Film Indonesia Terbaik 2000 – 2006

Sebenarnya banyak sekali Film Indonesia (FI) yang terbaik dari berbagai judul, bahkan disaat pemutarannya tidak diperhatikan atau kalah bersaing dengan Hollywood. tapi kalo dipikir-pikir ternyata FI juga punya kualitas juga loh en ga kalah keren kalau di tonton, contohnya film:

Emang sih, FI cuma kalah “Efek” aja dari Hollywood, tahu sendiri kan? film macem, Transformers dan 2012? belom lagi: 

Yang akan terus akan memanjakan penggemar film. tapi biar gitu di “Drama” FI, itu bisa kok jadi andalan, Film Action, Horror, Komedi juga berpeluang.

Lupakan namanya “Efek” dan jangan dipaksakan (maksudnya) bila sanggupnya hanya di “Drama” kenapa enggak dijalankan, digarap, dijadikan nyata, untuk menjadi sebuah “Karya?” masih banyak “Cerita Pahlawan” atau cerita dari kisah nyata lainnya berbagai macam kehidupan, yang pasti bakal jadi tontonan menarik buat pengemar FI. nah Film-Film Indonesia apakah, yang “Terbaik?” (diurut tahun pertahun) meski tidak ngambil semua Film dan hanya melalui Rating tertinggi saja (Minimal 6.0 keatas).

  • Note: Penilaian Rating dari situs IMDb dan Rating bisa berubah sewaktu-waktu.

2000

All Movie

Ditahun ini, Film Indonesia “Sepi Banget” hanya 9 Film terdata, 2 diantara (ya ini) tapi punya Rating tinggi “Kepala 7”. mau lihat Sherina masih kecil? nonton aja dan cerita ga ribet-ribet banget kok. story dimulai saat Sherina ikut bokapnya ke Bandung, dimana ia harus berurusan dengan musuh disekolah barunya, diperankan oleh (Derby Romero) anak Ardiwilaga (pemeran: Didi Petet). entah kenapa, tiba-tiba? keduanya jadi akrab and klop, tapi keakraban itu berujung petaka saat musuh bokapnya Derby Romero, mau nguasain aset dan mau ga mau keduanya harus mencegah itu terjadi.

Film ini mendapatkan Rating (7.5), begitu juga dengan Film kedua (nambah dikit) Rating (7.6). kalo Film kedua ini bercerita tentang sosok Ibrahim Kadir (Seniman Asal Aceh). ia menjadi korban salah tangkap ditahun 1965, lalu dibebaskan setelah menjalani masa tahanan selama 22 hari. walau singkat dia menceritakan “Kisah Nyata” yang terjadi dan dia berperan sebagai dirinya sendiri, dalam Film ini.

Hal yang wajar sekali sekali bila ditahun 2000 ini belumlah pesat seperti sekarang, tapi bertahap. biar begitu 2 Film ini adalah Pembuka (dimasa Milenium Awal, atau Era tahun 2000an) bagi perkembangan Film tahun berikutnya.

Rating: Petualangan Sherina (7.5) Puisi Tak Terkuburkan (7.6)

2001

All Movie

Tahun 2001 juga masih “Sepi” istilahnya. tapi yang hebat Jelangkung mengebrak Penonton dengan “Alur Cerita” serem, simple, membuat penonton masuk “Terjebak” kedalam suasana yang menegangkan, maka dari itu Film ini sangatlah laris. sedangkan Pasir Berbisik juga sama (menonjol), tapi Film ini rada-rada gimana gitu? kalo banyaknya tema Remaja, keceriaan di awal 2000an, ini malah menampilkan sosok di pedalaman, jauh dari “Menikmati Hidup Di Dunia Yang Fana”. biar gitu penghargaannya bukan hanya di Indonesia aja loh.

Film Jelangkung ini yang berkisah tentang sekelompok anak muda, memburu misteri ditempat angker, yang akhirnya menjadi musibah untuk mereka semua. film ini telah bikin penonton merinding, Parno, ga bisa tidur dan punya pengaruh “membuat” orang mengantri panjang dibioskop-bioskop Tanah Air. juga “Perangsang” kemunculan Film horor lainnya. cerita yang diyakini (mitos) dalam masyarakat dikemas dalam cerita “simpel” ngebuat orang penasaran dan ditunjang oleh Pemain sekelas: Marcella ZaliantyDinna Olivia,dll. jadi tidaklah salah bila Jelangkung adalah Film layak tonton dan mendapatkan Rating “lumayan”(6.3).

Film Pasir Berbisik ga usah diragukan lagi, karena Dian Sastro didukung oleh Pemain sekaliber Christine HakimSlamet Rahardjo dan Didi Petet. jadi akting total ditambah cerita, serta keadaan sekitar, membuat penonton masuk kedalam dunianya dan berbisik-bisik “Film ini bikin penasaran juga yach untuk ditonton”. kekuatan sesungguhnya terletak pada sisi Realistis, kehidupan asli pedalaman. “masa kini” masih ada kok wanita mengenakan pakaian tradisional, bukan kaos maupun tanktop. ke-realistis-an itulah gebrakan dari Film ini, secara detail dengan situasi mirip nyata. seperti Dian Sastro uh…muka penuh debu, tapi tetep manis kan?, ngomong sama pasir, serta adegan “Tidak biasa” lainnya, dia bisa membawakan peran tersebut.

Film Josuah Oh Josuah bertema film drama musikal Indonesia, saat kemunculannya lumayan disukai penonton, terutama anak-anak. keunikannya adalah pemerannya pun ikut bernyanyi dalam Film ini. apalagi pandangan penononton tentang Josuah, yang sempat tenar dengan Hits lagu “Diobok-obok”. mau ga mau ngangkat Film ini.

Berbeda dengan Joshua, Film Marsinah diangkat dari kisah nyata, seorang Aktivis buruh dan buruh pabrik, yang hilang terus ditemuin tewas dimasa pemerintahan Orde Baru. dia diduga diculik dan dibunuh oleh oknum tidak dikenal. pengambaran tentang kisah hidupnya di ceritakan dalam Film ini.

Rating: Jelangkung (6.3) – Pasir Berbisik (7.1) – Josuah Oh Josuah (6.0) & Marsinah (7.4)

2002

AADC - EE- CBK

Film AADC ini laris sekali, Inspirasi jutaan banyak orang. juga termaksud Film paling berpengaruh di era 2000an awal dan sebagai Film Indonesia. sampai saat ini banyak sekali tema seperti ini, Sinetron, Novel, sampai cerpen, tentunya juga Film Layar Lebar. tetapi tensi dari AADC ini sangatlah luar biasa entah karena diera 2000an awal, FI yang sedang menyajikan penampilan baru..beda dari masa sebelumnya, kadang “Tidak Keluar Jalur”. namanya hal yang baru dimana-mana bukan hanya film, contoh: PlayStation 2 (PS2), Kenapa PS2 sangat heboh saat rilisnya dan PS3 biasa aja? karena ada sesuatu yang baru, beda dari masa sebelumnya.

Karena kesuksesan itulah, pemeran Karakter AADC terus melanjutkan peran di Industri FI. TiKam (Titi Kamal) contohnya, adalah salah satu nama jebolan AADC, selain “SEXY” (Pujian dari kaum hawa untuknya) dia masih aktif bermain film hingga saat ini, nama lain: Dian SastroNicholas SaputraLadya CherillSissy PriscilliaAdinia Wirasti, juga banyak dilirik Production House (PH) setelah AADC.

Dua film lainnya Eliana, Eliana & Ca-bau-kan adalah Film sarat Penghargahaan, cerita serta penyajian bisa nyambung ke penonton dan sebernarnya ketiga film ini sangat beruntung telah rilis dijamannya, karena selain menyajikan penampilan baru, belum tentu dijaman sekarang, 3 Film ini bergelimang “Kejayaan”.

Contoh film “Sangat Beruntung” dibikin dijamannya adalah Scarface (1983). kenapa beruntung? dijaman tersebut Industri Film Hollywood sedang mengalami masa Emas alias Kejayaan, banyak Film mendunia muncul dan menjadi Hits. dimasa itu harus diingat…Industri Musik Dunia, sedang naik juga. jadi Amerika mengalami serangan Kejayaan bertubi-tubi. Film & Musik, jadi sorotan dunia dan semua orang mengagumi Amerika.

Segala macam kebudayaan Amerika disukai orang, yang hebat dari semua itu adalah: mempengaruhi gaya, gaya bicara, penampilan, rambut, pakaian, serta gaya hidup seseorang. andaikata Scarface di rilis beberapa tahun dari 1983, udah dijamin ga bakal Heboh. sebagai catatan, dimasa itu Penggunsi Kuba, (10.000 orang lebih) asli..gara-gara Fidel, keluar dari negara Kuba. momen-nya sangatlah tepat, untuk diangkat kedalam cerita Film.

Rating: AADC (7.4) – Eliana, Eliana (6.6) & Ca-bau-kan (7.3)

2003

All Movie

Jujur sebenarnya film Untukmu dan  Kiamat Sudah Dekat (bukan tidak layak ditampilkan), tapi karena mengingat ratingnya baik: 6.4 & 7.2, ya sudah gpp…..masuklah. 2 Film ini menggusur Eiffel I’m in Love, Rating (5.7) dan Biarkan Bintang Menari,  juga dengan rating sama (5.7). karena penilaian tidak boleh dibawah 6.0, untuk mendandakan keseluruhan Film tersebut baik & berkualitas, mau tidak mau Rating adalah yang terpenting disini.

Ditahun ini (2003), yang mendominasi adalah Tusuk Jelangkung. bila ditanya bagusan mana Jelangkung atau Tusuk Jelangkung (TJ)? jawabannya tergantung kepada penonton? melihat kesuksesan film pertama, pastinya film kedua lebih seram lagi. terbukti penyajian dan ditambahnya penampakan segala jenis hantu “baru” jadi bagian menarik untuk ditonton. ngerasa takut ma film hantu? don’t worry bro, 4 film lainnya “Bebas Hantu” alias Drama. yang satu drama tentang “Orang-orang kosmopolitan”, drama kehidupan dari seorang pemain Biola, Drama “Anak Mahasiwa” dan terakhir Drama ” seorang Rocker mencintai gadis religius”

Film kedua, Arisan! menampilkan cerita unik, didukung oleh Aktor dan Aktris macem: Cut Mini TheoTora SudiroSurya SaputraRachel Maryam dan telah menampilkan warna baru buat Industri Perfilman. Story mirip kejadian nyata dimana, lika-liku kehidupan ditonjolkan, ada yang “Gay”, ada yang diselingkuhin. tahu sendiri kan kalo orang lagi “Curhat” apalagi cewek, dialog ga jauh beda seperti itu, penonton bisa melihat pemerannya piawai dalam berakting. film Biola Tidak Berdawai, alias (Biola kaga pake Senar), sory yach….itu gimana maenin-nya? oh iya..pasti kalo lagi Live On TV, Lip Sync kan? maksudnya bukan gitu, ini kan judul Film doang…ohhh.

Pokoknya tema cerita ini sedih deh, bercerita tentang Pemain Biola ketemu sama cewek mantan Penari Balet, untungnya keduanya cocok…..kalo begitu nikahkan saja mereka? eits gak bisa bro…suratan takdir “dalam Film” telah menuliskan bahwa, karakter wanita akhirnya meninggal (janganlah bersedih seperti itu), namanya juga Film. padahal pemain biola itu telah menciptakan lagu buat doi tercinta. bila “sang tercinta” belumlah meninggal…pasti cowok itu akan mengeluarkan “Single” baru + CD dijual seluruh Disk Tara. ditambah Bonus Poster: bertanda tanggan pose jempol tangan “Sip” dan senyuman manis Monalisa.

Untukmu & Kiamat Sudah Dekat, memang biasa saja dalam peredarannya dan di masa ini (catatan) banyak orang menyukai “film drama Anak Muda” yaitu: “Eiffel I’m in Love”. tapi biar begitu, bila seseorang sudah menonton 2 Film ini tidaklah kecewa. apalagi Kiamat Sudah Dekat diperankan oleh Penyanyi/Komedian Andre “Stinky” Taulany & Deddy Mizwar, bisa  membuat penonton terhibur, juga diselingi komedi. Film Untukmu juga menyuguhkan tontonan tersendiri, didukung pemain: Asty AnantaOkan KorneliusRudy SalamTetty Liz Indriati, lumayan untuk ditonton.

RatingTusuk Jelangkung (6.1) – Arisan (7.4) – Biola Tak berdawai (6.7) – Untukmu (6.4) & Kiamat Sudah Dekat (7.2)

 2004

All Movie

Ini semakin “Aneh Saja” masa film setenar macam 30 Hari Mencari Cinta Rating: (5.5) & Virgin Rating (5.4) di gantikan oleh Impian Kemarau (7.8) & Rindu Kami PadaMu (7.2). biar gitu 3 film ini termaksud film yang lumayan bagus untuk ditonton, terutama untuk Mengejar Matahari, yang pernah mendapat 8 award di Piala Citra.

Film kedua Impian Kemarau, bercerita tentang Realitas kehidupan di Desa. karena kekeringan melanda, masyarakat yang masih percaya dengan mitos kepercayaan kuno, tradisi desa, takhayul, menjadi bagian dari keseluruhan Film ini. meski Film ini biasa aja bahkan asing ditelinga penonton, untungnya dimainkan aktris sekelas Ria Irawan, intinya “yang penting ada bintang lah” ini sedikit ngangkat…dibanding Film “terdengar” asing, tapi tanpa bintang.  film Rindu Kami PadaMu (maaf) bukan menghina nih, penampilan Cover-nya itu tidak mencerminkan Film ber-rating 7.2. emang sih ada Fauzi BaadillaDidi PetetNova ElizaJaja Mihardja berperan dalam Film ini.

Cover itu “Sangatlah Penting”. ibarat mau sekolah, masa pake daster? ya seragam sekolah lah….atau mau kemana? kalau penampilan tidak diperhatikan, bagaimana seseorang mau menonton film itu? inti persoalan cerita adalah macem-macem, kekurangan dana untuk membeli Kubah Mesjid, ada suami ditinggal istrinya, janda pemilik warung ngabur entah kemana? kesimpulan adalah mengangkat “Tema” Realistis diantara berbagai masalah….ujung-ujungnya berakhir Happy.

Mengejar Matahari menceritakan Tema persahabatan antara 4 orang dan Tema ini (perhatikan saja) banyak ditonjolkan, tapi Karakter biasa aja tuh. dari film “Dunia Hitam” macem Serigala Terakhir, seharusnya Karakter “Jarot” ya bolehlah “di olah lagi”. semestinya yang dimaksud “Serigala Terakhir” adalah teman-teman masa kecil jarot dan jagoannya hidup (tidak mati). di cerita kedua nanti (Umpamanya) bikin saja “Jarot jadi Bos Besar” mengantikan Goerge Rudi (gitu deh). masalahnya Pemeran jarot, yaitu Vino G Bastian “Lumayan Keren” membawakan peran itu. jangan lupa juga, semakin “Penonton” mengenal Karakter di setiap Film (bila menyukai), semakin ingin terus dibuat lanjutannya. contoh: Film  Ip Man.

Penonjolan “Persahabatan”, itu ga ada bedanya dengan Film lainnya. penonton pun udah bisa nebak: biasanya berantem, jadi males, jauh-jauhan…ada keajabian atau sadar, eh bertemen lagi. Catatan (Harian) Si Boy (2011) juga gitu. kata mantan Presiden kita yaitu Abdurrahman Wahid atau Gusdur, sewaktu memberikan pernyataan di setiap “Rapat”, dimana ia selalu tertidur. yang hebatnya pas bangun Gusdur bisa “nyambung” tentang persoalan yang lagi di bahas. banyak orang menyangkah Gusdur itu “Sakti”, dia punya berilmu tinggi. buktinya lagi tidur, tetep bisa ngawasin rapat.

Gusdur saat menjawab di Stasiun Televisi, itu bukannya karena “Kesaktiannya”, tapi (intinya): “biasanya gini peserta rapat selalu ngebahas tentang itu-itu aja, diputer terus, kesitu-situ aja. sebelum tidur Gusdur tahu tentang “Topik” yang telah dibahas dan setelah bangun, dia pun sadar…ternyata orang-orang…masih ngebahas “Topik” yang itu-itu aja”. ya itulah Gusdur, dia juga termaksud salah satu manusia “jenius” di Indonesia ini….biar kata orang rada-rada “nge-dablek” dikit, tapi Gusdur mempunyai “Pandangan” sangat luas..terutama dalam penyelesaian setiap masalah.

Film Mengejar Matahari ini (mungkin) telah memberikan “Inspirasi” terhadap Cineas Muda, membuat karya tema ga jauh dari ini. emang sih tema persahabatan, apalagi drama, udah jaminan disukai orang. bila ditambah cinta, terus diaduk…jadi deh tuh “Mie Goreng” lalu disajikan ke Penonton dalam bentuk film. penonton pun menyicipi “Soal Rasa Lidah Tidak Bisa Bohong” tersebut. kok jadi ngomongin mie goreng sih?

Rating: Mengejar Matahari (6.9) – Impian Kemarau (7.8) & Rindu Kami PadaMu (7.2)

2005

All Movie

Enam film ini emang beda, yang sama cuma Tahun yaitu 2005. Sheila on 7Peter PanUngu, waktu itu sedang dipuncak jaya menambah “Greget” Industri di masa itu dan imbasnya (secara ga langsung) ke Film2 Indonesia. sebagai tambahan 2 aktris wanita Marcella Zalianty dan Dian Sastro, telah mendominasi tahun 2000an awal ke atas, jadi wajar kenapa film dia-dia terus yang muncul? film2 mereka juga masuk kedalam kategory baik dan mendapat komentar positif.

Film Brownies dan Alexandria, sebetulnya ada kemiripan yaitu 1 gadis dicintai 2 lelaki. sementara Ungu Violet dan Tentang Dia, dicintai hanya 1 cowok saja. Banyu Biru menampilkan cerita segar dalam mencari arti dalam hidup, diperankan Tora Sudiro & Dian Sastro. pertentang kepada ketidakpuasan demo Mahasiswa dapat dilihat dalam Film Gie, yang menentang Rezim Sukarno.

Emang Gie (aslinya) ga berhasil menaklukan Pemerintah, tapi beberapa tahun kemudian (awal dipicu oleh Tragedi Trisakti), mahasiwa berhasil menjatuhkan Rezim Suharto (1998) dan Negara menuju Krisis Moneter, yang tak kunjung selesai (kini tetep 2014). Alur cerita ditambah pemeran, khususnya Nicholas Saputra apalagi bertema Politik, dia membawakannya dengan baik.

Rating: Brownies (6.1) – Ungu Violet (6.3) – Gie (7.5) – Alexandria (6.8) – Banyu Biru (6.6) – Tentang Dia (7.5)

2006

All Movie

Di 2006 film banyak variasi dan diramaikan berbagai macam cerita, salah satunya adalah Film I Love You, Om, yang sebenarnya dari cerita itu “Unik”. dimana anak kecil “cewek” (diperankan, Rachel Amanda) naksir orang dewasa (Restu Sinaga). di “Bule” juga ada Film sejenis yaitu Lolita (1997), tapi ini beda..anak Abg naksir orang gede dan sangat Konteversial. untuk resiko pembuatan Film serupa pun nantinya (umpama mau bikin model gini) di jaman sekarang, gitu loh, harus bisa meyakinkan “Komisi Perlindungan Anak” terlebih dahulu. bila tidak, mereka akan bernyanyi seperti “Johnny Cash“. Film ini juga bagus untuk hiburan, menampilkan sesuatu yang beda dan mendapat Rating tinggi (7.4).

Karya lain terbilang bagus adalah 9 Naga, bertema Kriminal. diperankan Aktor Fauzi Baadilla dan Lukman Sardi. tahu kan kalo kedua aktor ini bertemu muka? ya mereka ngewabain dengan baik. and penonton disajikan tontonan menarik, ga nyesel untuk ditonton.

Film Berbagi Suami Film ini sarat prestasi, tentang “Poligami”. karena tema yang diangkat ini bagus disupport oleh: Jajang C. NoerShantyRieke Diah PitalokaEl ManikIra Maya SophaTio PakusadewoWingky WiryawanNungki KusumastutiLukman Sardi dan Dominique Agisca Diyose. menjadikan Film ini ngangkat dimasanya.

Cinta Pertama juga mendapat respon positif, yang tahunya (difilm) cuma “Flashback” doang ke masa Sma. menceritakan tentang cinta tidak diungkapkan sewaktu masih bersama. jadi yang salah siapa dong? Bang Toyib yang salah, kenapa dia ga pulang-pulang?. yang maen itu BCLBen JoshuaRichard Kevin dan Varissa Camelia. kalo Heart, ini ada Sinetron-nya, bahkan orang Korea pernah tayangin. Di Film ini si Acha itu berkulit putih dan mulus booo (daya tarik Film tersebut), “rasanya pengen diapain tuh cewek?” tapi sayang banget sih endingnya. Nirina Zubir dan Irwansyah, berperan di dalam Film ini.

Jomblo ini ada Komedinya. Ringgo loh, mantan pacar Revalina S. Temat itu bersama dengan Christian SugionoDennis AdhiswaraRizky HanggonoRianti CartwrightNadia SaphiraKareninaRicha Novisha dan Tike Priatnakusumah, berhasil menarik hati penonton dan ulasan di majalah sering kali menampilkan Film ini. sama seperti Jomblo, ulasan tentang Mendadak Dangdut pun pernah masuk Majalah Rolling Stone Indonesia, menandakan Film ini tidaklah kalah bagus. Jomblo menceritakan tentang 4 orang cowok yang naksir-naksiran cewek, tapi akhirnya (dengan usaha) ada yang nyangkut, ada yang ending “temen makan temen” tapi biar gitu lika-liku persahabatan, menonjol disini.

Dukungan TiKam dan Kinaryosih menjadikan Mendadak Dangdut naik, mendapat 8 Nominasi di Festival Film Indonesia 2006Kinaryosih meski tergolong “Baru” (sebelumnya hanya) berpengalaman difilm Alexandria (2005) & Betina (2006), dia akhirnya menjadi Aktris Pendukung Terbaik. berkisah tentang “keterpaksaan” 2 orang ini lari dan akhirnya mau ga mau, jadi Pendangdut untuk menghindari polisi. TiKam juga nyanyi disini, Soundtrak-nya pun menjadi Hits.

Di 2006 ada film “Konteversial” bernama Ekskul, Rating (5.5). yang saat jadi Film Terbaik, Sutradara Terbaik dan Penata Suara Terbaik. uh ada yang protes, bahkan sampe balikin Piala segala. emang sih di 2007 Badan Pertimbangan Perfilman Nasional udah ngebatalin kemenangan ekskul dari Film Terbaik dan Sutradara Terbaik (pasti dari “Protes” ini). yang “Efeknya” bisa memicu “Kemunduran” Film Indonesia, kenapa? Why? gimana Perfilman Indonesia mau maju, kalo ga suka “Boikot” jadinya orang ga bebas untuk membuat Film apapun.

Film ekskul ini seolah “Throw Out The Line” Film Indonesia dimasa itu, gimana engak Film model gini kok jadi Juara? Terbaik lagi? pantesan orang yang “Tidak mau keluar jalur” itu protes. okelah itu udah terjadi, buat kedepannya “Ga Baiklah” menjudge pembuat film untuk berkreasi dari Film apa aja. mau itu bikin Film tentang Tan Malaka (contohnya) atau jagoannya Gubernur Jenderal Belanda Johannes van den Bosch, juga boleh (bebas aja). ya apapun itu biarkan saja, itu kan “Karya” demi kemajuan Perfilman Indonesia.

Sewaktu Film The Hurt Locker jadi “Yang Terbaik” di Piala Oscar 2010 (Academy Awards 82), pihak Film Avatar ga ada tuh balikin Piala. tahu sendiri kan Hurt Locker, aduh apa sih? (sory bukan menghina), cuma tema Tim “Penjinak Bom” di Iraq doang, (Film laen juga sering bertema itu). yang pasti doi kalah jauh lah sama “Efek Keren” Avatar.

But reality, still reality: Avatar (2 Award) and The Hurt Locker (6 Award). Info bisa diklik sini:

Di Hollywood American History X bebas-bebas aja tuh beredar. emang sih gila (bertema Nazi2-an). pemerannya Edward Norton masih bisa maen film laennya: Fight ClubThe Italian JobHulk 2,dll. disono sih bebas, maka dari itu Hollywood “Terbaik Di Dunia”. karena bisa menghargai “Film Orang Lain” walaupun seburuk apapun/konteversial, untuk berkarya.

Untuk  ekskul yang bertema penembakan disuatu sekolah, untungnya “Film Itu Tercipta” Kenapa?

“Karena…Biar Menjadi Tamparan Menyengat Buat Lainnya”

Film ekskul seakan menyadarkan: “Woi…jangan bikin film yang gitu-gitu aja dong, cuma mau sopan, hormat, tradisional banget…sekali-kali beda dong, konteversial”

Ekskul udah berani tampil beda dan hal itu bagus sekali untuk perkembangan film lainnya kedepan. yang selama ini “Takut” atau “Ogah ah, kalo gw bikin Film ini nanti gue dikecam atau nyinggung siapapun”

Udah Dijamin 100% Cuma Bisa: “Ngedekem” Doang Dalam Tempurung!!!

Rating: 9 Naga (7.1) – Berbagi Suami (7.5) – Cinta Pertama (6.0) – Heart (6.6) – I Love You Om (7.4) – Jomblo (7.2) – Mendadak Dangdut (7.0)

Ya itulah ulasan tentang Film Indonesia 2000 – 2006, yang bila menampilkan kata-kata mengkritik, itu bukanlah sekedar kritikan saja, melainkan membangun. tujuannya biar FI bisa lebih baik lagi. memang kalau orang dikritik (biasanya) bisa menjatuhkan semagat seseorang. bukan bermaksud seperti itu (akan tetapi) untuk mendapatkan film terbaik, apalagi untuk bersaing dengan “Luar Negeri” yang semakin menampilkan “karya keren” di Internasional, pembuat FI seharusnya, bisa menampilkan “Something Fresh”, bisa membuat “Orang Asing” berkata: “Film ini juga bagus” nah itu intinya.

Banyaknya Film Indonesia (kedepannya) 2007 sampai 2014, dilanjutkan pada Post: “Film Indonesia Terbaik 2007 – 2014“. dimana Film Indonesia ditahun berikutnya, lebih seru, lebih keren untuk ditonton. so jangan lupa untuk baca dan nonton video lainnya di: https://wildanrenaldi.wordpress.com/ trims dan thank you.

 

 

 

Tentang wildanrenaldi

Hi Friend Welcome, thank to visit this Blog, enjoy yourself to Read Post or Comment, Please Enjoy, Thank You.
Pos ini dipublikasikan di Film dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s