Tokoh Indonesia Yang Tidak Terlupakan

Taukah Anda berapa banyak Tokoh-Tokoh Indonesia, yang namanya tidak terlupakan, meski mereka sudah ditelan waktu? bila melihat Tokoh Nasional, yang terkenal, pastinya nama-nama seperti: Ir. Soekarno, Bung Hatta, Bung Tomo, Jenderal Sudirman,dll pasti tertera disana. tapi bagaimana dengan Tokoh yang namanya tidak langsung melekat diingatan seseorang dan orang tidak mengetahui seluk beluk sejarahnya, saat pertama mendengar namanya? pasti ada beberapa Tokoh, masih asing ditelinga, bahkan orang tidak tahu siapa Tokoh tersebut?

Memang dideretan Tokoh-Tokoh, bila dilihat juga dari berbagai Bangsa. adalah hal yang wajar di generasi selanjutnya, jarang/bahkan tidak mengetahui cerita, sejarah, perjuangan mereka secara keseluruhan, diantara banyak deretan Tokoh. selepas apakah itu, dari “Kontribusi”-nya sangat luar biasa terhadap Negeri. bila terjadi seperti itu, tidak baik sekali menyalahkan berbagai pihak, hingga namanya terlupakan atau terhadap orang siapapun juga? mungkin bisa jadi penyebab salah satunya adalah, karena banyaknya Tokoh yang menjadi “Utama” hingga nama mereka terkikis, entah itu juga karena perjalanan waktu juga, maupun oleh sebab lainnya.

Jadi Untuk Menghargai Kembali Jasa Tokoh-Tokoh Indonesia yang berjasa, akan dibahas profilnya masing-masing. tentunya dengan nama “Harum” cerita mereka dijamannya, serta kisah/sejarah mereka. so, siapa sajakah tokoh tersebut, baik Wanita dan Pria? bisa dilihat dibawah ini:

Sutan Syahrir

sutan sjahrir

Selain pernah menjabat menjadi Pertama Menteri Indonesia, dia juga pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, maupun Menteri Dalam Negeri. namanya juga dicatat sebagai Pahlawan Nasional, membuat Pria pendiri Partai Sosialis Indonesia ini, sampai sekarang.

Dimasa sekolah, Syahrir sudah menunjukan tajinya, ia yang termasuk dalam sepuluh orang penggagas pendirian himpunan pemuda nasionalis, Jong Indonesië. yang kemudian berubah nama jadi Pemuda Indonesia, motor penyelenggaraan Kongres Pemuda Indonesia. tetapi untungnya tindakannya tidak membuat ia masuk Bui, meski pikirannya penuh dengan Ide-Ide kemerdekaan.

Saat dia bertemu dengan Mohammad Hatta (Bung Hatta), yang aktif bersama dirinya di Perhimpunan Indonesia. setelah Perhimupan tersebut dibubarkan paksa pihak Belanda, keduanya juga aktif menyerang, tetapi hanya melalui tulisan-tulisan tajam. dimasa ini juga dan setelahnya, Syahrir resmi menceburkan diri kepada Aktivitas yang nantinya membahayakan dirinya.terus bergelut dengan aksi kemerdekaan, Syahir pun terkena batunya. pemerintah kolonial Belanda akhirnya menangkap, memenjarakan, membuang Syahrir dan Hatta, juga beberapa pemimpin PNI Baru ke Boven-Digoel lebih dari satu tahun. lalu kemudian ke Bandaneira untuk menjalani masa pembuangan selama enam tahun.

Dimasa Pendudukan Jepang Syahrir yang bertugas dibawah tanah, secara sembunyi-sembunyi. dia terus memberikan ide yang terbaik bagi gerakan kemerdekaan bersama Soekarno dan Hatta. dia juga termasuk salah satu orang yang ingin memproklamasikan kemerdekaan pada 15 Agustus, terutama disaat Jepang sudah menyerah. dengan terus berjuang hingga Indonesia menjadi negara yang merdeka.

Setelah merdeka, ia terpilih sebagai Perdana Menteri termuda di dunia, diusia 36 tahun, juga merangkap Menlu dan Mendagri. meski persoalan yang dihadapi sangat pelik setelah kemerdekaan, terutama penculikan atas dirinya tanggal 26 Juni 1946 di Surakarta. oleh kelompok oposisi Persatuan Perjuangan yang tidak puas atas diplomasi yang dilakukan terhadap pemerintahan Kabinet Sjahrir II dengan pemerintah Belanda. bagi kelompok ini, mereka menginginkan pengakuan kedaulatan penuh (Merdeka 100%), sedangkan kabinet yang berkuasa hanya menuntut pengakuan kedaulatan atas Jawa dan Madura. tetapi untungnya Letnan Kolonel Soeharto (kemudian Presiden RI ke 2), atas perintah dari Soekarno, berhasil membebaskan dirinya dan ia kembali lagi ke Kabinet.

Setelah beberapa lama bebas, ia hanya menjabat sebagai Menlu saja, karena posisi Perdana Menteri diambil Soekarno sendiri, tapi ia bisa menjabat kembali menjadi PM untuk kedua kalinya. ia juga berperan aktif memerdekakan negara Indonesia di dunia internasional, meski Indonesia harus melewati lagi perang Agresi Militer dari Belanda 1 dan 2, tidak membuat Syahrir gentar terus melawan di meja serta mimbar PBB. usaha demi usaha pun dari Syahrir dan juga tokoh Diplomasi lainnya terus gencar, hingga Indonesia bisa secara resmi diakui sebagai negara yang merdeka oleh dunia. kontribusi inilah membuat Syahrir menjadi Tokoh yang hebat, seorang diplomat ulung yang berpengalaman di gelanggang internasional, mendapat julukanThe Smiling Diplomat, karena kepopuleran dirinya terhadap wartawan-wartawan asing.

Pada tahun1948 Syahrir mendirikan Partai Sosialis Indonesia (PSI), berhaluan kiri mendasarkan pada ajaran MarxEngels. namun dia menentang sistem kenegaraan Uni Soviet. Menurut Syahir pengertian sosialisme adalah menjunjung tinggi derajat kemanusiaan, dengan mengakui dan menjunjung persamaan derajat tiap manusia. tapi naas akhirnya untuk partainya, ditahun 1955 PSI gagal mengumpulkan suara dalam pemilihan umum pertama di Indonesia. ditambah hubungan Syahrir dengan Soekarno terus memburuk, merembet dibubarkan PSI tahun 1960.

Lepas dari tahun 1960 keatas nasib baik Syahrir telah menghilang, dia dipenjarakan ditahun 1962 secara tiba-tiba atas tuduhan konspirasi, ia pun tidak pernah diadili. selama penahanannya ia menderita tekanan darah tinggi dan pada tahun 1965 Syahrir mengalami stroke. meski ia diijinkan berobat ke ZürichSwis, tetapi hal itu tidak bisa menyelamatkan nyawa The Smiling Diplomat, yang akhirnya meninggal di Swiss pada tanggal 9 April 1966. walau tragis cerita tentang dirinya diakhir hayat, tetapi dia mendapat tempat Khusus untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan KalibataJakarta dan Sutan Syahrir ditetapkan sebagai salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 9 April 1966 melalui Keppres nomor 76 tahun 1966.

Raden Wijaya

Raden Wijaya

  • Nama Lain – (Julukan): Nararya Sanggramawijaya Sri Maharaja Kertarajasa Jayawardhana atau Prabu Kertarajasa Jayawardana
  • Tempat – Tanggal Lahir: Malang (Kemungkinan) – Tidak Diketahui (Di Abad 12an
  • Meninggal: Majapahit1309, Diusia: Tidak Diketahui

Orang Ini adalah pendiri Kerajaan Majapahit, termaksud Tokoh Indonesia “Abad Kuno” yang tidak terlupakan. terutama dalam masalah kepintaran, kehebatan diplomasi, tipu daya muslihat, yang dicatat sejarah sebagai tokoh “Brilian” juga salah satu “Raja Tehebat” dijamannya.

Dengan ketidakakuratan sejarah, Raden Wijaya lahir dari ayah bernama Mahisa Campaka, pangeran dari Kerajaan Singhasari, Ia pun dibesarkan di lingkungan Kerajaan Singhasari. ia lalu diperkirakan menikah dengan 4 orang wanita putri Kertanagara (Raja terakhir Kerajaan Singhasari) yaitu: TribhuwaneswariNarendraduhitaJayendradewi, dan Gayatri.

Versi lainnya, menyebutkan ia hanya menikahi dua orang putri Kertanagara saja. dia juga menikahi seorang putri dari Kerajaan Malayu bernama Dara Petak. (salah satu dari dua putri yang kembali dari Melayu oleh pasukan yang dulunya dikirim oleh Kertanagara yang dikenal dengan nama Ekspedisi Pamalayu pada masa kerajaan Singhasari). Dara Petak adalah anak dari Srimat Tribhuwanaraja Mauliwarmadewa Raja Melayu dari Kerajaan Dharmasraya.

Karir gemilang dirinya dicatat di tahun 1292, ketika terjadi pemberontakan Jayakatwang oleh bupati Gelang-Gelang terhadap kekuasaan Kerajaan Singhasari (kerajaan yang berkuasa waktu itu). Raden Wijaya ditunjuk oleh Kertanegara untuk menumpas pasukan Gelang-Gelang yang menyerang arah utara Singhasari. Raden Wijaya berhasil memukul mundur musuhnya, tapi pasukan pemberontak yang lebih besar datang dari arah selatan menewaskan Kertanagara. Raden Wijaya lalu melarikan diri berlindung ke Terung di sebelah utara Singhasari, tetapi karena terus dikejar musuh ia memutar arah ke timur. untungnya dengan bantuan bantuan kepala desa Kudadu, ia berhasil menyeberangi Selat Madura dan bertemu Arya Wiraraja penguasa Songeneb (nama lama Sumenep).

Singhasari yang sudah jatuh ketangan Jayakatwang, ia bersama Arya Wiraraja berencanakan suntuk merebut takhta. Raden Wijaya yang berjanji “jika ia berhasil mengalahkan Jayakatwang, maka daerah kekuasaannya akan dibagi dua untuk dirinya dan Wiraraja”. maka Arya Wiraraja pun membantu dirinya mengalahkan Jayakatwang, tetapi dengan memakai siasat. rencana dari siasatnya adalah disampaikan berita kepada Jayakatwang bahwa Raden Wijaya menyerah kalah. Jayakatwang yang telah membangun negeri leluhurnya, yaitu (Kerajaan Kadiri), menerimanya dengan senang hati. dia lalu mengirim utusan untuk menjemput Raden Wijaya di pelabuhan Jungbiru.

Selanjutnya setelah menyerahkan diri, Raden Wijaya meminta Hutan Tarik di sebelah timur Kadiri untuk dibangun sebagai kawasan wisata perburuan, karena ia mengaku ingin bermukim di sana. Jayakatwang yang gemar berburu segera mengabulkannya tanpa curiga. Arya Wiraraja pun mengirim orang-orang Songeneb untuk membantu Wijaya membuka hutan tersebut. Menurut “Kidung Panji Wijayakrama” seorang dari Madura “menemukan buah maja yang rasanya pahit” Oleh karena itu, desa pemukiman tersebut yang didirikan Raden Wijaya diberi nama Majapahit.

Kedatangan “Tamu Asing” yaitu Orang dari Kerajaan Mongol di tahun 1293, dia memanfaatkan mereka untuk menghancurkan Jayakatwang. pasukan Mongol datang sebanyak 20.000 orang dan dipimpin oleh Ike Mese, alasannya adalah ingin menghukum Kertanagara. karena ditahun 1289 Kertanagara telah melukai utusan yang dikirim Kubilai Khan raja Mongol. Raden Wijaya lalu mengajak Ike Mese untuk bekerjasama, dia meminta bantuan untuk merebut kembali kekuasaan Pulau Jawa dari tangan Jayakatwang. Ike Mese yang setuju akhirnya menuruti permintaannya, asal bersedia menyatakan tunduk kepada bangsa Mongol nantinya.

Jayakatwang yang tahu tentang rencana Raden Wijaya dan Ike Mese, segera mungkin dia mengirim pasukan Kadiri untuk menghancurkan mereka, tapi pasukannya berhasil dikalahkan oleh pihak Mongol. setelah itu gabungan pasukan Mongol dan Majapahit serta Madura bergerak menyerang Daha (ibu kota Kerajaan Kadiri). Jayakatwang akhirnya menyerah dan ditawan dalam kapal Mongol.

Setelah Jayakatwang dikalahkan, Raden Wijaya meminta izin kembali ke Majapahit mempersiapkan penyerahan dirinya. Ike Mese lalu mengizinkannya tanpa curiga sama sekali. Sesampainya disana Raden Wijaya membunuh para prajurit Mongol yang mengawalnya, lalu kemudian memimpin serangan balik ke arah Daha di mana pasukan Mongol sedang berpesta kemenangan. serangan mendadak itu membuat Ike Mese kehilangan banyak prajurit dan terpaksa menarik mundur pasukannya meninggalkan Jawa. Raden Wijaya kemudian menobatkan dirinya menjadi raja Majapahit. Menurut “Kidung Harsa Wijaya” penobatan tersebut terjadi pada tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 Saka atau bertepatan dengan 12 November 1293. setelah naik Raden Wijaya membalas jasa dengan memberikan Gelar kepada orang yang menolongnya dahulu. Nambi diangkat sebagai patih MajapahitLembu Sora sebagai patih Daha dan Arya Wiraraja dan Ranggalawe sebagai pasangguhan. di juga memberikan anugerah kepada pemimpin desa Kudadu yang melindunginya saat pelarian menuju Pulau Madura, ditahun tahun 1294.

Di tahun 1295Mahapati menghasut Ranggalawe untuk memberontak. Pemberontakan karena pengangkatan Nambi sebagai patih, setelah itu perang saudara pertama Majapahit. Setelah pemberontak dan Ranggalawe berhasil dikalahkan hingga tewas, Arya Wiraraja mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pasangguhan. Ia lalu menagih janji Wijaya tentang pembagian wilayah kerajaan. Raden Wijaya pun mengabulkannya tanpa ingkar. Maka dari itu wilayah dimasa berikutnya kerajaannya dibagi setengah, Arya Wiraraja memimpin di sebelah timur dengan ibu kota di Lamajang (nama lama Lumajang).

Tahun 1300, Lembu Sora (paman dari Ranggalawe), yang dalam pemberontakan Ranggalawe memihak Majapahit. tapi ketika Ranggalawe dibunuh dengan kejam oleh Kebo Anabrang, Sora merasa tidak tahan dan berbalik membunuh Anabrang. Peristiwa ini diungkit-ungkit oleh Mahapati sehingga terjadi suasana perpecahan. Sora dengan kedua kawannya Gajah Biru dan Jurudemung yang ingin menuntut dendam, akhirnya tewas dibantai kelompok Nambi di halaman istana.

Tahun 1309 Raden Wijaya menghembukan nafas terakhirnya, ia meninggal dunia dan dimakamkan di Antahpura, serta dicandikan di Simping sebagai Harihara atau perpaduan Wisnu & Siwa. ia lalu digantikan Jayanagara sebagai penerusnya.

Ki Hadjar Dewantara

ki hajar dewantara

Jasanya terkenal atas pendirian Taman Siswa, nantinya orang pribumi bisa mendapat pendidikan yang layak. dia juga bagian dari Tiga SerangkaiErnest Douwes Dekker dan Cipto / Tjipto Mangoenkoesoemo, juga berjasa untuk memerdekakan Indonesia. tanggal kelahiran dirinya setiap tahun, ditanggal 2 Mei masih diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, untuk menghormati jasa-jasanya.

Cerita awal dirinya bermula di saat dia lahir dari keluarga Kraton. setelah dimulai dewasa, dia sempat menjajakan dipendidikan Sekolah Dasar Eropa/Belanda ELS, tapi dia tidak sampai tamat karena sakit. setelah itu ia melanjutkan karir sebagai Wartawan surat kabar, dan bekerja diberbagai tempat seperti: SediotomoMidden JavaDe ExpresOetoesan HindiaKaoem MoedaTjahaja Timoer, dan Poesara. pada pekerjaannya ia tergolong penulis handal, tulisan-tulisannya komunikatifm tajam dan penuh dengan semangat antikolonial.

Karena karir barunya ini tidak membuat ia ditangkap oleh tentara Belanda, dia malah menjadi-jadi karenanya. ia aktif di organisasi sosial dan politik, Sejak berdirinya Boedi Oetomo (BO) tahun 1908. ia juga aktif di seksi propaganda untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia (terutama Jawa), mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. tidak berhenti sampai situ saja, dia lalu masuk menjadi anggota organisasi Insulinde (organisasi multietnik atas pengaruh Ernest Douwes Dekker) yang telah didominasi kaum Indo, memperjuangkan pemerintahan sendiri di Hindia Belanda. Ketika kemudian Douwes Dekker mendirikan Indische Partij, ia pun diajak.

Masa setelahnya dia pun terus bergelut dalam bahaya melawan Pemerintah Belanda, yang dikhawatirkan akan membuat posisi ia tidak aman. tapi biar begitu, apalagi setelah ada kejadian saat pemerintah Hindia Belanda berniat menarik upeti, berkedok sumbangan dari warga (termasuk pribumi), untuk perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis pada tahun 1913. disaat itu ia sangat protes melalui tulisannya:

  • “Een voor Allen maar Ook Allen voor Een” atau “Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga”
  • Kolom yang paling terkenal: “Seandainya Aku Seorang Belanda” (judul asli: “Als ik een Nederlander was”), dimuat dalam surat kabar De Expres pimpinan Decker pada 13 Juli 1913.

Karena hal itu, Ki Hajar Dewantar telah memberikan cabai pedas untuk Pemerintah Kolonial Belanda dalam tulisan, yang berbunyi seperti ini:

“Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh siinlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya”

Aksinya pun tercium oleh Belanda, mereka curiga karena gaya tulisan ini berbeda dari sebelumnya. setelah diusut tuntas dan diketahui, Decker malah dianggap mengkompori Ki Hajar untuk menulis seperti itu. Pemerintah Belanda yang kesal sekali terhadap hal ini, atas persetujuan Gubernur Jenderal Idenburg, Ki Hajar diasingkan ke Pulau Bangka. tidak rela teman seperjuangannya diperlakukan seperti itu, Decker dan  Tjipto Mangoenkoesoemo memprotes hal tersebut. tapi buntutnya malah 3 orang ini bersama-sama diasingkan ke Belanda (tahun 1913). Ki Hajar diwaktu itu berusia 24 tahun, dikenal orang atas peristiwa ini sebagai “Tiga Serangkai”.

Dipengasingan tidak membuat Ki Hajar kapok, ia tetap aktif dalam organisasi para pelajar asal Indonesia, Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia). dipengasingan itu juga muncul lah ide yang akan diterapkan dimasa mendatang yaitu, ia bercita-citanya memajukan kaum pribumi dengan belajar ilmu pendidikan hingga memperoleh Europeesche Akte, suatu ijazah pendidikan yang bergengsi yang kelak menjadi pijakan dalam mendirikan lembaga pendidikan yang didirikannya.

Setelah bebas dari pengasingan September 1919 (6 tahun dipengasingan), Ki Hajar mendirikan Taman Siswa 2 tahun berikutnya, pada 3 Juli 1922. dimasa ini juga, dia mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara (sebelumnya: Ki Hajar Dewantara). karena dia tidak mau lagi menggunakan gelar kebangsawanan, yang tujuannya supaya dapat bebas dekat dengan rakyat, secara fisik maupun jiwa.

Setelah itu Ki Hadjar terus aktif mengajar disekolah. dengan Motto (dalam Bahasa Jawa berbunyi “ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani” artinya: “di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan”), sangat bisa diterima oleh orang banyak, tentunya menjadi magnet untuk menarik orang kepadanya dan bisa diterima dalam sistem yang dikenal di kalangan pendidikan Indonesia, bahkan sampai saat ini.

Setelah Merdeka Ki Hadjar diberi tugas dalam kabinet pertama Republik Indonesia, ia  diangkat menjadi Menteri Pengajaran Indonesia (posnya disebut sebagai Menteri Pendidikan dan Pengajaran dan Kebudayaan) yang pertama. ditahun 1957 ia mendapat gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa, Dr.H.C.) dari universitas tertua Indonesia, juga Universitas Gadjah Mada. diberikan atas jasa-jasanya dalam merintis pendidikan umum.

Dia juga dinyatakan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan hari kelahirannya dijadikan Hari Pendidikan Nasional (Surat Keputusan Presiden RI no. 305 tahun 1959, tanggal 28 November 1959). setelah ia meninggal dunia pada 26 April 1959 di Yogyakarta, jasadnya dikuburkan di Taman Wijaya Brata, makam untuk keluarga Taman Siswa.

Wage Rudolf Supratman

WageRudolfSoepratman

Dia adalah seorang pencipta lagu dan dia berperan besar atas terciptanya lagu, lirik serta melodi, Indonesia Raya, yang akhirnya menjadi “Lagu Kebangsaan Resmi Negara Indonesia”. dan karena lagu Ini jugalah, berapa banyak Pahlawan yang bergetar hatinya, terus berjuang saat melawan Penjajah. Lagu ini yang juga selain lagu wajib bangsa tanah air, dimasa kini, dimana masih terlihat jelas ada sebuah semangat nasionalis, saat seseorang mendengarkan lagu ini.

Sejarah Wage, yang tempat kelahirannya dimasa kini, telah menjadi pusat-pusat perbelanjaan, yang tidak jauh dari daerah Salemba – Senen ini. dia lahir dari seorang Ayah berpangkat sersan di Batalyon VIII, mempunyai Saudara berjumlah enam orang. dia disekolahkan dengan taraf sekolah Belanda, hingga akhirnya mendapatkan ijazah Klein Ambtenaar.

Setelah lulus, ia berkerja pada Perusahaan Dagang, Dari Makassar, ia pindah ke Bandung. setelah menetap dijakarta ia menjadi seorang Wartawan, bekerja di harian Kaoem Moeda dan Kaoem Kita. dijakarta juga ia nantinya tertarik kepada pergerakan nasional dan banyak bergaul dengan tokoh-tokoh pergerakan.

Bakat alami lainya dari Wage, yang ia punyai adalah ahli dalam bidang musik. dia yang sangat terkaget-kaget, saat melihat sebuah majalah (Timbul), dimana ia membaca sebuah karangan dan penulisnya menantang ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan. dari situlah semangat ia untuk menciptakan Lagu Kebangsaan telah muncul.

Ditahun 1924 sewaktu ia berada di Bandung, berusia 21 tahun, dia berhasil menciptakan lagu “Indonesia Raya”. tetapi hal itu membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu 4 tahun kemudian. saat Pada malam penutupan Kongres Pemuda II, dimana ia memperdengarkannya kepada pubilk (secara instrumental). ada cerita yang berkembang diwaktu itu, dimana semua orang didalam satu ruangan terdiam terpukau atas indahnya karya Wage tersebut. setelah kejadian tersebut, dengan cepat lagu itu menjadi tenar sekali, terutama dikalang Pergerakan Nasionalis. bukan cuma itu saja, bila partai-partai politik mengadakan kongres, maka lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan oleh mereka.lagu ini adalah merupakan perwujudan rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka.

Sesudah Indonesia merdeka, lagu Indonesia Raya dijadikan lagu kebangsaan resmi dan juga lambang persatuan bangsa. tetapi sayangnya, pencipta lagu itu “Wage Roedolf Soepratman” tidak sempat menikmati hidup dalam suasana kemerdekaan. karena tercium oleh Belanda, dia yang menciptakan lagu Indonesia Raya, ia selalu diburu oleh polisi Hindia Belanda, sampai jatuh sakit di Surabaya.

Lagu terakhir yang ia ciptakan adalah “Matahari Terbit” di bulanAgustus 1938. dimana ia nantinya ditangkap ketika dirinya menyiarkan lagu tersebut bersama pandu-pandu di NIROM Jalan Embong MalangSurabaya. dia ditahan di penjara Kalisosok, Surabaya. Ia meninggal pada tanggal 17 Agustus1938 karena sakit, diusia muda 35 tahun. meskipun dia tidak sempat melihat karyanya diperdendangkan, secara langsung oleh dirinya dihari proklamasi, 17 Agustus 1945. tetapi 6 tahun dari kematiannya ini, cita-citanya telah berhasil diwujudkan, ia berhasil meperdengarkannya kepada seluruh rakyat Indonesia, terus, hinga sampai saat ini.

Mohammad Yamin

851188849

Dia adalah penggalang Sumpah Pemuda, yang dimana nanti tercipta: Satu Tanah Air – Satu Bangsa dan Satu Bahasa. karena Sumpah Pemuda ini pula, efeknya, perjuangan untuk membebaskan dari Penjajahan semakin gencar, tidak peduli mereka (Para Pahlawan) dari suku manapun, mereka bersatu untuk kebebasan. hingga akhirnya Indonesia bisa merdeka dari Penjajahan, salah satunya jelas adalah Kontribusi Sumpah Pemuda.

Sejarah dirinya diketahui, dia lahir dari keluarga yang bisa menyekolahkan dirinya ke sekolah Asing, Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Palembang, kemudian Algemeene Middelbare School (AMS)Yogyakarta dan ia berhasil memperoleh gelar Meester in de Rechten (Sarjana Hukum) pada tahun 1932.

Setelah itu dia menjadi seorang penyair, karya puisinya muncul “Tanah Air” dan “Tumpah Darahku”. sewaktu menjadi Mahasiswa, ia bergabung dalam organisasi Jong Sumatranen Bond dan menyusun ikrah Sumpah Pemuda yang dibacakan pada Kongres Pemuda II, ia menetapkan Bahasa Indonesia, yang berasal dari Bahasa Melayu, sebagai bahasa nasional Indonesia.

Setelah kemerdekaan, Soekarno yang menjadi Presiden Republik Indonesia yang pertama, Yamin dilantik lalu diberi jabatan yang penting dalam pemerintahannya, antara lain:

Diwaktu menjabat menjadi Menteri Pertahanan, dirinya pernah membebaskan tahanan politik yang dipenjara tanpa proses pengadilan, tanpa grasi dan remisi. ia mengeluarkan 950 orang tahanan yang dicap komunis atau sosialis. karena kebijakannya itu, ia dikritik oleh banyak anggota DPR dan dia bertanggung jawab dengan berani atas tindakannya tersebut. sewaktu menjabat Menteri Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan. dia juga banyak mendorong pendirian univesitas-universitas negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Diantara perguruan tinggi yang ia dirikan adalah Universitas Andalas di PadangSumatera Barat.

Diusia 59 Tahun, Pahlawan Nasional serta pencetus Sumpah Pemuda, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. ia dikuburkan dengan kehormatan nasional penuh di samping ayahnya, di tanah keluarga di Malawi pulau Sumatera 17 Oktober 1962. biarpun dia telah meninggalkan dunia ini, tetapi karya tetapi dikenang. visinya yang utama bagi dia adalah, ada kebangkitan politik, meningkatnya kebanggaan nasional di Indonesia terhadap perkembangan politik  dan pendidikan dan budaya Indonesia.

Karyanya serta dirinya pun diakui tahun-tahun setelah kematiannya dan secara anumerta mendapat penghargaan tertinggi dari bangsa, menjadi Pahlawan Nasional Indonesia Pada tahun 1994. Dian Yamin “Tuti”, Istri Yamin menyumbangkan semua kertas Muhammad Yamin kepada Arsip Nasional di Jakarta, dimana pemikiran serta ide-idenya tetap hidup, sampai hari ini.

Ernest Douwes Dekker

mupor

Bagi Pemerintah Belanda dia adalah seorang pengacau, tetapi bagi Negara indonesia perjuangan demi kemerdekaan, membuat dia menjadi bagian dari Pahlawan Nasional serta bagian dari Tiga Serangkai pejuang pergerakan.

Auguste Henri Edouard Douwes Dekker dan  Louisa Margaretha Neumann, seorang Indo ayah berdarah Jerman dan ibu Jawa. mereka mempunyai 4 orang anak salah satunya Douwes Dekker. di usia 24 tahun Decker menikahi Clara Charlotte Deije, anak dokter campuran Jerman-Belanda ditahun 1903, yang hanya bisa bertahan 16 tahun. dari perkawinan tersebut, dia mendapatkan lima anak, tetapi dua di antaranya meninggal sewaktu bayi (keduanya laki-laki). yang masih hidup semuanya adalah perempuan. 

Dia lalu menikah lagi dengan Johanna Petronella Mossel, seorang Indo keturunan Yahudi ditahun 1927. meskipun dari perkawinan kedua ini tidak dikaruniai anak, tapi Johanna yang berprofesi seorang guru nantinya banyak membantu kegiatan Decker di Ksatrian Instituut (sekolah yang didirikan Decker). saat Decker diasingkan ke Suriname ditahun 1941, pasangan berpisah karena Johanna menikah dengan Djafar Kartodiredjo, seorang Indo (dikenal sebagai Arthur Kolmus). tanpa perceraian resmi, apakah Decker mengetahui istrinya menikah lagi selama ia berada pengasingan atau tidak. yang pasti dia terus mengirim surat kepadanya, tapi tidak pernah dibalas.

Dalam karir Politik Decker, yang dahulunya dia sering kali membela pekerja kebun karena diperlakuan semena-mena dimasa sekolah. sudah terlihat bahwa dia tidak suka dengan tindakan ketidakadilan, terutama dimasa-masa berikutnya yang ia lihat dari Pemerintah Belanda. setelah lulus sekolah karena menganggur ditahun 1899  ia pergi ke Afrika Selatan, untuk ikut Perang Boer Kedua melawan Inggris. Decker yang nantinya tertangkap lalu dipenjarakan, dikamp Ceylon. di sana ia berkenalan dengan sastera India, yang sengat mengubah pemikirannya, terutama tentang perlakuan ketidakadilan sosial dari pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Empat tahun kemudian dia kembali lagi ke Indonesia dan bekerja sebagai agen pengiriman KPM. lalu ia bekerja koran terkemuka di Semarang De Locomotief, sebagai reporter. dipekerjaan barunya ini, Decker mulai mencurahkan kemampuannya dan pro sekali kepada kaum Indo serta pribumi. dimasa ini juga ia mulai aktif keberbagai kegiatan, mulai dari (yang diklaim) dia salah satu pendiri Budi Utomo dan membiayai Indische Universiteit Vereeniging. saat dia aktif diorganisasi kaum IndoIndische Bond dan Insulindedia menyatakan suatu gagasan bahwa “Indië” (Hindia) yang baru dipimpin oleh warganya sendiri, bukan oleh pendatang dan disambut hangat di kalangan kecil saja, karena sebagian besar mereka lebih suka dengan status quo (dalam keadaan sebagaimana adanya). karena kaum Indo direndahkan oleh kelompok orang Eropa “murni”, tapi mereka masih dapat didukung oleh pribumi.

Karena Indische Bond dan Insulinde tidak bisa bersatu, tahun 1912 Decker bersama temannya Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hadjar Dewantara), mendirikan partai berhaluan nasionalis inklusif bernama Indische Partij (“Partai Hindia”). setelah kampanye dibeberapa kota menghasilkan anggota berjumlah sekitar 5000 orang dalam waktu singkat. Semarang  dengan anggota terbesar, juga kota Bandung. lalu partai ini sangat populer di kalangan orang Indo, serta diterima baik oleh kelompok Tionghoa dan pribumi. walaupun dicurigai mempunyai gagasan yang radikal. partai ini akhirnya dibubarkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda setahun kemudian 1913, karena dianggap menyebarkan kebencian terhadap pemerintah. saat muncul tulisan terkenal dari Suwardi diDe Expres, “Als Ik Een Nederlander Was” (Seandainya Aku Seorang Belanda), Tiga Serangkai ini diasingkan ke negeri Belanda.

Diasingkan dimanfaatkan oleh Decker untuk mengambil program doktor di Universitas Zürich,Swiss, disini ia juga tinggal bersama-sama keluarganya. Gelar doktor bisa diraihnya secara agak kontroversial dan dengan nilai “serendah-rendahnya”. setelah kembali ke Batavia (Jakarta), dia aktif dalam dunia jurnalistik serta organisasi. Ia menjadi redaktur organ informasi Insulinde yang bernama De Beweging dan tetap menulis, menyindir kalangan pro-koloni. keinginannya adalah agar orang Indo menyadari mereka harus berada di pihak pribumi, bukan berpihak ke Belanda. setelah terbentuk Organisasi baru orang Indo, bernama Indisch Europeesch Verbond (IEV), ia mengkritik dalam seri tulisan “De tien geboden” (Sepuluh Perintah Tuhan) dan “Njo Indrik” (Sinyo Hendrik). diseri yang terakhir, IEV dicap olehnya sebagai “liga yang konyol dan kekanak-kanakan”. beberap karya pamflet lepas darinya yang cukup dikenal juga ditulis pada periode ini, seperti “Een Natie in de maak” (Suatu bangsa tengah terbentuk) dan “Ons volk en het buitenlandsche kapitaal” (Bangsa kita dan modal asing).

Disaat ini juga terbentuklah Nationaal Indische Partij (NIP), organisasi lanjuta Indische Partij yang telah dilarang Belanda. pembentukan NIP ini menimbulkan perpecahan di kalangan anggota Insulinde antara yang moderat (kebanyakan kalangan Indo) dan yang progresif (menginginkan pemerintahan sendiri, kebanyakan orang Indonesia pribumi). NIP akhirnya bernasib sama seperti Indische Partij, tidak diizinkan oleh Pemerintah.

Saat Suwardi Suryaningrat yang saat itu sudah mendirikan Perguruan Taman Siswa, ia lalu ikut dalam dunia pendidikan dan mendirikan sekolah “Ksatrian Instituut” di Bandung. Ia banyak membuat materi pelajaran sendiri yang instruksinya dalam bahasa Belanda. Ksatrian Instituut kemudia mengembangkan pendidikan bisnis, juga dengan pelajaran sejarah Indonesia dan sejarah dunia, yang materinya ditulis oleh sendiri. efeknya isi pelajaran sejarah ini menjadi anti-kolonial dan pro-Jepang, ditahun 1933 nasib sial hinggap ke Decker, selain dilarang mengajar, buku-bukunya disita pemerintah Keresidenan Bandung dan dibakar. tapi untungnya disaat itu Jepang mulai mengembangkan kekuatan militer dan politik di Asia Timur dengan politik ekspansi ke Korea dan Tiongkok.

Dilarang mengajar, Decker mencari nafkah bekerja di kantor Kamar Dagang Jepang di Jakarta dan membuatnya dekat dengan Mohammad Husni Thamrin (seorang wakil pribumi di Volksraad). disaat yang sama, karena pemerintah Hindia Belanda masih trauma akibat pemberontakan komunis (ISDV) ditahun 1927, memecahkan masalah ekonomi akibat krisis keuangan 1929, dan juga harus menghadapi perkembangan fasisme ala Nazi di kalangan warga Eropa (Europaeer), membuat mimpi buruk bagi mereka. serbuan Nazi Jerman ke Denmark dan Norwegia, dan ke Belanda ditahun 1940, akhirnya berakibat ditangkapnya ribuan orang Jerman di Hindia Belanda, juga orang-orang Eropa lain, yang diduga berafiliasi Nazi. Decker yang memang sudah “dipantau”, akhirnya juga kena, dia dituduh sebagai kolaborator Jepang, yang mulai menyerang Indocina Perancis dan dia juga dituduh komunis.

Decker ditangkap dan lalu dibuang ke Suriname pada ditahun 1941 melalui jalan Belanda. Di sana ia dipenjarakan dikamp yang jauh dari pedalaman Sungai Suriname, bernama Jodensavanne (“Padang Yahudi”). sejarah tempat itu diabad ke-17 hingga ke-19 pernah menjadi tempat permukiman orang Yahudi yang kemudian ditinggalkan karena banyak pendatang yang membuat keonaran. dikamp dia sangat memprihatinkan, sampai-sampai dia yang sudah memasuki usia 60-an, sempat kehilangan penglihatannya. dia juga sangat tertekan dan sangat merindukan keluarganya. ia terus menusi surat melalui Palang Merah Internasional, itu pun harus melalui sensor.

Ketika perang berakhir, dia tidak segera dibebaskan. ditahun 1946 baru ia bisa kembali ke Indonesia. setelah mengganti nama untuk menghindari petugas intelijen di Pelabuhan Tanjung Priok. Akhirnya mereka berhasil tiba di Yogyakarta, ibukota Republik Indonesia (Sementara) ditanggal 2 Januari 1947. saat ini dia menadapat posisi-posisi penting dalam Pemerintah Republik Indonesia. Pertama ia menjabat sebagai menteri negara tanpa portofolio dalam Kabinet Sjahrir III, (hanya 9 bulan). lalu menjadi anggota delegasi negosiasi dengan Belanda, konsultan dalam komite bidang keuangan dan ekonomi di delegasi itu. ia juga menjadi anggota DPA (pengajar di Akademi Ilmu Politik) dan terakhir sebagai kepala seksi penulisan sejarah (historiografi) di bawah Kementerian Penerangan. dimasa-masa ini pula, Decker mengganti namanya menjadi Danudirja Setiabudi.

Di tanggal 21 Desember 1948, Decker diciduk oleh tentara Belanda yang tiba dua hari sebelumnya di Yogyakarta dalam rangka “Aksi Polisionil“. setelah diinterogasi ia dikirim ke Jakarta untuk diinterogasi kembali, tidak lama kemudian dia dibebaskan. karena kejadian tersebut kondisi fisiknya menjadi parah, setelah itu dia tidak melibatkan diri dalam politik. dia lalu pergi ke Bandung atas permintaannya sendiri. disini dia terlibat kembali dengan aktivitas di Ksatrian Instituut, dengan Kegiatan mengumpulkan material untuk penulisan autobiografinya (terbit tahun 1950, 70 jaar konsekwent), dia merevisi buku sejarah tulisannya.

Pada 28 Agustus 1950, Ernest Douwes Dekker wafat dan ia dimakamkan di TMP Cikutra, Bandung. jasa Decker sebagai perintis kemerdekaan di ekspresikan dalam banyak hal. disetiap kota besar bisa dijumpai jalan yang dinamakan dirinya: Setiabudi. ada Jalan Lembang di Bandung utara (ditempat rumahnya berdiri) sekarang bernama Jalan Setiabudi. Di Jakarta namanya dipakai sebagai nama suatu kecamatan, Kecamatan Setiabudi di Jakarta Selatan, juga sebagai nama jalan. Dia juga diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Soekarno dan dicatat dalam biografi, ‘Het Leven van EFE Douwes Dekker’ oleh Frans Glissenaar pada tahun 1999.

Jasa-jasa Decker masih banyak lainnya, ia yang penah membuat tulisan-tulisan mengungkapkan fakta kekejaman Koloni Belanda. karena tulisan ini nantinya membuat Ratu Wilhelmina (yang baru naik tahta), turun tanggan langsung. karena tidak ingin Belanda dianggap tidak bermoral atau dicap buruk bagi dunia Internasional, Ratu akhirnya pemerintah kolonial di Indonesia lebih sedikit memperhatikan nasib para pribumi yang terbelakang. dari situ juga munculnya:

  • Irigasi (pengairan), membangun dan memperbaiki pengairan-pengairan dan bendungan untuk keperluan pertanian
  • Emigrasi yakni mengajak penduduk untuk bertransmigrasi
  • Edukasi yakni memperluas dalam bidang pengajaran dan pendidikan

Karena Politik Etis buatannya ini, Belanda bisa sedikit melonggarkan tirani mereka, memberi sedikit kebebasan terhadap pribumi, dibanding masa sebelumnya. meski pelaksanaannya sangatlah tidak efektif, tetap menguntungkan pihak Belanda.

Bung Tomo – Sutomo

Bung_tomo

Orang ini harus menunggu sampai 10 November 2008 dahulu, sebelum akhirnya menjadi Pahlawan Nasional “Juga”. itupun atas desakan Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Fraksi Partai Golkar (FPG), yang mengajukan satu tahun sebelumnya (Pada 9 November 2007). bukan menyalakan pihak manapun sehingga jasanya sedikit dilupakan (mungkin seperti itu). tapi yang pasti, dimasanya Orang Ini “This Guy” Bung Tomo, adalah salah satu orang terhebat diantara orang hebat lainnya.

Faktanya yang tidak bisa dibantah lagi adalah: Pidato-nya yang menyemagati “Para Pejuang” telah memberikan semangat “Berjuang Demi Tanah Air”. yang akhirnya, bila ada seorang pejuang mendengar semagat Bung Tomo itu diradio-radio, jiwa mereka bergetar, ingin terus berjuang (selepas) apapun yang terjadi? itu adalah faktor “Psikologis” dalam Tim Olahraga maupun segi apapun, “bila seseorang diberi semangat, maka orang itu akan semangat”. oleh karena itu, Bung tomo telah memberikan sumbangan yang sangat berarti dari sebuah perjuangan menuju kemerdekaan.

Bakat alami dari Bung Tomo didapat dari pengalaman hidupnya, dan dia sudah berbicara “terus terang dan penuh semangat” adalah ciri khasnya sejak kecil. meskipun hidupnya dimasa kecil, harus mengalami kesulitan ekonomi dari keluarganya, lalu ia terpaksa bekerja keras memperbaiki keadaan. bekerja kasar (kecil-kecilan), meninggalkan pendidikannya dan tidak pernah lulus walau sudah mencoba bersekolah kembali. itulah awalnya mengapa dimasa-masa mendatang mempunyai sikap yang tegas. ditambah juga saat bergabung ke KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia), dia yang menjelaskan bahwa filsafat kepanduan dan dengan kesadaran nasionalis, semua itu berawal kelompok ini, juga kakeknya.

Dimasa-masa berikutnya ia menjadi Wartawan, lalu bergabung dengan Kelompok Gerakan Rakyat Baru di tahun 1944, yang disponsori Jepang. selama waktu Revolusi Nasional Indonesia, ia menjaga kota Surabaya dari serangan berhasil Inggris merebut kota tersebut. disaat ini Bung Tomo mulai menunjukan kualitas diri sebagai “Ahli Pidato Berapi-Api” di radio-radio.

Tak seorang pun yang mengenal sosok dia sebelum hari itu, tapi setelah sudah melewati Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Agresi Millter 1 & 2 dan diakuinya Negara Indonesia di PBB. dalam waktu lebih dari 5 tahun saja, namanya sudah dikenal dikalangan Pejuang, Masyarakat, serta Petinggi Belanda, Jepang, Dunia Internasional, maupun Indonesia sendiri.

Di tahun 1950an Bung Tomo menjadi tokoh nasional selama periode pergolakan 1965. ditahun-tahun mendatang dia mendukung Soeharto untuk menggantikan pemerintahan Sukarno yang cenderung condong ke kiri. hubungannya pun dengan Presiden Soekarno menjadi buruk dikarenakan masalah pribadi, setelah itu menghilang dari panggung Politik. walaupun ia pernah menjabat menjadi, Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang Bersenjata/Veteran sekaligus Menteri Sosial Ad Interim pada 1955-1956, di era Kabinet Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. menjadi anggota DPR pada 1956-1959 mewakili Partai Rakyat Indonesia dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia Ke 10, 1964 –  1966. 

Dia muncul kembali diarena Politik diera Orde Baru, tapi ia bersitegang kembali karena menganggap pemerintah baru tersebut “korupsi dan menyalahgunakan kekuasaan” pada 11 April 1978 ia ditahan oleh pemerintah yang khawatir kritik-kritiknya sangat keras. setahun kemudian ia dilepaskan oleh Suharto. semenjak itu semangatnya memang tidaklah hancur, tapi dia tidak lagi bersikap vokal.

Lepas dari hukuman penjara, dia yang masih tertarik soal politik, tapi dia tidak pernah mengangkat-angkat peranannya di dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Bung Tomo lalu fokus agar kelima anaknya berhasil dalam pendidikannya, dia juga sangat dekat dengan keluarga dan anak-anaknya.

Pada 7 Oktober 1981, Bung Tomo meninggal dunia di Padang Arafah, ketika sedang menunaikan ibadah haji. karena tertentang tradisi untuk memakamkan para jemaah haji yang meninggal dalam ziarah ke tanah suci, yang akhirnya tubuh Bung Tomo bisa dikembalikan ke Indonesia, setelah keluarga dan teman-teman memintanya. setelah itu jenazah Bung Tomo dibawa kembali ke tanah air, tetapi tidak dimakamkan di sebuah Taman Makam Pahlawan, melainkan di Tempat Pemakaman Umum Ngagel di Surabaya. seperti yang ia minta sebelumnya dia tidak ingin dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.

Tan Malaka

1884-1949_tan_malaka

Dia adalah bagian dari Pahlawan Indonesia juga Nasional, salah satu Pendiri Republik Indonesia dan Tokoh pertama yang menyusun konsep Negara Indonesia. ia juga pemikir yang pandai, meski karya tulisannya sangat berbau kiri, terutama pada karya di “bahasa Dari Pendjara Ke Pendjara” yang terdiri tiga volume. beberapa karya dia lainnya masih ada ditemui dimasa kini.

Saat ketertarikannya terhadap Revolusi membuat dia sangat membenci Belanda. apalagi setelah lulus dari kuliahnya dan melanjutkan karir menjadi Guru, seterusnya kiprahnya menyerang kebencian di Media Massa dilakukannya. bukan hanya itu saja karya yang ia tulis sendiri sejak tahun 1925 “Naar de Republiek Indonesia” mencerminkan cara berpikir yang teoritis untuk mencapai Republik Indonesia. karya-karya Tan Malaka lainnya meliputi semua bidang kemasyarakatan, kenegaraan, politik, ekonomi, sosial, kebudayaan sampai kemiliteran (GerpolekGerilyaPolitik dan Ekonomi 1948). akan ditemukan benang putih keilmiahan dan ke-Indonesia-an serta benang merah kemandirian, sikap konsisten yang jelas dalam gagasan-gagasan serta perjuangannya.

Ia terlibat pada peristiwa Peristiwa 3 Juli 1946, dimana suatu percobaan kudeta (perebutan kekuasaan) yang dilakukan oleh pihak oposisi, kelompok Persatuan Perjuangan terhadap pemerintahan Kabinet Sjahrir II di Indonesia. Tan malaka lalu ditahan bersama pimpinan Persatuan Perjuangan lainnya, tanpa pernah diadili selama dua setengah tahun. tapi untung bagi dirinya, setelah meletus pemberontakan FDR/PKI di Madiun, September 1948. yang dipimpin Musso dan Amir Syarifuddin, Tan Malaka dikeluarkan begitu saja dari penjara akibat peristiwa itu.

Setelah itu, kecewa dengan Syahrir yang dengan perjanjian Perjanjian Linggajati 1947 dan Renville 1948. ia akhirnya mendirikan Partai Murba (Musyawarah Rakyat Banyak), 7 November 1948 di Yogyakarta, yang hanya bisa dinikmati dirinya selama satu tahun saja, karena semenjak itu, ia dinyatakan meninggal secara tragis. walau misterinya nanti bisa terungkap melalui penuturan Harry A. Poeze (seorang Sejarawan Belanda). bahwa ia dieksekusi, lalu dimakamkan di hutan, pada tanggal 21 Februari 1949 di kaki Gunung Wilis, tepatnya di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. atas perintah Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan – Divisi Brawijaya.

Tan Malaka yang dengan visi dan keyakinan teguhnya, memang kerap kali menjadi bumerang atas tindakannya sendiri. tapi biar bagaimanapun setelah kematiannya dan sesudahnya, nama ia belumlah padam sampai disaat ini. banyaknya Biografi tentang dirinya dan juga penghargahaan sebagai Pahlawan kemerdekaan Nasional, telah menjadi bukti bahwa Tan Malaka adalah seseorang yang mempunyai “Gaya Tersendiri” dijamannya.

Keumalahayati

laksamana_keumalahayati

  • Nama Lain – (Julukan): Malahayati
  • Tempat – Tanggal Lahir: Aceh – Tidak Diketahui (Di Abad 15an)
  • Meninggal: Tidak Diketahui (Di Abad 16an)

Asal tahu saja, Indonesia juga punya Laksamana Wanita yang hebat dijamanya, diakui (menurut sejarah) “Laksamana Wanita Pertama Didunia” dan dia juga seorang Pejuang Perang Aceh. memang kebanyakan orang diposisi Laksamana adalah seorang lelaki (Kemungkinan tidak ada Laksamana seorang adalah Wanita) Cheng Ho contohnya dari berapa Laksamana terkenal lainnya. Tokoh Keumalahayati (Malahayati) ini diakui pihak Asing, bahwa namanya Sebanding dengan Semiramis and Catherine the Great, Ratu Legendaris Yunani dan Russia, karena keberanian dirinya di medan tempur.

Meski tidak diketahui tanggal lahir dan juga meninggalnya, tapi sejarah mengetahui dia adalah putri Laksamana Machmud Syah dari (Kekaisaran Aceh). Setelah lulus dari pesantren (Sekolah Islam) ia melanjutkan studinya di Akademi Militer Kerajaan Aceh, yang dikenal sebagai Baitul Maqdis Ma’had. Menyusul jatuhnya Malaka ke penjajah Portugis, Aceh menjadi sebuah faksi kuat dan memastikan bahwa rute pelayaran niaga di Selat Malaka tetap eksklusif bagi para pedagang Asia.

Karirnya dimulai saat Sultan Alauddin II Mansur Syah I (1577 – 1589 ) yang memperkuat kekuatan militer dengan membangun angkatan laut yang kuat. ia lalu menunjuk Malahayati, seorang janda prajurit Aceh. walaupun dia seorang wanita, Jenderalnya selalu menghormati dirinya. ditambah dirinya dengan mampun menjadi seorang komandan legendaris, yang selama beberapa pertempuran dengan Portugis dan Belanda, selalu menunjukan tajinya.

 Pada 1599, Belanda ekspedisi komandan Cornelis de Houtman tiba di pelabuhan Aceh. Pada awalnya Sultan menerima dengan damai sampai de Houtman menghinanya. pelaut asal Belanda ini, yang sebelumnya sudah bentrok dengan Kesultanan Banten di barat utara Jawa sebelum kedatangannya di Aceh, memutuskan untuk menyerang. untungnya disaat itu Malahayati yang memimpin Tentaranya, bernama “Inong Balee” menanggapi serangan Belanda. setelah beberapa pertempuran, akhirnya de Houtman tewas pada tanggal 11 September 1599.

Pada tahun 1600 Pada 1600, Angkatan Laut Belanda yang dipimpin oleh Paulus van Caerden, merampok dan menenggelamkan kapal Pedagang Aceh penuh rempah-rempah di pantai Aceh. Setelah kejadian ini, Pada bulan Juni 1601 Malahayati ditangkap Admiral Belanda Jacob van Neck, sementara ia sedang berlayar di sepanjang pantai Aceh. Setelah banyaknya insiden pemblokiran Angkatan Laut ekspedisi Belanda dan ancaman dari armada Spanyol, Maurits van Oranje mengirim Para utusan Laksamana Laurens Bicker dan Gerard de Roy dengan huruf diplomatik permintaan maaf kepada Kekaisaran Aceh. Pada bulan Agustus 1601, Malahayati bertemu utusan Maurits untuk kesepakatan perjanjian, Sebuah gencatan senjata disepakati dan Belanda membayar 50 ribu gulden sebagai kompensasi atas tindakan Paulus van Caerden. sedangkan Malahayati dibebaskan sebagai tahanan Belanda, Setelah perjanjian itu Sultan mengirim tiga utusan ke Belanda.

Pada bulan Juni 1602, Reputasinya sebagai pengawal Kerajaan Aceh dan Inggris pun memilih damai, metode diplomatik yang digunakan untuk masuk ke Selat Malaka. Sebuah surat dari Ratu Elizabeth I yang dibawa oleh James Lancaster untuk Sultan dan itu sendiri Malahayati yang memimpin negosiasi dengan James Lancaster. Perjanjian tersebut membuka rute Inggris ke Jawa dan segera setelah itu mampu membangun kantor dagang di Banten. Elizabeth I menghargai Lancaster ksatria, karena diplomasinya sukses di Aceh dan Banten.

Malahayati tewas dalam pertempuran saat menyerang armada Portugis di Teuluk Krueng Raya. Dia dimakamkan di Lereng Bukit Kota Dalam, sebuah desa nelayan kecil 34 km dari Banda Aceh. Hari ini, Malahayati telah menjadi nama terkenal untuk kapal angkatan laut, universitas, rumah sakit dan jalan di beberapa kota di Sumatera.

Cipto – Tjipto Mangoenkoesoemo

sudarso-dr-big

Dia juga termaksud bagian dari “Tiga Serangkai” bersama Ernest Douwes Dekker dan Ki Hadjar Dewantara, yang berjuang dengan caranya masing-masing demi kemerdekaan tanah air indonesia. meski ia tidak mendapat Gelar “Pahlawan Nasional” seperti 2 nama temannya, tetapi karena arti ketiganya dirasa “Sangat Penting” terutama terhadap pengerakan kemerdekaan. ia juga tidak boleh dilupakan, dari berderet Tokoh lainnya.

Cerita Cipto Mangunkusumo diawali saat menjadi guru bahasa Melayu disekolah dasar di Ambarawa, lalu menjadi kepala sekolah disekolah dasar di Semarang. setelah itu ia menjadi pembantu administrasi pada Dewan Kota di Semarang. dia yang mempunyai pribadi jujur, berpikiran tajam dan rajin sudah menunjukan sikap berbeda dari teman-temannya sewaktu disekolah.

Ditahun 1907, dia sudah menulis kritikan menentang keadaan masyarakat yang ia anggap tidak sehat. di juga mengkritik hubungan feodal dan kolonial sebagai sumber penderitaan rakyat. dia menentang diskriminasi ras bahwa orang pribumi selalu mendapat gaji lebih sedikit dari orang Eropa dai pekerjaan yang sama. dia juga menyadari perbedaan terjadi dalam berbagai bidang, peradilan, perbedaan pajak, kewajiban kerja rodi dan kerja desa. juga dalam bidang pemerintahan, politik, ekonomi serta sosial. karena tulisanya itu pto dia kerap kali dapat teguran dari pemerintah Belanda. dia lalu keluar dari dinas pemerintah dan mengembalikan uang ikatan dinasnya, jumlahnya pun tidak sedikit.

Pada Pembentuknya Budi Utomo pertama 20 Mei 1908, di kongres pertama Budi Utomo di kota Yogyakarta ia ikut masuk kedalamnya. walau awal dari kongres diadakan untuk memajukan perkembangan yang serasi bagi orang Jawa, tapi kenyataannya terjadi keretakan antara kaum konservatif dan kaum progesif, diwakili oleh golongan muda. saat terjadi perpecahan antara Cipto dan Radjiman, dia yang ingin Budi Utomo sebagai organisasi politik secara demokratis terbuka bagi semua rakyat Indonesia. Organisasi ini juga harus menjadi pimpinan bagi rakyat dan jangan mencari hubungan dengan atasan. tapi Radjiman ingin menjadikan Budi Utomo sebagai suatu gerakan kebudayaan yang bersifat Jawa.

Karena ketidakcocokan pandangan ini, menanggap kebudayaan keraton yang feodalis. ia mengatakan bahwa sebelum persoalan kebudayaan dapat dipecahan, terlebih dahulu diselesaikan masalah politik. tetapi dia malah dianggap radikal, karena menunjukkan rasionalitasnya yang tinggi dan juga analisis tajam dengan jangkauan masa depan. disaat itu memang belum menjadi tanggapan luas untuk timbulnya persatuan di antara seluruh rakyat di Hindia Belanda, dalam hidup bersama dibawah kekuasaan asing. ia akhirnya diangkat sebagai pengurus Budi Utomo, tapi mengundurkan diri karena tidak mewakili aspirasinya. setelah ia mundur perdebatan di Budi Utomo tidak ada lagi, tapi Budi Utomo kehilangan kekuatan progesifnya.

Dia lalu membuka praktik dokter di Solo, tetapi tidak meniggalkan dunia politik. Di sela kesibukkannya dia mendirikan Raden Ajeng Kartini Klub yang bertujuan memperbaiki nasib rakyat. perhatiannya kepada politik semakin menjadi, ketika bertemu dengan Douwes Dekker yang ingin mendirikan Indische Partij. dia lalu berkawan, bekerjasama untuk melaksanakan cita-citanya, yaitu gerakan politik bagi seluruh rakyat Hindia Belanda. karena hubungannya sangatlah dekat, dia kembali menjadi anggota redaksi harian penerbitan de Expres dan majalah het Tijdschrijft.

Pada bulan Nopember 1913, Belanda memperingati 100 tahun kemerdekaannya dari Perancis. Peringatan itu dirayakan secara besar-besaran, juga di Hindia Belanda. Cipto yang melihat hal tersebut sebagai suatu penghinaan kepada rakyat bumi putera yang sedang dijajah, akhirnya mendirikan suatu komite perayaan seratus tahun kemerdekaan Belanda dengan nama Komite Bumi Putra. dikomite itu dia dipercaya untuk menjadi ketuanya. Komite berencana ingin mengumpulkan uang untuk mengirim telegram kepada Ratu Wihelmina, yang isinya meminta agar pasal pembatasan kegiatan politik dan membentuk parlemen dicabut. komite itu juga membuat selebaran untuk menyadarkan rakyat bahwa upacara perayaan kemerdekaan Belanda dengan menghamburkan uang dari tenaga rakyat adalah suatu penghinaan bagi bumi putera.

Pada 19 Juli 1913, saat harian De Express menerbitkan artikel Suwardi Suryaningrat (Ki Hadjar Dewantara), yang berjudul “Als Ik Een Nederlander Was” (Andaikan Saya Seorang Belanda). dihari berikutnya dalam harian De Express, Cipto menulis artikel yang mendukung Suwardi untuk memboikot perayaan kemerdekaan Belanda. tulisan Cipto dan Suwardi sangat memukul Pemerintah Hindia Belanda disaat itu. lalu pada 30 Juli 1913, ia dan Suwardi dipenjarakan, lalu dibuang bersama dua teman seperjuangannya yaitu Suwardi Suryaningrat dan Douwes Dekker ke Belanda.

Selama di negeri Belanda, yang tetap menjadin hubungan dekat dengan keduanya, ia tetap tidak kapok dalam aksi politiknya. dengan melakukan propaganda politik berdasarkan ideologi Indische Partij, mereka menerbitkan majalah De Indier yang ingin menyadarkan masyarakat Belanda serta orang Indonesia di Belanda, situasi yang terjadi di tanah jajahan-nya. Majalah De Indier lalu menerbitkan artikel yang menyerang kebijaksanaan Pemerintah Hindia Belanda.

Kehadiran tiga pemimpin ini, akhirnya telah membawa angin sejuk untuk organisasi mahasiswa Indonesia di negeri Belanda. Indische Vereeniging, awalnya perkumpulan sosial mahasiswa Indonesia, sebagai tempat saling memberi informasi tentang tanah airnya. tetapi setelah kedatangan Tiga Serangkai, berdampak pada konsep baru dalam gerakan organisasi ini. Konsep “Hindia bebas dari Belanda, serta pembentukan sebuah negara Hindia yang diperintah oleh rakyatnya sendiri mulai dibuat Indische Vereeniging. Pengaruh mereka sangat terasa saat diterbitkan jurnal Indische Vereeniging, yaitu Hindia Poetra pada 1916.

Karena alasan kesehatan, ditahun 1914 Cipto dibolehkan pulang kembali ke Jawa, lalu bergabung dengan Insulinde (perkumpulan yang menggantikan Indische Partij) sejak itu ia menjadi anggota pengurus pusat Insulinde dalam beberapa waktu untuk melancarkan propaganda untuk Insulinde, terutama di daerah pesisir utara pulau Jawa. selain itu propaganda ini dijalankan pula melalui majalah Indsulinde, yaitu Goentoer Bergerak, surat kabar berbahasa Belanda De Beweging, surat kabar Madjapahit, dan surat kabar Pahlawan. karena propaganda ini juga, jumlah anggota Insulinde pada tahun 1915 sudah berjumlah 1009. lalu meningkat menjadi 6.000 orang pada tahun 1917 dan dibulan Oktober 1919 menjadi 40.000 orang. Insulinde di bawah pengaruh Cipto telah menjadi partai radikal di Hindia Belanda. pada 9 Juni 1919 Insulinde mengubah namanya menjadi Nationaal-Indische Partij (NIP).

Ditahun 1918, Pemerintah Hindia Belanda membentuk Volksraad (Dewan Rakyat). Pengangkatan ini pun melalui dua cara. Pertama, calon dipilih melalui dewan perwakilan kota, kabupaten dan propinsi, yang kedua melalui pengangkatan yang dilakukan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Gubernur jenderal Van Limburg Stirum mengangkat beberapa tokoh radikal, bertujuan agar Volksraad dapat menampung berbagai aliran dari menonjolkan sifat demokratisnya. seorang tokoh radikal yang diangkat oleh Limburg Stirum adalah Cipto.

Bagi Cipto pembentukan Volksraad adalah kemajuan yang berarti, Cipto memanfaatkan Volksraad sebagai tempat untuk menyatakan pemikiran dan kritik kepada pemerintah mengenai masalah sosial dan politik. walaupun Volksraad bagi Cipto telah dianggap sebagai suatu kemajuan dalam sistem politik, tapi Cipto tetap melancarkan kritiknya terhadap Volksraad, sebagai lembaga yang mempertahankan kekuasaan penjajah dengan kedok demokrasi. pada 25 Nopember 1919 Cipto berpidato di Volksraad, yang isinya mengungkapkan persoalan tentang persekongkolan Sunan dan residen dalam menipu rakyat. Cipto menyatakan bahwa pinjaman 12 gulden dari sunan ternyata harus dibayar rakyat bekerja sedemikian lama di perkebunan, bila dikonversi dalam uang ternyata menjadi 28 gulden.

Karena hal itu, Pemerintah Hindia Belanda menyatakan Cipto sebagai orang yang sangat berbahaya. sehingga Dewan Hindia (Raad van Nederlandsch Indie) di 15 Oktober 1920, memberi masukan kepada Gubernur Jenderal untuk mengusir Cipto ke daerah yang tidak berbahasa Jawa. tetapi kenyataannya, pembuangannya ke daerah Jawa, Madura, Aceh, Palembang, Jambi, dan Kalimantan Timur, juga masih tetap membahayakan pemerintah. oleh karena itu, Dewan Hindia berdasarkan surat Gubernur Jenderal mengusulkan mengusir Cipto ke Kepulauan Timor. ditahun itu juga Cipto dibuang dari daerah yang berbahasa Jawa, tetapi masih di pulau Jawa. yaitu Bandung, ia juga dilarang untuk keluar kota Bandung. Selama tinggal di Bandung, dia kembali membuka praktik dokter  selama tiga tahun, ia dengan sepedanya ia masuk keluar kampung untuk mengobati pasien.

Di daerah Bandung ini juga, ia bertemu dengan kaum nasionalis yang lebih muda, seperti Sukarno ditahun 1923, yang membentuk (Algemeene Studie Club). ditahun 1927 (Algemeene Studie Club) diubah menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI). dia yang bukan anggota resmi dalam Algemeene Studie Club dan PNI, tapi dia tetap diakui sebagai penyumbang pemikiran untuk generasi muda. Sukarno yang dalam suatu wawancara pers ditahun 1959, pernah ditanya oleh wartawan “siapa di antara tokoh-tokoh pemimpin Indonesia yang paling banyak memberikan pengaruh kepada pemikiran politiknya?” tanpa ragu ia menyebut Cipto Mangunkusumo, sebagai jawabannya.

Akhir tahun 1926 dan tahun 1927 terjadi pemberontakan komunis, tapi menemui ke-gagalan. ribuan orang ditangkap atau dibuang karena terlibat. Cipto juga ikut ditangkap, dia didakwa turut serta dalam perlawanan terhadap pemerintah. dibulan Juli 1927 Cipto kedatangan tamu seorang militer, yaitu seorang kawannya. kepada tamu itu, Cipto mengatakan rencananya akan melakukan sabotase dengan meledakkan persediaan-persediaan mesiu, tetapi dia ingin mengunjungi keluarganya di Jatinegara – Jakarta, sebelumnya. dia juga perlu uang untuk biaya perjalanan. ketika tamu itu menasehati untuk tidak melakukan tindakan sabotase, Cipto lalu memberikan uang sebesar 10 gulden kepada tamunya.

Saat Pemberontakan komunis yang  gagal dan terbongkar kasus peledakan gudang mesiu di Bandung, Cipto dipanggil lagi pemerintah. dia didakwa dalam pengadilan karena dianggap telah memberikan andil membantu anggota komunis, dengan memberi uang 10 gulden. pemerintah Belanda juga mengetahui nama-nama kepala pemberontakan dalam daftar tamu Cipto. sebagai hukumannya, dia lalu dibuang ke Banda pada tahun 1928. dipembuangan itu penyakit asmanya kambuh.

Setelah itu eberapa kawan Cipto mengusulkan kepada pemerintah agar Cipto dibebaskan. saat Cipto diminta untuk menandatangani perjanjian, bahwa dia bisa pulang ke Jawa, dengan syarat melepaskan hak politiknya. Cipto dengan tegas mengatakan bahwa “lebih baik mati di Banda daripada melepaskan hak politiknya”. dia lau kemudian dibuang ke Makasar, lalu ditahun 1940 dipindahkan ke Sukabumi. hingga sampai meninggal dirinya, di 8 Maret 1943. Cipto tetap dengan ketetapan hati yang keras, dia tetap tidak mau melepasa melepaskan hak politiknya. Setelah kemerdekaan Indonesia “Centrale Burgerlijke Zaken inrichting Salemba” akhirnya berganti nama menjadi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Kisah Cipto Mangunkusumo ini ternyata hampir mirip dengan Tokoh Perjuangan Pahlawan Scotlandia, yang berjuang atas Penjajahan Inggris diabad 13an. William Wallace (SIR) gambaran kisah hidupnya bisa dilihat di Film Braveheart. meski tidak jelas/apakah itu benar, ia berteriak mengatakan “Fredom!!!!” saat ia disiksa sebelum meninggal, seperti halnya film?

Yang pasti dia memiliki kebenaran yang sama, yaitu saat dia ditangkap oleh Inggris (layaknya Cipto Mangunkusumo ditangkap oleh Belanda). Wallace tidak mau menyerah, apalagi berkhianat, dia tetapi teguh sampai kematiannya. kedua tokoh ini juga memilih Kematian dari pada tahta yang bisa ia dapat bila berkhianat….hal itu sangatlah luarbiasa, demi tanah air mereka berdua rela mati dan sangatlah pantas bila Wallace diberi Gelar Pahlawan Skotlandia setelah kematiannya, diakui oleh orang-orang Skotlandia, jasanya tetap dikenang sampai kapanpun.

Hal itu seharusnya terjadi juga kepada Cipto Mangunkusumo, walaupun dia tidak pernah menjabat dipemerintahan awal Indonesia, bukan menjadi alasan/patokan (tidak diberikan) Gelar Pahlawan Nasional. seharusnya dimasa-masa sekarang maupun mendantang, diberikan Gelar Kepahlawanan untuknya dengan ikhlas dan tanpa perdebatan. layaknya ia mengorbankan dirinya untuk negara ini dengan Ikhlas.

Sultan Hasanuddin (Gowa)

Sultanhasanuddin . (1)

Namanya pun sering dikaitkan dengan pendiri Kesultanan Banten Maulana Hasanuddin, tapi memang orang yang berbeda. karena mereka berdua memakai nama “Hasanuddin”, jadi sering adanya keliruan dalam mencari orang yang dimaksud. ya apapun itu, Keduanya adalah Tokoh yang membela Tanah Air juga, meski berbeda daerah Banten dan Sulawesi, mereka berdua sama-sama Pahlawan.

Sultan Hasanuddin adalah Raja Gowa ke-16, putera kedua dari Sultan Malikussaid, Raja Gowa ke-15.  cerita dirinya berawal ketika Belanda yang diwakili Vereenigde Oostindische Compagnie (Kompeni), yang ingin menguasai perdagangan rempah-rempah ditahah air. karena Gowa adalah kerajaan besar di wilayah timur Indonesia yang menguasai jalur perdagangan, mau tidak mau nantinya menjadi masalah atas keduanya.

Di tahun 1666, di bawah pimpinan Laksamana Cornelis Speelman, Kompeni akhirnya menundukkan kerajaan-kerajaan kecil, tetapi itu bukan Kerajaan Gowa. setelah Sultan Hasanuddin naik takhta, dia menggabungkan kekuatan kerajaan-kerajaan kecil di Indonesia bagian timur, supaya menjadi kuat dan untuk melawan Kompeni.

Setelah itu pertempuran terus berlangsung, Kompeni terus menambah kekuatan pasukannya. hingga akhirnya kerajaan Gowa sangat terdesak dan mereka semakin lemah karena gempuran. ditanggal 18 November 1667 kerajaan Gowa bersedia mengadakan Perdamaian Bungaya, di Bungaya. tetapi akhirnya kerajaan Gowa merasa dirugikan, maka dari itu Sultan Hasanuddin mulai melawan lagi.

Pihak Kompeni lalu meminta bantuan tentara ke Batavia dan Pertempuran kembali pecah di berbagai tempat. Sultan Hasanuddin yang memberikan perlawanan sengit, karena bantuan tentara asing terus datang mensuplai pasukan Kompeni. hasilnya pasukan Kompeni berhasil menerobos benteng terkuat Gowa, yaitu Benteng Sombaopu pada tanggal 12 Juni 1669. Sultan Hasanuddin kemudian mengundurkan diri dari takhta kerajaan dan wafat setahun kemudian pada tanggal 12 Juni 1670. ia lalu dimakamkan di Katangka, Makassar. atas Karena jasa serta keberaniannya membela tanah air, dia diangkat sebagai Pahlawan Nasional dengan Surat Keputusan Presiden No. 087/TK/1973, tanggal 6 November 1973.

Adam Malik

1917-1984_adam_malik

Bila melihat sebuah conto dari Diplomat Ulung, Adam Malik-lah contohnya. ya dia yang mempunyai kemampuan seperti “Diplomat Ulung” dia yang pernah menjabat sebagai Duta Besar, Menteri Luar Negeri, Anggota Dpr, Wakil Presiden ke 3 (salah satu jabatan dari Adam Malik)  dengan “Lihay”-nya dia berdiplomasi. dia juga Tokoh yang paling banyak mendapat Jabatan, lebih dari 6 jabatan yang ia pegang, belum lagi ditambah jabatan sebelum dipemerintahan. hal itu sangatlah jarang sekali terjadi dinegara manapun, dimana orang selalu dipercaya terus mengemban tugas.

Adam Malik dikenali dari anak Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis, seorang pedagang kaya di Pematangsiantar.Adam Malik adalah anak ketiga dari sepuluh bersaudara, menempuh pendidikan dasarnya di Hollandsch-Inlandsche School Pematangsiantar. Ia lalu melanjutkan di Sekolah Agama Madrasah Sumatera Thawalib Parabek di Bukittinggi, namun hanya satu setengah tahun saja karena kemudian pulang kampung dan membantu orang tua berdagang.

Pada usia 20 tahun Adam Malik lalu pergi merantau ke Jakarta, bersama dengan temannya Soemanang, Sipahutar, Armijn Pane, Abdul Hakim dan Pandu Kartawiguna (nantinya pediri) Kantor Berita Antara. setelah sudah di Jakarta ia bertugas menjadi Wartawan dan menjadi tokoh pergerakan kebangsaan yang ia pelajari secara autodidak. ia juga aktif di pergerakan nasional memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, setelah mendirikan Kantor Berita Antara yang berkantor (pada waktu itu di Buiten Tijgerstraat 38 Noord Batavia (Jl. Pinangsia II Jakarta Utara) kemudian pindah JI. Pos Utara 53 Pasar Baru, Jakarta Pusat), dia dengan modal satu meja tulis tua, satu mesin tulis tua, dan satu mesin roneo tua, menyuplai berita ke berbagai surat kabar nasional. yang sebelumnya, dia juga pernah menulis di koran Pelita Andalas dan Majalah Partindo.

Pada tahun 1934-1935, dia diberi tugas memimpin Partai Indonesia (Partindo) Pematang Siantar dan Medan. ditahun1940-1941 menjadi anggota Dewan Pimpinan Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) di Jakarta. tahun 1945 menjadi anggota Pimpinan Gerakan Pemuda untuk persiapan Kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Di zaman penjajahan Jepang, Adam juga aktif bergerilya dalam gerakan pemuda memperjuangkan kemerdekaan. khususnya menjelang kemerdekaan 17 Agustus 1945, ia bersama SukarniChaerul Saleh dan Wikana (pernah) membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dia sangat mendukung kepemimpinan Soekarno-Hatta, yang menggerakkan rakyat berkumpul di lapangan Ikada, Jakarta.

Mewakili kelompok pemuda dalam Komite Van Aksi (selaku pimpinan), dia terpilih sebagai Ketua III Komite Nasional Indonesia Pusat (1945-1947) yang bertugas menyiapkan susunan pemerintahan. selain itu dia adalah pendiri sekaligus anggota Partai Rakyat, pendiri Partai Murba dan anggota parlemen. ditahun 1945-1946 dia menjadi anggota Badan Persatuan Perjuangan di Yogyakarta. kariernya pun semakin menanjak ketika menjadi Ketua II Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), sekaligus merangkap jabatan sebagai anggota Badan Pekerja KNIP. ditahun 1946, Adam Malik mendirikan Partai Rakyat, sekaligus menjadi anggotanya. ditahun 1948-1956 ia menjadi anggota dan Dewan Pimpinan Partai Murba. ditahun 1956, ia berhasil memangku jabatan sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI), dari hasil pemilihan umum.

Karir Adam Malik setelah itu bukan hanya di Domestik saja, di dunia internasional ia diangkat menjadi Duta Besar luar biasa dan berkuasa penuh untuk negara Uni Soviet dan Polandia. ditahun 1962, ia menjadi Ketua Delegasi Republik Indonesia untuk perundingan Indonesia dengan Belanda mengenai wilayah Irian Barat di Washington D.CAmerika Serikat (kemudian pertemuan tersebut menghasilkan Persetujuan Pendahuluan mengenai Irian Barat). dibulan September 1962, ia menjadi anggota Dewan Pengawas Lembaga, di lembaga yang didirikannya, yaitu Kantor Berita Antara.

Pada tahun 1963, Adam Malik pertama kalinya masuk ke dalam jajaran Kabinet yang bernama Kabinet Kerja IV sebagai Menteri Perdagangan sekaligus menjabat sebagai Wakil Panglima Operasi ke-I Komando Tertinggi Operasi Ekonomi (KOTOE). dimasa semakin menguatnya pengaruh Partai Komunis Indonesia, Adam Malik bersama Roeslan Abdulgani dan Jenderal Abdul Haris Nasution dianggap sebagai musuh PKI dan dicap sebagai trio sayap kanan yang kontra-revolusi.

Ketika pemerintahan Orde Lama berkuasa, posisi Adam Malik “yang berseberangan” dengan kelompok kiri justru malah menguntungkannya. ditahun 1966, Adam disebut-sebut dalam trio baru SoehartoSultan-Malik. Pada tahun yang sama, lewat televisi ia menyatakan keluar dari Partai Murba, karena Partai Murba menentang masuknya modal asing. empat tahun kemudian ia bergabung dengan Golkar. ditahun 1964, menjadi Ketua Delegasi untuk Komisi Perdagangan dan Pembangunan di PBB. ditahun 1966, kariernya semakin gemilang ketika menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri II (Waperdam II) sekaligus sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia di kabinet Dwikora II.

Adam Malik terpilih menjadi Menteri Luar Negeri di kabinet Ampera I pada tahun 1966. ditahun 1967, ia menjadi Menteri Luar Negeri di kabinet Ampera II. ditahun 1968, Menteri Luar Negeri dalam kabinet Pembangunan I dan tahun 1973 sebagai Menteri Luar Negeri untuk terakhir kalinya dalam kabinet Pembangunan II.

Ditahun 1971, ia terpilih sebagai Ketua Majelis Umum PBB ke-26 (orang Indonesia pertama dan satu-satunya sebagai Ketua SMU PBB). dia yang harus memimpin persidangan PBB, untuk memutuskan keanggotaan RRC di PBB yang sempai sekarang masih tetap berlaku. karier tertingginya dicapai ketika berhasil menjadi Wakil Presiden RI yang diangkat MPR di tahun 1978. saat itu ia merupakan Menteri Luar Negeri RI di urutan kedua yang cukup lama dipercaya untuk jabatan tersebut. sewaktu Dr. Soebandrio sebagai Menteri Luar Negeri dalam pemerintahan Orde Baru, Adam Malik berperanan penting dalam perundingan dengan negara-negara lain termasuk penjadwalan ulang utang Indonesia peninggalan Orde Lama. bersama dengan Menteri Luar Negeri lainnya dinegara-negara ASEAN, Adam Malik memelopori terbentuknya ASEAN tahun 1967.

Sebagai diplomatwartawan bahkan birokrat, Adam Malik sering berkata “semua bisa diatur”. sebagai diplomat ia dikenal punya 1001 jawaban “Lihay” atas segala macam pertanyaan, juga permasalahan yang dihadapkanya. Tapi perkataan “semua bisa diatur” sekaligus lontaran kritik di negara ini bahwa “semua bisa di atur” dengan uang.

Setelah mengabdikan diri demi bangsa dan negaranya lamanya, H.Adam Malik meninggal di Bandung pada 5 September 1984 karena penyakit  kankerlever. Kemudian isteri dan anak-anaknya mengabadikan namanya dengan mendirikan Museum Adam Malik. Pemerintah juga memberikan tanda kehormatan atas jasa-jasanya, dianugerahi berbagai macam penghargaan, diantaranya adalah Bintang Mahaputera kl. IV ditahun 1971, Bintang Adhi Perdana kl.II ditahun 1973, dan diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1998.

Dewi Sartika

dewi sartika

Wanita ini adalah perintis pendidikan untuk kaum wanita, meskipun adat telah mengekang kaum wanita pada waktu itu, kiprahnya tidak pernah kendur. dia mulai merintis pendidikan bagi kaum perempuan, yang awalnya disebuah ruangan kecil, itupun dibelakang rumah ibunya di Bandung. Dewi Sartika mengajar di hadapan anggota keluarganya yang perempuan, Merenda, memasak, jahit-menjahit, membaca, menulis dan sebagainya.

Dua tahun dari perjuangannya itu di 16 Januari 1904, ia berhasil membuka Sakola Istri (Sekolah Perempuan) pertama se-Hindia-Belanda. Tenaga pengajarnya pun hanya terdiri dari tiga orang saja waktu itu. dengan dibantu oleh dua saudara misannya, Ny Poerwa, Nyi Oewid. ia berhasil mendapatkan Murid-murid angkatan pertamanya terdiri dari 20 orang. ditahun 1905 ia menambah kelas untuk belajar. dengan uang tabungan pribadinya, serta bantuan dana pribadi dari Bupati Bandung, dia membeli tempat lokasi baru, bertempat diJalan Ciguriang, Kebon Cau. ia terus mengajar disana, hingga akhirnya menelurkan Lulusan pertamanya tahun 1909.

Pada tahun-tahun mendatang karena kiprahnya itu, muncullah beberapa sekolah Sakola Istri diwilayah Pasundan, yang dikelola oleh perempuan-perempuan Sunda, juga memiliki cita-cita yang sama dengan Dewi Sartika. Pada tahun 1912 berdiri sembilan Sakola Istri di kota-kota kabupaten (setengah dari seluruh kota kabupaten se-Pasundan). di tahun 1914 nama sekolahnya diganti menjadi Sakola Kautamaan Istri (Sekolah Keutamaan Perempuan). dari masa ini pula, sekolahnya menyebar ke Bukittinggi, di mana Sakola Kautamaan Istri didirikan oleh Encik Rama Saleh. bahkan di seluruh wilayah Pasundan lengkap memiliki Sakola Kautamaan Istri di tiap kota kabupatennya pada tahun 1920, ditambah beberapa yang berdiri di kota kewedanaan.

Setelah bertahu-tahun terus berkiprah didunia pendidikan, pada Bulan September 1929, Dewi Sartika mengadakan peringatan pendirian sekolahnya yang telah berumur 25 tahun, yang kemudian berganti nama menjadi “Sakola Raden Déwi”. Atas jasanya dalam bidang ini, Dewi Sartika dianugerahi bintang jasa oleh pemerintah Hindia-Belanda dan diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia tahun 1966.

Suwiryo

www.108jakarta

Siapakah Raden Suwirjo? bila orang mengenalnya, dia ada adalah Wali Kota pertama DKI Jakarta dan juga tercatat Sebagai Gubernur Pertama DKI Jakarta. di tanggal 23 September 1945 Suwiryo, dilantik menjadi Walikota pertama yang ditunjuk pada masa pendudukan Jepang. Suwiryo juga salah satu orang yang ikut mendesak agar Soekarno dan Mohammad Hatta segera mengumumkan proklamasi kemerdekaan RI.

Saat Belanda kembali melancarkan Agresi Militer Belanda I, Suwiryo tetap berada di Jakarta, meski Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Hatta hijrah ke Yogyakarta. dia juga memberikan instruksi kepada seluruh pegawai pamong praja untuk tetap tinggal dan beraktifitas seperti biasa. tapi naas bagi dirinya karena tidak pergi keluar dari Jakarta, Suwiryo diculik oleh pasukan NICA di rumahnya, didaerah Menteng – Jakarta Pusat, sampai lima bulan lamanya.

Tetapi untungnya, meski ujungnya ia bisa pergi ke Yogyakarta, tidak berapa lama disana, di bertugas dalam Kementrian Dalam Negeri RI sebagai pimpinan Biro Urusan Daerah Pendudukan (1947-1949). tahun 1949 Suwirjo mulai kembali ke Jakarta, dan diangkat menjadi Walikota Jakarta Raya tanggal 2 Mei 1951. tak berapa lama, diangkat menjadi Wakil Perdana Menteri dalam Kabinet Sukiman-Suwirjo (April 1951 – April 1952). selanjutnya di Kementrian Dalam Negri, lalu menjabat sebagai Presiden Direktur Bank Umum merangkap Presiden Komisaris Bank Industri Negara (BIN) yang kemudian dikenal dengan Bapindo, hingga akhirnya ia menjadi Ketua Umum PNI.

Walau ia tidak masuk menjadi Tokoh Nasional, namum Suwiryo telah memberikan banyak Kontribusi untuk negara. hingga pada saat meninggalnya, dia mendapat tempat dimakamkan di Taman makam Pahlawan Kalibata, suatu tempat yang dikhususkan bagi mereka yang telah berjasa kepada negara kesatuan Republik Indonesia.

Cut Nyak Meutia

1870_----_tjut_meutia

Kenapa tokoh ini sebagai salah satu yang tidak terlupakan? karena bila seseorang menyebut nama Cut Nyak Dhien, akan gampang teringat jelas gambaran dirinya. lalu bagaimana dengan tokoh ini? yang juga sangat berjasa kepada Tanah Air, tentunya tidak bisa dilupakan begitu saja.

Sejarah tentang dirinya dicatat setelah ia tumbuh dewasa. ia yang menikah pada tahun 1870 dengan lelaki bernama Teuku Sam Searah, tapi harus kandas lalu bercerai. gagal dengan pernikahan pertama, ia menikah untuk kedua kalinya dengan lelaki bernama Cut Muhammad atau Teuku Cik Tunong. oleh suami keduanya ini pula, dimana ia anti Pemerintah Belanda, akhirnya nanti Cut Meutia, berjuang bersama dalam masa-masa selanjutnya.

Pada awalnya Teuku Cik Tunong sangat bersebrangan dengan adik dari Cut Meutia, Cut Muhammad. yang  tidak mematuhi Belanda, ia juga tidak menerima penjajahan di Aceh. Cut Muhammad dan istrinya dengan masyarakat Aceh lainnya melawan Belanda. Teuku Cik Tunong yang akhirnya turut serta melawan Belanda, pada tahun 1899. ia memimpin serangan yang berhasil pada awalnya, namum dua tahun kemudia Cik Tunong dan pasukannya tidak membuat gerakan sama sekali.

Belanda yang melihat hal itu lalu berpikir dengan salah, menganggap mereka telah kehilangan semangat. di tahun 1901, Teuku Cik Tunong dan pasukannya membuat serangan mendadak dan berhasil menghancurkan pertahanan Belanda di sana. karena kesuksesan itu Teuku Cik Tunong, diangkat menjadi BupatiKeureutoe oleh Sultan Aceh. kesuksesan itu tidaklah menghentikan langkah dia untuk terus berjuang. dari 1901-1903, Teuku Cik Tunong telah menjadi komandan dibeberapa pertempuran di timur laut Aceh. ia dan pasukannya berhasil membunuh 10 tentara Belanda dan menyita 67 senjata dari mereka, Mubin dan Pang Gadeng, menyerahkan dua mata-mata. keberhasilan itu juga hasil dari Cut Nyak Meutia dalam pertempuran.

Pada tahun 1905, nasib naas menjadi milik Teuku Cik Tunong, yang tertangkap Belanda, dipenjara dan ditembak mati ditahun yang sama. kematian dari suaminya itu akhirnya telah membuat Cut Meutia terus berjuang. dengan pimpinan komandan barunya Pang Nanggroe, yang tewas dipertempuran 26 September 1910, Cut Meutia akhirnya menjadi komandan baru dengan 45 pria dan 13 senjata saja.

Naas juga bagi Cut Meutia, yang  tempat persembunyiannya ditemukan oleh tentara Belanda, pada bulan  September tahun 1910, di Paya Cicem. karena ia langsung tewas ditembak didada serta kepala dalam pengerebekan tersebut. meski ia melawan, dengan rencong di tangannya, tetap saja tidak bisa menyelamatkan dirinya.

Pahlawan wanita dari Aceh itu tewas pada 24 Oktober 1910. meski akhir dari perjuangan tersebut, juga jauh dari kematiannya, ia dianggap kebanggaan wanita Indonesia bersama dengan pahlawan lainnya seperti Raden Ayu Kartini atau Cut Nyak Dhien, cerita tentang dirinya tetap dikenang hingga kini. bertahun-tahun dari tanggal kematiannya, dibulan Mei, tanggal 2, tahun 1964 ia dinyatakan sebagai pahlawan nasional Indonesia.

Rasuna Said

1910-1965_rasuna_said

Dia sama seperti halnya Ibu Kartini, memperjuangkan adanya persamaan hak antara pria dan wanita, salah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia dan pahlawan nasional Indonesia.

Sewaktu mudanya ia mempunyai kemauan keras dan berpandangan luas, apalagi setelah dia bergabung ke Sarekat Rakyat sebagai Sekretaris cabang dan kemudian menjadi anggota Persatuan Muslim Indonesia(PERMI). disaat ini, dia yang sangat mahir berpidato, yang isinya mengecam tajam ketidak adilan pemerintah Belanda, akhirnya ia ditangkap dan dipenjara pada tahun1932 di Semarang.

Pada masa pendudukan Jepang, Rasuna Said ikut serta sebagai pendiri organisasi pemuda Nippon Raya di Padang yang kemudian dibubarkan oleh Pemerintah Jepang. setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, ia menjadi anggota Dewan Perwakilan Sumatera (Dewan Perwakilan Sumatera). ditahun 1959 ia diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Nasional Indonesia (Dewan Pertimbangan Agung), posisi yang dipegangnya sampai kematiannya.

Seperti halnya Pahlawan Perempuan Indonesia lainnya Raden Ayu Kartini, Rasuna Said juga berjuang untuk kesetaraan antara pria dan wanita. dia dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Soeharto dengan Surat Keputusan Presiden R.I. No. 084/TK/Tahun 1974 tanggal 13 Desember 1974.

Namanya saat ini digunakan sebagai salah satu jalan arteri utama di Jakarta (Jalan HR Rasuna Said) membentang ke selatan dari distrik pusat Menteng menuju daerah Kuningan dan Mampang. Rasuna Said juga dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. dia meninggalkan seorang putri (Auda Zaschkya Duski) dan 6 cucu (Kurnia Tiara Agusta, Anugerah Mutia Rusda, Moh. Ibrahim, Moh. Yusuf, Rommel Abdillah dan Natasha Quratul’Ain).

Robert Wolter Monginsidi

1352603822256879582

Orang Ini adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia asal Manado, Pahlawan Nasional dan mendapatkan penghargaan tertinggi Negara Indonesia, yaitu Bintang Mahaputra (Adipradana). saat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945, Wolter waktu itu berada Makassar. tapi diwaktu Belanda mejalankan Agresi Militer 1 & 2, berusaha untuk mendapatkan lagi kendali di Indonesia (dimulai tahun 1947). kedatangan Belanda dengan NICA (Netherlands Indies Civil Administration/Administrasi Sipil Hindia Belanda), membuat Wolter terlibat dalam perjuangan melawan NICA di Makassar.

Diusia masih sangat muda (21 Tahun) di tanggal 17 Juli 1946, Dia, Ranggong Daeng Romo serta pejuang lainnya, mendirikan Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi (LAPRIS). efek dari pembentukan LAPRIS itu sangat membuat Belanda gerah dibuatnya. berikutnya berujung pada aksi penangkapan atas dirinya (pertama kali), ditahun 28 Februari 1947. ia lalu dibui oleh Belanda, tapi tidak menghilangkan semagat perjuangan kemerdekaannya. tujuh bulan kemudian sejak ditangkap di 27 Oktober 1947, ia berhasil lolos dari tangan Belanda dan menjadi buronan sampai 5 September 1949. tapi naas untuk dirinya setelah itu, kedua kali tertangkap, Wolter akhirnya harus menyerahkan nyawanya kepada Belanda. dimana perkiraan jam 5 subuh, ia di Eksekusi oleh regu penembak dan meninggal dalam usia 24 tahun.

Meskipun kejadiannya sudah 64 tahun berlalu (terhitung dari 2013), tapi namanya tidak lekang oleh waktu. buktinya Film tentang hidupnya diabadikan berjudul Tapak-Tapak Kaki Wolter Monginsidi, yang diperankan oleh Roy Marten, tahun 1982. bahkan diabadikan sebagai nama Bandara Wolter Monginsidi di KendariSulawesi Tenggara (sebelum akhirnya diganti) menjadi Airport Haluoleo.

***************************

Sekianlah post “Tokoh Indonesia Yang Tidak Terlupakan” yang sebenarnya masih banyak Tokoh lainnya di Indonesia, dengan cerita perjuangan mereka demi tanah air (meski tidak masuk dalam Pahlawan Nasional), tapi jasa mereka tidak pernah terlupakan, untuk tanah air Indonesia.

Jangan lupa baca dan menonton video di:

https://wildanrenaldi.wordpress.com/ lainnya, thank you.

Tentang wildanrenaldi

Hi Friend Welcome, thank to visit this Blog, enjoy yourself to Read Post or Comment, Please Enjoy, Thank You.
Pos ini dipublikasikan di Ilmu Pengetahuan, Politik dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Tokoh Indonesia Yang Tidak Terlupakan

  1. mark berkata:

    Sayang terhormat Pelanggan ,

    Anda dipersilakan untuk MARK Depnaker PINJAMAN PERUSAHAAN . Kami sedang memberikan
    pinjaman untuk setiap bagian dari dunia pada tingkat bunga 2 % . Jika tertarik,
    Hubungi Mr Larry Jeff dengan alamat email di bawah Email :
    mark_moelloanhouse@aol.com
    Kami memberikan pinjaman dengan bunga 2 % . Untuk setiap bagian dari dunia . dengan
    durasi antara 1 sampai 25years .
    Juga Kami hanya memberikan pinjaman kepada pemohon antara 18 tahun ke atas .
    Anda harus memberikan rincian berikut tentang Anda dan proposal Anda sehingga saya akan tahu bagaimana untuk membantu .
    KREDIT FORMULIR PENDAFTARAN
    * Nama Lengkap : .
    * Umur : . .
    * Sex ..
    * Alamat :
    * Negara : .
    * Negara : .
    * Nama Bisnis ( Jika saja ) : .
    * Jumlah Pinjaman yang dibutuhkan : ..
    * Tujuan pinjaman :
    * Pinjaman Jangka waktu :
    * Tanggal lahir : .
    * Jenis Kelamin : .
    * Status Pernikahan: ..
    * Berikutnya Of Kin :
    * Penghasilan Bulanan:
    * Telepon : .
    * kode pos:
    * Mobile / seluler :
    * Internet di rumah
    * E -mail : ..
    Dalam pengakuan rincian ini , Kami akan mengirimkan persyaratan kami bersama
    dengan jadwal pembayaran dan Jika Anda setuju dengan persyaratan dan kondisi
    , Anda berdiri untuk mendapatkan pinjaman Anda dalam waktu 24 jam . Hal ini tergantung pada Anda
    keseriusan dan urgensi dalam memperoleh pinjaman .
    best regard ,
    Mr Mark

  2. ariya berkata:

    bagus

    akan ku teruskan perjuanganya

  3. ini sangat baik untuk anak-anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s