Harga Terus Naik Tidak Bisa Turun

Kenapa yach Harga barang di Indonesia naik, tapi ga bisa turun? biar turun paling berapa rupiah sih? pernah perhatikan gak, harga naik mau ga mau kebutuhan kita juga naik. kalo begini terus, malah merugikan seseorang apalagi yang pas-pas an. orang kaya pun, pasti kena berasa dampaknya meski ada yang bisa ditutupi. mereka juga sadar, biasanya harga segini kok malah naek. sekarang siapa yang dirugikan, semuanya kan?

Marilah membahas sekaligus peduli, soal masalah ini. meskipun gak bisa merubah (hanya pemerintah) yang bisa. tetapi ada “Ide” yang sapa tahu nyangkut, solusi dari masalah ini. jadi bukan sekedar nulis, ada berapa buah pikiran (ya begitu) bukannya sok! ato apa sip deh gan, bro..cuma ingin memberikan solusi versi penulis, dibawah ini:

Cara Paling Ampuh Menurunkan Harga Barang Adalah Menstabilkan Ekonomi-nya Dahulu

Ngomong sih gampang! prakteknya? ada ide (teori) dalam menangani kestabilan Ekonomi, seperti ini:

  1. Kurangilah pengeluaran negara yang tidak perlu
  2. Penghematan “Besar” dari beberapa sektor, apapun bentuknya
  3. Kemauan keras membayar hutang untuk menstabilkan ekonomi

Maksudnya mengurangi pengeluaran negara ditekan, dikumpulkan dari finansial untuk biaya kebutuhan lain ataupun membayar hutang-hutang negara. contoh begini: kita tidak mengurangi sampe pejabat jadi miskin (istilahnya) wajar kalo menteri pake mobil bagus, buat kerja boleh aja. tapi standar mobilnya harus diganti, dari mobil mewah kelas 1, ke kelas satu juga dan (pengeluaran) lebih irit.

Sekarang standar mobil menteri Mercedes-Benz, Toyota Crown Majesta S200, Toyota Camry,dll. harga 2-300jt keatas. kenapa ga dirampingkan, sesuai dengan mereka (nyaman, juga berkelas,dll) tapi berharga murah. kenapa gak beli satuan, yang 100 jutaan (kan lebih negara lebih irit). taruh (10-20) mobil, beli dipenjualan distributor penjualan mobil bisa mendapat potongan. apalagi mobil milik pemerintah, demi kepentingan mereka juga kan? diskon dikitlah! no afgan

Juga dibidang transportasi, pesawat, bus, kereta,dll (apapun otomotif) berjalan, bila ini dijalankan serius, dipotong dan harga dirampingkan, negara (tidak boros) dari APBN. ga perlu ngidupin lagi dari otak encer seperti Charles de GaulleHugo Chávez. pemerintah kita bisa mengatasi persoalan negara dari biaya yang tak perlu buat dihambur-hamburkan, sayangnya merugikan negara. nah ketemu kan ide: ayo apa?

1. Jangan Menghamburkan Uang Negara Untuk Keperluan Yang Tidak Perlu

(Yang penting jangan membuat tidak nyaman dari perombakan total ini. tetaplah memberikan kenyamanan, tapi dengan harga yang tak terlalu mahal: ya minimal biaya ga gede-gede banget. soal pejabat suruh ngerti dari harga fatilitas negara diturunkan ini susah, harus memperhatikan diri mereka, yang nyambung untuk kepentingan orang banyak)

Ayo kebawah lagi, sapa tahu nemu ide lagi..ayo! sambil dengerin musik dulu yach:

 

Mau sambil ngopi, ngeteh mongo….

Kalo pemerintah udah menstabilkan dari sektor pengeluaran yang tidak perlu, selanjutnya penghematan. soal masalah penghematan bisa diatur dengan mudah bila “Keran” pengeluaran tidak terlalu boros. (sebagai tambahan): bukan hanya dari segi Transportasi, tapi segala aspek. biaya kunjungan keluar negeri, pertemuan, sidang, stok makanan,dll harus dipegang total biaya semua kebutuhan negara. setelah itu dikurangi dan yang tak perlu harus dihapuskan ataupun diminimalisir (kan mau irit, ayo!). bila dihapuskan ada orang protes, maaf ini demi kepentingan negara, orang banyak, harap mengerti. mau tidak mau orang tadi harus diarahkan ke fatilitas memadai seseuai mereka, bukan orangnya harus dihapuskan (itu tidak baik!).

Semoga bisa ngerti. taruh aja iklan difacebook, twitter, internet, tv, soal penghematan biaya negara dikurangi, orang nanti mendukung (meski) yang jalanin orang pemerintah, sedangkan rakyat hanya lihat aja ditv, kembali ke real life again. karena semakin biaya ditekan (tanpa harus) mengurangi sebanyak-banyaknya fatilitas dan anggaran pembelanjaan negara yang pelu (emang butuh biaya) tetapi dirampingkan-se-ramping-ramping-nya, hingga tidak ada tersisa untuk pemborosan!

Sorry bukan menghina kabinet pemerintah sebelumnya (tanpa perlu memberikan contoh) tampak jelas, dari fatilitas, biaya yang nggak perlu dihamburkan. orang yang menjalaninya dahulu, setelah perampingan, pasti bisa mengerti dijamin mereka tidak kecewa asal bisa diatur sesuai mereka juga. mereka akan menjalankan tugas, meskipun perampingan dijalankan.

Unlock ide 2, yaitu:

2. Perampingan dan pengeluaran yang tidak perlu, bukan menjahatkan orang-orang! tetap untuk membayar hutang kita, dengan begitu bila hutang di negara kita terbayar dan kita tidak berhutang lagi. kesempatan untuk lepas dari krisis ekonomi serta beban inflansi, juga mengeluarkan uang buat membayar hutang. nanti negara bisa fokus dari pendapatan negara, bisa fokus pula terhadap biaya dikeluarkan seperlunya dibidang lain, ini baik karena arah nya teratur. dimasa kini sektor manapun belum terpenuhi (masih banyak butuh bantuan pemerintah), karena tadi itu: pengeluaran banyak, pendapatan terus dikeluarkan terus (keran bocor).

Setel musik lagi nih:

Kalo ada orang yang pernah ngirit perampingan biaya negara, jangan lupakan ini: António de Oliveira Salazar. dia mang dibenci orang, tetapi ekonomi Portugal jadi lumayan bagus.

Cara penghematan bisa dilakukan negara dengan cara membatasi yang tidak perlu setelah data pengeluaran sudah diketahui. setelah ini tinggal gampang saja untuk menghemat, diberbagai sektor (bila bisa). dengan penghematan dijamin uang negara bisa diselamatkan dari terbuang sia-sia. bukan masalah dinikmati orang (kalau itu wajib: gaji,dll) tapi dana untuk fatilitas negara, misalnya stock secara berlebihan,dll

Cara ketiga (yaitu membayar hutang negara) bisa diterapkan kalo dana kumpulan dari penekanan + perampingan biaya penghematan, dipakai bayar hutang negara nantinya. seperti yang dijelaskan diatas keseriusan membayar hutang. sapa sih yang gak mau dollar cuma 2000 perak lagi, kayak dulu? semua pasti mau, bohong banget kalo gak mau. kecuali ada yang bersenang2 didalam krisis. harus serius dong, kumpulkan uang. kalau perlu ditargetkan setiap tahun sekian, bila tidak ditargetkan akan kacau pembukuan. selain itu harus ada sifat berani ambil resiko, bukan diam, membiarkan saja keadaan begini ya begini (sampai kapan?).

Kenapa tidak dibayar langsung dengan cara publik, biarlah publik tahu negara sedang membayar hutang, jadinya safety. harus ada pihak ketiga “Netral” (maksudnya) menjamin, membayarkan uang tersebut dengan aman terhadap pihak yang dihutangkan. kita hutang sama sapa yach? Amerika salah satunya. berapa USS Dollar tuh? US$131,4 miliar = (kira2 segini): 15,768,491.28 IDR.

Udah jelas gini kan enak! sesuaikan biaya penekanan + perampingan biaya dari penghematan, bayar yang kita bisa dari jumlah utang tadi. bila tidak bisa langsung pelan-pelan aja, asal jangan tutup lobang – buka lobang lagi: alias ngutang lagi. “STOP HUTANG” sampai terbayar lunas.

Ternyata ajaran “Orang Tua” terbukti benar: “Usahakan jangan pernah berhutang (uang) sama siapapun” karena nanti bakal menyulitkan kita dimasa depan. ngutang itu repot pas bayarnya, belom lagi biaya lainnya. biasakan/usahakan hidup itu tanpa hutang, percayalah tidak ada yang dirugikan! begitu pula negara. semakin hutang akan semakin “Terjerat” untuk nunduk, nunduk dan nunduk, hingga kita tidak bisa menjadi diri sendiri…DIMANAKAH HARGA DIRI BANGSA KITA!

Mempercayai Produk Dalam Negeri (Mampu Bersaing Dari Produk Luar) 

Berapa mahal sih produk luar? contoh: iPhone 6 terbaru (yang 128 GB): 13.000.oo0. oke dibeli tapi “Ngerampok” dulu hehehe!! bukan masalah uang, tapi harga gak masuk akal! 13 juta mending buat apa? bandingkan dengan produk Lokal: Nexian Helios Mi531, harga cuma: Rp.1,199,000. bisa Android OS, v4.2.2 (Jelly Bean) lagi.

Bisa dibilang produk lokal ga jelek banget, bahkan bisa bersaing sama produk luar. cuma kita gak pede, kesannya “Cere” kenyataannya “Cere”. kalo orang Korea begini, dijamin cuma jadi produk lokal aja. orang gak bakal ngelihat kerennya S5 ato Galaxy yang yahud!

Kenapa produk lokal harus diandelin, sebab meningkatkan pendapatan negara dalam negeri, tanpa perlu mengimpor dari luar lagi. impor kan ibarat katanya beli, ngapain harus beli mahal segala kalo sektor industri kita bisa diolah, dimanfaatkan? selain itu harga produk di dalam negeri lebih ekonomis, stock terjangkau, menguntungkan pelaku bisnis dalam negeri. tidak seperti sekarang, banyak usaha kecil yang termakan usaha besar, ditambah asing yang mulai menguasai lapak nasional.

Lalu kenapa produk dalam negeri seakan kurang diminati orang sendiri yang sedemikan tahun bergantung sama produk luar negeri? jawabanya beragam. mungkin salah satunya ini:

Kualitas

Kurangnya detail, isi kemasan tidak diperhatikan, sifat ketradisionalan ditonjolkan. dan “Kekuno-an” produk masih dipertahankan, sedangkan (maaf), produk luar dengan “Inovasinya” berganti cover demi kepuasan pelanggan. kebanyakan produk lokal masih memproduksi barang yang “itu-itu” aja bahkan sejak tahun 1980an. gimana gak ditinggalin bro?

Promosi Dan Penempatan

Kurang promosi, orang malah kurang tahu produk lokal udah lama ada. karena ditempatkan (dijual), ditempat kurang strategis. dihero-alfamat, stock kosong…eh ditoko klontong malah ada.

Isi Dalam Produk Sendiri Tidaklah Baik

Contohnya Produk lokal barang cepet rusak kalo ini dibandingkan sama produk jepang awet tahan lama. pantes konsumen lari. jadi janganlah cuma mengimpor yang penting dapet duit aja tapi lihat  perasaan orang. orang menilai semua produk yang dibeli mana yang baik/buruk. bila dia terkesan sama produk luar dibanding produk lokal, siapa yang salah?

Oleh sebabnya mengapa orang percaya produk luar, kenapa bisa begitu?

Soalnya gini, ketertarikan masyarakat kita terhadap barang luar emang ga bisa cegah. lihat di “Industri Film”, biarpun film kita udah di bintangi aktor/aktris tenar, tetap saja Hollywood yang diminati (ini fakta) bukan mencela. kecuali film2 yang lagi “IN” penonton ngantri beli tiket (beda lagi). kalo enggak, masa normal tiket untuk film Hollywood yang dibeli. padahal film indonesia semakin tahun lagi baik dalam cerita, peran dan penyajian. tapi kenapa seolah ga dilihat, atau seakan dilupakan (bukan dicampakan). karena sewaktu2 orang bisa nonton DVDnya, itupun DVD bajakan….bukan dari penjualan tiket.

Kalo begini, ibaratnya orang bikin film yah bikin aja.  ga bisa disalahkan juga (namanya persaingan) but semua itu mungkin disebabkan karena kesalahan kita juga…lah kok malah nyalahin orang sendiri! gimana sih! ada penjelasannya. lihat dimusik kita, okelah diuntungkan oleh “Genre” musik barat, yang gak “Nyambung” selera orang indo (kebanyakan easy listening). belum ditambah adegan “HOT” joged-joged! dan kesan porno disensor TV Nasional.

Tapi apa, dikesempatan “MTV” lesu ini kagak dimanfaatkan orang kita menciptakan “Musik Baru” yang lebih “Fresh”. efeknya musik indonesia biasa saja (cenderung musik seragam) dan band/penyanyi keluarin lagu direspon biasa. jaman dulu Dewa 19 keluarin single, toko kaset diburu! (mang beda). nah jadi ketahuan kan, bahwa diatur orang sendiri malah jadinya begini! sekarang siapa yang harus disalahkan?. persaingan film hollywood yang filmmya lebih kreatif dari kita, ato kita sendiri yang gak ngasih lebih bagus dari hollywood. kesalahan ini bukan dari eksternal saja,  melainkan internal.

Cara supaya produk dalam negeri diminati orang sendiri adalah:

Melihat selera orang terhadap perhatian produk luar itu dan membuat sesuatu (bukan meniru) seperti produk luar tersebut ataupun membuat (inovasi) yang lebih bagus daripada produk luar. kalau perlu lebih baik, jangan sebaliknya (malah rugi)….tapi lebih baik….lebih baik dan….lebih baik.

Kalo orang luar punya iPhone, kenapa kita nggak bikin teknologi mirip iPhone (bukan niru) pede aja, yang penting karya kita sendiri. selain itu dipromo “GEDE-GEDE-AN” sekali lagi dipromo ‘GEDE-GEDE-AN” biar aja diketawain “Ah kayak gini” cuek aja. terus bikin yang lebih baik dari pada pembuatan pertamanya…promo lagi, dijamin, pasti orang ngeliat produk kita sendiri! apalagi harga itu bersahabat!

Untuk di awal (mungkin) dipandang sebelah mata “Apaan sih, Samsung bukan!” kelamaan mereka mendegar, mengetahui, akan melirik produk kita, meski keraguan atau dibanding2kan dengan produk luar tetep ada. setelah diresearch jadi bentuk sempurna + harga bersahabat + promo. kita bisa bersaing pelan-pelan.

Selanjutnya jangan pernah “Tenggelem” karena produk lokal bersaing dengan produk luar, rentan tenggelem kedasar laut, eh ga muncul lagi. maksudnya yang bikin, jangan gampang kecewa bila produknya kurang diminati. “Ternyata produk gue ga laku toh” terus aja pak “Launching” yang baru terus berkarya. percayalah semakin produk tidak hilang, dari kerasnya dunia persaingan, semakin ada produk kita didaftar belanjaan “LAZADA” artinya: “Merek” kita masuk dalam daftar yang dijual.

Kesimpulan

Kita tidak harus berharap banyak ada “Magic” harga turun drastis, dollar melemah, rupiah jadi 2500 perak lagi, jangan anggap gitu. rasanya sangat sulit melihat kondisi perekonomian kita (kadang stabil, kadang naik) turunnya cuma sedikit. ada yang harus dilakukan untuk masa mendatang yang dibilang “AKAN MENGALAMI JAMAN SERBA MAHAL” yaitu: dengan tips berupa langkah2 dibawah ini:

Pekerjaan Tetap 

Bila kamu sudah ada pekerjaan tetap, ini akan menyelamatkan kamu. prihatin terhadap pengangguran, karena mereka akan mengalami namaya kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh “Tidak adanya pasokan nafkah” berupa gaji perbulannya. beruntung pula bila kamu itu adalah PNS, gaji, tunjanggan masa depan terjamin. jadi apapun pekerjaan kamu syukurilah (ini yang menyelamatkan) kamu.

Buat para penganggur, cepatlah bangkit dan raihlah pekerjaan. berikut ini berapa daftar (situs pencari kerja), semoga kamu bisa lamar disini:

Menabung

Cara kedua adalah menabung, karena bisa digunakan dimasa mendatang atau dimasa genting sekalipun. menabung ada banyak cara, memakai celengan atau dibank.,dll. menabung sangat efektif menghadapi jaman sulit dimasa depan, entah sampai kapan bisa stabil segi ekonomi kita?

Buka Usaha & Bisnis (Kecil-Kecilan) Atau Online

Buka usaha kecil-kecilan (gak perlu) pikirin balik modal (dimasa awal) yang penting ada pendapatan dahulu. kerpentok masalah modal gede bisa bisnis online bro, biayanya tidak terlalu mahal. pengalaman buka usaha (diawal) biasanya bertahap, ini bergantung dari seni marketing kamu. selain itu keuntungan di bisnis online (biasanya) keuntungan berlipat, ini tergantung dari promosi kamu. 2 usaha ini banuyak diangap sebagai “Kerja Sampingan”, ya kalo kamu susah cari kerja, masalah teknis ato apa? rekomendasi kamu harus buka ini. tapi yang jujur yach….inget kata “Nyak” Si Doel….”Orang Jujur Direstui Allah”. kalo kamu nipu ujungnya penjara, menipu gede2an KPK menunggumu.

Ya semoga 3 cara diatas ini kerja, menabumg,dll bisa mempermudah kamu dari jaman yang semakin keras ini. dengan begitu juga post ini selesai. semoga tips2 diatas ada yang berguna (semoga). oke deh, jangan lupa untuk baca dan nonton video lainnya di:

 https://wildanrenaldi.wordpress.com/, Thank You.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang wildanrenaldi

Hi Friend Welcome, thank to visit this Blog, enjoy yourself to Read Post or Comment, Please Enjoy, Thank You.
Pos ini dipublikasikan di Ilmu Pengetahuan, Politik dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Harga Terus Naik Tidak Bisa Turun

  1. Great items from you, man. I have have in mind your stuff prior to and you are just extremely fantastic.
    I really like what you’ve acquired right here, certainly like what you are stating
    and the way in which during which you assert it. You are making
    it entertaining and you still care for to keep it smart.

    I can’t wait to learn far more from you. This is
    actually a terrific site.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s