Biarkan Jokowi Ahok Bekerja

1757187620X310

Bukanlah berpihak karena, trend, bukannya berpihak kepada satu partai dan bukanya berpihak terhadap mendungkung kebijakan mereka, tetapi post ini dibuat untuk ditunjukan, bahwa keduanya telah melakukan yang terbaik untuk Kota Jakarta, pelan-pelan kinerja mereka mulai terasa. tetapi kenapa banyak kebijakan dan progamnya banyak ditentang? seolah mereka tidak mampu untuk melakukan yang terbaik.

Tidak menyalahkan siapapun, personal dari Politikus di Indonesia, atau siapapun partainya, bukankah itu adalah jalan politik, semuanya bisa berubah sewaktu-waktu. hal itu bisa dimaklumi, karena satu orang Politikus yang menyuarakan pendapat kepada kedua orang ini, dan tanggapan masyarakat seolah menjadi kontra. jadi kesimpulannya, Biarkan Jokowi Dan Ahok Bekerja, janganlah diusik, biarkan mereka memajukan Jakarta, For The Better Future.

Kinerja Jokowi Dan Ahok

Kinerja keduanya dinilai naik secara perlahan, karena keduanya tidak bisa melakukannya secara langsug, seperti Sulap, atau acara Magic apapun ditelevisi. mereka melihat, mereka memantau dan mereka berkerja, apa yang harus dilakukan dan apa yang harus diperbuat. contoh kecil kinerjanya adalah: Kartu Jakarta Sehat, walaupun kenyataannya banyak yang tidak mendapatkannya, atau keluhan masyarakat lainnya, tidak efektif dan ujung-ujungnya harus tetap membayar juga.

Tetapi disebagian pukesmas, rumah sakit non swasta, banyak juga yang menggunakan “Kartu Ini” meski harus mengantri panjang, dan pulang disiang hari, padahal datangnya pagi. intinya dalam pelaksanaanya, masyarakat merasa beruntung karena progam ini. so jadi siapa yang diuntungkan? masyarakat juga kan. banyak pro dan kontra atas kebijakan lelaki yang keduanya pernah menjadi Walikota dan Bupati ini.

Contoh kebijakan yang dinilai tidak masuk akal dari suara masyarakat adalah, pembatasan, kendaraan, yaitu, kebijakan soal nomor polisi ganjil dan genap, atau plat kendaraan dihari tertentu. contoh plat ini, harus berlaku dihari senin dan rabu saja, maaf, bila ada ibu-ibu hamil yang akan melahirkan, apa harus menunggu dihari senin dan rabu saja? mungkin itu pikiran yang salah, yang benar adalah: plat-plat tertentu dihari itu saja, mengurangi kemacetan dihari itu saja. tapi dalam kenyataannya, masyarakat pun, dirasa kurang setuju dengan langkah ini:

  1. Yang pertama karena disegi ongkos, rela bekerja dengan menggunakan Angkot, Metromini, Busway, serta transportasi bayar lainnya. hal itu dirasa akan merugikan para pekerja dari segi waktu, karena memakai Angkot, Metromini, bisa dijalan bisa macet, Busway pun, harus mengantri, jadwal, bandelnya kendaraan roda dua masuk kearea Busway bisa saja menghalangi jalan atau halangan lainnya.

  2. Yang kedua bagaimana dengan masalah, kebutuhan cepat, misalnya, ingin janji dengan seseorang, dengan menggunakan kendaraan pribadi akan lebih praktis dan cepat. tetapi kalau kendaraan pribadi dibatasi karena plat tertentu, mungkin karena takut tidak berani menggunakan kendaraannya, dan waktu bertemu seseorang jadi sedikit terlambat.

  3. Yang ketiga dari segi pelanggaran, dan ke “bodo amat-an” sebagai contoh, banyak, dan memang begitu kenyataannya di lampu merah, lampu dengan keadaan merah tetapi tetap dilanggar. ada saja orang yang memakai kendaraannya meski “sim” nya sudah mati (ada yang seperti itu). ada juga yang nekat karena mau “pergi kesana”, manusia itu sangat wajar bila punya urusannya masing-masing, walaupun mereka tahu plat dibatasi, tetap saja dilanggar. kendaraan masih tetap dipakai dan setelah ditilang, alasan bisa dibuat. bila berhasil selamat dari tilang kendaraan masih tetap dipakai.

  4. Yang keempat adalah pelanggaran terpaksa, menggati plat nomor kendaraan, bisa saja seseorang memalsukan plat nomor, dan membuat “sim” palsu, atau yang kasihan harus membuat 2 dan 3 sim. itu dirasa tidak masuk akal. rencananya pembatasan sim berlangsung dihari: Senin Dan Rabu. Selasa Dan Kamis. Jum’at, Sabtu, Minggu, jadi untuk melenggang bebas dijalan seperti hari normal sebelum kebijakan ini dilaksanakan, pengemudi harus memiliki 3 plat, 3 sim dan mengganti plat setiap hari. 

Mengurangi kemacetan dengan cara mengorbankan kebebasan seseorang, itu dirasa tidak efektif. membatasi kemacetan kan bisa berbagai cara salah satu contoh kecil adalah:

  • Semua Transportasi Bus, Kereta, serentak dijam yang sama, seperti dinegara Jepang, jam 7 pagi, semuanya sudah berangkat. jadi orang-orang yang mau bekerja dan sekolah, harus berpikir 2 kali, “bila telat dari jam 7 saja, saya akan ketinggalan bus dan kereta” cara ini efektif sekali dijepang, dimana orang-orang disana menjadi disiplin, harus berangkat kerja, sebelum jam 7.

Bukannya sadis, tetapi kenapa jepang tega memperlakukan rakyatnya seperti itu? dibalik “hikmahnya” ternyata rakyat jepang bisa menghargai waktu. memang ini adalah sistim jaman dahulu, dijaman sekarang, jepang toh bebas2 aja, tidak semua melaksanankan seperti itu, tetapi disuatu kota, yang melaksanakannya, menjadi lebih disiplin, dihati, dikebiasaan yang memang terbukti mengurangi keterlambatan kerja dan sekolah.

Fadel MuhammadPatrialis Akbar Dan Sri Mulyani Indrawati

fps

  1. Fadel Muhammad Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Indonesia Bersatu II
  2. Patrialis Akbar Mantan Menteri Hukum dan HAM Indonesia 
  3. Sri Mulyani Indrawati Mantan Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu.

Adalah Mantan Menteri yang dirasa, salah satu Politikus Indonesia, berkemampuan cakap, dari segi kualitas kerjanya.

Maaf bukannya tidak menghargai Menteri yang menjabat sekarang: Sharif Cicip SutarjoAmir Syamsuddin dan Muhammad Chatib Basri. ketiganya yang masih menjabat juga bagus, mereka telah memberikan yang terbaik untuk negeri. tetapi mantan menteri ini juga dirasa juga sama baiknya dengan Menteri yang sekarang. 

Fadel

Fadel Muhammad

Kinerja pria ini dirasa cukup cepat, bahkan sempat merepotkan nelayan dan para kapal dari negara tentangga kita Malaysia, seperti “John Wayne” yang berani dengan film Koboinya, meski ada tanda dari Kedaulatan NKRI, mereka tetap tidak peduli, terus melanggar. kegerahan para penduduk dan para petugas disana, seringkali panas, bahkan ada isu ingin bertempur langsung. Fadel Muhammad sempat memantau beberpa kali, terjun langsung kelapangan, setelah banyak nelayan asing melintas, melewati NKRI. maka dari itu kenapa Kinerja Fadel, itu cakap, karena cepat dan efektif. Insinyur dari Jurusan Teknik FisikaInstitut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1978. Saat sedang menempuh pendidikan di ITB, ia pernah mendapatkan tawaran beasiswa untuk belajar di Institut Teknologi California. salah satu kinerja lainnya adalah:

Kapal Asing Sitaan Dihibahkan pada Nelayan

Fadel Muhammad menyatakan akan mengupayakan puluhan unit kapal penangkap ikan berbendera asing sitaan negara yang selama ini berada di sekitar Pelabuhan Belawan Medan agar dihibahkan kepada nelayan setempat.

“Namun, sebelum kapal-kapal ikan asing itu dihibahkan, kami akan berkoordinasi dengan instansi pemerintah terkait, di antaranya Polri dan Kejaksaan Agung,” 

“Kalau dulu kapal asing yang disita akan dilelang, sehingga pemiliknya bisa membeli kembali kapalnya dengan harga yang murah. Sekarang, saya tidak ingin praktik itu dipakai lagi. Saya ingin kapal itu diserahkan kepada nelayan Indonesia,”

“Kami berterima kasih atas tekad dan komitmen Pak Fadel untuk memperjuangkan agar kapal-kapal nelayan asing yang disita negara di Belawan sekarang ini dihibahkan untuk nelayan,”

Sumber: 

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/ekonomi/11/03/19/170800-fadel-muhammad-kapal-asing-sitaan-dihibahkan-pada-nelayan,

Kerja dari pria kelahiran TernateMaluku20 Mei 1952 berumur 61 ini, banyak yang menilai memuaskan, bahkan politikus terkenal tanah air Akbar Tanjung berkata: Kinerja Fadel Bagus, Kenapa Diganti?

Sumber: 

http://www.suarapembaruan.com/home/akbar-tandjung-kinerja-fadel-bagus-kenapa-diganti/12705

Patrialis

Patrialis Akbar

Tegas, cepat, efektif, ciri khas lelaki PadangSumatera Barat kelahiran 31 Oktober 1958 berumur 54 tahun ini. sebagai contoh, sewaktu masih aktif menjawab:

  • 1) Sejumlah kebijakan Patrialis tidak pro terhadap pemberantasan korupsi. Misalnya obral remisi dan pembebasan bersyarat terhadap koruptor, pembanguan sel khusus koruptor di LP Cipinang dan dukungan terhadap pemberian grasi terhadap Syaukani, mantan Bupati Kutai Kertanegara.
  • 2) Pada era  Patrialis Akbar menjabat Menkumham  terungkap skandal sel mewah milik Artalyta Suryani di Rutan Pondok Bambu
  • 3) Pada tahun 2009 Patrialis Akbar yang masih tercatat sebagai anggota DPR dari fraksi PAN pernah ikut seleksi calon Hakim Konstitusi dari unsur DPR menggantikan Jimly Assidiqie namun gagal dalam fit and proper test, dalam hal ini berarti yang bersangkutan tidak layak jadi hakim MK.

Sumber: 

http://hukum.kompasiana.com/2013/07/30/patrialis-akbar-back-577913.html

Memang banyak orang yang berkata, dan meragukan setelah Patrialis Akbar memberikan Remisi terhadap, mantan ketua KPK, Antasari Azhar dan Gayus Tambunan, serta Remisi terhadap Koruptor lainnya, ini alasannya:

Bagi saya sebagai orang kecil, alasan yang pro remisi pada koruptor tetap diberikan, masuk akal, dan alasan yang menentangpun masuk akal. Yang saya pahami, ketika Patrialis memberikan remisi pada koruptor (saat sekarang) memang benar, sesuai dengan undang-undangnya. Justru akan menjadi salah ketika seorang menteri hukum tidak melaksanakan undang-undang yang berlaku.

Kemudian alasan-alasan yang kontra, tentu sangat masuk akal. Terutama ketika rakyat menuntut keadilan agar orang-orang yang menggerogoti uang negara harus diberantas dan dihukum seberat-beratnya. Tak ada toleransi bagi para koruptor. lalu apa yang salah?

Menurut saya, para penegak hukum kita (penyidik, jaksa dan hakim) yang menangani kasus-kasus korupsi tidak berupaya untuk menghukumnya dengan hukuman maksimal. Coba bayangkan bila seorang koruptor milyaran rupiah dihukum dengan hukuman 3 tahun penjara, dengan remisi-remisi, paling menjalani hukuman satu setengah tahuin. Oooh ringan sekali. Hal inilah yang menjadi kecemburuan bagi masyarakat luas.

Jadi menurut saya diberi atau tidak diberi remisi. para penegak hukumnya harus punya komitmen sejalan dengan keinginan rakyat banyak. KEADILAN.

Sumber: http://blog-joker.blogspot.com/2011/09/lagi-lagi-urusan-remisi.html

Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani Indrawati 

Jangan lihat buruknya, bila tidak suka dengan wanita ini, karena dianggap salah satu dalang dari “Kasus Century” itu soal lain, tetapi saat ini membahas, kinerja seseorang, walaupun itu dianggap buruk. tetapi semua orang kan ada sisi bagusnya, juga sisi baiknya. jadi selepas “Kasus” atau apapun? wanita berusia 51 tahun, kelahiran 26 Agustus 1962, dikota TanjungkarangLampung, adalah salah satu politikus yang cakap dalam bekerja, salah satu kinerjanya adalah:

Sri Mulyani berhasil mengatasi korupsi dan memulai reformasi di bidang perpajakan di Indonesia, kantor pabean. Dia berhasil meningkatkan investasi langsung di Indonesia. Pada tahun 2004, tahun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menjabat, Indonesia menerima $ 4,6 miliar pada investasi asing langsung. Tahun berikutnya, ia menarik $8900000000. Pada tahun 2006, satu tahun setelah terpilih, namanya masuk Euromoney Finance Minister of the Year oleh majalah Euromoney.

Selama masa jabatannya pada tahun 2007, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi 6,6%, tingkat tertinggi sejak krisis keuangan Asia tahun 1997. Namun, pertumbuhan turun di tahun 2008 menjadi 6%, karena perlambatan ekonomi global. Pada bulan Juli 2008, Sri Mulyani Indrawati dilantik sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, menggantikan Boediono, yang adalah kepala bank sentral.

Pada bulan Agustus 2008, Mulyani dengan peringkat Forbes Magazine sebagai 23 wanita paling kuat di dunia dan wanita paling berpengaruh di Indonesia. Selama masa jabatannya sebagai Menteri Keuangan, cadangan devisa negara mencapai semua waktu tinggi sebesar $ 50 miliar. Dia mengawasi pengurangan utang publik untuk sekitar 30% dari produk domestik bruto dari 60%, sehingga lebih mudah bagi Indonesia untuk menjual obligasi untuk investor institusi asing. 

Dia juga merevisi struktur insentif bagi PNS dalam pelayanan dan mulai membayar gaji besar kepada petugas pajak dianggap “bersih” sehingga mereka akan memiliki lebih sedikit godaan untuk menerima suap. Pada tahun 2007 dan 2008, koran Emerging Markets memilih Sri Mulyani sebagai  Asia‘s Finance Minister of The Year.

Setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terpilih kembali pada tahun 2009 , ia diangkat kembali di pos Menteri Keuangan. Pada tahun 2009 perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 4,5%, sementara banyak bagian dunia dalam resesi . Indonesia adalah salah satu dari hanya tiga negara berkembang besar untuk tumbuh lebih cepat dari 4% pada tahun 2009. Dua lainnya adalah China dan India.

Di bawah pengawasannya, pemerintah telah berhasil meningkatkan jumlah wajib pajak pendapatan dari 4.350.000 orang menjadi hampir 16 juta dalam lima tahun terakhir, dan penerimaan pajak tumbuh sekitar 20% setiap tahun untuk lebih dari Rp 600 triliun pada 2010. 

Kesimpulannya, ketiga mantan menteri diatas adalah telah terbukti bagus, dinilai bagus oleh orang lainnya. Jokowi – Ahok yang juga punya kinerja bagus, seharusnya jangan sampai mengalami seperti 3 menteri diatas, karena ketidaksukaan seseorang, karena hal yang dirasa kurang dihargai, dari ide, dari kinerjanya dan dari kelakuannya. keduanya harus mundur dari jabatannya, maaf belum tentu penggantinya, lebih bagus dan lebih cakap dari kedua orang ini. 

Bila Ada Orang Yang Berkemampuan Bagus Janganlah Diusik, Jangan Dicopot, Jagalah Dia Untuk Memajukan Negeri 

Aung_San_Suu_Kyi_17_November_2011

Aung San Suu Kyi 

Wanita berinovasi ini harus lama mendekam dipenjara, padahal bila dipikir-pikir wanita ini bisa memajukan negerinya. Dalam pemilu 1990 , NLD memenangkan 59% suara nasional dan 81% (392 dari 485) dari kursi di parlemen. Dia, bagaimanapun, sudah ditahan di bawah tahanan rumah sebelum pemilu. Dia tetap berada di bawah tahanan rumah di Burma selama hampir 15 dari 21 tahun dari 20 Juli 1989 dan Menjadi salah satu Tahanan politik yang paling terkemuka di dunia 

Suu Kyi menerima penghargaan Rafto dan Sakharov Prize for Freedom of Thought pada tahun 1990 dan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1991. Pada tahun 1992 ia dianugerahi Jawaharlal Nehru Award untuk Pemahaman Internasional oleh pemerintah India dan Simón Bolívar International Prize dari pemerintah Venezuela. 

Pada tahun 2007, Pemerintah Kanada membuatnya menjadi warga kehormatan negara itu, orang keempat yang pernah menerima penghargaan tersebut. Pada tahun 2011, ia dianugerahi Medali Wallenberg. Pada tanggal 19 September 2012 Aung San Suu Kyi juga disajikan dengan Medali Emas Kongres, yang, bersama dengan Presidential Medal of Freedom, penghargaan sipil tertinggi di Amerika Serikat. Pada 6 Juni 2013, Suu Kyi mengumumkan pada situs World Economic Forum bahwa dia ingin menjalankan pemilu 2015 untuk presidency in Myanmar.

benazir-bhutto

Benazir Bhutto

Wanita hebat bersikap tegas, harus menerima ajalnya tanggal 27 Desember 2007, dalam kampanyenya. Pakistan seharusnya menerima Pemimpin yang hebat selangkah lagi, sayang sekali,  tidak bisa memimpin negerinya. rumor berkembang: Mantan Presiden Pakistan, Pervez Musharraf, dituduh atas pembunuhan Benazir Bhutto:

Sumber: 

http://www.reuters.com/article/2013/08/20/us-pakistan-musharraf-idUSBRE97J02P20130820

Kinerja wanita ini adalah: pada usia 29, Benazir Bhutto menjadi ketua PPP – yang kiri-tengah ,demokrasi sosialis partai politik , membuatnya menjadi wanita pertama di Pakistan untuk memimpin sebuah partai politik besar. Pada tahun 1988, ia menjadi wanita pertama yang terpilih untuk memimpin sebuah negara Islam dan juga Pakistan pertama (dan sejauh ini, hanya) perdana menteri perempuan.

Tercatat untuknya otoritas karismatik dan kecerdasan politik, Benazir Bhutto melaju inisiatif untuk perekonomian Pakistan dan keamanan nasional, dan dia menerapkan sosial kapitalis kebijakan untuk pengembangan industri dan pertumbuhan. Selain itu, filsafat politik dan kebijakan ekonomi menekankan deregulasi (khususnya sektor keuangan), pasar tenaga kerja yang fleksibel, yang denationalisation dari perusahaan milik negara, dan penarikan subsidi kepada orang lain.

CheHigh

Che Guevara

Pria ini kelahiran RosarioSanta Fe, Argentina, bukannya orang  Cuba. kinerja pria yang bernama Ernesto Guevara ini. setelah ikut perang dan berhasil mengkudeta Pemerintahan Cuba ditahun 1959, juga menggulingkan Presidennya Fulgencio Batista, Setelah Revolusi Kuba, Guevara melakukan sejumlah peran kunci dalam pemerintahan baru. Ini termasuk meninjau banding dan menembak regu bagi mereka yang dihukum sebagai penjahat perang selama revolusionerpengadilan, melembagakan reformasi tanah agraria 

Sebagai menteri industri, membantu mempelopori sukses nasional Cuban Literacy Campaign, melayani baik sebagai direktur bank nasional dan direktur instruksional untuk Kuba angkatan bersenjata, dan melintasi dunia sebagai diplomat atas nama sosialisme Kuba. 

Posisi tersebut juga memungkinkan dia untuk memainkan peran sentral dalam pelatihan pasukan milisi yang ditolak tersebut Invasi Teluk Babi  dan membawa Soviet bersenjata nuklir rudal balistik ke Kuba yang diendapkan 1962 Krisis Misil Kuba. selain itu, ia adalah seorang penulis yang produktif dan penulis buku harian, menyusun pengguna pada perang gerilya, bersama dengan larisnya memoar tentang perjalanan sepeda motor benua masa mudanya

Guevara meninggalkan Kuba pada tahun 1965 untuk memicu revolusi di luar negeri, pertama kali berhasil di Kongo-Kinshasa dan kemudian di Bolivia, dimana dia ditangkap oleh CIA pasukan Bolivia yang membantu dan dieksekusiGuevara tetap baik sebagai tokoh sejarah dihormati dan dicaci maki, terpolarisasi dalam imajinasi kolektif dalam banyak biografi, memoar, esai, dokumenter, lagu, dan film. Sebagai akibat dari kematiannya dirasakan, doa puitis untuk perjuangan kelas, dan keinginan untuk menciptakan kesadaran tentang “manusia baru” didorong oleh moral daripada insentif material, ia telah berkembang menjadi ikon klasik berbagai gerakan kiri yang diilhami.

Majalah Time menamainya salah satu dari 100 paling berpengaruh orang dari abad ke-20, sementara Alberto Korda fotonya berjudul Guerrillero Heroico (ditampilkan), dikutip oleh Maryland Institute College of Art sebagai “foto paling terkenal di dunia”. 

Kesimpulannya tiga Tokoh Dunia diatas adalah korban dari kekejaman seseorang yang tidak menyukai mereka, tidak membiarkan mereka maju dan tidak melihat, tanpa dia, “Negara Tidak Akan Maju”. biarkanlah orang yang berkempuan maju, memimpin negeri.

Janganlah menjadi beban bagi seseorang, biarkan mereka bekerja, kecuali keterlaluan, barulah ditegur, bila sedikit lebih beda, tetapi demi kemajuan bangsa, masyarakat biarkanlah, biarkan mereka tetap maju, memimpin semua orang yang dianggap bisa berubah karena kinerjanya.

Apakah Jokowi & Ahok Sudah Melakukan Yang Terbaik?

  • Sebelum membahas lebih jauh, sedikit Profil singkat tentang Jokowi – Ahok

Profil Jokowi

Ir. H. Joko Widodo (lahir di Surakarta21 Juni 1961; umur 52 tahun), atau yang lebih akrab dipanggil Jokowi, adalah Gubernur DKI Jakarta terhitung sejak tanggal 15 Oktober 2012. Ia merupakan gubernur ke-17 yang memimpin ibu kota Indonesia. Sebelumnya, Jokowi menjabat Wali Kota Surakarta (Solo) selama dua periode, 20052010 dan 20102015, namun baru 2 tahun menjalani periode keduanya, ia mendapat amanat dari warga Jakarta untuk memimpin Ibukota Negara. Dalam masa jabatannya di Solo, ia didampingi F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil walikota. Ia dicalonkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Profil Ahok (Basuki Tjahaja Purnama)

Ir. Basuki Tjahaja Purnama, MM (EYDBasuki Cahaya Purnamanama TionghoaZhōng Wànxié / 钟万勰) lahir di ManggarBelitung Timur29 Juni 1966 atau paling dikenal dengan panggilan Hakka. Ahok, adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta yang mendampingi Joko Widodosebelumnya Ahok merupakan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 dari Partai Golkar namun mengundurkan diri pada 2012 setelah mencalonkan diri sebagai wakil gubernur DKI Jakarta untuk Pemilukada 2012. 

Dia pernah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur periode 2005-2006.Ia merupakan etnis Tionghoa pertama yang menjadi Bupati Kabupaten Belitung Timur, yang populer sebutan masyarakat setempat dengan singkatan Kabupaten Beltim. pada tahun 2012, ia mencalonkan diri sebagai wakil gubernur DKI berpasangan dengan Joko Widodo, wali kota Solo.

Basuki juga merupakan kakak kandung dari dr. Basuri Tjahaja Purnama, M.Gizi.Sp.GK.Bupati Kabupaten Belitung Timur (Beltim) periode 2010-2015. dalam pemilihan gubernur Jakarta 2012, mereka memenangkan pemilu dengan presentase 53,82% suara. Pasangan ini dicalonkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Menilai Progam Jokowi – Ahok

Untuk menilai kinerja Jokowi – Ahok berhasil atau tidak? bisa dilihat dari kebijakannya, dengan melihat Faktor yang mereka lakukan, seperti dari:

  • Faktor Pendidikan
  • Faktor Kesehatan
  • Faktor Keamanan
  • Faktor Ekonomi
  • Faktor Kesejahteraan Rakyat

Bila sudah melihatnya dengan kebijakan-kebijakan yang “Mereka”, barulah boleh melihat berhasil atau tidaknya? juga diberi Rating.

Faktor Pendidikan

Salah satu yang menonjol diawal masa kerjanya adalah pemberian Kartu Jakarta Pintar yang tujuan progamnya adalah: 

Setiap Siswa dan Siswi dari tingkat SD sampai SMA, akan diberikan kartu, yang berupa dana, dari pemerintah senilai, Untuk SD Rp.180.000 – SMP Rp 210.000 – SMA 240.000. dalam pelaksanaannya sepertinya progam tidak merata dan pemerintah harus mengeluarkan dana Anggaran sampai Rp. 804 Miliar. untuk mendapatkan kartu ini, dari usia 7 hingga 19 tahun berdasarkan data PPLS dari BPS.

Terdaftar sebagai peserta didik dan memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) atau Nomor Induk Kependudukan (NIK), serta melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau surat pernyataan tidak mampu yang diketahui oleh RT/RW. bagi setiap siswa yang telah memenuhi syarat tersebut, uang tersebut bisa dicairkan melalui Bank DKI sesuai dengan jumlah uang yang didapat. Untuk mengambilnya, tiap siswa dapat mengambilnya dengan KJP melalui ATM Bank DKI. 

Sisi Positif:

Ya bolehlah, meringankah Siswa Dan Siswi, terutama dalam segi pembelian, buku dan juga biaya kebutuhan sekolah. untuk segi positif lainnya. dengan begitu pelajar jadi bisa “diringankan” dari segi biaya, bila masih kurang tertutupi dari dana KJP tersebut. memang biaya hidup dijakarta, apalah artinya, uang 180, 210, 240 ribu, dalam sekejap sejam bisa habis apalagi datang sebulan sekali.

Tapi kalau pelajar itu bijak, bisa saja, terbantu. dari sini, sisi ingin membantu “para pelajar” Jokowi – Ahok, benar-benar terlihat sekali. dan tidak ada/belum ada gubernur di Indonesia, manapun yang melakukan hal ini, idenya cemerlang, tapi apakah prakteknya cemerlang? jangan dilihat dari situ dulu, yang pasti, ketulusan, untuk pelajar bisa mempunyai dana sendiri, hal itu bisalah dipuji, bila progamnya berhasil menurut rencana, merata, bisa diacungi jempol. ini adalah gebrakan loh.

Sisi Negatif:

Tidak semua Siwa-Siswi, membelanjakan uangnya dari KJP untuk kepentingan sekolah, kita kan bukan Gods (Dewa), punya kekuatan sakti, bisa tahu, ngelihat semua orang dari Jauh? siapa yang bisa memantau, siapa yang bisa menjamin? walapun Jokowi bilang akan memantau semua orang yang diberi KJP. tidak tahu apakah bisa seperti itu?. misalnya: bila ada seorang Siwi, “Ngiler” melihat temannya punya BB (Blackberry) ada rasa keinginannya membeli itu.

Mungkin isa saja berbohong kan? dan dana dari itu bisa dikumpulkan untuk beli Hp. lalu bagimana itu dari segi kebutuhan hidup lainnya, dari segi keinginan punya Peralatan Elektronik, Tv, Radio, Dvd, Laptop,dll untuk dinikmati diri sendiri. belum lagi dari sektor manapun, bisa saja uang yang diterima dari KJP dibelanjakan untuk kebutuhan pribadinya, kan kita tidak tahu. bukan menyalakan “Para Pelajar”. justru karena kesempatan itu, takutnya mereka menjadi salah, bukannya untuk kebutuhan sekolah, apalagi terus dipasok, dananya masuk ke KJP setiap bulan, wow jadi kesempatan banget tuh, lumayan untuk biaya tambahan.

KJP pun dikritik di website ini: http://politik.kompasiana.com/2012/12/01/kartu-pintar-jokowi-yang-tidak-pintar-507490.html

Yang pasti Sistim KJP Jokowi – Ahok ini, kenapa hanya KJP saja? bukannya yang lain ada? pastinya ada kebijakan lainnya dari segi pendidikan. karena ini adalah salah satu sistim kebijakan nyata, maka dari itu, hanya membahas KJP saja. secara teori kebijakan ini bagus, gebrakan sempurna, belum pernah ada, dan layak ditiru. prakteknya takut disalah gunakan, ketergantungan, pembelanjaan yang tidak sesuai untuk kebutuhan sekolah. 

Rating KJP: ***

Faktor Kesehatan

Seperti dibahas diawal KJS (Kartu Jakarta Sehat) ini adalah gebrakan yang bagus dari Jokowi – Ahok, and thank for God. rakyat jadi mempunyai alternatif, diperhatikan pemerintah, diberi progam yang bagus, untuk rakyak Indonesia, terutama disegi kesehatan. apa sih itu:

  • Suatu program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui UP Jamkesda Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta kepada masyarakat dalam bentuk bantuan pengobatan

Tujuan

  • Memberikan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi penduduk Provinsi DKI Jakarta terutama bagi keluarga miskin dan kurang mampu dengan sistem rujukan berjenjang

Info Lengkap JKS Klik: http://web.dinkes-dki.go.id/dinkesdki/index.php?option=com_content&view=article&id=216&Itemid=166

Jadi KJS ini bisa digunakan masyarakat dalam hal kesehatan, contohnya dipuskesmas, dengan KJS masyarakat irit istilahnya, karena KJS ini bekerja sama dengan Rumah Sakit diibukota lainnya. terdata lebih dari beberapa RS salah satunya RS Cipto Mangunkusumo.

Progam ini layak dipuji, top deh. kalau untuk masalah sakit, masa orang harus dikritik sih, dari segi kekurangannya pun tidak akan disinggung disini, biarkan saja masyarakat yang menilai, merasakan, semoga dengan KJS bisa membantu orang banyak, sama seperti KJP, bila merata, patut diacungi jempol.

Sisi Positif:

Masyaratkat, bisa mendapatkan Akses dari kartu ini, berobat kerumah sakit pemerintah contohnya, tinggal tunjukan bukti dengan ktp, mereka bisa langsung berobat, meski banyak banget yang mengantri, disatu lorong rumah sakit penuh dan itu terjadi setiap hari, bukannya mengkiritik, itu memang sudah resiko, kan sama-sama berobat.

Sisi Negatif:

Tidak akan membahas, tapi bisa dilihat dari beberbagai sumber:

Klik Untuk Membaca: 

Rating KJS: ****

Faktor Keamanan

Beberapa waktu yang lalu, berita penembakan terhadap Petugas Polisi di KPK, adalah sebuah keamanan  yang bobol. karena kejahatan bisa datang kapan saja. kejahatan yang sering terjadi dimasyarakat Jakarta adalah: Penjambretan, Pencopetan, Pencurian, Modus Hipnotis, Trik Mengambil Uang Di Atm, Curanmor,dll. setelah melihat kinerja mereka berdua, yang mulai menjabat sejak 15 Oktober2012, yang memang banyak mengadalkan titik berat pada bidang Kesehatan dan Pendidikan.

Jadi meski peningkatan kerjasama dengan Kepolisian, Polisi anti Huru Hara, Polisi Pamong Praja, serta lainnya. karena kebetulan atau tidak, untuk Grafik Demo, Unjuk Rasa menentang pemerintah, skalanya sudah mulai berkurang, sekarang tidak seperti demo kenaikan BBM di 2012 lalu, terutama dikota Makasar. bagaimana dengan keamanan di ibukota? banyak diberita beberapa waktu lalu, aksi penangkapan para Preman, yang dianggap meresahkan masyarakat, terliput distasiun televisi, bahkan gembong besarnya “Herkules” tertangkap beberapa bulan lalu. apakah ini kinerja mereka berdua? lihat komentar dibawah ini:

“Di DKI tentu didominasi oleh kejahatan konvensional, kejahatan-kejahatan jalanan, premanisme,” 

“Upaya-upaya untuk menanggulangi masalah ini tetap kami lakukan penindakan penegakan hukum dan pembinaan kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal itu,” 

Sumber: 

http://metro.sindonews.com/read/2013/02/04/31/714002/jokowi-aksi-premanisme-di-jakarta-marak

Publik Puas dengan Kinerja SBY di Bidang Keamanan

Sumber: 

http://nasional.inilah.com/read/detail/1785869/publik-puas-dengan-kinerja-sby-di-bidang-keamanan#.UkqXtNJHIvw

Kesimpulannya, apakah itu bertumpu pada kinerja oleh pemerintah pusat, atau oleh kinerja Gubernur serta Wakilnya, sendiri? semua jajaran pemerintah punya rantai, Atasan memberi perintah, dan bawahan menjalankan perintahnya, dengan tujuan masing-masing, dinegara apapun memang seperti itu. jadi tugas menanggulangi kejahatan dari pemerintah pusat, lalu turun kebawah melalui tugas Gubernur-Wagubnya Jokowi – Ahok, yang sering berinovasi, kesimpulannya adalah:

Suatu kombinasi yang pas sekali. dan mereka berdua, meski tidak masuk dalam catatan berita yang menghebohkan dimedia massa maupun televisi, dan publik tidaklah memperhatikan dengan jelas, apakah mereka berdua, telah memberantas kejahatan dengan caranya sendiri, Jokowi – Ahok, juga punya peranan penting, bila kinerja SBY dibidang keamanan dianggap puas, karena mereka berdua kan bekerja diibukota, mau tidak mau mereka berdualah yang menjaga keamanan diibukota.

Sisi Positif: 

Karena berkurangnya aksi dari Terorisme, yang sangat merebak diera 2000an, mulai dari Bom Bali, Bom Kedutaan Australia, serta peledakan laiinnya, negara kita beruntung, bisa memanggil  Grup Musik Mancanegara, Klub Sepak Bola, Event Olahraga, juga Event lainnya, dengan aman, bisa dinilai baik, bahkan melebihi dari setengah bulan ditahun 2013 ini, kinerja ini yang sangat diharapkan masyarakat. karena hidup semakin sulit, harga-harga mulai meninggkat, jadi segala sesuatu menjadi berat karena belum amannya kita dari “Krisis Moneter” yang berlangsung sangat lama, terakhir ditahun 1998, semenjak “Pak Harto” mundur dari posnya. jadi bagimana orang bisa bekerja, bila ada sesuatu yang bersifat mengancam, okelah, mereka aman dari kejahatan itu, tapi efeknya, akan berlangsung lama. 

Sisi Negatif: 

Kenyataannya Curanmor, Pemerkosaan, Pencopetan, Penjambertan,dll terus berlangsung, bahkan didetik ini pun, saat tulisan ini dibuat. Setiap 91 Detik, Terjadi Satu Kejahatan di Indonesia, ini menurut sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2012/12/26/15260465/Setiap.91.Detik.Terjadi.Satu.Kejahatan.di.Indonesia

Dari sumber itu 91 detik, itu berarti, 1 ment ditambah 31 menit, taruhlah 2 menit. jadi dalam satu jam kira-kira ada 30 kejahatan, dan dalam 1 hari ada 720 kejahatan di Indonesia, kalau melihat dari sumber diatas, benar atau tidak? tidak semua orang diindonesia mau melakukan kejahatan. Agama yang membentengi mereka, hukum, serta orang disekitarnya juga mempengaruhi seseorang tidak melakukan kejahatan. yang jadi pertanyaannya adalah, kenapa kejahatan ada? jawabannya ada berbagai jawaban, ada yang karena keinginan, nafsu, kebutuhan,dll.

Dan yang paling terpenting adalah sifat buruk manusianya sendiri, jadi selama masih ada sifat buruk dari diri manusia, jangan harap kejahatan dimuka bumi bisa dihapuskan. untuk Jokowi – Ahok, dibidang keamanan, mesti harus ditingkatkan lagi, contoh kecil, “wanita takut naik angkot disaat malam” serta mindset kejahatan yang masih terus terjadi dimasyarakat.

Rating Keamanan: ***/Setengah

Faktor Ekonomi

Kinerja Jokowi – Ahok dibidang ini lumayan bagus kok, yang terasa adalah soal Blusukan nya, nama populernya, adalah memantau langsung turun kelapangan, dengan cara tersebut bisa mengetahui apa yang dirasakan pedagang, pekerja, warga. dengan blusukan inilah faktor ekonomi ini terlihat, mereka pun jadi memahami, apa yang harus dilakukan dalam memajukan Ekonomi. kinerjanya yang menonjol salah satunya dalah PRJ di Monas Juni – July 2013, kemarin.

Entah apa yang dikeluhkan orang, ada yang bilang: “untuk apa di monas, di Kemayoran kan juga ada” apapun itu, yang pasti, Jokowi – Ahok yang bekerja membuka PRJnya dengan caranya sendiri, beberapa banyak pedagang yang mendapat untung dari sana. dari kebijakan PRJnya juga, mereka (Jokowi – Ahok) membuat masyarakat membeli barang berharga ekonomis. tidaklah salah gebrakan ini diberi point-plus 30, untuk achievement pemerintahnya. belum lagi dari caranya memajukan “Pasar Tradisional”, penertiban/Penataan pedagang kaki lima (PKL), sampai kebangunan bantaran,dll mereka melakukan hal yang baru, yang jarang ada sebelumnya. contoh suksenya adalah relokasi PKL Tanah Abang ke Blok G Tanah Abang 

Sumber: 

http://lipsus.kompas.com/gebrakan-jokowi-basuki/read/xml/2013/09/02/1136348/Jokowi.Pasar.Blok.G.Jangan.Mau.Kalah.dari.Mal

Entah kenapa disektor ini, di sekor Ekonomi, kebijakan mereka berdua terasa kencang dan cepat. salah satu jawabanya adalah, karena pengalamannya dipekerjaannya terdahulu, dengan suksesnya progam-progamnya, tidak susah untuk merealisasikannya dijakarta. belum lagi tentang kebijakannya, membela Industri Kecil, Menengah, Jokowi – Ahok patutlah diacungi jempol dalam hal ini. pasar bebas akan berlangsung tahun 2015 nanti, Jokowi sudah mempromosikan Jakarta Kepada Gubernur Se-ASEAN

Sumber: 

http://www.tempo.co/read/news/2013/09/18/064514442/Jokowi-Promosikan-Jakarta-Kepada-Gubernur-Se-ASEAN

Itu juga langkah yang bagus. Jokowi yang yakin bahwa  pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada tahun 2013 akan tumbuh sebesar 6,8 – 7,0 persen. Lebih baik dibandingkan dengan tahun 2012 yang diperkirakan hanya mencapai angka 6,5 – 6,8 persen. 

Sumber: 

http://m.aktual.co/sosial/140818jokowi-patok-pertumbuhan-ekonomi-jakarta-7-persen-

Juga membuat angin segar bagi Masyarakat. bahkan 3 bulan dipimpin mereka, ekonomi naik 2%

Sumber: http://metro.news.viva.co.id/news/read/387938-tiga-bulan-dipimpin-jokowi–ekonomi-jakarta-naik-2-

Oke, karena banyaknya contoh dari kebijakan mereka berdua, serta jajaranpemerintahannya, dibidang Ekonomi, tidak perlu dipanjang lebar lagi, kebijakan mereka lumayan, bahkan sukses dalam pelaksanaannya. 

Sisi Positif:

Dengan meningkatnya Industri ditahun 2013 ini, tidak jarang orang berupaya untuk membuka peruntungan dibidang usaha. entah itu sudah punya sebelumnya maupun, baru membuka. meningkatnya Ekonomi juga terbuka luang pelaku bisnis berinovasi, mendapatkan untung, serta menjadi timbal balik kepada masyarakat yang membayarnya. belum lagi kebijakan apa lagi yang akan dilakukan oleh Jokowi-Ahok dimasa mendatang untuk sektor Ekonomi, peluang masyarakat, yang dahulunya tidak/belum/ sejahtera, bisa menjadi sejahtera.

Memang Jokowi – Ahok dibidang pemberantas pengganguran belum terasa, jumlah 9 persen, sangat banyak dibanding negara Asia lainnya. kalau boleh dibilang, sangat besar. kenapa jumlah pemberantas pengganguran harus diprioritaskan juga, karena dengan begitu, mengurangi kejahatan, itu salah satunya. ada pertanyaan…lebih baik mana? diberi uang terus menerus setiap hari, kepada pengangguran yang tidak bekerja, atau diberi pekerjaan bagi para penggangguran? jawaban yang kedua lebih bagus, karena dengan dengan begitu, orang bisa mempunyai nafkah tetap, bisa membantu keluarga, diri sendiri, serta angka pengganguran di jakarta maupun indonesia, menjadi tipis. 

Sisi Negatif:

Banyak orang di jakarta, maupun Indonesia, menganggap mencari pekerjaan itu susah, ada benarnya maupun tidak. ada yang lulusan tinggi, punya skill tinggi, tidak dterima masuk kedalam perusahaan, pabrik, perusahaan swasta,dll misalnya. hal itu disebabkan karena, masih banyaknya faktor, sisipan, uang pelicin, dan KKN. maaf karena itu adalah realitanya tidak perlu ditampik lagi. para pelamar yang bersungguh-sungguh, tidak tahu, dibanyak orang yang melamar ada yang bisa langsung masuk, istilahnya, formalitas saja, ikut tes, lulus atau tidak, yang penting akan masuk. itu adalah model sisipan, lalu bagaimana dengan orang yang tidak memakai modal sisipan? bisa gagal, kebanyakan seperti itu, ada yang berhasil, beruntung beberapa persen kelubang jarum.

Seharusnya para petinggi lebih bijak, karena tidak ada uang, untuk apa saya berusaha memasukannya? itu perilaku yang salah, sama sekali. itu kan tugas mereka, jadi kalau tugas mereka hanya untuk uang pribadi yang masuk kekantong, untuk apa mereka bekerja disana? itulah salah satu penyebab pengganguran merebak, sangat banyak di Jakarta, maupun Indonesia. karena tidak ada faktor Ikhlas, Siapa Elo, Bodo Amat, Emang Gue Pikirin, Gak Peduli Soal Orang Banyak, Yang Penting Gw Dapet Uang,dll orang yang seharusnya, secara logika murni bisa bekerja, karena tidak ada pelumas “uang sogokan” tidak bisa masuk.

Jadi penganguran deh. paling bisa kerja disupermarket, Bengkel, bahkan sampe jadi supir,dll gak sesuai dengan lulusan orang itu. tinggi atau tidaknya. kasihan sekali karena ada “SEGELINTIR” orang yang cinta uang, ribuan, ratusan orang dirugikan. itu sisi negatifnya. memang dijaman sekarang siapa sih yang tidak mau uang? jujur semua mau uang, tapi biarkanlah orang yang melamar, murni bisa masuk, karena kemampuannya, bukan karena ada oli dan pelumas. lagipula apa artinya sih 1, 2, 10 orang yang masuk, kan anda tidaklah dirugikan, bila memang tidak bisa masuk sama sekali, lebih baik sedikit yang mendapatkan pekerjaan dari sistim tersebut. 

Yang kedua dari segi, faktor teknis, dalam usaha, contoh kecil adalah faktor, “LISTRIK PULSA” maaf sekali, bukan menyalakan PLN, sebagai lembaga tertinggi dalam urusan Listrik, bagaimana dengan usaha yang membutuhkan listrik besar, seperti Usaha Konveksi, yang membutuhkan Watt tinggi tiap harinya, setiap detik dan menit, listrik pulsanya pun semakin tipis, dan harus membeli lagi ditukang pulsa.

Yang diketahui “TOKEN” pulsa ada yang seharga 50.000, 100.000, 200.000, dan karena listrik dipatok melalui harga token nya, tidaklah bebas seperti listrik “Perumahan” yang prabayar. itu faktor teknis yang harus diselesaikan Jokowi – Ahok, serta jajaran Pemerintahannya yang terhormat. bukan dari segi itu saja, terus ada masalah, “Uang Jago” istilahnya, “Uang Liar”, “Pungutan Liar”,dll maaf bukan menyalakan sistim kerja dari masyarakat kita, dan siapapun juga orangnya, tapi memang begitulah sistim kita. tapi biar bagaimana pun kita kan manusia, sama-sama cari uang, mencari sesuap nasi, mencari berlian istilahnya.

Rating Ekonomi: ****, Dua.

Faktor Kesejahteraan Rakyat

 Kinerja Jokowi – Ahok dalam Kesejahteraan Rakyat, lambat pasti mulai terasa, salah satu progam awalnya yang kentara, dari Wakil Gubernurnya, Ahok, banyak memantau dan bekerja dibagian Perumahan untuk warga, seperti memantau Rumah Susun, lalu memberi kebijakan, seperti ini dan itu, hasilnya, berhasil membenahi Rusun Marunda. ingat tidak pemberian KTP bagi warga yang dianggap Ilegal, itu juga luar biasa, belum lagi waktu awal memantau langsung ke Kelurahan, Kecamatan, serta instansi Pelayanan Masyarakat lainnya, yang membuat kaget para pegawai pemerintahan disana, tujuannya kan satu demi Kepentingan Warganya juga.

Bukan menganggap malas, atau apa para pegawai itu, karena sistim disitu kan seperti itu, jadi mereka kan melakukan pekerjaan dengan sistim begitu, maka jadilah begitu. hentakan Jokowi – Ahok, juga mengetarkan sistim istilahnya secara tidak langsung, bukan ancaman, tapi memberi semangat seperti “WOI!!! Bangun, sudah saatnya bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat” itulah pesan dari mereka berdua sampaikan, bila orang benci dengan mereka itu salah, tujuannya kan satu, biar warga, rakyat itu, bisa cepat, tanpa harus mengantri dikelurahan, kecamatan.

Memang pahala itu tidak berupa langsung nyata ditempat, didepan mata, tapi lumayan deh, nambah-nambah pahala, karena membantu orang lain. progam lainnya belum lagi dalam faktor kesejahteraan di “Transportasi” J-A (Jokowi – Ahok) menargetkan transportasi untuk rakyat, yang realistis jangan Subway, rapid transit rail, maupun Subway (underpass), yang kalau banjir, bagaimana? bisa-bisa jadi lautan asmara, kok asmara, lautan tergenang dibawah tanah, kan itu underground, sistimnya.

J-A berencana membangun, Mass Rapid Transit (MRT), yang sudah ada di Singapura, Deep Tunnel tujuannya untuk  terowongan Serbaguna juga dapat bekerja untuk utilitas, seperti kabel PLN, kabel telepon, pipa gas, pipa air baku, dan pembuangan air limbah. Kemudian terowongan akan dibuat tiga lapis, pertama saluran air, tingkat kedua dengan kendaraan di arah timur, dan akhirnya arah barat. lalu Kopaja, Bus Trans Jakarta, Krl Jabotabek, yang diperbaiki, siap pakai, serta progam transportasi lainnya, yang juga bekerja sama dengan negara lain. Oke itulah progam jangka panjang, but, what about now? faktor yang belum diatasi kan Banjir Dan Macet, untuk banjir progam nya adalah: 

Enam program yang dimaksud pria yang akrab disapa Jokowi ini yaitu:

  • 1. Dipercepatnya normalisasi Kali Ciliwung seluas 50 sampai 60 meter.
  • 2. Normalisasi Kali Pesanggrahan, Kali Angke, dan Kali Sunter yang persiapannya sudah siap.
  • 3. Pembuatan sodetan dari Jalan Otista, Jakarta Timur menuju Kanal Banjir Timur (KBT).
  • 4. Pembangunan waduk-waduk besar di Ciawi dan Cimanggis, guna menampung air yang mengalir dari hulu.
  • 5. Mega Proyek Deep Tunnel atau terowongan multifungsi yang kini masih dalam kajian yang mendalam.
  • 6. Pembangunan pompa-pompa air untuk menyedot genangan air yang lima hari belakangan ini merendam sejumlah daerah di Jakarta Utara.

Sumber: 

http://www.tribunnews.com/metropolitan/2013/01/21/ini-enam-program-jokowi-atasi-banjir-jakarta

Kalau dari Macetnya ini: 

  • Meninggikan Separator Transjakarta

  • Sebagai transportasi yang bebas hambatan terkadang bus yang menjadi andalan warga Jakarta ini harus berdesakan dengan kendaraan lain, banyak motor, mobil, bajaj yang masuk jalur khusus Transjakarta ini.
  • Melihat kejadian ini sang gubernur mengambil langkah untuk meninggikan separator bus Transjakarta agar lebih tinggi lagi dari yang sebelumnya, tujuannya sangat jelas agar tak ada kendaraan lain yang ikut “bergabung” dalam jalur khusus ini.
  • Disiplin Lalu Lintas

  • Tiap kali hujan mengguyur Ibukota yang terjadi selanjutnya adalah banjir dan kemacetan dimana-mana, pemandangan ini menjadi pemandangan yang biasa terjadi di Ibukota. Agar hal ini tak terus berlanjut, Gubernur Joko Widodo menghimbau kepada semua pengguna jalan dan warga ibukota agar disiplin dalam lalu lintas demi kepentingan bersama.

  • Metromini Masuk Jalur Transjakarta

  • Di tahun 2013 mendatang, Jokowi akan memastikan penambahan 1.000 unit Metromini dan Kopaja. Kedua kendaraan umum ini akan disamakan jalurnya dengan bus Transjakarta.

  • Sistem Genap-Ganjil

  • Sistem pelat nomor kendaraan genap-ganjil rencananya akan diuji coba pada tahun 2013 mendatang. Cara kerja dan ketentuan dalam sistem genap-ganjil ini yakni, setiap hari pelat mobil yang digunakan harus selalu berbeda angka digitnya, misalnya hari Senin digit genap, kemudian Selasa digit ganjil, dan begitu seterusnya, dan rencananya akan diterapkan pada jalur 3 in 1.

  • Membangun Jalur Kereta

  • Gubernur Jokowi menawarkan konsep pengembangan transportasi berbasis rel ditambah untuk arah Tangerang ke Jakarta. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi volume kendaraan yang datang dari arah tersebut.
  • Jokowi berharap proyek ini bisa secepatnya dilaksanakan tahun depan dan Ia juga menyarankan agar bisa dibuat transportasi umum khusus perbatasan kota.
  • Rencana untuk mengurangi kemacetan Jakarta ini tentu sangat positif ya! Apalagi bagi warga Jakarta yang benar-benar ingin menghilangkan kemacetan. 

Sumber: 

http://jadiberita.com/41241/5-rekayasa-unik-jokowi-ahok-atasi-macetnya-jakarta/

Ya semoga saja progam-progamnya yang sudah diatur, dipilih, bisa terlaksana, masalahnya adalah: apakah rakyat memilih lagi J-A di periode kedua? ini progam jangka panjang loh, gak bisa 1-2 tahun saja. soal dipilih atau tidak, kalau tuhan mengizinkan untuk tetap terpilih, pastinya akan tetap melanjutkan. bila tidak masih banyak progam lainnya dari J-A untuk memajukan masyarakat lainnya. ada rumor Jokowi akan “Nyapres” di pemilu 2014? bolehlah berandai-andai, kalau “Umpamanya”, ini umpamanya terpilih, progam-progamnya pun sudah terbaca akan terus dilanjutkan.

Tetapi dengan jadwal sibuk, belum dipertahanan negara, diplomasi negara lain, pendidikan, kesehatan, Ekonomi,dll itu kan tugas dari “Presiden” sudah kebaca kok, juga Jokowi akan menginstruksikan “Gubernur Baru” nya nanti, melaksanakan Progam ide yang sudah ia rangkumkan. itukan contoh saja kalau berandai-andai, sekali-kali lah boleh berfantasi, maka dari itu lahirlah Disneyland. ya apapun itu harapan bagi rakyat banyak tertumpu pada 2 orang ini, serta staf pemerintahan yang berkerja untuknya, serta kerjasamanya dengan lainnya. tujuannya semoga terlaksana, demi rakyat banyak.

Rating Kesejahteraan Rakyat: ****, Empat.

Kesimpulan Akhir

Ada pepatah dari Filsut Cina Terkenal, Meng Tse, atau Mencius, yang berkata seperti ini:

  • Langit Melihat Seperti Rakyat Melihat
  • Langit Mendengar Seperti Rakyat Mendengar

Artinya langit adalah, orang yang dimuliakan untuk menolong rakyat banyak di pemerintahan, entah itu Presiden, Menteri, Gubernur, Walikota, Bupati,dll serta jajaran dipemerintah lainnya, orang cina jaman dahulu menyebutnya sebagai “Langit”. jadi biarkan rakyat melihat seperti yang “Pemerintah” lihat, dan biarkan rakyat mendengar seperti yang “Pemerintah” dengar. tujuannya bukan untuk menghakimi atau mencuri dengar, maksudnya adalah:

Supaya rakyat bisa melihat dan mendengar arah dari kerja pemerintahnya, apa itu bagus untuk rakyat, atau itu buruk untuk rakyat, mereka berharap dengan “Pemerintah” yang akan menolong mereka. janganlah menutupinya, mendustakannya, menipunya,dll.

Tujuannya kan satu, Langit yang sudah disumpah, untuk menolong rakyat yang memilihnya. jadi rakyat dan langit haruslah terbuka dan berteman, secara baik, demi tujuan bersama. 

So selesai sudah post “Biarkan Jokowi – Ahok Bekerja”, dan jangan lupa untuk baca dan nonton video lainnya di: 

https://wildanrenaldi.wordpress.com/ lainnya, thank.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang wildanrenaldi

Hi Friend Welcome, thank to visit this Blog, enjoy yourself to Read Post or Comment, Please Enjoy, Thank You.
Pos ini dipublikasikan di Politik dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Biarkan Jokowi Ahok Bekerja

  1. Ping balik: Wildan Renaldi Blog | Post Jokowi Jadi Presiden MenJadi Kenyataan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s