Penyebab Masalah Di Negara Indonesia

Semua Negara Dunia pasti punya Problematika, tapi kenapa yach Negara Indonesia selalu dilanda masalah terus menerus, ga kunjung usai lagi? mulai dari yang kecil bahkan yang besar. kalau dibilang wajar setiap negara dunia juga sama, Indonesia sebenarnya masih banyak hal yang harus dilalui, untuk lebih baik lagi dan umurnya pun baru 69 Tahun (hitungan 2014).

Masalah terus berkembang itu, semuanya tak lepas dari penyebabnya: “ada api ada asap”. so apakah saja kah itu? yang membuat Indonesia terus dilanda masalah? akan dibahas tuntas dibawah ini:

Penyebab Pertama adalah: Tidak ada kebanggaan terhadap negeri, seolah membuat orang-orangnya menjauh dari kecintaan terhadap Negeri. dan masih banyak orang (negeri sendiri) yang tidak bangga terhadap negaranya.

Amerika Serikat, dengan impiannya “American Dream” adalah produk yang bukan hanya dipakai oleh orangnya sendiri, tapi juga oleh beberapa negara menggunakannya. (barangkali) untuk bisa merasa bangga dengan negaranya. inti dari American Dream adalah: Cita-cita kebebasan meliputi kesempatan bagi kemakmuran serta kesuksesan, itu adalah kebijakan yang baik. sampai sekarang (walaupun berkurang dari survei) ada aja orang yang menganggap itu bagus.

Pernah dengar namanya “Deklarasi Kemerdekaan“? film Hollywood banyak sekali bertema soal ini: National Treasure dan “The Pursuit of Happyness” contonya. arti film kedua adalah (mengejar kebahagiaan), yang dianut dari salah satu isi Deklarasi Kemerdekaan yaitu: Hidup, Kebebasan dan Mengejar Kebahagiaan (Life, Liberty and the Pursuit of Happiness). bukan hanya difilm, tapi masyarakatnya rela menjalankannya dari karya Thomas Jefferson,dkk itu.

Intinya dari semua ini adalah: tidaklah mungkin menjadi (mengakar), bila tanpa ada kebanggaan terhadap negaranya. tanpa kebanggan seseorang bisa saja melupakan deklarasi itu, dibiarkan usang dan ketinggalan jaman. yang jadi pertanyaannya: “Apakah sudah bangga menjadi orang Indonesia?” itu saja pertanyaannya, jangan dulu ke Deklarasi.

Maaf yach bukan menghina, bukannya banyak sekali orang Indonesia tidak bangga dengan negaranya sendiri (benar kan?) bisa juga salah. yang mungkin disebakan oleh banyak hal mulai dari kasus, kelakuaan, masalah yang tak kunjung henti dan orang2nya,dll, membuat mereka malas dan menganggap tidak penting soal itu. akan tetapi yang hebatnya (Nasionalisme) masih ada didarah orang Indonesia, lalu kenapa Nasionalisme tersebut tidak dijadikan kebanggaan (layaknya) Deklarasi Kemerdekaan “Amerika Serikat”? yang pasti Indonesia ini harus punya “Brand” atau (pengembangan lagi isi Pancasila), “Ciri Khas” bisa juga motto: “kebanggaan” supaya orang2nya pun merasa bangga.

Apa saja “Brand”/Ciri Khas, itu? tentu saja itu masalah “Pemimpin” yang semoga saja bisa membuatnya efektif, merata kesemua orang banyak. maka dari itu (Indonesia) butuh pemimpin yang bukan hanya dari “Pembangunan” saja, melainkan segala aspek demi kepentingan bersama. saat ini banyak sekali pemimpin Indonesia yang tidak asing ditelingga kita:

Mereka telah memberikan sumbangsihnya terhadap negeri ini, dengan gaya khasnya masing-masing. tapi mengapa “Ada Saja” orang yang belum puas juga, oleh jerih payahnya? padahal mereka sudah memberikan sesuatu untuk negeri. apa penerapan ke masyarakatnya kurang atau tidak bisa diterima? biarpun begitu mereka sudah melakukan yang terbaik toh, karena mereka juga ingin Indonesia lebih baik. memang saat berhubungan dengan teknis (aspek “Kenyataan” berbeda dari pikiran) tentu saja tidak mudah melakukannya seperti: “Akrobat Sulap”, keajaiban, langsung menjadi, karena mereka juga manusia toh. oleh sebabnya “Tidak Baik” menuntut sesuatu seperti keajaiban, segala sesuatu semua perlu proses dan bagaimana seseorang bisa sabar melewati proses itu….bersama.

Kesimpulan terpenting kebanggan terhadap negara, juga dapat diperoleh dari kesabaran serta kepercayaan masyarakatnya terhadap Pemimpinnya, tanpa itu: “induk burung akan pergi keselatan, sedangkan anak induk tersebut terbang kearah utara”. sang pemimpin harus memberikan sedikit keajaiban (bila tidak bisa) berikanlah tanpa kecemasan, “agar semua orang tahu mereka berjalan bersama, bukan sendirian” (sungguh-sungguh dilakukan) dan jangan berikan aturan tidak sesuai, kecuali masyarakatnya sudah menyetujuinya (dari suara terbanyak).

Penyebab Kedua adalah: Persoalan internal tak kunjung usai, mengikis persatuan dan nasionalisme 

Orang Indonesia Vs Orang Indonesia, padahal berapa banyak Orang Bule, belajar budaya negeri ini? orang bule sono ada yang tertarik, bahkan cinta dengan Indonesia. mereka ga tahu atau tahu tentang percekcokan dengan orang negeri sendiri, tetapi rasa cintanya tak juga luntur, Hebat Kan? disisi lain kita sedang berantem membela kepentingan kita dan disisi lain, ada orang lain malah memuja negara, yang orang-orangnya lagi berantem itu…tanpa disadari.

Jadi penyebab melawan orang sendirilah yang membuat orang jadi Benci, Males dan Ogah-ogahaan. kalo udah gini, boro-boro Nasionalisme apalagi persatuan, “lebih baik pentingin diri sendiri ah” dan kebersamaan untuk membangun negeri luntur seketika saat ini juga. “Untuk apa gabung dengan orang itu?” bla…bla…bla. coba deh andaikata 2 kepala yang berperang, menjadi satu? bersama membela negerinya….itulah modal yang cukup demi masa mendatang, generasi, tentu saja untuk orang yang bersatu tersebut.

Contoh kelabu yang (sory nich) telah memupuskan kebersamaan demi bangsa dan negara, dialami oleh Dunia Advokat kita yaitu dari “Persatuan Advokat Indonesia” Peradi  dan Kai (Kongres Advokat Indonesia). keduanya berseteru sampai saat ini, yang padahal bila digabung menjadi satu akan menjadi kekuatan untuk membangun negeri (sudah dijamin). 

Otto Hasibuan (Ketua Peradi) dan Indra Sahnun Lubis (Ketua Kai), dua pria yang tergolong jujur ini, mereka berpendidikan dan punya kemampuan untuk memajukan sesuatu. yang kadang dalam perjalanannya, pertentangan menjadi makanan sehari-hari. “Cobalah Bayangkan” bila 2 Ketua ini menjadi satu, duduk dalam kesatuan demi kemajuan Advokat Indonesia, lalu apa yang terjadi?

  • Tidak adanya pihak dirugikan, disebabkan karena memilih pihak yang satunya. khusus dipersidangan (setelah) semuanya menjadi satu banyak sekali pengacara leluasa, tanpa harus membebankan dari perseteruan panjang ini.
  • Organisasi Advokat dibawah satu naungan bersama, bukan 2 lagi seperti sekarang ini. yang kadang seseorang pengacara bisa diusir dari pengadilan, karena tidak ada izin dari organisasi resmi.
  • Atas nama hukumlah itu mereka berkerjasama menyelesaikan masalah yang ada, untuk kemajuan bersama pula.

Jadi janganlah pernah beranggapan bahwa kepentingan mereka hanya milik mereka, itu salah. berapa banyak kah Advokat negeri ini dirugikan (terutama lulusan baru), karena keduanya masih berseteru? bandingkanlah dengan bila sudah bersatu, apa efek terbesarnya bagi mereka? tentunya arah kemajuan Advokat tanpa pertentangan.

Dari cerita orang yang pernah mengikuti ujian Peradi, mulai dari lulusan Universitas atau sudah berpengalaman dalam profesinya. setelah mendengar (biar cuma) dari cerita mereka, banyak sekali menyatakan betapa tegasnya dibawah naungan Otto Hasibuan,dkk. asal tahu saja, yang bekerja dibidang hukum bertahun-tahun saja, menggulang sampai 6 kali ujian Peradi. (rasa simpatik tentu untuk mereka yang tidak lulus) dan sangat mengerti bahwa tesnya sangatlah sulit, tak jarang hanya sedikit orang (tiap tahunnya) bisa lulus ujian Peradi.

Ketegasan Otto Hasibuan itulah bila digabungkan kemampuan Indra Sahnun Lubis, nanti apa yang terjadi? pikirkanlah soal itu: demi kemajuan bersama, manusianya, masyarakat, negeri serta masa depan bangsa. mereka berdua (sudah pasti) akan memajukan Hukum di Indonesia, yang belum bisa terwujud disaat ini kerena keduanya, masih belum mau bersatu dan berjalan bersama.

Ini baru contoh dari 2 Organisasi Advokat Indonesia, lainnya banyak lagi dari Perusahaan ke individu, kelompok,dll semuanya seperti berperang satu sama lain. untuk memperebutkan atau membela kepentingan masing-masing (bukan kepentingan bersama), negara dan kemajuan demi generasi masa depan nanti.

Ada pepatah mengatakan: “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” tanpa persatuan bagaimana negara bisa maju bersama? singkirkanlah masalah anda dan mulailah untuk memulai kedamaian. (sekali lagi) demi masa depan negeri. pepatah 2, 3, 4 kepala lebih baik dibanding 1 kepala, ternyata ada benarnya kan?

Penyebab Ketiga adalah: Tidak percaya terhadap orang negaranya sendiri, juga penyebab negara Indonesia tidak berkembang.

Banyak orang hebat di Indonesia, tetapi kenapa tidak didukung? padahal Ilmuwan, Orang Kreatif, Pencipta, serta Pengharum Bangsa,dll sangat penting tidak boleh dilupakan. karena mereka juga pembawa kejayaan negeri.

Percaya atau tidak? Ilmuwan AS pernah nghabisin uang 150 Juta Dollar. WOW! “Pekgo” Juta Dollar, banyak bener? itu buat pembuatan Stasiun Luar Angkasa Internasional, dan hasilnya Pemerintah Amrik bisa menikmati bersama dengan rakyatnya, meskipun harus tekor uang (no problem) yang penting, “Negaranya Maju”.

Coba deh dana 150 Juta Dollar itu untuk Ilmuwan Indonesia…apakah kamu percaya terhadap ilmuwan tersebut? kemungkinan besar pastinya bakal ada kemajuan Ilmu Pengetahunan negeri sendiri and it’s so cool. permasalahannya terletak dari “Tidak Percaya?” yang sudah menjadi sebab akar ketidakmajuan negeri. “takutnya nanti masuk kantong sendiri, duit sebanyak itu” (mungkin) orang berkata begitu saat nonton berita di tv, efeknya ilmuwan itu jadi “Kurang Maksimal” karena tidak didukung, diragukan pula.

Ketidakpercayaan juga berlangsung diberbagai aspek, terhadap birokrasi, para politikus, pemerintah sendiri, bahkan tukang somay beli goceng kok dikit! lantas siapa dong yang kita percayai? Spiderman, Batman, Superman? jangan aneh-aneh deh…terima saja orang negeri sendiri, percayailah produk dalam negeri dengan penuh kepercayaan.

Dengan kepercayaan terhadap orang negeri sendirilah (tanpa melihat status, fisik) hanya karena kemampuannya saja, berapa banyak nantinya jasa orang tersebut memajukan negeri? yang kadang masih ada “Beberapa orang” memilih melalui istilah “Pantas Tidak Pantas” dan kepantasan itu (seharusnya) hanya dinilai melalui kemampuannya, bukan melihat seseorang dulu, baru belakangan kemampuannya (ini salah) dan kemudian hari lalu menyesal.

Dari kemampuan, kualitas diri itulah menuntut pemilih lebih bijak, karena dari merekalah arah kemajuan atau kemunduran negeri terjadi. tapi hal itu wajar banget sih (bisa dimengerti) kenapa begitu? keinginan masyarakatnya ingin sekali memajukan negeri kuat seperti masa lalu atau lebih baik, jadi mereka memilih yang terbaik dari yang terbaik…sayangnya itu bukan dari kemampuannya.

Apa yang terjadi bila belakangan yang dipercayai mengecewakan orang yang memilih? kesimpulan besarnya terletak pada: “Bisa tidak, memenui ASPIRASI” itu saja kok, bila tidak bisa…banyak pohon tumbang padahal masih “Setengah lebih umur. jadi para pemimpin tersebut, jangan terlalu ke kepentingan diri sendiri…apalagi terlalu menggebu.

Penyebab Keempat adalah: Tanpa disadari negara lain sudah membuat ini dan negara sendiri masih berkutat soal yang itu-itu saja.

Persoalan yang itu-itu saja disebabkan karena (ada bagian) dari penyebab kedua ditambah oleh menghabiskan waktu yang percuma. masalah moral, kelakuan (asal tidak parah), keinginan diri, kemauan yang direalisasikan seseorang,dll seharusnya itu milik mereka sendiri bukan khalayak ramai (kecuali) berhubungan masalah orang banyak, contoh: Presiden dicibir oleh rakyatnya sendiri, karena hidup bermewah-mewahan.

Seseorang harusnya mengerti apakah itu “Masalah Pribadi” dan “Masalah Bersama”. untuk masalah pribadi, harus diingat seseorang punya “Privasi” dan itu adalah hak seseorang yang tidak boleh diganggu. tapi ada saja yang masuk mengurusi “Privasi” orang tersebut yang kemudian disebut: “Gosip”. selepas dari tidak setuju masalahnya diumbar ke orang banyak, tetap saja lidah tidak bertulang tersebut, telah menghabiskan waktunya untuk begitu-gitu aja.

Bergunaan mana? waktu yang dibuang untuk “Gosip”, sama diarahkan untuk membuat jembatan (misalnya) demi kepentingan bersama? tentu saja dong membuat jembatan lebih baik (biar capek) tapi berguna ada hasil, dibanding cuma gosip “Tidak Bergerak” mengurusi masalah orang lain, yang sebenarnya (tanpa izin) dari yang punya masalah….itu bukan urusannya.

Dari sudut warung, sudut jalanan, halte,dll mereka membuang waktu percuma demi keingintahuan dan kepuasan “Mengobrol-ngobrol” semata. sedangkan masih banyak harus dilakukan dan tanpa disadari “Negara Lain” (kecil maupun besar) sudah membuat seseuatu berguna demi dunia dan kita: puter – puter – puter – puter….ga ada habisnya.

Efesienkan lah waktu melakukan yang penting (tidak membuang percuma) sesuai dengan kemampuan kamu. tentu saja alangkah lebih baik (sekali lagi) demi kepentingan bersama (bila bisa) dan bila tidak lakukan yang tebaik demi kamu sendiri. waktu itu sama halnya seperti uang, gampang dihabiskan tanpa pandang bulu. bila sudah habis (waktunya) kita sudah usia sudah bertambah, apa bisa kembali ke masa lalu, tidak kan? mumpung masih bisa melihat matahari, gunakanlah waktu dengan bijak.

Masalah negara belum kunjung usai seringkali terulang dimasa mendatang, bermunculan oleh masalah serupa lainnya dan itu belum lagi masalah baru bertubi-tubi. jadi janganlah lambat diselesaikan atau menundanya. “yang gitu-gitu ga ada habisnya” cepatlah bertindak! “Apa tidak puas waktu yang ada sekarang untuk menyelesaikan persoalan?” waktu bermain, waktu bersenang-senang….semua ada waktunya. sekarang saatnya bekerja tanpa menunda atau disia-siakan.

Penyebab Kelima adalah: Banyak orang melupakan dari mana asal-usul kita dan siapa diri kita sebenarnya? 

Dari negara yang belum diakui dunia dan baru ada pengakuan sebagai negara, 5 tahun kemudian sejak tanggal 17 Agustus 1945. semenjak saat itu (Indonesia yang merdeka) arah perkembangannya bisa dirasakan dimasa kini. selepas dari masalah apakah sudah sesuai atau tidak? kemerdekaan itu 1000x lebih penting! dibanding status negara belum merdeka.

Satu pertanyaan (saja) yang sekiranya cocok, untuk negara Indonesia masa kini yaitu:

“Apakah sudah seperti yang diharapkan?”

Bila belum? tentu masih banyak yang harus dilalui/dilakukan, mencapai lebih baik lagi. dan bila sudah?  teruskanlah perjuangan kita, bersama perjuangan pendahulu kita….janganlah pernah sekali-kali melupakan mereka. Presiden pertama kita, Soekarno pernah berkata: Jas Merah (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah). arti spesifiknya: janganlah melupakan mulai dari sejarah perjalanan bangsa kita, pendiri bangsa kita, juga orang-orangnya menjadikan negeri ini (bisa) seperti sekarang. yang gampang sekali (dalam kenyataannya) untuk melupakan mereka.

Dari fakta unik ini “Indonesia” dimasa lalunya “Negara Kerajaan” kuat (juga diakui) seluruh orang didunia, ada rumor pula, penduduk Jawa adalah “Penduduk Kota Atlantis”. meski bukan untuk status negaranya, yang baru dicetus oleh Ki Hajar Dewantara tahun 1913. dia orang pertama dimuka bumi negeri ini resmi menyatakan bahwa “Negara Ini” punya nama…itu adalah faktanya. intinya berarti sebelum tahun 1913, “Indonesia” tanpa nama negara dong? ya seperti itu (kalau melihat kembali) fakta sejarahnya.

Ga ada masalah kok dimulai pas 1913 dan jangan bandingkan dengan negara Argentina (sudah punya nama negara sendiri) abad ke 16. karena (semua negara) punya History masing-masing toh. kesimpulannya telah terhitung untuk “Negara Indonesia” yang baru 101 Tahun saja terbentuk menjadi sebuah nama negara: 2014 (dikurang) 1913 = 101 Tahun, (sebuah umur yang pendek bagi negara).

Jadi sangatlah jelas pula mengapa Indonesia (berkembang) begini sekarang? selain punya keunikan (berbeda) dari negara lain, bahkan di Asia sekalipun. (apakah) butuh 150 tahun atau 200 tahun lagi menjadikan negeri ini semakin maju? (terserah itu penilaian orang lain). tapi kenyataan yang hebat adalah: diumur “Jagung” ini “Kok bisa yach! negara ini punya “Gedung Mewah” bertingkat tinggi? dengan basis Ekonomi sedang maju (dunia Internasional mengakui) dan juga pembangunan maju ada didepan kita” jawabannya:

Indonesia itu beruntung, benar-benar beruntung…karena sedang berkembang saat Dunia (Umumnya) sedang juga berkembang atas nama “Global” Dunia. so apa masih diragukan lagi Negara Ini? (harus bangga lah). maaf ya bukan menghina….Negara Pakistan aja yang (Punya Notabe) pernah jadi “Negara Termacet Nomor 1 Didunia” gimana enggak? pengembala sapi bareng dijalanan sama Mobil, Motor dan kendaraan lainnya….beda banget deh sama Indonesia, Aneh Kan? belum lagi India, Laos, Kamboja, Myanmar (jujur) lihat aja langsung atau memalui gambar/rekaman (situasi negaranya) beda deh bro, abis….Indonesia itu masih lebih baik.

Untuk membuat negara ini baik lagi, salah satunya adalah: “Jangan pernah melupakan asal-usul dan siapa diri kita sebenarnya” lantas siapakah kita? Kita adalah sebuah masyarakat dari sebuah negara yang mempunyai Tradisi, Suku, Budaya,dll berbeda-beda menjadi satu kesatuan utuh hidup bersama kesatuan itu. jadi Tradisi, Suku, Budaya, itulah jangan pernah dilupakan (Se) moderen apapun baju/celana kamu.

Biarpun kita hanya membelinya dari asing iPhoneLaptop, Mobil Mewah, Alat-alat canggih lainya (tetap) jangan melupakan dari mana asal kita berasal? meskipun negara tak cangih sekalipun (misalnya): tradisional, tidak moderen, kuno,dll “ga bisa di apa-apain lagi” muka, fisik, rambut, kulit, semua itu adalah Indonesia.

Dengan cara inilah “Kebanggaan” plus tidak melupakan. nanti disaat kita maju menghadapi “Asing” (secara Positif), orang-orang dinegara ini akan membuat negara ini lebih baik dari hasil yang dicapai. bandingkan (coba) dengan yang tidak bangga? “ah bodo amat deh sama negara (misalnya), urusan gue dulu aja deh” lalu kapan dong untuk negeri ini?

************************

So sekianlah post: Penyebab Masalah Di Negara Indonesia & jangan lupa untuk membaca juga nonton video di: https://wildanrenaldi.wordpress.com/ lainnya, thank you.

 

Tentang wildanrenaldi

Hi Friend Welcome, thank to visit this Blog, enjoy yourself to Read Post or Comment, Please Enjoy, Thank You.
Pos ini dipublikasikan di Ilmu Pengetahuan, Politik dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Penyebab Masalah Di Negara Indonesia

  1. Sally Adelia berkata:

    Informasi untuk anda para blogger yang ingin mengikuti kontes seo. Th 2014 ini ada 4 situs yang menyelenggarakan kontes seo dan total hadiahnya hinga puluhan juta rupiah. Informasi ini sudah sempat di publish sebelumnya di forum ini.

    Kontes SEO ini bukanlah penipuan, karena di situsnya sendiri juga menampilkan informasi mengenai kontes seo.
    Siapapun boleh ikutan, baik pemula ataupun yang sudah profesional dan kesempatannya sangat banyak.

    Kontes Seo Batik Poker ( http://kontes-seo-batikpoker.com )
    kontes ini dipersembahkan oleh situs Batik Poker dan sudah berjalan dari tanggal 22 januari – 22 maret.
    Total hadiah 32 juta rupiah kepada 50 pemenang.
    Juara 1: Uang tunai Rp 10.000.000,-
    Juara 2: Uang tunai Rp 7.500.000,-
    Juara 3: Uang tunai Rp 5.000.000,-
    Juara 4: Uang tunai Rp 2.000.000,-
    Juara 5: Uang tunai Rp 1.000.000,-
    Juara 6-10: Uang tunai Rp 500.000,-
    Juara 11-20: Uang tunai Rp 200.000,-
    Juara 21-30: Uang tunai Rp 100.000,-
    Juara 31-50: Uang tunai Rp 50.000,-

    Kontes Seo Afa Togel ( http://kontes-seo-afatogel.com )
    kontes ini dipersembahkan oleh situs Afa Togel dan sudah berjalan dari tanggal 18 januari – 18 maret

    Total hadiah 25 juta rupiah kepada 50 pemenang.
    Juara 1: Uang tunai Rp 8.000.000,-
    Juara 2: Uang tunai Rp 6.000.000,-
    Juara 3: Uang tunai Rp 3.900.000,-
    Juara 4: Uang tunai Rp 1.400.000,-
    Juara 5: Uang tunai Rp 700.000,-
    Juara 6-10: Uang tunai Rp 400.000,-
    Juara 11-20: Uang tunai Rp 150.000,-
    Juara 21-30: Uang tunai Rp 100.000,-
    Juara 31-50: Uang tunai Rp 50.000,-

    Kontes Seo Eyang Togel ( http://kontes-seo-eyangtogel.com )
    kontes ini dipersembahkan oleh situs Eyang Togel dan akan berjalan mulai dari tanggal 26 januari – 26 maret

    Total hadiah 25 juta rupiah kepada 50 pemenang.
    Juara 1: Uang tunai Rp 8.000.000,-
    Juara 2: Uang tunai Rp 6.000.000,-
    Juara 3: Uang tunai Rp 3.900.000,-
    Juara 4: Uang tunai Rp 1.400.000,-
    Juara 5: Uang tunai Rp 700.000,-
    Juara 6-10: Uang tunai Rp 400.000,-
    Juara 11-20: Uang tunai Rp 150.000,-
    Juara 21-30: Uang tunai Rp 100.000,-
    Juara 31-50: Uang tunai Rp 50.000,-

  2. SUGIHARTO berkata:

    ASSALAMU ALAIKUM
    mohon ijin,nitip amanah
    ALHAMDULILLAH HIROBBIL ALAMIN
    atas RAHMAT SERTA HIDAYAH RIDHO DARI ALLAH SWT.serta berbekal ILMU KEWALIAN KAROMAH,KESAKTIAN SEJATI,serta izin dari para guru/leluhur dengan melakukan tapa brata,beliau hadir untuk membantu anda yg sa’at ini dalam MASALAH HUTANG BESAR, BUTUH MODAL BESAR, INGIN MERUBAH NASIB,BANGKRUT USAHA,DI CACI MAKI,DI HINA,MENYENGSARAKAN/MENZHOLIMI ANDA ,JANGAN PUTUS ASA,INI SAATNYA ANDA BANGKIT DARI KETERPURUKAN, RENTANGKAN SAYAPMU,RAIH DUNIA IMPIANMU,KEJAR CITA CITAMU,AGAR ORANG LAIN TIDAK LAGI MENGHINAMU,
    BELIAU SIAP MEMBANTU ANDA DENGAN
    -JUAL MUSUH
    -UANG GOIB
    -NIKAH JIN
    -MENGGANDAKAN UANG
    -UANG BALIK
    -JUAL JANIN(UM)
    -PENGASIHAN
    -PELET HITAM
    -PELET PUTIH
    -SANTET MATI
    -GENDAM PENAKLUK
    -ANGKA/SIO JITU
    di jamin 100% berhasil & sukses
    hubungi beliau :
    KH SA’ID ABDULLAH WAHID
    (AHLI ILMU GO’IB)

    HP: 082334608008

    D/A : BATU AMPAR-GULUK GULUK –
    SUMENEP – MADURA
    JAWA TIMUR

    proses cepat tepat terpercaya
    hanya bagi yang serius
    TERIMA KASIH WASSALAM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s