Clash (tergantung) kemampuan seseorang dan usaha seseorang! Rafael Nadal dia juga World Clash (WC) di tenis. karena WC itu gak mengenal (orangnya belagu kek) gondrong, dekil, item, semua bisa menjadi WC. dan itu rahasia yang tidak bisa diungkapkan seseorang (hanya dirinya sendiri) bisa menjawab.

Mengenal Arti Managerial (Sepakbola) Maupun Umum

 Menjadi manager kuncinya ada 2 (tapi cabangnya banyak) mampu menangani tugas (cakap, becus,dll) dan mampu menjaga tim dalam maupun luar. bila kamu ditugaskan menjadi manager didaerah terpencil (Ujung pandang) misalkan dan perusahaan kamu menugaskan untuk memperbaiki keadaan disana, apa yang kamu akan lakukan? ayo tebak? jawabannya “Kamu harus mampu” (ini harga mati) perusahaan ga peduli kamu minder, malu,dll. ga bisa tinggal pilih manager lain! mau kayak gitu gak? ga mau kan? kalo kamu tidak mau jadi batu, seumur hidup “Ngedekem” (sory) mau tidak mau, kamu harus mampu (sekali lagi) perusahaan itu “Ga peduli” yang dia ngerti adalah “Beres”. mau kamu “Kuno”, “Garang”. Hypie”,dll selama kamu ditugaskan ya harus mampu….begitu pula disepakbola….kamu malu dilihatin penonton “Tegang” (maaf) mending jangan jadi manager! kan beres?

Mengapa memakai istilah “Manager” dari pada Pelatih? perbedaannya adalah “Manager” (kalo diluar) menangani semuannya termasuk “Transfer” pemaen. sedangkan pelatih cuma melatih, otoritasnya ga bisa ubek2 kertas dimeja. di Indonesia mungkin masih memakai sistim “Pelatih/Coach” tetapi otoritasnya sama percis dengan “Manager” diluar. karena disini, istilah Manager itu pasti berjas, mobil mewah,dll (kita masih tabu) dan seorang Manager cuma ada diperusahaan aja padahal buka bisnis online pun bisa aja kan kamu yang jadi managernya? cuma kita (karena ga anggap diri kita besar) diubah jadi pengelolah saja.

Manager dijaman koboi keatas, diamerika 1910an, seringkali dikaitkan dengan “Mandor” bosnya pergi, manager ngawasin. lalu berubah menjadi suatu pangkat, jabatan, dari seseorang diperusahaan bahkan dikalangan dimana “Duit Berputar”. saat ini kita ga perlu malu sama istilah “Manager” karena bukan “Mandor” lagi, justru bagus! punya pangkat! gaji lebih besar dari pada anak buah, tapi tanggung jawab lebih besar daripada anak buah! karena anak buah ga becus “Mana atasan kamu” atasanlah yang di salahin! dan itu wajar, karena kita punya wewenang dibandingkan posisi anak buah.

Dalam sepakbola, dimasa kini (kebanyakan diluar) ialah di “Bisnisin” sama dengan sistim diatas, mereka (pemilik klub, atasan) sama Manager yang ditugaskan, gak becus…tinggal ganti saja (contoh:) David Moyes, pelatih MU yang digadang2 bakal sukses setelah era Ferguson pensiun (faktanya) dia gagal! tapi jangan salahin Moyes juga dong! ekspektasi dari Atasan dan Penonton menjadikan dia begitu (seperti disebut diatas) kamu mau tidak mau harus mampu, siap, dengan resiko yang diberikan dalam pekerjaan kamu.

Moyes dituntut, mungkin dikurang kuat! sudah berusaha semampunya (dari kemampuannya) dia tidak bisa menganggung. udah tahu dunia itu “Kejam” (bukan kejam juga) tapi hanya terbaik yang dipuja2! yang gagal karangan bunga tidak ada. kita lihat contoh di “Pemilu Presiden” kemarin, bukan masalah Jokowi yang menang! Prabowo seharusnya diberi kehormatan juga (udah sih) saat Jokowi dilantik. dan kita ga harus lupain orang itu (Sama) baiknya seperti Jokowi memimpin. cuma kan orang kita memandang “Gagal Ya Gagal” kearah melupakan itu bakal terjadi.

Ya itulah hidup, kamu (yang dalam keadaan kegagalan) dengan embel2 menyakitkannya, ga baik terlalu lama disana. karena apa? yang terbaik sedang dipuji-puji! yang terbaik lagi tertawa disaat kamu susah (sadar maupun tidak!). kamu harus bangkit suapaya ga jadi “Orang Buangan” istilahnya (cuma konotasi). karenanya juga posisi “Orang Gagal” ga ada yang peduliin! dunia emang begitu! ga peduli kamu udah kasih andil besar, bahkan kamu yang dulunya (dipuji-puji) itu tapi berubah, disaat gagal keadaan berubah pula. kenapa di Inggris yang kalah ditepokin tangan? di Indonesia dilemparin botol? “Sebagai Tanda” baik kamu sudah berusaha “Meskipun Gagal” dan kita ga bisa memilih yang seperti itu! kalo kamu gagal, jangan down, dunia emang gitu dari dulu, bahkan jamannya “Gladiator” kegagalan adalah kematian! kejayaan dibebaskan dari status budak, kerja sama kerajaan roma, dihormati dan disanjung (tergantung) usaha dikarirnya tersebut!

Menjadi Manager Yang Baik (Tutorial Dalam Sepakbola) 

Kelihatannya simple aja kalo ngelihat manager diluar negeri (managing), cuma latihan, bertanding tiap minggu! sebenarnya dalam menanganinya banyak (itu pasti) ada jadwal, pelatihan, belum lagi masalah lain (tuntutan). tapi semakin kamu mengani banyak klub, semakin ringan pastinya (tergantung) bila berbakat satu klub atau baru nanganin klub itu udah beres, gampang nyatu. Otto Rehhagel (adalah) buktinya. tahun sebelumnya dipecat dari Bayern Munich. lalu ke Kaiserslautern yang berhasil ke divisi atas jerman (tahun 1997-1998) baru satu musim keatas, tahun berikutnya juara Bundesliga (kejuaraan Liga Jerman). ini unik biasanya tim promosi (belakangan) baru juara! Antonio Conte (juventus) juga sama dia mengembalikan kejayaan Juventus, disaat Juventus ambruk ke Serie B, saat balik ke Serie A langsung jaya.

Kita ga usah mengharap keberuntungan seperti Otto dan Conte, itu hanya orang tertentu saja. yang disentuh takdir supaya jadi contoh buat orang banyak. seperti Patroclus (Keponakan) Achilles, yang gemes ingin menaklukan Troy. waktu itu Dewa Apollo datang dan berkata kepadanya “Mundurlah Patroclus, kamu tidak ditakdirkan menaklukan Troy”. kemudian ia mati ditangan Hector (Pangeran Troy). bila kamu tak ditakdirkan menjadi manager seperti (Otto, Conte), jadilah manager yang baik! caranya:

  • Mampu menangani keseluruhan Tim yang kamu pimpin, serta menjaganya

Arti disini, kamu harus mampu menagani yang dibutuhkan ato diperlukan bagi tim kamu (tim disini) dalam bisnis, anak buah kita. jangan egois mentang2 gaji tinggi (ngebiarin aja mereka) bimbing dan ajarilah mereka (bukan nanti) kacang lupa kulit, ini adalah kewajiban kamu sebagai Atasan mereka.

  • Bertanggung jawab atas kemunduran tim kamu

Ga Juara diomel-omelin (kayak jagoan) padahal orang sendiri! mending gak dikatain “Coba coach aja yang maen, mending bisa juara juga” sama pemain kamu! jangan begitu. ada istilah “Pohon tumbang” (tanpa dipotong) kemungkinan besar bagian atas ga kuat nahan angin yang kencang ataupun badai. akar bakal lepas kalo diatas goyah, begitu pula sepakbola! bila akar putus atasan seharusnya jangan salahin akar! karena posisinya sama-sama dirugikan (bawah kalah) atas juga kalah! seharusnya dalam satu tim (satu kapal) itu, harus saling mensupport bukan menyalahkan (kalo gagal). kamu harus bertanggung jawab atas kegagalan itu, bila gak mau disalahkan (kamu bukan Manager yang baik) mau senengnya doang! anggota kamu bisa menilai kamu. jadi jangan dianggap lepas tanggung jawab, mereka ga baca kelakuan tingkah kamu? itu salah.

  • Mampu menjaga keutuhan tim dan juga menjamin anggota tim kamu 

Kasus Diego Michel yang lalu, saat diduga mukulin orang. seharusnya itu masalah manager, (selama) ada kaitannya dengan tim (pribadi lain lagi), saat tidak merugikan tim. intinya mau masalah pribadi ato tim itu tanggung jawab kamu, kan dia bagian dari tim (contoh) Franck Ribéry (dengan kasus) menyewa PSK dibawah umur. manager yang baik (bila kamu manager Ribery) ya minimal nasehatin supaya jangan merusak reputasi tim maupun dia sendiri. jangan cuekin (ga peduli dia star). dengan begitu keutuhan tim dari kasus yang ada bisa ditangani dengan baik. kamu juga bisa menjamin (umpama Ribery tadi) jangan sampe Ribery dikecam sama orang di Twitter, Media,dll kamu harus mau (Repot-repot) kalo perlu menjamin anggota tim kamu aman.

Kesimpulan paling penting adalah, kamu mau terlibat (di tim kamu) seperti kamu merawat diri sendiri (bukan ego dan kuasa). jadikanlah teman bukan musuh, meskipun ada yang benci! mengertilah. ajak talk to talk (4 mata) maunya apa? mungkin ada bagian diri kamu kurang disuka dia. begitu pula anggota tim kamu, beri pengarahan yang jelas dari visi kamu! dan ajari mereka seperti kamu mengajari diri sendiri (dengan perlahan). niscaya kamu akan menjadi Manager yang baik, baik dibisnis, maupun sepakbola.

Seperti yang diajarkan Manager-Manager kelas dunia (mereka) biarkanlah Gaji lebih kecil dari pada playernya, tetapi keutuhan tim yang terpenting (bukan ego) dan biarkanlah player yang dipuji orang, sedangkan kamu gak (ini juga terjadi) di film/musik. yang terpenting tim kamu tidak retak (karena kesyirikan kamu) yang merugikan. satu hal yang kentara dari pelajaran oleh “Manager Sepakbola Kelas Dunia” dia ingin anggota timnya (playernya) maju, tidak dihalang2in,dll karena dengan player maju, kamu telah berhasil Memanage mereka menjadi lebih baik (bukan sebaliknya). terserah nanti dibakal hengkang ke klub laen. manager yang baik…ga sejahat itu…dia ingin anggota timnya menjadi maju, bahkan lebih dari…dirinya sendiri.

***********************

 

 So sekianlah Post kali ini. jangan lupa untuk baca dan nonton video lainnya di:

 https://wildanrenaldi.wordpress.com/, thank you.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang wildanrenaldi

Hi Friend Welcome, thank to visit this Blog, enjoy yourself to Read Post or Comment, Please Enjoy, Thank You.
Pos ini dipublikasikan di Sepak Bola, Tips Dan Trik dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Cara Menjadi Pelatih Sepakbola Yang Baik

  1. Garrz berkata:

    bagusss kak blog nyy.. Terinspirasi dari kkak😀

  2. Sule berkata:

    Manfaat banget.
    Haturnuhun terimaksih.
    Semoga sepak bola indonesia bisa lebih berkembang dan maju, dri segala halnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s