Cara Mengatasi Macet Dan Banjir

Waduh dikit2 macet, dikit2 banjir gimana dong? emang kedua masalah ini udah jadi masalah dikota besar, khususnya Jakarta. tiap hari bahkan yang tidak punya kendaraan pribadi pun mengalaminya. post kali ini berupaya memberikan solusi soal ini. but bukannya Pemprov kita juga punya solusi paling “Top Cer”? oh itu beda versi dan versi Post ini cuma ingin share aja, dari 2 penyeselesaian masalah, dibawah ini:

Cara Ampuh Mengatasi Kemacetan

Yang harus diperhatikan adalah jalanannya. karena butuh 4 atau 5 jalur jalan supaya menghindari macet. kenyataanya (standar) cuma 3 atau 4 aja (jakarta). solusi tepat yaitu membongkar bagian tengah jalan! apa itu? kan ditengah jalan banyak penghijauan, pohon, pot2 ,dll. contoh:  Casablanca, Jakarta Timur. sayang banget ditengah jalan cuma dijadiin penghijauan kosong, dibatesi trotoar lagi. bayangkanlah bila jalan tengah itu dijadikan 1 jalur jalanan, tentunya sedikit bisa mengurangi kemacetan.

Di Kuningan, Jakarta Selatan juga ada? usahakan hilangkan semua sistim penghijauan (jangan disitu), coba buat 1 jalur jalan raya, percayalah yang tadinya 3-4 baris jalan, sekarang bisa jadi 5..WHY NOT? intinya mengatasi macet (khusus jalan raya) dimanapun, jangan pernah pake penghijauan, embel2 apa, (kecuali Patung) contoh jalan Jenderal Sudirman) biarkanlah tetap berdiri SANG JENDERAL!! dan minimalis jalan sisinya.

Yang paling kesel dari kemacetan adalah ngantrinya. maka dari itu tugas pengguna jalan (khususnya) sepeda motor, supaya bisa lebih sabar dan ga saling selak atau masuk kedaerah milik mobil. selain kesadaran pribadi harus ada (Pemberitahuan dari Pemerintah) soal ini “Pemerintah ajarkan rakyatmu, seperti kamu mengajarkan anakmu”. contoh: pembuatan iklan layanan masyarakat untuk menyadarkan pengguna jalan, kalo perlu pake “Artis Tenar”, (biar menarik). percayalah kalo Pemerintah turun tangan, (ah paling iklan berapa?), menyadarkan pengguna jalan dengan baik dan benar, yang nonton iklan itu jadi mau coba dan tambah ngerti lagi, “harus begini”. bukan berarti pengguna jalan “kaga Ngerti”. kadang situasi jalan suka berubah, yang motor ngalangin jalan mobil begitu pula sebaliknnya.

Rencana Pemerintah dalam pembatasan kendaraan bermotor, dengan plat nomor tiap hari beda sepertinya susah dicerna. biarkanlah tetap berjalan, tetapi perlu dilebarkan jalan. kayak contoh tadi penghijauan dihapuskan. sekarang bagaimana persoalan BUS WAY, apa perlu busway dihapuskan? busyet! (lihat penjelasan:) kenapa busway harus dihapuskan? busway itu kenyataannya cuma makan jalan doang. banyak daerah Jakarta udah tahu jalur cuma ada 3, satu buat busway…ya macet kan? fungsi trotoar kuning busway cuma jadi jalan selak buat motor doang, ribet kalo gini.

Kalo penghijauan ga ada lagi, yang praktis nambah berapa meter, baru itu untuk busway. pasti bisa bikin busway ditengah jalan dan menggantikan (penghijauan/embel2) yang tidak penting itu. halte harus diminimalisir supaya gak makan tempat. banyak “Otak Encer” arsitek asal Jakarta buat jadi proyeknya. manfaat penghijauan dan embel2 udah ga ada dan tempat itu kemudian buat busway What Happen? jalanan yang sekarang khusus busway, jadi jalanan raya dan nambah jalur lumayan deh biar 1.

Rencana paling “Extreme” (bukan grup band) soal penggantian ganti rugi, sepanjang jalan untuk nambah lagi 1 jalur jalan. misalnya gini: jalan kiri kan biasa ada Warteq, Kios,dll bayarkan ganti rugi kepada pemilik tempat supaya tempatnya dijadikan jalan, tapi harus tanggung jawab. beri tempat sesuai seperti kios dan mereka bisa berdagang disana, ga jauh dari daerah sebelum dan harus bebas dari pemungutan liar (Pungli), karena awalnya bebas kenapa pake “Pungli” ujung2nya?

Harus bertanggung jawab dalam memindahkan (bila ingin) terlibat dari “Proyek Extreme”. tujuan proyek extreme adalah untuk menambah jalur. alternatif lainnya jalan bawah tanah, tapi butuh penggalian, dana mahal. intinya semakin jalan lebar, kemacetan di”Reduction. terus gimana kalo jalanan udah lebar tapi masih macet? tenang solusinya masih ada bro dan (kantong ajaib) solusi berlanjut dibawah ini:

Secara teori kalo jalan lebar macet terkurangi. tapi kadang situasi medan suka berubah malah amburadul. supaya ga gitu harus ada yang namanya pengurangan limit menit lampu merah, tadinya “LOVE SLOW” jadi cepet. kenapa lampu merah dipercepet, cukup 50 detik saja? karena “Ngapain lama2 disono?” itu yang pertama. kedua: (umpama itu jalan perempatan) 50 detik pertama lewat , 50 detik berikutnya juga sama, begitu 2 lainnya (disetiap 50 detik) dan 50 detik dikali 4 = jadi 200 detik, perkiraan 3 menit lebih semua kendaraan diperempatan pada “LET GO” ngacir dan pergi, ga banyak buang waktu. percayalah pengurangan limit lampu merah, pasti ampuh khususnya didaerah rawan macet.

Mengatasi Macet Di Daerah Rawan Macet 

Sudah terjadi ya sudah, kondisi seperti sekarang terima. yang pasti harus ada solusi. kemacetan itu berasal dari banyak kendaraan dan solusi harus ada penekanan, maksudnya: kebanyakan orang punya 2 atau 3 kendaraan tiap 1 rumah dan itu ditambah (salah satu) anggota keluarga naik angkot, bus,dsb. perkiraan dari 4 keluarga: 1 atau 2 orang menaiki motor/mobil.

Situasi tak beraturan ini yang terjadi tiap hari, adalah sebuah masalah. ga mungkinlah melarang orang naek kendaraan, nanti marah & berkata: “ini mobil/motor gue, enak aja larang2!” solusi paling top cer dari masalah ini: pengurangan jumlah kendaraan umum……okelah ngalah sama kendaraan pribadi, mengurangi kendaraan umum, dengan tujuan jangan bercampur aduk.

Buatlah sistim begini, hitung dulu pengguna angkot & bus disetiap daerah, contoh: (di tanjung priuk) 400 orang tiap hari (dan itu ga beraturan) tapi pasti 400 orang. dari 400 orang cukup berapa bus ya? Kopaja (metromini) (kira2) tersedia 25 tempat duduk penumpang. jadi bila 400 dibagi 25 = 16. (perbandingannya) cukup 18 kopaja yang boleh lewat didaerah sana. oke sekarang untuk jumlah mikrolet, angkot,dll kira-kira memuat 12 orang + 2 didepan (14 orang). 400 dibagi 14 = 28, ditambah 16 (metromini) + 28 = totalnya 44 kendaraan dan itu lebih baek, daripada jumlah kendaraan tidak diorganisir.

Ketahuan kan berarti tanjung priuk cukup 44 kendaraan saja, yang lewat. terus gimana sama kendaraan lain: seperti taxi, bajaj, bemo,dll apa perlu diorganisir juga? taxi, bajaj, bemo yang hanya bisa menampung 2 atau 3 orang (beda sama bus, mikrolet, patas,dll). tentu dalam kenyataan sehari2 jumlah penumpang bus, mikrolet,dll itu lebih banyak, praktis taxi, bajaj, bemo,dll lebih dikit. intinya (seperti Mayoritas & Minoritas), prioritaskan Mayoritas terlebih dulu, karena semakin mayoritas ditekan, bila digabung minoritas tidak terlalu banyak kan?

Selain itu kemacetan disebabkan Truk2 besar (wajar) mereka cari nafkah disitu. belum lagi pencari nafkah lain dalam bidang transportasi langsung bayar, bikin ambradul kemacetan. ibaratnya kolam butek, minimal harus di”Filter” dan salah satu harus “out of the business”, alias dipensiunkan. semua kendaraan umum disatu kota, harus seragam (sama). tanpa embel2 transportasi lain, kecuali dari Pemerintah.

kalau gitu berapa banyak supir harus diberhentikan dari pekerjaannya? (sebagai ganti rugi), harus diberikan perkerjaan lain, bila ingin salah satu dihapuskan. Penghapusan (salah satu) unit kendaraan umum dirasa itu solusi paling terbaik, bukannya jahat tapi demi ga nyampur, sumpek dan nambah macet. seringnya bercampur (di satu jalan) itu adalah alasannya harus dihapuskan.

Sepertinya “SISTIM” yang cocok untuk Indonesia adalah, seragam. yaitu ga ada kendaraan umum lainnya selain disediakan pemerintah. misalnya gini: bajaj, bemo, becak,dll (kendaraan non resmi lain) dihapuskan, nanti fungsi kendaraan umum (dari pemerintah), dengan mudah diorganisir sedemikian rupa dijamin “no more” campur sari. campur sari disebabkan karena tidak ada pengorganisiran yang baik, (contoh:) Bintaro macet, pantes kendaraan (non resmi) campur sari sama kendaraan resmi Pemerintah.

Penekanan Terhadap Kendaraan Pribadi

Sekarang saatnya Pribadi yang ngalah dan kendaraan umum tidak ditekan. cara ampuh bukan dari pembatasan kendaraan, tapi dari pembatasan unit produksi. mobil dan motor pasti ada pabrik, berapa banyak diproduksi tiap hari?  buat UUD menyatakan pembatasan produksi, karena apa (penjelasan) ini dapat dijadikan acuan: sekarang ditanya berapa banyak kendaraan yang rusak tiap hari: puluh, ratus (mungkin). dan ga ada yang abadi didunia ini, termasuk mobil/motor yang masih mulus pun, tiap hari akan hancur, rusak, curanmor/bil,dll. solusi dari peristiwa “Meyebalkan” itu adalah membeli.

Saat UUD disahkan dan dibatasi unit kendaraannya, dipastikan Honda stok terbatas lari ke Yamaha. (sekali lagi) tujuan bukan untuk kejam, melainkan membatasi Jumlah Kendaraan yang terus meningkat dari jumlah. semakin orang dihadapi dengan pembatasan ini, semakin dia sadar & setia terhadap yang ada. “ganti mobil tiap 4 tahun sekali” ato yang kuliah, yang kerja, yang sekolah cukup satu mobil. mungkin teori begini, prakteknya pasti berubah? seengaknya ada sedikit usaha dalam mengatasi kemacetan.

Cara Ampuh Mengatasi Banjir

Yang harus diperhatikan pertama adalah “WADAH” tempat menampung air banjir itu sendiri. semakin penampungan air banjir “Guede” semakin bagus bukan”Paranoid”. contoh gini: setiap kota besar atau setiap daerah desa ada namanya “Pengairan Pembuangan Air” (got, selokan) apapun namamu? tapi dirasa tidak cukup dalem/lebar. berapa sih kedalaman bawah bumi? 10.000, 100.000 atau 1000.000 meter? tak terhingga pasti. lalu kenapa cuma 100-400 meter saja (standar selokan umum?). tambahkan lagi lebih meter, biarkan orang kejeblos (salah sendiri). intinya selokan dijakarta (lalu diikuti) semua daerah lain…ehmm kurang dalem/lebar, ga layak dijadikan tampungan aer kalo banjir.

Contoh sukses adalah BKT (Banjir Kanal Timur). BKT  terbukti mengurangi banjir 15% dan progam milik Sutiyoso dan Fauzi Bowo didaulat berhasil, karena sewaktu banjir melanda jakarta bulan februari 2014, memang ada berapa terkena dampak. tetapi untuk warga yang tinggal ga jauh dari BKT ada ga terkena dampak. padahal Bundaran HI ampe kelelep, menandakan banjir besar.

Lah kenapa bisa gitu? karena kedalaman drainasenya BKT, luas: 207 km2 bisa mengurangi 13 kawasan rawan genangan. bayangin deh kalo selokan besar, lebih dalem, dijamin nampung air banjir jadi lebih banyak. standar selokan umumnya hanya 100-400 meter, busyet mana cukup nampung aer banjir? udah gitu Piyik-Piyik! luas/lebar berapa? pantes banjir terus!

Cara Menangani Banjir Dengan Cara Memperhatikan Lingkungan.

Yang harus diperhatikan adalah soal mampetnya, kasihanilah Pemerintah kalo banjir “Blusukan”. semuadisebabkan oleh sampah yang ngambang di kali mampet dan menghambat laju air. supaya tidak kasak-kusuk setelah kejadian, semuanya bisa dicegah dengan baik dan benar.

  • Pertama: Butuh kesadaran masyarakat, terhadap buang sampah pada tempatnya. (kalo males) ya ampun bro!!!!!! Mbah Maridjan aja, di usia 83 tahun, sanggup jalan ke puncak! masa gitu doang males!  
  • Kedua: Harus ada “Pengarahanan dari Pemerintah” entah iklan, media cetak, media sosial,dll, ya pendekatan kemasyarakat banyak. kalo perlu tayang iklan pas Sinetron. sekalian promosiin sana-sini, percayalah ini adalah salah satu cara untuk pencegahan banjir melalui pendekatan. semakin masyarakat disadarkan (istilahnya) semakin mereka tak coba buang sampah sembarangan, dikali, sungai,dll. bandingkan kalo tanpa ada sosialisasi: cuek, bodo, EGP.

Intinya masalah lingkungan harus diperhatikan betul. karena saat banjir nanti lingkungan yang sudah bersih jauh dari sampah menumpuk. belum masalah kotoran tinja, limbah,dll saat tercampur banjir, tidak merugikan oleh dampaknya.

Pembuatan Water Tunnel (Terowongan Air)

Untuk mengatasi banjir dibutuhkan terowongan pembuangan banjir yang dapat diarahkan ketempat dimaksud. contoh: membuat terowongan air di jauh bawah kedalaman tahah 1000/2000 meter. setelah digali buat jalanan bawah tanah ketempat dimaksud (umpama: danau buatan). seperti halnya lubang goa. jalan bawah tanah juga harus dilapisi dengan baja sisi2nya, seluruhnya, tujuannya melindungi kemandekan saat air banjir melewati Watter Tunnel. proyek ini ber Miliaran, bahkan bisa Triliunan, tapi efektif untuk mengarahkan air banjir.

Danau buatan yang sudah disiapkan, harus bisa menampung jutaan galon air banjir. semakin banyak dibuat Water Tunnel sangat efektif mencegah banjir dan tiap jalanan atas harus ada lubang air yang bisa menceburkan langsung menuju ke Water Tunnel ini, jadi tak perlu selokan lagi.

Mengatasi Banjir Melalui Mengganti Sistim Irigasi Ala Belanda.

Kebanyakan sistim irigasi negeri Indonesia adalah warisan negara yang dulu menjajah yaitu: Belande, Kompeny & VOC, peninggalannya pun bikin repot. bukan cuma dari irigasi, misalkan bangunan kuno Belanda, dengan Setan/Hantu belanda di dalamnya, (bonus souvenir). sistim irigasi belanda yang dirancang khusus dan dioperasionalkan (meski oleh orang pribumi), tetep itu buat kepentingan Belanda, jadi tidak efektif mencegah banjir.

Yang harus diperhatikan adalah “Volume Air” banjir? bukan tinggi/lebar, percuma waduk tinggi/luas bisa jebol! ubah sistim “Ganti sebelum celaka” bukan perbaiki “sesudah celaka”. pengecekan rutin dan sistim pergantian standar alat jenis baru harus diupgrade dengan cepat!! ganti yang karatan dan buang yang rusak, buat apa di pertahankan? dana cepat + keseriusan Pemerintah, bila sistim berjalan baik, akan mengurangi banjir.

Intinya jangan terlalu terpaku terhadap sistim lama sekarang ini, sudah saatnya membuat sistim baru untuk diterapkan (bila efektif), manfaatkan SDM, juga keseriusan dalam dana/berkerja, juga support tidak terhingga dari pemerintah, demi mencegah banjir. percayalah, pasti top cer!!!

**************************

So selesailah, Post Cara mengatasi Macet & Banjir dan jangan lupa untuk baca/nonton video di: https://wildanrenaldi.wordpress.com/, lainnya, thank you.

 

 

Tentang wildanrenaldi

Hi Friend Welcome, thank to visit this Blog, enjoy yourself to Read Post or Comment, Please Enjoy, Thank You.
Pos ini dipublikasikan di Ilmu Pengetahuan, Politik dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Cara Mengatasi Macet Dan Banjir

  1. eko mau jelaskan berkata:

    bisa .ya ,future saya jalanan didunia persis ky elevator datar berjalan. semua terlihat nyaman. jadi sdh gk ada kendaraan lagi.

  2. eko mau jelaskan berkata:

    menurut penglihatan masa depan sy jalanan berubah total. sudah tidak ada polusi lagi kok bisa .ya ,future saya jalanan didunia persis ky elevator datar berjalan. semua terlihat nyaman. jadi sdh gk ada kendaraan lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s