Kisah Tim Nasional Indonesia

Garuda Timnas

Tim nasional sepak bola Indonesia mewakili Indonesia di internasional kompetitif asosiasi sepak bola. Tim ini dijalankan oleh Asosiasi Sepakbola Indonesia (PSSI) dan merupakan anggota dari Konfederasi Sepak Bola Asia. Sebelum kemerdekaan pada tahun 1945, tim berkompetisi sebagai Timnas sepakbola Hindia Belanda nasional.

Dengan nama ini, Indonesia merupakan tim Asia pertama yang berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA, dimana saat itu timnas indonesia lolos ke FIFA 1938, turnamen Piala Dunia, di negara Perancis. Timnas Indonesia tersingkir oleh tim nasional sepak bola Hungaria di babak pertama dan tidak lolos ke Piala Dunia sejak kekalahan ini. 

Penampilan Timnas di Olimpiade  hanya ditahun 1956 di MelbourneAustralia, dimana mereka menahan tim nasional sepak bola Uni Soviet, yang akhirnya peraih medali emas. sebelumnya imbang, namun kalah 0-4 dalam pertandingan ulang. Timnas Indonesian Tim lolos ke Piala Asia AFC empat kali, tetapi tidak pernah melampaui tahap grup. Kinerja terbaik Indonesia di Asia berada di Asian Games 1958Tokyo. ketika mencapai medali perunggu. Tim ini mencapai final ASEAN Football Championship empat kali, tapi tidak pernah memenangkan turnamen.

Nama panggilan

Merah Putih

(Merah Putih) Garuda (The Eagle)

Asosiasi

Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI)

Sub-konfederasi

AFF (Asia Tenggara)

Konfederasi

AFC (Asia)

Home Stadion

Gelora Bung Karno Stadium

Kode FIFA

IDN

Peringkat FIFA tertinggi

76 (September 1998)

Peringkat FIFA terendah

170 (Oktober 2012, April 2013)

Peringkat Elo rating

149

Peringkat Elo tertinggi

35 (November 1969)

Sejarah

  • Awal tahun

Pada tahun 1930-an, Indonesia berdiri tiga organisasi sepak bola berdasarkan suku bangsa yaitu Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) lalu berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) pada tahun 1936 milik bangsa Belanda. setelah itu Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) milik seseorang yang berketurunan Tionghoa dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia milik bumiputra. Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB). sebuah organisasi sepak bola orang-orang Belanda di Hindia Belanda menaruh hormat kepada PSSI lantaran SIVB yang memakai bintang-bintang dari NIVB, kalah dengan skor 2-1 melawan VIJ (sekarang, Persija Jakarta).

1

  • Squad timnas di masa awal tahun

NIVU semula memandang sebelah mata PSSI akhirnya mengajak bekerjasama. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Gentlemen’s Agreement 15 Januari 1937. Pascapersetujuan perjanjian ini, berarti Belanda mengakui PSSI. Perjanjian itu menegaskan bahwa PSSI dan NIVU menjadi pucuk organisasi sepak bola di Hindia Belanda. salah satu butir di dalam perjanjian itu juga berisi soal tim untuk dikirim ke Piala Dunia, dimana dilakukan pertandingan antara tim bentukan NIVU melawan tim bentukan PSSI. sebelum diberangkatkan ke Piala Dunia (semacam seleksi tim), tapi NIVU melanggar perjanjian dan hanya memberangkatkan tim bentukannya saja.

NIVU melakukannya karena tak mau kehilangan muka, sebab PSSI pada masa itu memiliki tim kuat. Dalam pertandingan internasional, PSSI membuktikannya di tanggal 7 Agustus tahun 1937, dengan hanya bermain dengan tim yang beranggotakan, diantaranya: MaladiDjawadMoestaramSardjan, berhasil menahan imbang 2-2 tim Nan Hwa dari Cina di Gelanggang UnionSemarang. Padahal Nan Hwa pernah menyikat kesebelasan Belanda dengan skor 4-0. Dari sini kedigdayaan tim PSSI mulai kesohor.

2

  • Aroma orang belanda di tubuh timnas

Atas tindakan sepihak dari NIVU ini, Soeratin Sosrosoegondo, ketua PSSI yang juga aktivis gerakan nasionalisme Indonesia,sangat geram. Ia menolak memakai nama NIVU. Alasannnya kalau NIVU diberikan hak, maka komposisi materi pemain akan dipenuhi orang-orang Belanda. Tapi FIFA mengakui NIVU sebagai perwakilan dari Hindia Belanda. Akhirnya PSSI membatalkan secara sepihak perjanjian Gentlemen’s Agreement saat Kongres di Solo pada 1938.

 Pertandingan Internasional Pertama

 Jepang 1-7 Hindia Belanda (Manila ,Filipina , 13 Mei 1934) Hindia Belanda

Kemenangan Terbesar

IndonesiaIndonesia 12-0 Filipina 

Seoul , Korea Selatan, 22 September 1972)Indonesia 13-1 Filipina ( Jakarta , Indonesia, 23 Desember 2002)

Indonesia  

Kekalahan Terbesar

 Bahrain 10-0 Indonesia (Riffa , Bahrain, 29 Februari 2012)Indonesia

Piala Dunia

Penampilan

1 (Pertama di 1938)

Hasil Terbaik

Babak 1, 1938

Piala Asia

Penampilan

4 (Pertama di 1996)

Hasil Terbaik

Babak 1, 1996 , 2000 ,2004 , 2007

Piala Dunia FIFA 1938

Indonesia pada tahun 1938 (di masa penjajahan Belanda) sempat lolos dan ikut bertanding di Piala Dunia 1938. waktu itu Tim Indonesia di bawah nama Dutch East Indies (Hindia Belanda), peserta dari Asia yang pertama kali lolos ke Piala DuniaIndonesia berada dizona Asia kualifikasi grup 12.

Grup kualifikasi Asia untuk Piala Dunia 1938, waktu itu hanya terdiri dari 2 negara, Indonesia (Hindia Belanda) dan Jepang disebabkan karena dunia sepak bola Asia memang hampir tidak ada. Namun, Indonesia akhirnya lolos ke putaran final Piala Dunia 1938 dan Jepang mundur dari babak kualifikasi karena sedang berperang dengan Cina. pada waktu itu tim ini menggunakan seragam berwarna oranye dan bercelana putih seperti warna seragam yang dipakai kesebelasan Belanda.

Timnas-Indonesia-1938-a

  • Squad timnas di Piala Dunia 1938

Maka sejarah mencatat mereka yang berangkat ke Piala Dunia Perancis 1938, dengan mayoritas orang Belanda. Mereka yang terpilih untuk berlaga di Perancis, yaitu:

  1. Bing Mo Heng (kiper)

  2. Herman Zommers

  3. Franz Meeng

  4. Isaac Pattiwael

  5. Frans Pede Hukom

  6. Hans Taihattu

  7. Pan Hong Tjien

  8. Jack Sammuels

  9. Suwarte Soedermadji

  10. Anwar Sutan

  11. Achmad Nawir (kapten).

Mereka dilatih oleh ketua NIVUJohannes Mastenbroek. Mo Heng, Nawir, Soedarmadji adalah pemain-pemain pribumi yang berhasil memperkuat kesebelasan Hindia Belanda, tetapi bertanding dibawah bendera kerajaan Nederland.

Skuad Piala Dunia 1938

Nama

Klub

Posisi

Tan “Bing” Mo Heng

Hua Chiao Tsing Nien Hui (HCTNH) Malang

Penjaga gawang

L.N. Van Beuzekom

Digantikan oleh Jack Samuels

Hercules Batavia

Penjaga gawang

Dorst

Tidak diketahui

Pemain belakang

J. Harting

Houdt Braaf Stand (HBS) Soerabaja

Pemain belakang

Frans G. Hu Kon

Sparta Bandung

Pemain belakang

Jack Kolle

Digantikan oleh Teilherber

Tidak diketahui

Pemain belakang

Jack Samuels

Menggantikan L.N. Van Beuzekom

Excelsior Soerabaja

Pemain belakang

G.H.V.L. Faulhaber

Djocoja Djogjakarta

Pemain tengah

Frans Alfred Meeng

Sportvereniging Binnenlands Bestuur (SVBB) Batavia

Pemain tengah

Achmad Nawir (C)

Houdt Braaf Stand (HBS) Soerabaja

Pemain tengah

Anwar Sutan

Voorwaarts Is Ons Streven (VIOS) Batavia

Pemain tengah

G. van den Burgh

Semarang Voetbal Vereniging (SVV) Semarang

Pemain tengah

Tan Hong Djien

Tiong Hoa Soerabaja

Pemain depan

Tan See Han

Houdt Braaf Stand (HBS) Soerabaja

Pemain depan

Isaac “Tjaak” Pattiwael

Voetbal Vereniging (VV) Jong Ambon Tjimahi

Pemain depan

Suvarte Soedarmadji

Houdt Braaf Stand (HBS) Soerabaja

Pemain depan

M.J. Hans Taihuttu

Voetbal Vereniging (VV) Jong Ambon Tjimahi

Pemain depan

Teilherber

Menggantikan Jack Samuels

Djocoja Djogjakarta

Pemain depan

R. Telwe

Houdt Braaf Stand (HBS) Soerabaja

Pemain depan

Herman Zomers

Hercules Batavia

Pemain depan

Pertandingan melawan Hongaria di Piala Dunia 1938

Pada 5 Juni 1938, sejarah mencatat pembantaian tim Hungaria terhadap Hindia Belanda. Mereka bermain di Stadion Velodrome MunicipaleReims, Perancis. Sekitar 10.000 penonton hadir menyaksikan pertandingan ini. Sebelum bertanding, para pemain mendengarkan lagu kebangsaan masing-masing. Kesebelasan Hindia Belanda mendengarkan lagu kebangsaan Belanda Het Wilhelmus. Karena perbedaan tinggi tubuh yang begitu mencolok, walikota Reims menyebutnya, “saya seperti melihat 22 atlet Hungaria dikerubungi oleh 11 kurcaci.”

4422321398_a2f6414989_o

  • Timnas Di Piala Dunia 1938

Meski strategi tak bisa dibilang buruk, tapi Tim Hindia Belanda tak dapat berbuat banyak. Pada menit ke-13, jala di gawang Mo Heng bergetar oleh tembakan penyerang Hongaria Vilmos Kohut. Lalu hujan gol berlangsung di menit ke-15, 28, dan 35. Babak pertama berakhir 4-0. Nasib Tim Hindia Belanda tamat pada babak kedua, dengan skor akhir 0-6. Pada saat itu Piala Dunia memakai sistem knock-out.

Meskipun kalah telak, surat kabar dalam negeri, Sin Po, memberikan apresiasinya pada terbitan mereka, edisi 7 Juni 1938, dengan menampilkan headline: “Indonesia-Hongarije 0-6, Kalah Sasoedahnja Kasi Perlawanan Gagah”. setelah penampilan perdana itu, Indonesia tidak pernah lagi masuk babak pertama Piala Dunia FIFA, dengan hasil paling memuaskan adalah Sub Grup III Kualifikasi Piala Dunia FIFA 1986. Ketika itu Indonesia hampir lolos ke Piala Dunia 1986 tetapi Indonesia kalah di partai final kualifikasi melawan Korea Selatan dengan agregat 1-6.

Era 1950-an

Setelah era Perang Dunia kedua pada tahun 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan mereka pada tanggal 17 Agustus 1945. setelah itu sepak bola Indonesia mengalami kemajuan di Asia. Mereka berhasil lolos ke Olimpiade Melbourne 1956. Indonesia berhasil melaju ke perempat final dan bertemu dengan raksasa dunia ketika itu, Uni Soviet yang ketika itu dikapteni oleh kiper terbaik dunia ketika itu, Lev Yashin. Ketika itu mereka berhasil menahan Uni Soviet 0-0. Namun pada akhirnya Indonesia harus kalah dengan skor 4-0 pada pertandingan kedua. Prestasi ini adalah prestasi tertinggi Indonesia dalam sejarah sepak bola di Indonesia.

timnas31

  • Timnas era 1950an

Pada tahun 1958, Indonesia juga merasakan hasil terbaik di Kualifikasi Piala Dunia 1958 dimana Indonesia berhasil mengalahkan China pada ronde pertama. Namun mereka menolak untuk bertanding melawan Israel pada ronde kedua dikarenakan alasan politis. Sejak saat itu, Indonesia tidak pernah ikut dalam kualifikasi piala dunia hingga tahun 1970. uniknya, setelah bertanding di kualifikasi piala dunia, Indonesia berhasil meraih medali perunggu di Asian Games 1958setelah pada perebutan tempat ketiga berhasil mengalahkan India 4-1.

Era 1960-1984

Pada era ini, lahirlah pesepak bola Indonesia yang terkenal di Asia antara lain Soetjipto SoentoroMax TimiselaJacob SihasaleKadirIswadi Idris, Andjiek Ali Nurdin, Yudo Hadianto, dll. Diantara mereka yang paling fenomenal adalahSoetjipto Soentoro. Ia adalah pemain tersukses di Indonesia dengan membawa Indonesia menjadi raja sepak bola Asia. ketika itu Indonesia berhasil menjuarai berbagai turnamen yaitu Turnamen Merdeka 196119621969Piala Emas Agha Khan 1966, dan Piala Raja 1968. Indonesia juga berhasil meraih medali perak dalam Asian Games 1966.

25-Abdul-Kadir_in

  • Timnas indonesia di era 196oan, foto bersama Pak Harto

Bahkan pemain Indonesia ada yang dipanggil AFC untuk menjadi bagian dari skuat Asia All Stars pada tahun 1967-1968. Mereka adalah Soetjipto Soentoro yang bertindak sebagai Penyerang Bayangan sekaligus sebagai kapten, Jacob Sihasalesebagai penyerang tengahIswadi Idris bertindak sebagai penyerang sayap kanan, dan Kadir sebagai penyerang sayap kiri. Ketika itu, mereka adalah kuartet tercepat yang pernah dimiliki Indonesia.

Prestasi Timnas

Asian Games

Perunggu

1958 Tokyo

Tim

           Far Eastern Games

Perak

1934 Manila

Tim

     Southeast Asian Games

Perak

1979 Jakarta

Tim

Perunggu

1981 Manila

Tim

Emas

1987 Jakarta

Tim

Perunggu

1989 Kuala Lumpur

Tim

Emas

1991 Manila

Tim

Perak

1997 Jakarta

Tim

Perunggu

1999 Brunei

Tim

Era 1960-1970

Pada era ini, lahirlah pesepak bola Indonesia yang terkenal di Asia antara lain Soetjipto SoentoroMax TimiselaJacob Sihasale, Abdul KadirIswadi Idris, Andjiek Ali Nurdin, Yudo Hadianto, dll. Diantara mereka yang paling fenomenal adalah Soetjipto Soentoro. Ia adalah pemain tersukses di Indonesia dengan membawa Indonesia menjadi raja sepak bola Asia. ketika itu Indonesia berhasil menjuarai berbagai turnamen yaitu Turnamen Merdeka 196119621969Piala Emas Agha Khan 1966, dan Piala Raja 1968. Indonesia juga berhasil meraih medali perak dalam Asian Games 1966.

Bahkan pemain Indonesia ada yang dipanggil AFC untuk menjadi bagian dari skuat Asia All Stars pada tahun 1967-1968. Mereka adalah Soetjipto Soentoro yang bertindak sebagai Penyerang Bayangan sekaligus sebagai kapten, Jacob Sihasale sebagai penyerang tengahIswadi Idris bertindak sebagai penyerang sayap kanan, dan Kadir sebagai penyerang sayap kiri. Ketika itu, mereka adalah kuartet tercepat yang pernah dimiliki Indonesia. di era ini merupakan era dimana sepak bola Indonesia masih menjadi negara terkuat di Asia. Indonesia berhasil menjuarai Piala Pesta Sukan 1972 di Singapura untuk terakhir kali. Namun Indonesia sempat berjaya ketika mereka berhasil mengalahkan tim asal Amerika Latin, Uruguay.

hqdefault

Ketika itu Indonesia berhasil mengalahkan Uruguay dengan skor 2-1. Beruntung ketika itu, Indonesia memiliki pemain yang bertalenta yang sangat mumpuni seperti Ronny Paslah, Sutan Harhara, Ronny Pattinasarany, Risdianto, Andi Lala, Anjas Asmara, Waskito dan pemain bekas angkatan Soetjipto Soentoro.

Era 1985-1995

Pada putaran kualifikasi Piala Dunia Fifa 1986, melihat kinerja yang lebih baik bagi Indonesia, sebagai tim nasional maju dari babak pertama dengan empat kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan, akhirnya finish di bagian atas grup. Namun, tim sepak bola nasional Korea Selatan menang atas Indonesia di babak kedua. 

4f86802cd6f2e

  • Timnas di Olimpiade 1968

Timnas Indonesia juga mencapai semi-final Asian Games 1986 setelah mengalahkan Tim nasional sepak bola Uni Emirat Arab  di perempat final, tetapi Timnas Indonesia kemudian kalah oleh tuan rumah, Korea Selatan. Tim Indonesia juga kalah dari tim nasional sepak bola Kuwait 5-0, dalam pertandingan tempat ketiga. sebuah tonggak selama era ini adalah kemenangan medali emas di SEA Games di kedua 1987 dan 1991.

Pada tahun 1987, timnas Indonesia mengalahkan tim nasional sepak bola Malaysia 1-0. sedangkan pada tahun 1991, timnas mengalahkan tim nasional sepak bola Thailand,4-3 dalam adu penalti.  dalam kualifikasi tahun 1990, tim Indonesia kalah di babak pertama, dengan hanya satu kemenangan melawan Hong Kong, tiga kali imbang dan mengalami dua kekalahan. Timnas Indonesia juga hanya berhasil meraih kemenangan tunggal melawan tim nasional sepak bola Vietnam di putaran kualifikasi tahun 1994.

1995-2007

  • Piala Asia

Penampilan pertama Indonesia di Piala Asia AFC adalah melawan Uni Emirat Arab di Piala Asia AFC 1996 . Selama turnamen, Indonesia hanya mendapat satu point dari hasil imbang 2-2 melawan Kuwait di babak pertama. Dalam pertandingan itu, striker Widodo C Putro, memperoleh ketenaran untuk mencetak gol terkenal dengan “Bicycle kick” nya. penampilan kedua tim di Piala Asia berada di Lebanon pada 2000 Piala Asia AFC , lagi-lagi tim Indonesia memperoleh hanya satu poin dari tiga pertandingan, dan sekali lagi, dari pertandingan melawan Kuwait yang selesai dengan skor 2-2. tetapi akhirnya tersingkir di penyisihan grup setelah kalah 2-4 dari Korea Selatan dan kalah 0-2 dari tuan rumah UAE.

Widodo Putro

  • Widodo C Putro salah satu pemain terbaik timnas

Indonesia meraih kemenangan pertama pada tahun 2004 di China setelah menaklukkan Qatar 2-1. untuk mencatat kemenangan pertama kalinya timnas dalam sejarah turnamen. Namun, kemenangan itu tidak cukup bagi tim Indonesia untuk lolos ke putaran kedua. partisipasi tim pada tahun 2007 terutama karena Indonesia bertindak sebagai salah satu dari empat tuan rumah turnamen bersama MalaysiaThailand, dan Vietnam.

Tim nasional berhasil mengalahkan tim nasional sepak bola Bahrain 2-1. pada pertandingan pertama, namun di dua pertandingan berikutnya, Indonesia harus menghadapi tim raksasa Asia, Arab Saudi , serta Korea Selatan yang terbukti tangguh. Meskipun sudah menunjukan permainan yang baik, tetapi di dua pertandingan berikut nya  indonesia kalah tipis 1-2 dan 0-1 . Sehingga nasib tim Indonesia berada di tempat ketiga dalam grup.

Piala AFF

Di kancah Asia Tenggara sekalipun, Indonesia belum pernah berhasil menjadi juara Piala AFF (dulu disebut Piala Tiger) dan hanya menjadi salah satu tim unggulan. Prestasi tertinggi Indonesia hanyalah tempat kedua pada tahun 2000, 2002, dan 2004, dan 2010 (dan menjadikan Indonesia negara terbanyak peraih runner-up dari seluruh negara peserta Piala AFF). Di ajang SEA Games pun Indonesia jarang meraih medali emas, yang terakhir diraih tahun 1991.

Kualifikasi Piala Dunia

Dalam Piala Dunia 1998 kualifikasi pertandingan, tim Indonesia kalah telak Kamboja 8-0 di laga pembuka. Timnas kalah lagi di satu pertandingan ketika mengunjungi Uzbekistan, diempat pertandingan lainnya timnas gagal melaju lebih jauh. Indonesia mencatat kinerja yang lebih baik di putaran Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2002, setelah mengalahkan Maladewa dan Kamboja, di laga kandang dan laga tandang masing-masing.

Timnas berbagi poin yang sama dengan posisi pemimpin grup China, namun kalah saat melawan China kandang maupun tandang dan timnas Indonesia harus tereliminasi. Timnas China akhirnya melaju ke Piala Dunia 2002 .empat tahun kemudian Indonesia finish ketiga di putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2006 grup, dengan dua kemenangan, satu hasil imbang dan tiga kekalahan. pemenang grup, Arab Saudi, kemudian maju ke Piala Dunia 2006.

kejuaraan Sepak Bola ASEAN

Selama era ini, Indonesia mencapai rekor yang layak di Kejuaraan Sepak Bola ASEAN (AFF Championship), mencapai final di empat kali (2000, 2002, 2004 dan 2010), meskipun tidak pernah mengangkat trofi kemenangan. Di bawah bimbingan mantan pemain Aston Villa dan  striker Timnas InggrisPeter Withe, Indonesia di Asia Tenggara tampaknya mampu melanjutkan keberhasilan dalam hal pengembangan sepak bola dan terutama di Peringkat Dunia FIFA . Namun, Indonesia gagal di babak penyisihan grup dari Piala AFF, dan pada tanggal 18 Januari 2007, Peter Withe pun langsung dipecat, ia digantikan oleh Pelatih Bulgaria, Ivan Venkov Kolev.

Ivan-Kolev

Setelah era ketidakmampuan Peter Withe, untuk memenuhi target ASEAN telah dikutip sebagai alasan untuk “pintu putar” di Indonesia dalam hal manajer tim. Selama dua tahun, manajer tim nasional Indonesia berubah dari Ivan Kolev kepada pelatih lokal, ke Benny Dollo yang pada gilirannya dipecat pada tahun 2010. Posisi pelatih kepala kemudian dipegang oleh Alfred Riedl, mantan pelatih nasional Vietnam dan Laos, namun Riedl gagal mengangkat setiap piala selama dia melatih dan pada bulan Juli 2011, ia digantikan oleh Wim Rijsbergen.

Kontroversi Piala Tiger 1998

Regional tahun 1998 ASEAN Football Championship turnamen dianggap terkenal dalam hal sejarah sepak bola Indonesia. Dalam apa yang seharusnya disebut acara olahraga, pertandingan penyisihan grup antara Thailand dan Indonesia dirusak oleh upaya tidak sportif. Pada saat itu, kedua tim sudah lolos ke semifinal, tapi keduanya juga sadar bahwa pemenang akan menghadapi tuan rumah Vietnam. sedangkan tim yang kalah akan melawan tim lemah tim Singapura.

dipodwijayas.blogspot.com-Mursyid_Saya_Dikorbankan_Effendi

Babak pertama adalah sebagian besar lancar, karena kedua tim nyaris tidak melakukan upaya-upaya untuk mencetak gol. Selama babak kedua, kedua tim berhasil mencetak gol, sebagian karena membela setengah hati, sehingga skor 2-2 setelah 90 menit bermain.Namun kejadian yang sebenarnya tidak terjadi sampai prosesi perpanjangan waktu, pada saat itu, bek Indonesia, Mursyid Effendi, sengaja menendang bola ke gawang Indonesia sendiri.

FIFA mendenda tim $ 40.000 untuk “melanggar semangat dari permainan”, sementara Effendi dilarang dari sepak bola dalam negeri selama satu tahun dan sepak bola internasional untuk seumur hidup. di semi-final, Thailand kalah dari Vietnam dan Indonesia juga kalah dari Singapura. mengadu tim bersama-sama sekali lagi untuk tempat ketiga di playoff. Indonesia akhirnya menang dalam adu penalti melawan thailand. Di final Singapura, yang dianggap sebagai underdog, penonton sangat terkejut karena bisa mengalahkan Vietnam.

Penangguhan

Pada bulan Maret 2012, Asosiasi Sepakbola Indonesia (PSSI) menerima peringatan karena negara dibagi sepakbola Indonesia, dimana dua liga yang terpisah ada: pemberontak Super League (ISL), yang tidak diakui oleh PSSI atau FIFA , dan Premier League (IPL).Komite Olahraga Nasional (KONI) mendorong PSSI untuk bekerja sama dengan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) pejabat untuk rectofy situasi, tetapi KONI ketua, Toto Suratman, menyatakan, pada bulan Maret 2012, yang KONI akan mengambil alih PSSI terkepung jika hal tidak diperbaiki.

 FIFA tidak menyatakan apakah Indonesia akan menghadapi suspensi, tetapi pada tanggal 20 Maret 2012, FIFA membuat pengumuman. Menjelang sampai dengan 20 Maret 2012, PSSI berjuang untuk mengatasi situasi dan tampak kongres tahunan untuk solusi akhir. PSSI diberikan sampai 15 Juni 2012 untuk menyelesaikan isu-isu yang dipertaruhkan, terutama kontrol liga memisahkan diri,. gagal ini, kasus itu dirujuk ke Komite Darurat FIFA untuk suspensi

  • Komisi penyelamat sepakbola indonesia (KPSI)

FIFA akhirnya menetapkan baru 1 Desember 2012 batas waktu dan dalam dua minggu sebelum tenggat waktu, tiga dari empat wakil PSSI mengundurkan diri dari komite bersama, mengutip frustrasi dalam berurusan dengan perwakilan KPSI. Namun, FIFA mengatakan bahwa pihaknya hanya akan mengeluarkan hukuman untuk sepak bola Indonesia setelah tim nasional Indonesia selesai keterlibatannya dalam Asean Federation Football 2012 (AFF) Suzuki Cup.

Era 2013: Dualisme

Tahun 2013 PSSI Presiden, Djohar Arifin Husein telah tanda MoU dengan La Nyalla Matalitti (KPSI-PSSI) yang diprakarsai oleh FIFA dan AFC melalui Konfederasi Sepak Bola Asia ‘s Task Force, kini Indonesia Super League akan berada di bawah kendali yangKomite Bersama untuk tetap dikelola oleh PT Liga Indonesia sampai pembentukan kompetisi profesional baru oleh panitia. Ini berarti pemain Indonesia dari ISL dapat bermain dan bergabung dengan tim nasional.

PSSI telah mencoba untuk memanggil kedua pemain dari liga sepak bola kedua, ISL dan IPL untuk diperkaya tim nasional untuk kualifikasi Piala Asia 2015. Pada 7 Januari 2013, PSSI mengumumkan daftar 51 pemain dari kedua liga sepak bola sisi terlepas dari apakah pemain dari breakaway Indonesia Super League (ISL) akan membuat penampilan, klub ISL diduga enggan melepaskan pemain karena mereka tidak percaya pada Djohar sebuah kepemimpinan adalah egois. Selama pertandingan persahabatan, Indonesia kalah (0-5) dengan Jordan dan kehilangan (0-1) dengan Irak pada 2015 AFC kualifikasi Piala Asia.

Kostum Timnas Indonesia

Kostum tim nasional Indonesia tidak hanya merahputih sebab ada juga putih-putih, biru-putih, dan hijau-putih. Menurut Bob Hippy, yang ikut memperkuat timnas sejak tahun 1962 hingga 1974, kostum Indonesia dengan warna selain merah-putih itu muncul ketikaPSSI mempersiapkan dua tim untuk Asian Games IV1962Jakarta. saat itu ada dua tim yang diasuh pelatih asal YugoslaviaToni Pogacnic, yakni PSSI Banteng dan PSSI Garuda.

Yang Banteng, yang terdiri dari pemain senior saat itu, seperti Maulwi SaelanDjamiat Dalhar, dan Tan Liong Houw, selain menggunakan kostum merah-putih juga punya kostum hijau-putih. Sedangkan tim Garuda, yang antara lain diperkuat OmoAnjik Ali Nurdin, dan Ipong Silalahi juga dilengkapi kostum biru-putih. Tetapi, setelah terungkap kasus suap yang dikenal dengan “Skandal Senayan“, sebelum Asian Games IV-1962, pengurus PSSI hanya membuat satu timnas. Itu sebabnya, di Asian Games IV-1962, PSSI sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa karena kemudian kedua tim itu dirombak. Selanjutnya digunakan tim campuran di Asian Games.

13535966981087522738

  • Kostum Timnas Indonesia era 80an

Mulyadi (Fan Tek Fong), asisten pelatih klub UMS, yang memperkuat timnas mulai tahun 1964 hingga 1972, menjelaskan bahwa setelah dari era Asian Games, sepanjang perjalanan timnas hingga tahun 1970-an, PSSI hanya mengenal kostum merah-putih dan putih-putih. Begitu juga ketika timnas melakukan perjalanan untuk bertanding di sejumlah negara di Eropa pada tahun 1965.

Saat itu setiap kali bermain, tim nasional hanya menggunakan merah-putih dan putih-putih dengan gambar Garuda yang besar di bagian dada hingga ke perut. Seragam hijau-putih kembali digunakan saat mempersiapkan kesebelasan pra-Olimpiade 1976, dan kemudian digunakan pada arena SEA Games 1981 Manila. “Begitu juga ketika Indonesia bermain di Thailand, di mana saat itu Indonesia menjadi runner-up Piala Raja 1981,”kata Ronny Pattinasarani yang memperkuat PSSI tahun 19701985.

Di Piala Asia 2007 yang digelar mulai 8 Juli hingga Minggu 29 Juli, Nike juga telah mendesain kostum tim nasional Indonesia, tetapi kali ini bukan hijau-putih, melainkan putih-hijau. Tentu tetap dengan detail yang sama, seperti Garuda yang selalu bertengger di dada.

Pada kostum Timnas Indonesia terakhir yang dibuat Nike pada 2010 untuk Piala Suzuki AFF 2010, motif baru kembali diperkenalkan. Pada kostum ini, terdapat Burung Garuda besar yang membentang hampir di seluruh bagian depan kostum yang tidak berwarna tetapi memiliki garis-garis yang memiliki warna hitam cenderung abu-abu. Sementara pada kostum kedua yang berwarnaPutihHijau, terdapat motif yang sama, tetapi garis-garis pada burung Garuda berwarna abu-abu muda.

Rekor turnamen

  • Rekor penampilan di Piala Dunia FIFA

Rekor Penampilan di Piala Dunia FIFA

Tuan Rumah / Tahun

Hasil

Posisi

M

S

K

GM

GK

Bendera Uruguay 1930

Tidak Ikut

Bendera Italia 1934

Tidak Ikut

Bendera Perancis 1938

Babak 1 (sebagai Hindia Belanda)

14

0

0

1

0

6

Bendera Brasil 1950

Mengundurkan diri

Bendera Swiss 1954

Tidak Ikut

Bendera Swedia 1958

Mengundurkan diri selama kualifikasi

Bendera Chili 1962

Mengundurkan diri

Bendera Inggris 1966

Tidak Ikut

Bendera Meksiko 1970

Tidak Ikut

Bendera Jerman Barat 1974

Tidak lolos kualifikasi Asia

Bendera Argentina 1978

Tidak lolos kualifikasi Asia

Bendera Spanyol 1982

Tidak lolos kualifikasi Asia

Bendera Meksiko 1986

Tidak lolos kualifikasi Asia

Bendera Italia 1990

Tidak lolos kualifikasi Asia

Bendera Amerika Serikat 1994

Tidak lolos kualifikasi Asia

Bendera Perancis 1998

Tidak lolos kualifikasi Asia

Bendera Korea Selatan Bendera Jepang 2002

Tidak lolos kualifikasi Asia

Bendera Jerman 2006

Tidak lolos kualifikasi Asia

Bendera Afrika Selatan 2010

Tidak lolos kualifikasi Asia

Bendera Brasil 2014

Tidak lolos kualifikasi. Asia

Bendera Rusia 2018

Belum Diselenggarakan

Bendera Qatar 2022

Belum Diselenggarakan

Total

1/19

Round 1

0

0

1

0

6

Sejarah final Piala Dunia FIFA 1938

Tahun

Babak

Nilai

Hasil

1938

Babak 1

 Hindia-Belanda 0 – 6  Hongaria

Kalah

Sejarah kompetisi Olimpiade

Rekor Olimpiade Game

Tahun

Putaran

GP

Itu

D

Itu

GS

GA

Perancis 1900 sampai 1952

Finlandia

Tidak memasukkan

Australia 1956

Perempatfinal

2

0

1

1

0

4

Italia 1960

Tidak memenuhi syarat

Jepang 1964

Tidak memasukkan

Meksiko 1968 sampai 1988

Korea Selatan

Tidak memenuhi syarat

Total

Terbaik: Perempatfinal

2

0

1

1

0

4

Sejarah kompetisi Asean Games

Permainan rekor Asia

Tahun

Putaran

GP

Itu

D

Itu

GS

GA

India 1951

Perempat Final

1

0

0

1

0

3

Pilipina 1954

Semi Final

3

2

0

1

11

7

Jepang 1958

Tempat Ketiga

5

4

0

1

13

6

Indonesia 1962

Penyisihan Grup

3

2

0

1

9

3

Thailand 1966

Perempat Final

5

2

2

1

8

4

Thailand 1970

Perempat Final

4

0

2

2

3

7

Thailand 1974 sampai 1982

India

Tidak memasukkan

Korea Selatan 1986

Keempat Tempat

4

0

2

2

4

14

Cina 1990 sampai 1998

Thailand

Tidak memasukkan

Total

Terbaik: Thirdplace

25

10

6

9

48

44

Pesta Olahraga Asia Tenggara

South East Asian Games

Tahun

Menghasilkan

Dmk

Itu

D

Itu

GF

GA

Thailand 1959 sampai Thailand1975

Tidak berpartisipasi

Malaysia 1977

Semi Final

4

2

1

1

8

3

Indonesia 1979

Runner Up

5

2

1

2

6

6

Pilipina 1981

Tempat Ketiga

3

2

0

1

3

2

Singapura 1983

Penyisihan Grup

3

1

1

1

3

7

Thailand 1985

Semi Final

3

0

1

2

1

9

Indonesia 1987

Pemenang

4

3

1

0

7

1

Malaysia 1989

Tempat Ketiga

4

2

0

2

12

5

Pilipina 1991

Pemenang

5

3

2

0

5

1

Singapura 1993

Semi Final

5

2

1

2

8

4

Thailand 1995

Penyisihan Grup

4

2

0

2

14

3

Indonesia 1997

Runner Up

6

4

2

0

16

6

Brunei 1999

Tempat Ketiga

5

3

1

1

11

2

Total

Terbaik: Pemenang

51

26

11

14

94

49

Rekor Turnamen

Prestasi Timnas Indonesia

Kontinental

Medali perunggu (1): 1958

Regional

Runner-Up (4): 2000 , 2002 , 2004 , 2010

Ketiga tempat (2): 1998

Tempat keempat (1): 1996

Semi-final (1): 2008

Medali emas (2): 1987 , 1991

Medali perak (2): 1979 , 1997

Medali perunggu (3): 1981 , 1989 , 1999 ,

Lainnya

Pemenang (1): 1972

Runner-Up (1): 1978

Pemenang (3): 1987, 2000, 2008

Pemenang (3): 1961, 1962 , 1969

Runner-Up (4): 1957 , 1959, 1971 , 2006

Pemenang (1): 1968

Runner-Up (2): 1969 , 1984

Tempat keempat (3): 1970 , 1971, 1987

Runner-Up (2): 1972 , 1980

Ketiga tempat (1): 1971

Tentang wildanrenaldi

Hi Friend Welcome, thank to visit this Blog, enjoy yourself to Read Post or Comment, Please Enjoy, Thank You.
Pos ini dipublikasikan di Sepak Bola dan tag , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s