Pendekar Revolusi Part 1

Cerita ini adalah bertema tentang  para pejuang kemerdekaan Indonesia dalam melawan tentara asing yang menjajah dan kelompoknya bernama “Pendekar Revolusi”. cerita dan karakter dicerita ini fiksi meski tempat, peristiwa terjadi Real/Asli, semata mendukung cerita-cerita ini.

Part 1: Pertempuran Para Pendekar Revolusi

Debu-debu puing bertebaran disiang hari ini mengenai muka serta badan kami yang terbungkus baju lusuh robek tak terurus. dengan ketakutan tiada tara oleh kehancuran tembok bangunan sekitar kami disebabkan senjata berat tank-tank tentara musuh yang bisa saja mengenai dan membunuh kami bila tidak segera cepat-cepat menghindar. saat ini kami sedang berperang, bertempur dengan sungguh-sungguh dan ini bukan simulasi perang atau main-main tetapi nyata! senjata kami terbuat dari baja dan besi seperti juga mereka! dan resiko perang ini adalah kematian!

Kami berdiri bersama kelompok perjuangan kemerdekaan bernama Pahlawan Revolusi, gabungan para pecundang yang dulu diam, sekarang berani angkat senjata melawan penjajah asing yang menjajah negeri kami, Indonesia.

Sebelum melangkah lebih maju, mari kami ceritakan kisah-kisah kami? bagaimana nanti terlibat dalam peperangan demi merebut kemerdekaan? bagaimana kami harus susah waspada sewaktu-waktu untuk hidup? semua akan diceritakan sejelas-jelasnya.

Kisah awal dimulai pada tanggal 17 Agustus 2032, disaat orang-orang negeri kami sedang merayakan hari kemerdekaannya…tiba-tiba serangan mendadak dari tentara asing yang mulai memasuki negeri kami benar-benar tidak bisa dibendung lagi. mereka seperti virus menyebar dengan cepat tanpa ampun menunjukan dominasi……dengan mencabut nyawa orang-orang tidak bersalah.

Mereka juga singgah dipusat pemerintahaan negara kami yaitu Istana Merdeka. meski ada perlawanan tetapi akhirnya kami kalah! tidak berapa lama dari kejadian ini tentara asing atau Tentara Nasional Komunis Cina (Tiongkok) yang bangkit lagi seperti masa lalu, mereka menyebarkan aturan dalam teror! pembunuhan besar! penyiksaan sadis menduduki pemerintahaan, memenjarakan/membunuhi para ahli, serta politikus yang dianggap berbahaya.

Bertahun-tahun kemudian akhirnya kami hidup dalam ketakutan, rakyat kami tidak tahu kapan harus hidup atau mati? sistim pemerintahan diatur sangat ketat dan tidak ada yang sanggup hidup dalam kondisi seperti itu. hati kami pun seakan sudah mati menyerahkan nasib ditangan mereka. meskipun kisah itu sudah lama terjadi sekitar delapan tahun yang lalu dan sekarang kami hidup ditahun 2040, tetapi dalam visi para Pejuang Kemerdekaan bernama Pendekar Revolusi…semua orang merindukan masa jauh sebelum sekarang!

Masa dimana Indonesia…..

Dalam kedamaian, berdemokrasi berkembang tidak seperti sekarang!. dahulu Tiongkok adalah teman…perdagangan impor/ekspor, pertukaran pelajar,dll dilalui kedua negara untuk mencapai kedamaian bersama. sayang kini mereka berubah! merasa kuat dari pasukan dan teknologi mereka malah berbalik menindas. negara kami dipastikan tidak lagi berdiri sejak januari 2033 sejak saat itu saya merasa Indonesia tidak ada dan tidak lagi bebas.

Kebangkitan negara Tiongkok yang kuat dengan paham Komunis mungkin tidak lepas peran Kepala Eksekutif dalam pemerintahnya pria bernama Hang Dong Ming, sekaligus Presiden bahkan Chariman! apapun jabatan orang itu? adalah pengatur sempurna bagi negaranya, brilian dalam kebijakan dan pencetus ide penjajahan superior mengerikan!

Mereka memulai penaklukan dari negara tetangganya, bahkan cita-cita mengabungkan Nepal, Mongolia tercapai. mereka juga disupport sekutu negara paham komunis lainnya tetapi tidak terlalu gencar urusan penjajahan yaitu Korea Utara. bahkan negara Eropa pecahan Uni Soviet ada yang membantu juga….barang kali bila kekuatan Global itu tak runtuh Amerika Serikat dan pengikutnya mampu menghentikannya. masa kini sudah tidak ada lagi menghentikan mereka! para negara lainnya sama-sama saling berperang dan negara terakhir dijajah Komunis Cina di Asia adalah kami…..Negara Indonesia.

Kekuatan Global kehilangan tajinya saat Amerika Serikat konflik dengan Russia ditahun 2027, mereka bagai anak kecil menghabiskan jatah permen. dari sini perang meletus semua negara tidak memandang Amerika ataupun PBB. kemunculan Komunisme baru di Amerika Latin diikuti negara lainnya termasuk paham yang dimasa lalu pernah jaya. Fasisme muncul, meski bukan di Jerman tapi ada dinegara kecil Eropa. Jepang dengan paham Fanatiknya terakhir terlihat desember 1945, kini sedikit sudah memulainya.

Banyak negara merasa tidak siap perubahan dunia ini, kebanyakan diplomasi berujung kegagalan. negara kita sudah berdamai dengan dengan lainnya, tetapi saat penjajahan dimulai kemana mereka? oleh karena itu nasib buruk harus diterima kami dan rakyat pecahan yang tetap berperang demi kemerdekaan masih terus berlanjut.

Kembali ke cerita lagi. hari ini kami telah merencanakan penyerangan ke sebuah rumah sakit di daerah perkotaan yang dijaga ketat musuh. tim pemantau berapa kali melihat daerah tersebut minim penjagaan tetapi saat mulai beraksi, kami disambut tank dan senjata mesin canggih! entah datang dari mana? sekitar 250 orang telah berkumpul dari area pelataran parkir rumah sakit ini untuk menyerang habis total dengan persenjataan seadanya.

Jam karet hitam ditangan kiri saya menunjukan pukul 12:47 menit, bagi hari normal dahulu sekarang ialah masa jam makan siang…..kenyataannya bahkan banyak pasukan kami belum makan pagi dan mereka tidak memikirkan hal itu! karena bila kami bisa merebut area rumah sakit itu dipastikan suplai obat menjadi milik kami terutama mengobati orang-orang yang terluka.

Kenapa kami memilih menyerang rumah sakit? bukan sekolah atau gedung pemerintah maupun stasiun TV yang diutamakan kami adalah kesehatan dan medis terlebih dahulu dibanding apapun. diantara sederetan perang pengambilan paksa kembali gedung milik negara kami sebelumnya, perjuangan kami rentan mengalami kegagalan, tapi untuk kali ini tidak!

Saya menunduk di sisi tembok arah sebelah kiri memegang senjata mesin laras panjang dengan sedikit amunisi. saya sesekali menembaki target musuh yang terlihat agak jauh dari posisi dan sempat berapa kali mengenai. bila kami mulai membuat musuh terkapar tidak berdaya beberapa kali garis penyerangan kami mulai maju perlahan.

Situasi di area parkir rumah ini tidak terlihat seperti parkiran umum yang seharusnya, melainkan area parkir yang sudah kosong hanya saja ada berapa mobil terparkir disana, itu pun mobil militer tentara asing. mobil-mobil teresebut kebanyakan truk pengangkut tentara, mobil Jeep,dll semuanya baris berderet berwarna hijau militeristik.

Pada awal penyerangan kami sempat menghancurkan tembok bagian luar rumah sakit dengan dinamit rakitan ukuran daya ledak besar cukup meruntuhkan tembok tebal nan tinggi. setelahnya langsung saja menembakan senjata-senjata kami kepada para penjaga yang berjaga area pintu masuk rumah sakit ini.

Kami sudah mulai masuk menyerang dan membuat tentara penjaga musuh tidak siap. mereka kagat oleh kehadiran tentara kami pertama kali. harapan kami langsung saja berlari menembak dan memasuki area gedung tetapi ternyata rencana kami tersendat karena tembakan senjata mesin yang dipasang dibeberapa jendela tiap lantai rumah sakit! menjadi bencana untuk kami. pasukan kami berlari diarea terbuka tanpa perlindungan banyak jatuh korban nyawa menyebabkan orang lainnya menyebar berlindung disisi kiri dan kanan tembok area rumah sakit tersebut. meski begitu baku tembak masih dilanjutkan.

Tidak berapa lama 2 tank terlihat tidak jauh dari kami, entah dari mana asalnya rasanya tidak masuk akan begitu cepat datang! tembakan tank mengenai berapa meter tembok sisi kiri dimana saya berlindung! itu benar-benar menakutkan hati. saya menunduk menghindari pecahan puing yang terlempar menyebakan lubang tembok terlihat bolong! mencari posisi aman dan mulai menembaki musuh kembali.

Selang 10 menit berlalu posisi pasukan kami bertahan hanya menembaki dari kejauhan belum maju ke garis perlawanan musuh. untungnya ada inisiatif dari pasukan kami yang mengenai roket kearah tank musuh, sesaat memang melumpuhkannya. lemparan molotov dan bom granat kearah musuh menjadi alternatif pilihan pasukan bertahan kami ada juga yang nekat maju menyerang dengan menunduk sambil berlari.

Dari sisi kiri area ini saya juga mulai menyerang, menundukan badanku maju perlahan. kami diuntungkan oleh situasi dimana musuh sudah mulai mundur bertahan masuk kegedung rumah sakit! memang inilah yang diinginkan saya dari awal penyerangan!

26 menit kemudian kami sudah menguasai rumah sakit ini, dengan gagah berani pasukan kami perlahan mengatasi musuh yang berlindung didalam rumah lalu menaiki tangga menuju keatas. tidak lupa mereka memeriksa ruangan kemungkinan musuh bersembunyi disana. walaupun sudah memasuki gedung sambutan perlawanan musuh tetap belum berhenti, percikan api yang keluar dari senjata mesin beradu dengan pasukan kami. hingga waktu akhirnya menuntun kami menuju kemenangan akhirnya bisa menguasai 100% area rumah sakit ini.

Bersambung ke Pendekar Revolusi Part 2

Karakter Cerita Ini:

  • Arya Pamungkas (Pendiri, Pemimpin Pendekar Revolusi)
  • Anton (Pendiri, Teknisi dan Mekanik)
  • Johan Dan Maria (Pendiri, pejuang gerakan Pendekar Revolusi)
  • Heri (Pendiri, Pejuang, Translater)
  • Isabela dan Lili (Istri dan Anak dari Arya. Isabela juga bagian dari pejuang Pendekar Revolusi)

Tentang wildanrenaldi

Hi Friend Welcome, thank to visit this Blog, enjoy yourself to Read Post or Comment, Please Enjoy, Thank You.
Pos ini dipublikasikan di Cerita dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s