Tips Belajar Mencintai Seseorang

Bagaimana caranya agar kamu mau belajar mencintai seseorang? yang mungkin kamu biasa aja, atau tidak suka sama sekali dengannya dan mulai mencoba mencintai dia. cinta itu tidak bisa dipaksakan, kalo hati tidak sreg, mau diapain lagi? tapi itu kan kalo belom mencoba? kalo kamu mencoba, kamu akan melihat betapa kelirunya kamu selama ini dan kamu bisa melihat segalanya, sesuatu yang baru, yang tidak pernah kamu pikirkan sebelumnya.

Kejebak seperti lagu Vidi Aldiano, Status Palsu? dan ga bisa mundur, mau gak mau harus maju? juga akan dibahas bagaimana kamu bisa menerima dirinya, meskipun hati kamu gak klop….ini bukan mengajarkan bagaimana kamu harus pasrah, menerima dirinya dan kamu seperti dijajah, tidak bisa keluar…..tetapi tips bagaimana kamu bisa belajar mencintai dirinya.

Tahap 1# Cara Belajar Mencintai Seseorang Ada Dengan Beberapa Cara

Ada seseorang bernama “A” taruhlah namanya itu, dia sangat mencintai wanita bernama “N”. tetapi biarpun segala upaya telah ia upayakan, tetapi N, tidak sama sekali atau jarang mengubrisnya, senyumannya dianggap biasa, pertolongannya juga. dan tidak berapa lama A, hatinya terluka, karena N mempunyai seorang kekasih, tetapi dia melihatnya didepan matanya, tanpa N dan kekasihnya sadari. hidupnya pun menjadi kalut, memikirkan tentang teganya N, malah tidak membiarkan dirinya menjadi miliknya.

Kisah ini, not my story, but….the story this happen. maka dari itu hanya memakai Inisial saja. beberapa bulan, A menjadi Saleh, atau bertakwa, dia mencurahkan waktunya berdoa, beribadah, siang dan malam, selalu menangis didalam berdoanya. berharap ada keajaiban. 5 bulan kemudian, nasib berpihak kepadanya. saat N sedang bermalam minggu dengan pacarnya berinisial “T”, kejadian tidak enak menimpanya, T dan N, mengalami kecelakaan, N masuk rumah sakit, dirawat 2 minggu dan T meninggal dunia. rasa duka menyelimuti N, yang akhirnya tahu kekasihnya meninggal. 

A, yang bukan menganggap ini sebagai kesempatan, dan juga kesempatan mendapatkan N, A selalu datang berkunjung kerumah sakit, dimana N dirawat. semagat dari A dan kedatangannya setiap hari membuat, N semakin tabah dan akhirnya dia boleh pulang kerumahnya. tetapi karena kecelakaan itu, masalahnya adalah N, mengalami tulang kaki patah yang parah, dokter pun berkata “bila terus dirawat dengan Intensif, N akan bisa berjalan kembali” karena kecelakaan itu pula, N, harus memakai kursi roda, beruntung kakinya tetap utuh, tetapi dia sulit untuk berjalan dan dia pulang di hari itu dengan tangisan, begitu juga dengan keluarganya. 

Seiring waktu berjalan, N yang tidak ada kemajuan terhadap dirinya, sudah pasrah dengan keadaaan dan dia terbiasa dengan kursi rodanya. Kuliahnya yang hampir semester akhir ditinggalkan. dia kadang menanggis sendiri saat ibunya membawa dia kebelakang rumah yang dimana halaman luas rumput, tanmana, pohonan menghiasi dirinya. dia meratapi hal-hal jauh dari dirinya selama ini, kalau selama ini dia wanita yang energik, pintar bergaul, pintar mencari teman, bermain dengan teman, nongkrong ditempat Cafe, sekarang dia hanya berdua dengan ibunya dan juga adik-adiknya dihalaman belakang rumahnya.

Seperti yang diketahui Tuhan tidak akan memberikan hambanya cobaan yang tidak bisa melampaui kekuatan hambanya, disaat itu juga muncul lah orang yang selama ini dia abaikan, yang dia jauhi, yaitu A dan menghiasi hidupnya, mencoba membantu dirinya untuk kembali kemasa sebelumnya. karena A teman, dan keluarga N telah mengenal dia sangat lama terutama kedua Orang tuanya, A dipersilahkan datang dan juga tidak keberatan bila A datang terus menemani N. memang ada yang bilang disaat sulit, kita bisa tahu, sifat seseorang itu bagaimana? apakah seseorang tetap setia, bila kita terkena cobaan? atau dia menjauhi? 

Sudah terbukti dalam perkembangan 1 bulan saja, teman kampus N, yang dahulu bersama dengan mobil N berjalan, dengan istilah “Gaul Bareng” meski pernah datang, ada juga yang tidak pernah menjenguknya, dari situ N, mulai menyadari, ternyata teman selama ini, tidak ada satupun yang mau susah dengan nya kecuali A. dan dari itu pula, kebaikan yang selama ini tidak pernah diberikan ke A, lambat laun mulai terlihat, A sekarang menjadi teman curhatnya, teman ngobrolnya dan juga teman dimasa sulitnya. N, mulai terbuka, dan disaat itu keluarga N, mulai melihat keduanya sangat cocok sekali.

Seiring berjalannya waktu A dan N, semakin akrab, A terus berupaya menolong tanpa pamrih N, kadang dia ikut mengantarkan N, berobat ke Rumah Sakit, dan seiring waktu jugalah, N, mulai ada peningkatan, lalu dia mulai bisa berjalan, pelan-pelan, memakai tongkat, dan akhirnya tanpa apapun juga, yang memakan waktu sampai 4 bulan kedepan. N mulai dinyatakan sembuh, tetapi bulan perbulan, baru ada peningkatan, tetapi N, tidak boleh lepas dari obat penghlang rasa sakitnya, yang harus dikomsumsi setiap hari, entah berapa lama, tidak ada batas waktu, Dokter pun berkata “ini adalah keajaiban, dalam waktu bebepa bulan, ada pasienya yang bisa berjalan kembali” jarang ada yang bisa begitu dalam waktu beberapa bulan, ada yang 6 bulan, 8 bulan atau ada pula yang tidak bisa berjalan kembali.

Tetapi N, dengan semangatnya, untuk keluar dari kehidupan sulit dia bisa membuktikannya. apakah karena A? atau karena dirinya sendiri yang membuat dia bisa sembuh total? dan apakah setelah N kembali pulih, hubungan dengan A selesai dan dia melanjutkan hidup dengan pria lain? sepertinya tidak, meski A tidak pernah menyatakan cintanya N, sangat mengerti dia mencintai dia. dari pandangannya, ketulusannya, mencurahkan waktunya, serta pengorbanannya, dari situ N mulai menyadari ternyata selama ini, pria yang dianggapnya biasa saja, memiliki sifat yang sangat luar biasa terutama terhadap dirinya.

Lalu bagaimana kedepannya apakah N hanya menghargainya saja, tetapi tidak membalas cintanya? tentu saja tidak, seperti yang kamu tahu, Sifat A, adalah sifat yang sempurna bagi N yang punya banyak pengalaman dalam asmara, tidak ada Lelaki yang setulus A terhadap dirinya, dia adalah contoh yang sempurnah bagi N. maka dari itu, seiring perjalan waktu setelah N, yang sudah mulai memulai segalanya dari awal lagi, tentang hubungannya, terutama dengan temannya, sekarang dia tidak jarang untuk bersama, dia memilih teman yang selama ini dijahui, wanita kampus yang dianggap kurang poluler tetapi pintar pun dia temani, hati sangat berubah drastis, yang ternyata dia mempunyai nilai bagus semenjak berkawan dengan mereka.

Bukan hanya dari teman wanita saja, teman lelaki yang selama ini dia anggap populer, bermobil, berpakaian keren, rapi dan orang kaya, dia jahui, dan dia berkawan dengan siapa saja yang dianggap dia selama ini tidak ia hiraukan. perubahan drastis N, juga merembet ke A, lambat laun N, yang tidak melihat fisik dari A, mulai membuka hatinya terhadap A, yang selama ini luput dari pandangannya. lalu hubungan keduanya pun berlanjut ke pernikahan.

Oke itu adalah cerita dari seseorang, yang bisa belajar mencintai seseorang, yang dahulu nya wanitanya menganggap A, lelaki yang kurang cocok dengannya, seiring perjalanan waktu, ternyata N menemukan ketulusan yang sangat berharga dari diri A, terutama ketulusannya terhadap dirinya. jadi kesimpulannya N, yang mulai bisa Belajar Mencintai Seseorang, karena sebab hal, dia bisa menemui “Permata” yang berharga dari seseorang, yaitu “Ketulusan”.

Jarang sekali sesorang tulus, terhadap seseorang, apalagi dirimba kota, seperti Jakarta. ketulusan bisa dibeli, bukan dari hati, tetapi A dengan hatinya berhasil menyakinkan N, bahwa dia pilihan yang tepat buat dirinya, meskipun dia sama sekali tidak berusaha membuat hubungannya bersatu. untuk kamu yang mau belajar mencintai seseorang, cara yang pertama adalah, Temukan, “Find” sifat baik dari seseorang itu, lihatlah apa kebaikan dari dirinya itu “Ketulusannya?”, “Pegorbanannya?” “Cintanya Tidak Kenal Batas?” kah atau apapun itu, temukan itu dan bawalah kedalam hati kamu, semoga kamu bisa melihat sesuatu yang belum pernah kamu lihat sebelumnya dari hidup kamu.

Tahap 2# Mencoba Dan Biarkan Dia Masuk

Biarkan Lagu di Video Yang Menjelaskannya:

Masuk akal banget, kalau kamu ingin mencoba belajar mencintai dari diri seseorang dan kamu tidak metutupi diri terhadap dirinya. kalau kamu bisa nyambung terhadap seseorang, yang kamu anggap keren/cantik, kenapa kamu bisa? karena itu memang wajarlah sifat manusia, dia ingin yang terbaik bagi dirinya sendiri. wajarpula, seseorang keren/cantik terlebih dahulu, walaupun nanti pilihan bisa berubah. itu hal yang manusiawi kok. jadi kalo harus ada kedewasaan disini, untuk mencoba mencintai seseorang.

Semua pasti akan dewasa, pelajar, mahasiswa, lambat laun akan berpikir dewasa. kalau kamu berpikir dewasa cara pikir kamu juga mempengaruhi mengambil keputusan atas hal ini, yang tidak hanya pilihan sesaat dan menganggap remeh sesuatunya. kalau kamu ingin belajar mencintai seseorang, kamu harus berpikiran matang, dewasa, sebagai contoh kalau ada ajakan darinya, kamu bisa mempertimbangkannya, iya atau tidak, tidak harus menolak menyatakan “ogah ah…ngapain juga” biarpun begitu, ada sopanya lah, jadi tidak menyinggung seseorang, kamu bisa alasan “maaf hari minggu ini aku ada acara keluarga” walaupun kamu bohong, kan itu tidak menyinggung. 

Janganlah kamu menyakiti orang, lihatlah efeknya? semoga jangan deh. rekomendasi buat para wanita adalah, bila tidak menyukai seseorang pria, janganlah kasar apalagi meludah. jangang sekali-kali meludah didepannya, karena apa? banyak kejadian, ludah kamu dibawah ke Dukun/Orang Pintar dan banyak wanita disantet dan diguna-guna (ada yang seperti itu) hati-hati lah. seperti yang dibilang tadi oleh karena itu kamu harus berpikiran matang dan dewasa.

Kalo kamu mau berusaha dan membiarkan dia masuk kedalam hidup kamu….ayo lanjut. memang seperti dalam pertimbangan kamu, bisa aja orang yang kamu bawa masuk, bisa aja salah, oh ternyata orang itu ya, (contoh) gak bisa diandalkan, gak sesuai hati, gak nyambung,dll jadi ngapain juga harus bereksperimen?. ini kan bukan bermain-main, lagipula topiknya kan “Belajar Mencintai” jadi konteksnya, gimana kamu mau, mencoba, mencintai seseorang, bukan bereksperimen? nah kalo kamu sungguh-sungguh mau mencoba, cara kedua adalah: Berusahalah Dan Biarkan Dia Masuk. selepas sudah apapun itu?

Kalau untuk berusaha emang rada-rada susah, pasti berpikir ngapain juga?, untuk apa? ah males ah,dll. mencoba itu kan, just trying, not must be something, just test. istilahnya begitu, gagal atau berhasil, anggap aja jadi pengalaman hidup. nah kalo kamu mau belajar mencintai seseorang, cara yang ini memang ada benarnya, kenapa harus berusaha segala? karena kalo gak mencoba, mana bisa tahu?

Seperti dalam cerita N dan A, keduanya tidak pernah tahu kekurangan masing-masing, selama ini tidak pernah mendapat kesempatan, dengan mencoba kamu jadi tahu apa sih yang ada dalam diri dia? mungkin kamu acuh-gak-acuh saat kamu dipinjamkan Pensil disekolah, “ah gue juga punya pensil, malah yang bagus 2B  Standard Exam Grade…bukan masalah pensilnya, toko buku itu Rajanya pensil, banyak banget dijual disono…tapi tapi lihat kerelaannya, meminjamkan pensil yang paling bagusnya kekamu, sedangkan dia memakai pensil yang biasa aja (misalnya). kedapetkan, sifatnya tulus, rela, demi kamu. tapi kamu ngak ngeh.

Nah dengan mencoba juga salah satunya kamu telah membiarkan dirinya jadi “berharga” salah satunya. namanya juga mencintai seseorang tetapi diabaikan kan, gimana. jadi kesimpulannya adalah, sebelum kamu bisa melanjut jauh, biarkan kamu mencoba, trial, dahulu, sebelum membeli istilahnya. bukan berati dia baranglah, bukan tapi, ga ada salahnya dites dahulu kan. gimana ya sifatnya? kepribadiannya, orangnya lah. kalo dia agak-agak culun (misalnya) cari sisi baiknya dulu, oh….siapa tahu dia pinter dimatematika, so not dump it anywhere. kalo kamu ngerasa buang waktu kamu, untuk apa? bla-bla-bla….tensinya bisa ngelongkap, 2 minggu trial alias tes.

Saat maen ma kamu, itu waktu yang tepat. jangan langsung cepet nyerah dulu, liat aja nanti. dimasa ini juga cara yang keren adalah, mencari tahu apa yang kamu tidak tahu….kringgggg!!! kaya angkat telepon, halo, ini siapa, baru bicara, oh….ada proses juga. inget disini juga harus berpikiran matang dan dewasa, cara cocok untuk menilai dirinya. kalo udah pulsanya habis, alias masa trial selesai, rekap dahulu, cari tahu gimana sih selama ini kamu bareng ma dia? apa asyik, enjoy, enak, (maksudnya yang positif). kan bisa keliatan ada bonnya…..yaitu dari penilaian kamu. setelah itu adalah hasil final, yang menentukan adalah kamu. misalnya orang ini lucu juga yang diajak bareng, kayaknya oke nih diajak curhat, ato apa? semua tergantung kamu mau lanjut ato stop?

Dengan mencoba dan membiarkan dia masuk, yang siapa tahu lebih dari Pangeran/Ratu idaman kamu, walaupun rada-rada gimana gitu….cara kedua ini adalah….saat kamu serius ingin belajar mencintai seseorang. ada pepatah Kuno menyatakan yaitu….”Bila Ada Satu Orang Yang Menyelamatkan Satu Kehidupan…Dia Seperti Menyelamatkan Seluruh Dunia”

Tahap 3# Belajar Menerima Dirinya

Kalau kamu sudah melewati tahap 2, dan kamu mau terus lanjut. cara ketiga adalah kamu harus mencoba menerima dirinya, dengan cara, membiarkan dirinya ada dihidup kamu dan kamu harus menerima apa yang ia lakukan, selama itu positf, atau dia serius ingin bersama kamu, terimalah dia, dengan respon yang positif. karena dengan belajar menerima dirinya, kamu telah melangkah ketahap lebih jauh lagi. menerima itu bukan berarti diciumi tangan kamu diam aja, bukan seperti itu, lagi pula ngapain juga kamu ketahap jauh, kalau kedepannya, gak membiarkan dia masuk? jadi sia-sia dong.

Kalau udah ditahap ini juga, mau gak mau buka pikiran, dan melihat dirinya, “wah ternyata, usahanya mendapatkan aku, tidak pernah menyerah” (umpamanya) dan kamu harus menerima perbuatannya itu. bukan sebaliknya. dengan menerima juga kamu bisa menjadi orang mulai belajar mencintai seseorang. menerima itu bukan dijajah…seperti halnya Indonesia dahulu, oleh Belanda dan Jepang, itu namanya dijajah….penjajahan berarti Agresi, yaitu merebut melalui perlawanan. kalau diri dia masuk melalui bukan kekerasan, atau cara licik lainnya, tetapi dengan kebaikan, kamu bolehlah menerimannya…tetapi kalau dengan cara-cara tidak benar….kamu akan sengsara….untuk apa cinta dipaksa toh.

Selepas Materi atau Fisiknya yang…ehhhmmm….whatever….bukan membahas soal itu, tapi menerima keberadaanya, sangat penting untuk menentukan langkah kedepannya…ibarat jalan dijembatan, kamu bisa lompat kebawah atau berjalan bersama dia….walau jalan terjal, jembatan goyang-goyang, kalau kamu serius ketahap 3, mau gak mau kamu harus menerimannya. misalnya kamu harus menerima orang, yang sesuai dengan kamu, dihati kamu jujur (misalnya) ga suka dengan cowok yang berewok…kalo kamu mau mencoba mencintai “Cowok Berewok” itu, bukan berarti pula kamu harus iya-iya aja didepan dia, dan ngeluh dibelakang.

Umpamanya juga kamu gak suka dengan “Wanita Bergigi Kawat”, tapi kamu serius ingin ketahap jauh dengan dia, dengan cara menerima, kamu jadi bisa deh, menghandle apa yang kamu lakuin. Cowok Berewok dan Cewek Bergigi Kawat, itu hanya contoh saja…lagipula cara ketiga ini, yang melangkah lebih jauh, kamu juga masih tetap bisa mundur kok….kalo kamu udah usaha tapi “No You Can’t” masih bisa tetap mundur, karena tahap ini belum jauh2 banget toh, paling juga 10 hari, paling mentok. dalam 10 hari cinta yang masih tahap berkembang cinta, masih bisa diputuskan sebelum lebih jauh. kalo kamu serius mau lebih dari 10 hari, seperti kata “Pak Sby” ato “Ariel Noah” Lanjutkan….Lanjut……..ayo ngebahas lebih jauh.

Dimasa ini, dimana pilihan yang kamu buat saat telah melewati tahap 2, dengan susah payah sekali kamu ditahap 2 bisa menerimanya, kenapa ditahap 3 bimbang…goyang nih? bisa jadi menahan terus, udah melewati batasnya….mungkin. coba deh kamu lihat cermin, lihat diri kamu sendiri, siapa kamu? siapa kah sebernarnya diri kamu sebernarnya? jujur dengan diri kamu saat melihat cermin itu….lalu, lihat juga….apakah kamu pantas/cocok/bisa dengan dirinya, yang kamu mau cintai, meski kamu tidak bisa.

Lihat lagi dan bayangkan disaat itu juga, saat dia memeluk kamu, apa kamu merasa muak dan tidak suka, karena dalam hubungan intim kedepannya, memeluk adalah tanda sayang, sebagai orang yang penting, dia berhak toh memeluk kamu (setidaknya) kamu sekarang sudah ditahap mau kesana. bila hasilnya, dari melihat cermin kamu merasa sangat tidak sesuai dengan keinginan kamu, untuk mengakhirinya, harus dengan pertimbangan matang….kalau ingin terus melangkah jauh, cara menerima adalah cara yang bagus untuk kamu. jadi kesimpulannya, kamu suka atau tidak, cara “Menerima” adalah benteng untuk hidup kamu, dari setiap “Keraguan Mencintai” dirinya.

Tahap 4# Belajar Memahami Dirinya

Ditahap ini taruhlah, dengan waktu 10 ke 20 hari atau lebih, jadi kamu udah semakin akrab dong dengan dia. kalo cara 1, 2, 3 udah dilewati kamu masih belum tahu juga cara mencintainya adalah dengan cara “Memahami” dirinya. kenapa harus memahami segala sih? “ah buang-buang waktu gue aja” (umpamanya) terus ngapain kamu ketahap 3 segala, pas ditahap 2 kan bisa stop. karena penasarankan, atau apa makannya kamu ada disini. kepalang tanggung bro…udah 15 hari (misalnya) doi juga udah merebak cintenye ke elo….mau mundur elo gak enakan…..terus lanjut….caranya coba deh memahami dia lebih dalam lagi.

Memahami atau beti abis (beda tipis) sama menerima, tetapi ini dengan hati kamu untuk membatalkan penyetopan. dengan cara memahami juga, yang mungkin hidup itu tidak semuanya indah kan, kedepannya kamu harus berhadapan dengan masalah….hanya Zombie….yang masalahnya cuma satu doang…..bagaimana dia bisa ngisep darah orang…..tapi manusia normal banyak banget masalahnya, itu emang udah dalam setiap manusia lah, wajar,

Biar kata siapa juga JBBeckhamIbrahimovic, RonaldinhoBrad PittAng Jolie Rafael Nadal sampe ke Sebastian Vettel (contoh) kalo itu kebintang….ga jauh-jauh kok mereka dari masalah…begitu juga dengan manusia lainnya. terus apa hubnya? masalah dengan memahami. contohnya gini bro: dengan kekurangan dirinya, misalnya setelah elo udah nikah, dia susah mencari kerja dan rumah tangga elo jarang ngebul, tapi elo tetap makan lah. mertua nyap-nyap, misalnya yang parah lagi, elo masih tinggal dirumah ortunya. atau masalah apa aja lainnya….untung nya elo masih dalam tahap ini.

Jadi ga harus ngerasain susah dahulu….kalo elo udah belajar memahami dia, dalam urusan mengarungi lautan luas, elo udah ngerti deh. elo ngerti banget oh…..orangnya ini sifatnya gini toh….sikapnya gini toh….elo padukan dengan sifat/sikap diri elo, yang berusaha klop nyambung. juga dari segi materi (misalnya) wah keuangan diri dia…ga sebanyak elo….kedepannya elo tahu, materi yang 40% juga loh, yang membuat rumah tangga itu bahagia…elo jadi ngerti kalo kawin ma dia…gue bakal susah nih…dan cara mencegahnya….elo punya koneksi…masukin aja dia, ke Paman, Teman, Sahabat, bareng kerja ma mereka…yang siapa tahu dia bisa bagus cari nafkah disana. kan enak kalo gini masalah udah sedikit teratasi, ga usah ribet dimasah kedepan.

Dalam memahami, terutama wanita nih…mencegah dari ke “malu” – malu kucing, dalam hubungan kamu bersama orang lainnya kedepannya juga. contoh lagi nih (banyak contoh nih…kaya apaan aja he he he)…..cewek elo berkacamata, gue ga bilang cewek kacamata itu jelek ato apa? dan elo typenya maunya sih, yang biasa aja. karena udah ketahap 4, mau tidak mau kan cewek itu yang elo “Garap” alias elo prospekin, buat masa depan….jadi….kalo elo berhubungan dengan teman-teman elo, setelah elo pacaran, tunangan, nikah mah cewek itu, elo bisa tahu proteksi, membuat diri elo enjoy.

Kalo ada selentingan kabar “kok si anu, nyari cewek yang kayak gitu” kan orang gosip kadang-kadang, kalo di Neraka bakal dilebarin mulutnya sama besi panas kayak Joker dalam Film The Dark Knight, bibirnya robek karena sebab kerasnya hidup ….intinya orang ngegosip emang bikin dongkol lah, karena elo udah bersama dengannya, elo harus membela lah masa enggak sih…pastinya juga secara baik, kan elo bisa jawab “oke lah dia gitu, tapi IP Fisikanya bro….pinter banget tuh orang” ato apa? nah elo kan bisa lindungi dia, jadi elo juga gak “KEKI”

Memahami banyak deh keguanaannya, kalo udah masuk ke tahap 4, dijamin banyak banget deh yang elo bisa dapet….terutama dalam hal, hubungan, pekerjaan, sport/olahraga, pengetahuan, wawasan, pengalaman, and many more. jadi pahami dirinya seperti elo memahami diri elo, bila udah ditahap ini.

Tahap 5# Belajar Terbuka, Lebih Mengenal Lagi, Mempercayai Dirinya

Ada pepatah, cinta bisa dateng belakangan toh. ada juga bilang tidak kenal maka tidak sayang. jadi kenapa elo ditahap 5 ini yang udah 20 ke 30 hari masih gini-gini aja? karena belum mau terbuka dan mau mengenal dia. kayak tumbuhan “Putri Malu” ngedekem terus…jadi apakah ini sia-sia? ga juga kok…kan masih lanjut. di era 5 ini, udah ke sebulan, posisi elo udah susah untuk mundur, terutama dari pihak dia…kepalang tanggung istilahnya, kalo mundur, kecewa banget pastinya…dianya. ya mau gak mau kan, terus melewati masa ini dengan cara 3 yaitu Terbuka, Mengenal, Mempercayai, dirinya, lebih dalam lagi. caranya terbuka, itu dari sikap elo terhadap dia.

Kalo selama ini pacaranya, diluar doang, itu pun “Dehem” batuk dari bokap background dibelakang. sekali-kali ajak dong kemana, BreadTalk kan rotinya empuk-empuk harga juga pas dikantong…kesono aja. ato ke DufanMonas, kemana aja, yang pasti elo terbuka ajak dia keluar sekali-kali ini penting banget. karena elo refreshing…dia juga hubungan elo jadi lebih akrab istilahnya…ya paling ongkos berapa sih?

Kalo elo udah ngajak, mau gak mau elo udah dalem kategory: 1 dan 3 Terbuka dan Mempercayainya, ya gak mungkin kan elo ajak sembarangan orang kan? dari situ juga udah ketahuan lagi maksudnya….tetapi elo belo masuk kekategory 2, yaitu lebih mengenal lagi dirinya….lah kalo udah jalan kan pasti kenal sama orangnya? bukan gitu, emang, dalam untuk “lebih mengenal lagi” itu lumayan sulit kok….karena dengan cara begitu, tahap 1, 2, 3 dan 4 bisa elo pahami….karena percuma toh…..kalo ogah-ogahan, boro2 deh, memahami, menerima dirinya…apalagi terbuka, mempercayainya.

Intinya coba deh, elo terima dan pahami dirinya, mau sedikit, demi sedikit mengenal dia lagi….dari karakter, sifat, pembawaan, pengendalian emosi,dll sebelum elo ke kategory 1 dan 3. kalo udah “kena” banget, elo bisa imbangin kediri elo sendiri, untuk dibawa lebih lanjut. caranya mengenal dirinya lagi, dengan cara salah satunya, dengan bersama, dan elo harus “MELEK” kalo udah bareng dia, kadang ngak ngeh…jangan iya-iya aja…sekali2 lihat dia, pandangi matanya kalo dia bicara.

Pikirkan tentang dia sejenak ga ada masalah kan….elo udah ngabisin mikirin buat diri elo banyak banget…coba deh beberapa menit aja memikirkan dia…..memikirkan orang kan ga usah pake ongkos….gak usah keterminal….jadi ga ada salahnya sedikit mencoba mengenal dirinya pelan-pelan. hari ini, ya 1 persen, besok 1 persen lagi, lumayan, 2 tahun juga 802%….kalo mau pake boost…bisa langsung 5%….ini persen kayak apaan aja sih he he he.

Kalo udah mencoba kategory 2, bagus deh bisa nyambung kesemua deh kamu ini….enak kan. ya..iyalah duren aja dibelah…bukan dibedong. sekali-kali muji juga boleh tuh (Umpamya namanya Maya)…Maya kamu lihat gak bulan dimalam ini?……Maya: ngak tuh, emang kenapa?….oh sayang banget ya kamu ngak lihat bulan dimalam ini….Maya: maaf deh, emang kenapa bulannya?…..Bulannya itu seindah kamu….bla-bla-bla…bisa2 elo aja deh. he he he.

Sekali-kali pujilah dia, biar elo juga tahu….gimana kalo dia kena pujian, dan elo jadi lebih mengenal lebih dalem soal dia…oh ternyata Maya suka pujian toh….besok2 gue puji aja deh….asal jangan elo muji buat ngutangin dia doang…kasihan bro…inget Karma….suatu saat elo bakal diutangin juga ma orang he he he. Jadi intinya, kalo udah mulai mengenal dia lagi, praktis namanya, terbuka dan percaya bisa kepegang deh. intinya juga, Trying Learn To Knowing Someone, You Should Know What Happened To Them.

Tahap 6# Mencoba Belajar Untuk Berbahagia Dengan Dia

Seperti yang udah dibilang sebelumnya, elo gak perlu sampe ke tahap 5 segala, elo bisa mundur selama masih ada waktu, ini bukan cara “Melegalkan Pemaksaan Perasaan” kok, tapi cara gimana elo mau berusaha kedepannya (diulang melulu ya, bosen kali he he he). lanjut? oke deh. tahap lima udah lewat dari sebulan dan pra-kemasa yang lebih jauh lagi….yang mau gak mau….posisinya sulit sekali untuk maen2…..mau apa lagi? mau gak mau lah elo harus belajar menjadi Happy saat bersama dia.

Happy yang tanpa Salma, kali ini, adalah salah satunya menghargai dirinya dia…kasihan kali, udah mulai/jauh, elo gak bisa Happy ma dia, manyun terus, kaya apaan aja….ih kamu gitu deh  he he he. coba deh mulai melepas dari rasa keraguan elo terhadap dia….kalo elo menganggap dia ga sesuai dengan “Impian” elo lepaska itu semua….dan coba memulai dari yang barus di Hari Baru seperti lagu Ran yang enak ini:

Wah gawat gue harus ngabisin hidup ma dia…kan bisa dicegah kalo elo gak mau…gimana sih? intinya mencoba berbahagia itu ga harus gimana-gimana gitu, kan bisa aja untuk satu hari, satu bulan dan satu tahun, kalo misalnya begitu….ngapain juga harus khawatir, selama-lamanya. udah jaman facebook kok binggung. kalo elo males senyum, manyum ato kelu, bibir elo, coba deh berikan dia senyuman….yang siapa tahu dia bales tersenyum, hubungan elo jadi lancar.

Kalo elo gak pernah rangkul dia coba deh, rangkul pas jalan. begitu juga elo tertutup, elo jadi mulai terbuka. ngomong-ngomong soal terbuka, itu bisa membuat harmonis rumah tangga, itu rahasia, kenapa orang dijaman sekarang gak cerai-cerai. selepas dari tren cerai Artis, ngak ngaruh banget kalo rumah tangga yang terbuka, bisa “Hold me nowI’m six feet from the edge and I’m thinking”  Creed – One Last Breath:

Jodoh itu bukan kita yang ngatur kok, kita pun gak bisa lepas dari namanya jodoh. kalau memang demikian, kamu coba-coba ternyata cocok dan enjoy ma dirinya. yang anggap lah dia…gak jelek2 banget deh, tapi sebenarnya kamu kurang suka. kalo takdir udah berkata lain, ortu ngajak kamu kawin, dan kamu setuju atau sebab lainnya, yang kamu tidak kehendaki…lalu kamu udah terjebak hidup bersamanya.

Bukan masalah cerai lah, belakangan nanti dapet yang lebih baik. selain nikah ada biaya, gak kecil loh, belum lagi prasmanan, katering, macem-macem, saudara, teman, pihak kel kamu, pihak kel mempelai jadi saksi, kamu gak mungkin kan ngecewain mereka? kalo kamu berpikir dewasa, dan umpanya ga bisa dipertahankan lagi….okelah itu wajar, tapi kalo adem ayem, ini mau maen-maen ato apa? tega banget set-up nikah untuk bentar.

Jadi mau tidak mau, dipaksa atau tidak, akuilah dia suami/istri kamu, meski hati menjerit (umpamanya) cobalah untuk berbahagia deh. ada yang bilang, kalo mau cerai, sebelum punya anak aja…soalnya kalo udah punya anak, kasihan anaknya nanti. ditahap ini, kamu yang gak bisa mundur, cuma maju…masalahnya udah terpantau oleh keluarga mertua masing-masing…buka hati kamu, relakan semua impian kamu, ingin menikah dengan ini, itu…gak kesampean…kalo emang ini yang udah diberikan tuhan untuk kamu, itu gak bisa dielak lagi.

Relakanlah impian indah yang mungkin bisa kamu gapai, karena hanya membuat beban saja, gak mau kan hidup penuh beban setiap hari? intropeksi membuat kamu tahu, menerima dia sebagai bagian hidup kamu…sebagai istri/suami, juga harus melaksanakan kewajiaban kamu. percuma juga kamu ditahap ini, gak mau bahagia, selain membuat “malu” pasanganmu, yang menganggapnya gagal, kamu juga ga bisa realitis terhadap semuanya.

Beranikan diri untuk mencoba, memulai…bila cara kamu mengetahui caranya berbahagia terhadap pria/wanita yang berbeda, yang kamu cintai….kenapa tidak bahagiakan dirinya dengan cara seperti itu?….bahagiakan dia dan pelan-pelan tanpa sadar, kamu sudah kejalan yang tepat mengarungi hidup baru bersama orang yang lama, kelamaan bisa kamu cintai itu. dengan berbahagia pula kamu sudah menyadarkan dirimu, untuk tidak mencari pria/wanita lain dan tetap bersama dirinya.

Meski dilanda hati yang berdusta. cara ini bisa dipakai untuk seseorang yang tidak bisa mundur lagi, dalam perkawinan, beberpa banyak contoh orang didunia nyata seperti ini? banyak sekali, tetapi ada juga yang sampai beruban, yaitu sampai hubungannya lebih dari 20 tahun. jadi pepatah cinta itu datang belakangan ada benarnya, pertama kamu biasa aja, kedua kamu mulai membuka hati, ketiga mulai berbahagia dengannya, keempat mulai menyadari tugas dari suami/istri dan terakhir kamu tetap hidup bersamanya.

Tahap 7# Relakanlah, Terima Kenyataan Untuk Hidup Bersamanya + Keikhlasan.

Berbahagia dan Terima, itu beda tipis, dengan menerima dirinya, kamu bisa pelan-pelan bahagia. seperti yang sudah dibahas dalam tahap 3#, Terima kenyataan juga hampir sama, bisa menerima dirinya, bisa dikategorikan “Welcome” terima kenyataan, secara menyeluruh kamu harus rela, menerima semuanya, menjadi suami/istri orang, mempunyai anak dari pria/wanita yang kurang kamu cintai, hidup jauh dari seseorang yang kamu cintai, merasa terjebak atau salah terhadap pilihan kamu….apapun itu, kamu harus menerimanya.

Memang “ah aku bisa saja selingkuh kok” atau “biarkan saja hubungan ini berjalan untuk sementara” ya terserah kamu mau berkata apa? tapi yang jelas, kamu sudah mengkhianati seseuatu yang seharusnya kamu terima. “pokoknya gue tetap gak mau, hidup ma dia”….bla-bla-bla….kalo gitu ngapain coba-coba ke tahap 7 segala? okelah tips ini hanya sekedar penggambaran saja, kedepannya, tetapi bila dicoba, percayalah, tips ini benar-benar membantu, karena metodenya pernah/sesuai dengan kehidupan orang yang pernah merasakan hidup bersama dengan pria/wanita yang dia tidak cintai, tetapi mereka mencoba hidup bersama dengannya, apapun yang terjadi…..jadi bukan hanya sekedar tips dibaca, tinggal lalu saja.

Kenapa harus rela dan terima kenyataan? karena dalam 70% hubungan “tanpa cinta” yang berhasil, telah memakai cara ini, dengan rela, melepaskan impian bersama dengan pria/wanita yang dicintainya, dan menerima kenyataan hidup dengan pria/wanita yang dicintainya. mereka, meski berat sekali, tetap dilakukan. banyak kisah nyata yang dilakukan begitu, dalam tahap 7 ini yang hubungannya lebih dari 5/7 bulan dan terus kedepan sesuai no limit, tetapi tergantung dari perceraian, perpisahan,dll yang membuat hubungannya berakhir, kali ini saat diposisi tersebut. harus ingat 3 hal:

  • Kita sudah menjadi bagian hidup seseorang
  • Harus menjalani tugas sebagai suami/istri
  • Harus bertanggung jawab atas Langgeng/Pecahnya hubungan rumah tangga

Selain ini gak maen-maen. kamu juga bukan orang bebas seperti dahulu saat Bujang/Gadis. semua ini terngantung kamu, apakah arahnya kedepannya, bahagia, buruk, sengsara, merana, bisa diambil dari sini. setelah dari sini, baru ketahun-tahun berikutnya (bila masih bertahan). rata-rata orang yang berbahagia punya 3 cara juga yaitu:

  • Melepas semua hasratnya dan bertanggung jawab terhadap orang disekitarnya
  • Menjalankan tugas sebaik-baiknya, sebagai suami/istri, terhadap orang yang dinikahinya
  • Mampu menahan apapun itu, demi keutuhan keluarga, terutama bila sudah mempunyai anak.

Kalo ada orang yang bisa tahan, kenapa kamu tidak? maka dari itu pertimbangan berpikir dewasa diperlukan sekali dalam mengambil keputusan. apakah itu, menipu seseorang, berpura-pura bahagia didepannya, tetapi tidak dibelakangnya? tentu tidak, kalau kamu mau merelakannya dan menerima kenyataan. 2 kunci ini, yang membuat hubungan ini lancar, dalam kasus ini dijamin, 70 persen akan bisa terjadi. umpanya gini, “ah orang yang gw nikahi kan, jujur gue gak begitu suka ma dia” kalo elo terus mengingatkan “Rela” lepaskan semua beban kamu, dan hidup bersama dia, hati kamu yang tadinya berontak, mulai memahaminya.

Dari cinta yang tadinya ga ada, lumayan deh ada dikit 4 ato 8% atau lebih. kenapa bisa begitu? coba deh, elo kasih uang 50.000 ribu aja ke orang yang elo males kasih uang….coba setelah itu, elo berpikir, gue ikhlas toh….selepas diungkit-ungkit apa kek, ujung-ujungnya pun rela aja…ikhlas aja. pikiran manusia itu mang gitu, aneh…pertama gak ihklas, kalo lama-lama diyakinin ikhlas, lambat laun otak mulai bisa ikhlas. begitu juga dengan menerima kenyataan yang ada dihubungan suami-istri. 

Kunci dari semuanya adalah “Keikhlasan” tanpa itu, sesorang mempunyai sesuatu untuk dirinya, menjadi tidak sama sekali. maaf bukan menyinggung Pemerintah pula, “beberapakah keikhlasan dari Politikus kita, yang rela untuk rakyat?” maaf juga, karena dasar ketidak-ikhlasan itu juga, yang akhirnya masuk kantong sendiri “untuk apa, mending juga buat gw toh” ada yang seperti itu kan? jadi seperti yang sudah dibilang sebelumnya (sampe bosen ya he he he) kalo udah ditahap ini, untuk apa lagi, kalo gak Ikhlas? daripada beban, mending kamu terima aja, selepas dari perceraian ato apa? yang penting kamu sudah menjalani kewajiban kamu sebagai manusia yang terbaik, bagi sekitar, suami/istri dan anakmu.

——————————

Oke selesai sudah Posting: belajar mencintai seseorang, yang kamu cinta atau kamu kurang cintai, yang dimana ada pepatah, keinginan tidak selamanya bisa tercapai, jadi Do The Best For Your Life. so jangan lupa untuk baca dan nonton video lainnya di: https://wildanrenaldi.wordpress.com/ thank you.

Tentang wildanrenaldi

Hi Friend Welcome, thank to visit this Blog, enjoy yourself to Read Post or Comment, Please Enjoy, Thank You.
Pos ini dipublikasikan di Cinta & Asmara, Tips Dan Trik dan tag , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Tips Belajar Mencintai Seseorang

  1. Anonim berkata:

    Gk berhasil

  2. Anonim berkata:

    Gx brhsil jg T_T

  3. lia berkata:

    Berat…!
    Klo kayak gitu aku sama aja sama malaikat.
    Orang-orang yang gak “lovely” itu emang bikin bete.
    Sampai kapanpun mereka gak akan bisa menggapai pikiran dan perasaanku. (beda intelligence)
    Masa aku sih yang harus mengayomi dan memimpin rumah tangga?
    Mengorbankan perasaanmu sama aja kayak mengorbankan kehidupanmu.
    Tapi nyari yg serasi juga susah. Yg serasi banyak tapi ga ada yg jomblo.

  4. Putri berkata:

    Apakah bnar cra orng mancintaiseseorang tu bnr atau boongan krna aku da mlkukan berbgai cra untuk mencintai sese orang tpi dia,mlh cinta sma akuuuuu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s