Krisis Moneter Indonesia Sampai Kapan

Semua orang di Indonesia ingin keuangannya terus stabil seperti dulu. coba ingatlah kembali ditahun 1960an sampai ke 1990an, dimana harga2 murah dari sembako terus ke semua harga barang dan bandingkan (ke masa kini) harga bensin Premium saja Rp 6.500 perliter dan percaya atau tidak? dimasa tahun 1998an, bensin hanya RP.1200 perak!! dan itu baru bensin, bayangkanlah untuk semua barang.

Krisis moneter di Indonesia sejak tahun 1998an, benar-benar membuat “Rakyat Indonesia Menanggis” istilahnya. efeknya menyebabkan harga melambung tinggi dan masyarakat “Wajib Pintar” dalam menjangkau harga lebih murah. seseorang juga harus bisa memutar otaknya kemudian menunda sesuatu yang lebih penting dahulu. kenapa sih Krisis Moneter terjadi dinegeri penduduknya lebih dari 230.000.000 juta ini, padahal Indonesia kan punya banyak Ahli Ekonomi yang bisa mencegah? apa efek terburuk dari penderitaannya? semuanya  dibahas, setajam silet:

Krisis Moneter Di Indonesia

Krisis Moneter Asia dibuka oleh Negara Thailand sejak tahun 1997, yang juga krisis. kemudian memengaruhi mata uangbursa saham, harga aset lainnya dinegara-negara Asia, termasuk Indonesia (sekitar 1998an). sejak itu berapa negara Asia, mengalami gonjang-ganjing, tetapi tak memiliki dampak panjang.

Apakah Negara China apakah masih dibilang Krisis Moneter? jawabannya “No Way!!!” prestasi yang bagus ditunjukan Negara China era 2010 keatas adalah pengakuan sebagai kekuatan “Financial Terbesar” dan bersanding dengan “Negara Kaya” lainnya….lalu kenapa Indonesia, masih begitu-gitu saja yach? Jawabannya satu yaitu: kebangkitan disektor keuangan Negara Indonesia (yang juga pesat) di era Global 2010an, tetapi sayangnya untuk faktor Perusahaan, bukan seluruh negara. memang negara juga pesat dari pendapatan…tapi nyatanya tak merata kesemua “Rakyat Banyak”

Indonesia memang punya pendapatan keuangan dalam pertahunnya baik, data GDP (Gross domestic product) atau Produk domestik bruto mencapai:

PDB (KKB) Perkiraan 2011
 –  Total Rp. 10,706 triliun (AS$ 1,121 miliar)[3] 
 –  Per kapita Rp. 44,885 juta (AS$ $4.700)[3] 
PDB (nominal) Perkiraan 2011
 –  Total Rp. 4,821 triliun (AS$ 846 miliar)[3] (17)
 –  Per kapita Rp. 36,261 juta (AS$ 3.797)[3] (110)

Coba deh bandingkan dengan Negara Kamboja:

PDB (KKB) Perkiraan 2012
 –  Total $36.540 juta 
 –  Per kapita $2.395 

Ya lumayan deh, negara Indonesia sekarang juga boleh berbangga, tetapi (dengan harapan) semoga dimasa depan keuangan, bisa lebih baik lagi. permasalahnnya adalah: apakah dengan GDP Negara dari “Duit Segepok” itu, bisa mencegah Krisis Moneter dan menjadikan normal seperti dulu? (Dollar cuma RP 2.500) dan sekarang ini RP. 10.000an. jawabanya: “Lagi-Lagi” kita berharap, apalagi masa pergantian Presiden (2014) ini, semoga ada keajaiban menyertai orang-orang didalamnya.

Efek Krisis Moneter Ditengah Masyarakat

Bukan membandingkan, yang keuangannya baik (ga ada masalah) untuk biaya hidup besar, seakan krisis moneter tidak melanda mereka (bukan syirik atau iri), kadang hidup emang begitu kok. bagi yang keuangannya (maaf) kurang, pastinya harus lebih bisa bersabar. contohnya gini: dulu harga stabil…harga barang terjangkau…sekarang beli satu barang, belum tentu barang yang lain kebeli. “nanti aja deh” ya sabar “ngumpulin duit” baru “beli”

Contoh tadi berbeda dengan “Di Masa Lalu” yang kalo beli bensin, rokok, sembako duit “Seban” (sepuluh ribu), bisa dapet banyak banget. “Goceng” (Lima Ribu) ibarat dijaman sekarang (yang mungkin) sekitar (RP 50.000) dalem 1 jam aja “Ga ada artinya bro!”

Maksudnya Gini:

Pasaran Harga bensin sekarang 2014: 6.500 (untuk Premium) & 11.000an (Pertamax). perbandingan pengeluaran motor bebek 15.000 ribu (untuk 2 Liter lebih). Sisa uang sekarang adalah: (RP.35.000). dari duit RP 35.000 tadi, terus beli rokok (tarulah itu Merek Marlboro) dengan harga sekitar RP.15.000an. nah uangnya sisa tgl brp: RP 20.000 kan? 

Duit dua puluh ribu rupiah, belum lagi Haus, Laper (kadang ngirit), sory banget ini cukup besar buat belanja oni-ini. maka dari itu (orang) harus puter otak, selain ngirit juga belanja seperlunya aja.

Efek terbesar dalam Krisis ini, salah satunya adalah: “kebodo-amatan”, ini berpengaruh banget. soalnya gini: orang capek-capek cari duit, pastinya bangga dong dan kebanggaan itu yang finansialnya baik…merasa “Ini kan hasil kerja keras gue” terus muncullah sifat ke Individual. dari Individual timbullah tidak peduli dengan lingkungan sekitar atau mementingkan diri sendiri…kemudian “kebodo-amatan” jadi bagian dalam hidupnya.

Ada orang susah, manusia tadi berpikir “cari duit dong, gue aja sukses karena usaha” terus orang susah itu, nggak dibantu. “untuk apa bantuin orang segala, buang-buang duit aja…bodo ah”…..itu salah bro!. membantu orang meskipun tanpa “Finansial” apapun itu, (contoh) cuma sedikit Tips, lebih baik daripada ga sama sekali. oleh sebab itu situs Wikipedia (salut banget deh) mereka itu “Anti Iklan” supaya situsnya dilihat orang banyak, untuk kelangsungkan situs mereka, mereka meminta Donasi (sumbangan) uang berapa saja (terserah). bukannya apa? kalo dipikir2 YouTube aja udah banyak iklan…mereka (Wikipedia) tidak mau orang yang baca jadi terganggu karena iklan!!!!!!!…salut kan? pendiri Wikipedia adalah Jimmy Wales, salah satu orang “Idealis” yang masih ada, didunia ini.

Kalo tadi efek buruk adalah bodo amat (yang ke2) paling terparah adalah: rela melakukan apa aja demi uang…wow!! ga peduli moral, etika,dll maaf bukan menuduh (personal), kasus Korupsi yang banyak merebak adalah contoh: koruptor juga manusia dan mereka juga ingin hidup makmur dari kerasnya hidup di “Krisis Moneter”. sebabnya demi keluarganya, dirinya, asal bisa dapet makan enak, belum lagi sekunder Mobil, Tv, Elektronik,dll. terpaksa tersangka koruptor melakukan hal itu…karena apa? “Siapa sih kaga mau kaya?”

Masalahnya gini, orang yang jadi kaya dengan cara bertahap “siapa yang tahan” bagi orang yang ga sabaran, mereka berpikir “belum tentu hidup jujur, bisa jadi kaya raya”, berarti orang itu…tidak percaya diri…dalam menghadapi hidup…padahal banyak banget orang “Sukses” dari bawah (ga korupsi) dan mereka bisa menikmati hasilnya….walaupun lama.

Cara Pemerintah Me-Normal-kan Krisis Moneter Di Indonesia

Prabowo Subianto dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindrapernah mengungkapkan fakta: bahwa 1 orang di Indonesia memiliki hutang yang harus dibayar sebesar: 7 Juta Rupiah. artinya membuat normal indonesia lagi, dengan “Populasi” penduduk sebanyak 237,424,363 (bila dikalikan 7 Juta), totalnya adalah = RP. 1661970541000000 (ini adalah nominal hutang yang harus dibayarkan).

Masalahnya apa mau semua orang mau bayar, 7 Juta Rupiah? sedangkan maaf banyak masyarakat Indonesia yang hidup digaris kemiskinan, boro-boro duit 7 Juta (andaikata) punya 7 Juta…mending juga buat biaya hidup. makan aja susah dan teorinya bisa menyengsarakan rakyat nanti. cara menormalkan paling terbaik adalah: “Stop Hutang” dan jangan pernah menambah hutang lagi dan negara Indonesia harus serius membayar hutangnya (secara konsisten), secara pelan-pelan. jangan pernah tergiur untuk masuk kantong sendiri, itu kan uang yang menyelamatkan “Bangsa ini” masa tega makan uang pembayaran hutang, demi “Bangsa Sendiri”?

Selain itu, semua pihak diharap mau bekerjasama, saling bahu-membahu, tak saling curiga dan rela menyumbang kepada pemerintah. dengan cara bersama Pemerintah & Rakyatnya, dapat melunaskan hutang dengan bahu-membahu. sebagaimana kerjasama berjalan harmonis? Pemerintah yang mengurus pembayaran hutang dengan cara adil, tanpa kecurangan. Rakyat menyumbang uang mereka dengan: Ikhlas, Senang dan Bahagia.

Menghadapi Hidup Ditengah Krisis Moneter, Bila Keuangan Pas2an

Tak ada cara ampuh dalam menangani Krisis Besar yang melanda, kecuali kebijakan cara seseorang untuk menyelamatkan dirinya sendiri dari krisis tersebut. yang terpenting adalah jangan menjadikan masalah semakin berat seolah-olah “Tak ada jalan keluarnya”. kematian bukan solusi, itu hanya “Si Pengecut” berlari untuk selama-lamanya dan orang yang masih hidup nanti menanggungnya. saat orang dilanda Krisis Ekonomi “Pelajari” dahulu krisis tersebut, cari solusi dan hadapi walaupun bagaimana pun (jangan lari).

Lihat apa yang bisa kamu lakukan dan bila tak ada titik temu, itu beda lagi. lebih baik mencari aman saja dibanding, harus berutang dan berutang lagi. (direkomendasikan) menjauhkan dari Hutang dan mencamkan diri sendiri terus membayar hutang bila ada hutang, karena suatu saat akan menjerat. percayalah…..jangan pernah berhutang uang kepada siapapun juga, suatu saat kamu akan susah + harus membayar hutang lagi, sedangkan kebutuhan harus dikeluarkan…jadi dengan menciptakan pribadi “Tanggap” langsung mebayar hutang cepat, tanpa menunda, kamu tinggal menghadapi masalah yang ada saja.

Susun keuangan anda dengan cara mengirit keuntungan yang kamu dapat. umpama dapat 2.2 Juta perbulan, berati bersih 1.2 Juta dan 1 juta lagi untuk pengeluaran (dan bila perlu) pengeluaran itu lebih kecil lagi. pastikan lebih irit dalam membelanjakan kebutuhan. mengatur pengeluaran juga sangat perlu, tulislah di sebuah buku (kalau perlu yang besar) dan setiap ada pengeluaran catatatlah (begitu pula) pendapatan kamu. semakin kamu terus mencatat pengeluaran kamu, semakin mengerti bahwa pengeluaran bisa ditekan nantinya (dibanding) keluar tanpa catatan. saat mengeluarkan uang juga disiapkan (kalau perlu di Klip). ini uang untuk itu, ini uang untuk ini, jangan tercampur. jadi dengan cara menyususun keuangan kamu, semakin lebih baik.

Kemudian jangan tergoda membeli sesuatu yang tak penting, kadang nafsu belanja susah dihentikan, tapi bila budget kedepan “gugur” karena membeli sesuatu tak penting itu, bersabarlah, kumpulkan uang baru beli kemudian hari. menekan nafsu membara juga harus ditunjukan saat menyimpan uang didompet, kadang bila uang tercampur “Tak Sadar” untuk dikeluarkan, pas dihitung “Kok Tinggal Segini?” oleh sebabnya susun uang didompet kamu, recehan-recehan, ribuan-ribuan dan ratusan-ratusan (jangan bercampur).

Yang paling utama adalah membelanjakan uang dengan harga murah untuk kebutuhan kamu. maksudnya gini: beli rokok langsung satu dus, dibanding terus ngeteng dan harganya pun (bila dihitung) ternyata lebih mahal, begitu pula barang lainnya. memilih tempat belanja yang lebih murah, itu adalah tindakan bagus. udah gitu ganti merek barang kebutuhan, dengan merek sedikit murah, contoh: Pepsodent ke Ciptadent atau Aqua ke Ades. kadang barang merek murah (yang penting ada DEPKES) no problom kok.

Menyusun Hidup Kedepan Meski Krisis Terus Melanda

Jangan berpikir hidup untuk hari ini saja. tapi hari, bulan, tahun kedepan.(semisal) terus diberi hidup kehidupan terus berjalan dan jaman sekarang tanpa uang pegangan yang cukup (ngaruh banget) hidup semakin berat. uang bisa meringangkan beban seseorang kerena memang uanglah biang keladi atas munculnya Krisis Ekonomi kan? jadi menabunglah selagi dini, biar dimasa mendatang kita diringankan oleh tabungan anda.

Kamu bisa menabung mana saja (di Bank) juga bagus. yang penting dalam menghadapi krisis ekonomi adalah menabung (salah satunya) dan jangan sampai uang terus habis, sedangkan dimasa mendatang diprediksi harga melambung naik. dari pedapatan bisa disisihkan berapa untuk menabung, tapi sesuaikan dengan budget juga. bila memakai cara tabungan (no bank) juga boleh, melalui celegan sepertinya baik asal terarah.

Investasi juga baik kok, Invest itu ada berbagai cara ada di tanah, uang mengalir, emas,dll yang kecil juga ada. di masa sekarang memang orang harus kudu hati-hati dalam berinvestasi, banyak dari contoh penipuan “bawa kabur uang entah kemana?” ini sering banget terjadi. janganlah terbawa nafsu dalam berinvest, apalagi menyerahkan langsung segalnya (ini salah besar!) bila punya modal 100 Juta, investlah 20 juta. mulut manis seseorang harus diwaspadakan, belum tentu orang itu mau bantu kan? kalau dia nipu gimana? jangan langsung terpengaruh.

Banyak cara mengolah uang kamu: mulai dari Bikin Usaha (kecil/besar) yang penting uang berjalanan. atau Deposito ke Bank (kamu cuma) ambil bunganya saja? terserah sip deh. siapkan Finansial terbaik mulai hari ini, diantara kegilaan jaman masa mendatang, yang tantangan akan semakin lebih berat lagi dan juga persaingan. ya semoga biar krisis tapi nanti tidak mempengaruhi krisis di kehidupan deh.

Sekianlah Post Krisis Moneter Indonesia Sampai Kapan? dan jangan lupa untuk nonton video dan baca post lainnya di:

https://wildanrenaldi.wordpress.com/ Thank You, Sip Deh.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang wildanrenaldi

Hi Friend Welcome, thank to visit this Blog, enjoy yourself to Read Post or Comment, Please Enjoy, Thank You.
Pos ini dipublikasikan di Ilmu Pengetahuan, Politik dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s