Negara Tertindas Harus Meniru Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Negara Tertindas, yang masih belum bisa terbebas didalam negeri sendiri atau negara yang masih dalam status terjajah oleh negara lain. itu sepatutnya harus mengikuti contoh dari negara yang merdeka dan salah satunya adalah Indonesia.

Mereka butuh sebuah contoh dan kisah kemerdekaan negara lain, supaya menjadi inspirasi untuk negaranya sendiri. negara itu juga boleh meniru dari “Perjuangan Kemerdekaan Indonesia”, dimana Indonesia merdeka atas perjuangannya sendiri, bukan karena diberi atau rasa kasihan negara lainnya, melainkan perjuangan.

Dibawah ini akan membahas bagaimana caranya agar negara-negara yang tertidas bisa untuk memerdekakan negaranya sendiri dan cara perjuangan kemerdekaan, termasuk Indonesia. juga bagaimana negara tersebut bisa bersatu dalam meraih kebebasan dinegara sendiri

Menilai: Mengapa Negara Indonesia Mampu Meraih Kemerdekaan

Negara dahulu dianggap remeh negara Belanda dan Jepang, menjadi kesatuan dan kekuatan yang hebat diera tahun 1945an. hal ini seharusnya menjadi sebuah kebanggaan negeri maupun negeri lain. yang saat ini kecil seperti dahulunya Indonesia, bisa juga merdeka layaknya Indonesia dan itu tidak ada yang mustahil.

Kekuatan Indonesia meraih kemerdekaan itu terletak pada “Kerelaannya” melawan maupun rela mati demi tanah air dan inilah yang tidak dipunyai oleh negara di dunia yang sekarang ini masih tertindas, contohnya itu adalah negara Iraq: setelah melihat jatuhnya Iraq, di tahun 2000an oleh Invansi Amerika Serikat. mata dunia sama sama bisa melihat, betapa mudahnya orang asing dibiarkan saja masuk kedalam? bahkan mereka berkolaborasi dengan tentara yang jelas2 menyerang.

Situasi ini jelas berbeda, bila Iraq posisinya terjadi di Indonesia. dimasa kita kini (dirasa) sikap perjuangan Indonesia belumlah pudar, istilah dahulu kini hampir terlupakan: Merdeka Atau Mati, masih ada dalam dada setiap rakyat Indonesia. istilahnya, jangankan akan merebut “Istana Merdeka” pusat pemerintahan. karena sebelum penjajah kesana, mereka harus berhadapan dengan “Macan” yang selama ini tertidur. itu adalah contoh bila invansi Iraq terjadi di Indonesia.

Kenapa harus berkeyakinan seperti itu? karena orang indonesia dimasa sekarang masih punya prinsip yang kuat, bahwa “tidak segampang itu melawan kita?” bila kita melihat contoh kecil dahulu, yaitu Bonek. suporter sepakbola di Indonesia yang “Rela Mati2an” membela klubnya dan pendukung Timnas sepakbola Indonesia yang fanatik, mirip seperti membela tanah airnya. ini menandakan bahwa semangat pejuang kita terdahulu, masih mengalir dalam setiap rakyat Indonesia.

Karakter orang Indonesia kelihatan dari dulu, adalah: “Rela Untuk Membela” dirinya, kelompok atau orang yang dicintainya (masih kelihatan) meskipun dijaman sekarang, itu adalah prinsip yang dipegang pejuang terdahulu: rela membela tanah air, meski harus mati.

Kini masih banyak sekali orang-orang berasal dari daerah: Sulawesi, Sumatera, Papua,dll yang memegang Prinsip tidak boleh dihina orang lain dan itu bagus. ketidakterimaan itu semacam faktor mengapa orang Indonesia mau mengangkat senjatanya, rela berperang demi kemerdekaan, dimasa lalu? padahal masa kini  banyak sekali negara-negara didunia, yang sudah jelas dijajah, tetapi semangat seperti Indonesia tidak ada?

Harus Berprinsip: Jangan Mau Negara Diinjak-Injak Begitu Saja.

Perbedaan Prinsiplah kenapa, Afrika Selatan tak mau berperang saat Inggris datang menjajah. apa itu alasan takut? pejuang Indonesia juga sama takutnya untuk berperang. sebenarnya semangat itu terletak  di dalam masalah: “keinginan yang kuat merdeka dan kerelaan untuk mengobarkan diri demi tanah air”.

Seharusnya negara-negara tertindas dan yang masih terjajah itu bisa berprinsip layaknya negara Indonesia, juga dari contoh negara lainnya, yang telah merdeka. bila itu dari dari Asia negara itu bisa melihat contoh Vietnam. yang sewaktu AS menyerang di tahun 1960an, mereka berjuang dengan gagah berani ataupun negara lainnya supaya menjadi Inspirasi bagi negaranya.

Arti diInjak-injak disini adalah: bahwa negara ditekan, diatur dan menerima penjajah masuk begitu saja. biar bagaimanapun ini harus ada suatu perlawanan, bukan berkolaborator, mencari aman, ingin selamat sendiri. bukan menghina negara yang tertindas itu lemah, tapi prinsip rela ditindas itu harus dipertanyakan? kenapa diam dan tak melawan? pasti ada alasannya. oke dalam urusan personal/pribadi seseorang bisa di Injak-injak, tetapi dalam urusan Negara, usahakan jangan.

Kesatuan & Persatuan Bangsa/Negara, Seharusnya Menjadi Prinsip Untuk Negara2 Yang Tertindas.

Persatuan 100 orang, menjadi lebih penting daripada menyerahnya ribuan orang. karena dari 100 tadi akan bisa menjadi 200, 300, 400, atau ribuan,dsb yang baik untuk menambah kekuatan perjuangannya.

Tanyakan kepada orang-orang yang rela mati “Apakah sunguh rela mati?” dan mereka menjawab: tentu saja. terus tanyakanlah kepada orang yang tidak rela mati, kenapa? pasti ada alasannya. ketidakberagaman inilah dipastikan menjadi faktor kelambatan untuk merdeka. seharusnya ada kesadaran rakyat (untuk jumlah yang banyak) dari kesamaan dengan orang yang rela mati. bila tidak ada, anda sendiri yang menjadi korban! yang disebabkan tidak mau bersatu.

Banyak alasan salah satunya takut mati, padahal akan menjadi pahlawan setelah kematian. belum lagi faktor ketidakmampuan untuk menembakan senjatanya, yang hal kecil bila dilatih, para “Milisi” akan sama seperti tentara, yang sudah memberikan perlawanan terhadap penjajah atau penindas.

Banyak cara untuk bersatu, tapi mudah untuk menjadi diam. orang yang diam akan terus menderita dinegeri sendiri. suatu ketika orang itu akan meninggal saat tua, lemas ditempat tidurnya dan lantas mengingat kembali kemasa sekarang, lalu dia berkata: “Saya sepatutnya berjuang?” dia menyesalinya, tetapi sudah terlambat.

Sebelum terlambat, bersatulah anda dengan yang lain. apapun yang terjadi? betapa kuatnya senjata musuh? jangan takut, karena ini adalah cara yang paling mulia meraih kebebasan dan perjuangan itu nantinya akan menjadi contoh pejuang lain untuk mau berjuang.

Bila tak ada kerelaan yang seharusnya sudah dimulai, sedangkan musuh ada ditengah kita, sampai kapankah harus menunggu? bila saat panggilan berperang ada, letakan yang kamu punya dan mulai bergabunglah dengan orang lainnya.

Sangat disayangkan sekali bila perjuangan Iraq selama ini yang orang AS menilai bahwa itu organisasi teroris, berjuang tetapi bukan rakyatnya. padahal belum tentu para pejuang itu adalah organisasi teroris? modusnya memang sama, memakai bom dan menyerang tentara AS yang berjaga. bisa saja mereka itu orang yang mau merdeka, tetapi tak bisa menyakinkan seluruh rakyat untuk bersatu.

Inti dalam meraih sebuah kemerdekaan negara adalah persatuan, tanpa hal ini kelompok kecil yang berjuang kalah jumlah. tetapi bila rakyat bisa bersatu, tentu saja memperkuat perjuangan. contohnya yang berhasil bisa dijabarkan adalah Negara Kuba, dari kelompok kecil di “Sierra Maestra”. ditanggal 1 januari 1959 dimana ibu kota bisa diduduki dan kaum Revolusi mengambil kekuasaan rejim kejam, ini contoh perjuangan rakyat, dari kecil menjadi besar.

Bayangkan contoh revolusi kuba tersebut, bisa terjadi di Palestina. rakyat bersatu (ada kemauan untuk rela mati). rakyatnya bergabung dengan tentara yang terus berjuang, pasti saat ini Palestina tidak dianggap remeh oleh Israel, karena rakyat sudah mulai bersatu.

Harus diingat, sewaktu penjajah Belanda mendengar perjuangan rakyat Indonesia, yang dilakukan mereka mengeluarkan banyak tentara. karena perjuangan kita tidak kendur, ada dalam setiap masa, sewaktu Belanda menduduki. biarpun mereka selalu melumpuhkan kita, kenyataannya akan ada pahlawan baru dan akan terus ada perjuang baru.

Menggerakan Hati Rakyat, Negara Tertindas Harus Mempunyai Tokoh Simbol Perjuangan

Indonesia mempunyai banyak sekali tokoh perjuangan semasa perjuangan kemerdekaan. tokoh besar macam Ir. Soekarno, Bung Tomo, Sutan Syahrir, Mohammad Hatta, Jenderal Soedirman,dll telah membuat hati dari rakyat bergerak untuk bergabung.

Inilah yang dinamakan gerakan meraih kemerdekaan. dimana melalui tokoh simbol perjuangan bisa memicu orang yang tadinya takut sekalipun jadi pemberani. banyak petani, pedagang,dll dan dari orang yang tidak mengerti apa-apa kemudian menjadi seorang pejuang gagah pemberani.

Bila negara yang tertindas atau terjajah, memakai cara ini dipakai dalam perjuangan, sudah dipastikan akan bisa menggengam hati rakyat. apalagi sang pemimpin itu jago berpidato, layaknya Bung Karno.

Berikut ini adalah contoh pidato, untuk menggerakan hati rakyat banyak:

“Wahai saudara ku sebangsa dan setanah air, saya (nama pemimpin), yang berdiri di hadapan Anda di hari ini, sebagai orang bebas dan saya bersumpah untuk mati sebagai orang yang bebas Seperti Anda.

Saya telah melihat kehancuran berapa bulan ini dan saya juga melihat orang-orang tersiksa, ditangkap, dan dibunuh, tidak ada yang tersisa, kecuali harapan dari perjuangan mereka untuk masa depan yang lebih baik, masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita, dan itulah mimpi kita! 

Untuk harapan yang satu ini saya masih percaya dalam meraih mimpi itu! dan sekarang saatnya bagi kita untuk merangkul cita-cita itu. berdiri melawan penjajahan! karena kita harus memiliki kewajiban untuk diri kita sendiri, dalam memerangi penindasan!

Saya tak melihat harapan itu telah mati atau melihat reruntuhan dan hancurnya harapan kita. malah saya sebaliknya. saya telah melihat tentara yang tidur dan siap untuk bangunkan!

Dunia telah melihat kita sekarang dan kita pasti akan membuktikannya, memperjuangkannya. Saya berdiri dihadapan anda saat ini, juga untuk mengembalikan kebebasan kembali masing-masing dari kita dan juga untuk melindungi hidup kita. karena nasib kita, serta harga diri kita ada ditangan kita.

jadi saya meminta anda sekarang, untuk mengangkat senjata, melawan penjajahan. berteriaklah didepan wajah mereka semua, tunjukan bahwa mereka takkan pernah bisa mengambil kebebasan kita!”

Pidato yang membangkitkan massa banyak harus, di dengungkan keseluruh penjuru bagian negeri, biarkan semua orang tahu, bahkan para penjajah tahu. karena itulah yang diperlukan untuk mengajak, menggetarkan hati rakyat yang selama ini takut dan terdiam.

Kurangnya atau tidak adanya tokoh simbol perjuangan negara terjajah, menjadi pecahnya perjuangan rakyat dan kemudian muncul penindasan baru ditiap harinya kecil maupun besar. karena penjajah tidak menanggap negara terjajah sebagai ancaman, makin besar mereka menindas. dengan ada suatu perlawanan, menandakan bahwa suatu negara tidak pasrah dan diam begitu saja yang membuat diremehkan begitu saja oleh penjajah.

Selain itu si pemimpin pun harus rela mengorbarkan waktu serta nyawa untuk perjuangannya dan jadikan rakyat sebagai orang yang harus dibangkitkan, di beri harapan (bukan PHP), tentu saja si pemimpin itu harus memberikan contoh untuk tetap melawan, dalam kalah maupun menang, bersama dengan pasukannya.

Para pemimpin harus lihai dalam diplomasi, terutama tujuan utama untuk memerdekakan negaranya. seperti dilakukan Sjahrir, Soekarno, Hatta didewan keamanan PBB.

**********************

Sekianlah sudah post Negara Tertindas/Terjajah harus mengikuti/meniru perjuangan kemerdekaan Indonesia jangan lupa untuk baca/nonton video lainnya di:

https://wildanrenaldi.wordpress.com/ Thank you.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang wildanrenaldi

Hi Friend Welcome, thank to visit this Blog, enjoy yourself to Read Post or Comment, Please Enjoy, Thank You.
Pos ini dipublikasikan di Ilmu Pengetahuan, Politik dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Negara Tertindas Harus Meniru Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

  1. Anonim berkata:

    indonesia pukimak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s